
setelah pintu besar di tutup dan hanya menyisakan dua orang berbeda jenis kelamin, ratu jinjin dan beberapa pelayan pergi menemui raja Bingwen untuk memenuhi semua permintaan Aqila.
awalnya sang raja menolak keinginan untuk melepaskan Shen xiaojian dan Lin Shan namun karena desakan ratu jinjin akhirnya pria itu setuju.
dia juga tidak ingin kehilangan pewaris tahta karena hanya pangeran Jing Shen lah putra satu-satunya yang dia miliki dari begitu banyaknya anak yang dia punya.
raja Bingwen memilik lima orang anak dan pangeran Jing sheng adalah anak yang ke lima dari ratu jinjin, sedangkan yang anak-anak yang lain berasal dari para selir.
....
setelah di bebaskan Shen xiaojian dan Lin Shan langsung di hantar ke tempat Aqila berada.
"adik apa yang bisa kami bantu"
ucap pria itu begitu mereka tiba, mendengar suara kakak sepupunya Aqila menengok sebentar kemudian kembali mengamati keadaan pria di sebelah.
"bantu aku membuat formasi"
ucap Aqila, meski hatinya merasa enggan terpaksa dia harus memasuki dunia ilusi lagi untuk membawa jiwa pemuda itu ke dunia nyata.
"memang apa yang terjadi pada-nya"
setelah berpikir cukup lama Shen xiaojian bertanya dengan penasaran kenapa mereka harus membuat formasi.
"seorang siluman rubah membawa jiwa pangeran Jing sheng ke duni ilusi"
terang Aqila, alasan mengapa gadis itu membutuhkan mereka karena jika sekali kita terjebak di dunia tersebut kecil kemungkinan kita bisa kembali ke dunia nyata.
dunia ilusi penuh dengan tipuan apalagi yang menculik adalah ratu siluman rubah, dia terkenal dengan obsesinya yang ingin memiliki banyak suami berparas tampan.
"bagaimana bisa"
ucap Shen xiaojian dengan rasa penasaran yang semakin tinggi.
pemuda itu baru mendengar kabar ini karena setiap hari dia harus melatih kekuatan hingga tidak punya waktu untuk haya sekedar mendengar rumor yang beredar.
"apa kau tidak tau bahwa siluman rubah adalah jenis siluman yang paling licik jika sudah menginginkan sesuatu"
Taya Aqila, kini gadis itu yang di buat bingung dengan perangai kakak sepupunya yang mendadak antusias mendengar cerita tersebut.
sedangkan bagi Lin Shan itu bukanlah hal aneh lagi dia adalah seorang mata-mata tentu saja berita seperti ini dia lebih tau banyak.
"tidak"
Shen xiaojian menggelengkan kepala tanda bahwa memang dirinya tidak mengetahui hal tersebut.
"sudahlah kita tidak punya banyak waktu, kemari"
Aqila meminta Keduanya untuk mendekat, setelah itu dia mulai memasang sihir pelindung agar tidak ada seorangpun yang bisa mengganggu.
begitu sihir pelindung terpasang mereka mulai membuka formasi.
Aqila yang duduk di barisan awal perlahan dapat merasakan tubuhnya seperti tertarik, sebelum benar-benar pergi dia menyiapkan diri sekaligus memberitahu mereka untuk tidak meninggalkan area formasi dalam keadaan apapun.
__ADS_1
karena jika hal itu terjadi maka besar kemungkinan dirinya juga akan ikut terjebak di dalam dunia ilusi tersebut.
begitu selesai memberi wejangan perlahan tubuh gadis itu menghilang dari ruangan itu.
Lin Shan dan Shen xiaojian berusaha menjaga formasi sebaik mungkin, karena mereka juga tidak ingin kehilangan Aqila.
Aqila sendiri begitu tidak langsung mencari keberadaan pangeran Jing sheng berada.
lama mencari namun belum juga membuahkan hasil membuat Aqila sedikit kelelahan apalagi ia harus bertarung dengan banyaknya tipuan ilusi yang mencoba menjebaknya melalui perasaan kerinduan terhadap keluarga.
"apa yang sedang kau lakukan"
ucap seseorang karena penasaran akhirnya Aqila menengok ke belakang untuk memastikan siapa yang berbicara padanya.
tampak seorang pemuda tampan menatap ramah ke arahnya dia terlihat sangat mirip dengan pangeran Jing sheng.
"apa kau Pangeran Jing sheng"
tanya aqila, gadis itu mencoba memastikan apa yang ada di hadapannya benar-benar orang yang dia cari atau bukan.
"darimana kau tau nama ku"
Taya pemuda itu dengan ekspresi kebingungan.
"aku sedang mencari mu"
jawab Aqila jujur, nampak dari segala sisi dia benar-benar mirip dengan orang yang di cari.
"pulang"
"tidak, aku tidak ingin pergi dari sinih"
jawab pemuda itu dengan tatapan tidak suka, di lihat dari ekspresi-nya Aqila mengernyitkan dahi.
"mengapa"
tanya gadis itu, disini Aqila sedikit meragukan kebenaran yang ada di hadapannya.
"aku dan istriku tinggal di sini bagaimana mungkin aku meninggalkannya"
dengan lantang pangeran Jing sheng mengatakan hal tak terduga membuat Aqila sedikit terkejut.
"lalu bagaimana dengan kedua orang tua mu mereka mengkhawatirkan dirimu"
ucap Aqila, dia ingin memastikan bahwa dugaannya adalah benar.
"aku tidak perduli katakan saja pada mereka aku baik-baik saja dan tidak ingin pulang"
bodohnya siluman rubah itu malah menampakkan sifat aslinya yang membuat Aqila tidak ragu lagi dalam mengambil tindakan nantinya.
"Jangan memaksa ku untuk membawa mu secara paksa"
Aqila menatap tajam siluman rubah yang menyamar sebagai pangeran Jing sheng membuat siluman itu marah.
__ADS_1
"kurang ajar beraninya kau"
"bagus jadi ini wujud asli mu yang sebenarnya siluman rubah"
"hahahaha ternyata kau tidak mudah untuk di tipu"
"tentu saja, tidak semudah itu untuk menipu ku, dimana pria yang kau culik itu"
"siapa"
"pangeran dari kerajaan Emerald"
"oh rupanya si tampan tentu saja ada bersama ku"
"lepaskan dia"
"kau pikir aku bodoh dengan melepaskannya begitu saja"
"jangan menguji kesabaran ku"
"bedebah Terima ini"
siluman rubah itu menggerakkan ekornya menyerang Aqila secara membabi buta, untungnya Aqila bisa menghindari semua serangan tersebut tanpa ada luka sedikitpun.
melihat itu siluman rubah semakin marah dia terus mengeluarkan kekuatan sihirnya untuk melumpuhkan Aqila namun hasilnya nihil.
Aqila tetap saja tidak terluka, di saat siluman rubah kelelahan di situlah Aqila mulai menyerang.
dengan sekali serangan menggunakan energi kegelapan Aqila berhasil melumpuhkan siluman tersebut hingga dia terluka cukup parah.
tidak membuang waktu Aqila kembali mencari keberadaan pangeran Jing sheng hingga dirinya tidak di depan sebuah goa.
tanpa rasa curiga atau takut Aqila mulai memasuki goa tersebut.
setelah berjalan hampir satu jam dia melihat seonggok tubuh terbaring di sebuah ranjang yang terbuat dari bebatuan dan beralaskan jerami.
setelah di amati bahwa dia adalah pangeran Jing sheng yang asli Aqila langsung membawanya pergi menggunakan teleportasi.
selain lebih cepat cara itu juga menghemat banyak waktu karena dia memiliki firasat bahwa Shen xiaojian dan Lin Shan sudah tidak mampu lagi menahan tekanan yang di keluarkan oleh Formasi.
di dunia nyata Aqila sudah kembali begitupun dengan jiwa pangeran Jing sheng sekarang dia hanya perlu meracik semua bahan untuk memanipulasi semuanya agar mereka percaya dengan apa yang di katakan sebelumnya tentang kondisi pemuda itu.
ratu jinjin dan raja Bingwen serta beberapa orang kepercayaannya datang Dengan tergesa-gesa untuk melihat keadaan pangeran mereka.
"bagaimana hasilnya"
"hanya tinggal menunggu dia sadar sekitar satu jam lagi"
"sungguh"
"hm"
semua orang nampak bahagia mendengar itu semula, ratu jinjin dan raja Bingwen begitu antusias menunggu pemuda itu sadar dari tidur panjangnya.
__ADS_1