SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Pesta Penyambutan jendral kerajaan


__ADS_3

pagi hari di istana seluruh pelayanan di sibukkan dengan persiapan pesta penyambutan jendral mereka, yang baru saja memenangkan pertempuran melawan para monster yang mengacau sejak lima bulan lalu di area perbatasan.


semua orang di undang ke acara tersebut termasuk Aqila, undangan itu di berikan semalam oleh utusan kerajaan secara langsung pada gadis itu.


meski tidak ingin bertemu dengan raja Bingwen Aqila tetap harus pergi dia perlu mengetahui kekuatan musuh sebelum melakukan penyerangan.


setelah bersiap semua orang berkumpul di tempat latihan.


"dengar hari ini kita akan menyerang istana Pastikan kalian berada di posisi masing-masing"


ucap Aqila memberi komando dengan tegas, aura yang di keluarkan gadis itu mengalahkan sosok seorang raja Bingwen yang terkenal dengan ketegasan dan kekejaman-nya.


"baik nona"


jawab para pasukan secara bersamaan, mereka tampak gagah berani dengan baju Jirah khas pemberian gadis itu.


setiap pasukan yang Aqila miliki akan mengenakan baju Jirah berwarna hitam legam dengan lambang permata merah darah di tengah-tengah baju Jirah tersebut


"dan ingat satu hal jangan menyerang para penduduk kecuali mereka mereka melakukan perlawanan"


imbuh-nya lagi, kali ini gadis itu menginginkan peperangan tanpa memakan banyak korban yang tidak bersalah.


"baik nona"


jawab seluruh pasukan dengan patuh, posisi mereka saat ini tengah berlutut dengan satu kaki sambil memegang senjata di salah satu tangan menghadap gadis itu.


"hari ini aku juga akan memasuki istana seorang diri"


kata-kata tersebut membuat Shen xiaojian, Lin shan, Shen huan, Shen duyi dan xiaoli membulatkan mata terkejut dengan apa yang baru saja Aqila katakan.


"tidak adik"


"tidak adik"


"tidak nona"


"tidak Aqila"


mereka berempat dengan serempak menolak Aqila pergi seorang diri karena merasa khawatir.


"kenapa"


tanya gadis itu dengan polos, mereka berempat memijat pelipis tidak tau harus berbicara seperti apa antara kesal dan gemas menghadapi pertanyaan Aqila saat ini.


"kau bisa membawa salah satu di antara kami"

__ADS_1


jawab Shen huan yang merespon lebih dulu pertanyaan keponakannya tersebut.


"baiklah aku akan pergi dengan hei Lang"


kali ini Aqila mengalah tetapi kata-kata terakhir membuat Shen xiaojian, Shen huan, Shen duyi dan xiaoli mengernyit bingung.


mereka berempat belum mengetahui tentang semua binatang yang terkontrak dengan gadis itu.


"siapa dia"


tanya Shen duyi, sepupu termuda itu terlihat antusias menunggu jawaban Aqila selanjutnya.


"keluarlah"


bukannya menjawab Aqila malah mengucapkan sesuatu yang membuat mereka semakin kebingungan, sedangkan Lin Shan terlihat sangat Santai itu jelas karena pemuda tersebut sudah mengetahui siapa yang di maksud gadis itu.


detik berikutnya seekor serigala hitam bertubuh besar tiba-tiba muncul di hadapan mereka semua membuat mereka sangat terkejut dan lebih mengejutkan-nya lagi saat binatang itu bisa berbicara layaknya manusia.


"salam nona"


ucap hei Lang, posisi serigala hitam berada tiga langkah dari tempat Aqila berdiri saat ini.


"hm"


"akhirnya aku di butuhkan juga, aku sangat merindukan anda nona"


"kemari"


dengan semangat hei Lang langsung mendekati Aqila mengikis jarak di antara mereka.


begitu saling berhadapan gadis tersebut membelai lembut kepala serigala itu dengan penuh sayang.


mereka yang menyaksikan lagi-lagi di buat tidak percaya dengan pemandangan yang terjadi saat ini.


"dia hewan spirit bist"


ucap xiaoli yang menyadari lebih dulu tentang serigala hitam di hadapannya.


"ya sepertinya benar"


sahut Shen duyi, pemuda itu masih menatap tidak percaya dengan interaksi keduanya.


"bagaimana mungkin adik bisa memilikinya"


guma Shen xiaojian, pria itu menatap Aqila rumit dia tidak menyangka bahwa adik sepupunya bisa memiliki kontrak dengan hewan spirit bist yang konon katanya tidak mudah untuk di jinakkan.

__ADS_1


"apa hanya perasaan ku saja yang mengatakan bahwa adik menyimpan begitu banyak rahasia dari kita semua"


xiaoli kembali mengucapkan sesuatu yang hampir mengarahkan mereka pada hal negatif tentang gadis itu.


"kali ini aku setuju dengan mu"


jawab Shen duyi, biasanya mereka berdua tidak akan pernah sependapat dalam hal apapun tapi kali ini kebalikannya.


"berhenti berprasangka buruk mungkin adik Aqila memiliki alasan mengapa dia menutup diri dari kita semua"


dengan bijak Shen xiaojian memperingatkan mereka untuk tidak berprasangka buruk tentang Aqila, karena pria itu merasa adik sepupunya tidaklah memiliki niatan buruk pada keluarganya sendiri.


"ya itu benar tidak seharusnya kita bersikap seperti ini"


jawab Shen huan ikut memberi pendapat, pria paruh baya itu justru merasa bangga karena memiliki keponakan sehebat Aqila, meski penampilan luar gadis tersebut terlihat tidak meyakinkan sama sekali.


setelah semua urusan selesai tanpa berlama lagi mereka mulai berangkat istana kerajaan emerald.


beberapa pasukan di bagi sesuai rencana, mereka akan berangkat secara terpisah agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi pihak lawan.


hanya rombongan aqila yang akan memasuki gerbang istana sedangkan yang lain mengambil jalur lain sesuai peta arahan.


di istana semua persiapan telah selesai para tamu dan tuan rumah juga sudah berkumpul di aula utama, hanya rombongan aqila dan sang jendral yang masih belum menampakkan diri.


suasana ibu kota masih cukup ramai mereka sengaja belum di ungsikan karena Aqila ingin membuat semuanya tampak baik-baik saja sampai seluruh pasukannya mengepung tempat tersebut.


dengan lihai Aqila menarik kekang kuda hingga tidak butuh waktu lama untuk gadis itu tiba di gerbang masuk ibu kota.


tanpa di duga selain rombongan mereka, rombongan jendral besar Kerajaan emerald juga sampai saat itu.


rombongan aqila yang masuk lebih dulu tidak langsung pergi ke istana melainkan singgah terlebih dulu di sebuah restoran.


Restoran tersebut adalah toko mie yang bekerja sama dengan-nya, berkat resep-resep yang Aqila berikan membuat toko tersebut berkembang pesat dan telah menjadi restoran terkenal di ibu kota saat ini.


setelah mengunjungi restoran mie Aqila tidak langsung pergi ke istana melainkan mampir terlebih dulu ke balai pengobatan miliknya untuk memeriksa apakah ada masalah yang terjadi atau tidak.


begitu memastikan bahwa semuanya baik-baik saja rombongan gadis itu kembali melanjutkan perjalanan ke istana, sedangkan di sisi lain hampir semua pasukannya telah tiba di titik yang telah di tentukan.


penyambutan kali ini terasa sangat meriah para penduduk begitu antusias menyambut kedatangan sang pahlawan yang telah berkontribusi besar terhadap keamanan mereka.


"lihatlah mereka sudah tiba"


teriak salah satu penduduk, semua orang mulai membuka jalan untuk rombongan tersebut.


seorang pria tampan dengan baju Jirah terlihat sangat gagah dan menawan saat menarik kekang kuda dengan kecepatan tinggi melewati mereka semua.

__ADS_1


beberapa prajurit di belakang nampak melakukan hal yang sama, ada sekitar dua puluh orang dalam rombongan tersebut.


__ADS_2