SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Lima Ratus Lima Pasukan


__ADS_3

mereka juga merasa bersalah karena membuat Aqila tidak nyaman.


"baiklah saya harus pergi kalian beristirahatlah"


setelah mengatakan hal itu Aqila kembali menaiki kuda hitamnya dan pergi dari sanah, dia ingin pulang untuk beristirahat memulihkan tenaganya kembali yang sempat terkuras banyak dengan segala kegiatan hari ini.


Lila dan Lin Shan juga ikut pergi bersama Aqila kembali ke kediaman lavender


sepeninggalan mereka para budak saling menatap satu sama lain sebelum mereka mengemukakan pendapatnya masing-masing.


"lihatlah ternyata tuan sangat baik pada kita"


ucap salah satu diantara mereka yang mulai berpendapat


"benar dia memperlakukan kita tidak seperti budak aku bersyukur bisa mendapatkan tuan sepertinya"


jawab yang lain sambil menatap kearah perginya aqila yang sudah tidak terlihat lagi


"ya itu benar, tapi jangan lupa satu hal tuan juga memiliki sisi kejam yang tidak kita tau seperti apa"


"kau benar, kita tidak boleh membuat tuan marah jika kita masih ingin hidup lebih lama"


setelah semuanya sepakat untuk mengabdikan hidup mereka pada Aqila, semua orang membubarkan diri dan masuk ke salah satu gedung yang berada di sebelah kanan untuk beristirahat.


tidak butuh waktu lama aqila dan yang lain sudah tiba di pintu gerbang kediaman menteri Han, mereka bertiga langsung masuk dan pergi menuju paviliun lavender setelah menitipkan kuda mereka pada penjaga kuda.


hari sudah berganti sore setelah Aqila membersihkan diri, dia langsung berbaring di atas ranjang tidak butuh waktu lama gadis itu terlelap dalam tidur nyenyak-nya.


malam harinya seperti biasa aqila akan pergi ke aula utama untuk menghadiri acara makan malam bersama keluarganya.


"dengar sebentar ayah ingin mengatakan sesuatu pada kalian semua"


ucap tuan Han ingin menyampaikan kabar penting yang dia dapat dari dalam istana saat acara malam itu masih berlangsung


"ada apa ayah"


Lin Lin yang pertama kali menjawab gadis itu menatap tuan Han dengan pandangan yang begitu hangat dan penuh kasih sayang.


"besok adalah ulang tahun permaisuri, semua orang mendapatkan undangan untuk menghadiri pesta tersebut termasuk keluarga kita"


"sungguh ayah"

__ADS_1


kali ini weilin yang menjawab dia begitu senang mendengar kabar tersebut, entah rencana apa lagi yang akan gadis itu lakukan dia sama liciknya dengan sang ibu.


"yah, jadi ayah harap kalian bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin"


"tentu saja suami ku kau tidak perlu khawatir aku akan mempersiapkan semuanya dengan baik agar tidak mempermalukan keluarga kita"


selir huranran menjawab dengan begitu bahagia dia sudah menunggu lama kesempatan ini tiba.


"bagus jika begitu"


semua orang hanyut dalam pikirannya masing masing saat itu, hanya Aqila sendiri yang bersikap acuh dia tidak ingin repot mengurusi hal ini.


setelah makan malam selesai semua orang kembali ke kediaman masing-masing, termasuk aqila yang kini sudah berada di paviliun lavender.


"nona hadiah apa yang akan kita siapkan untuk ulang tahun permaisuri"


"terserah kau saja"


"nona bagaimana bisa terserah saya, jika hadiah yang saya pilihkan tidak bisa menyenangkan hati permaisuri maka anda yang akan mendapat masalah"


"aku tidak perduli"


"nona jangan seperti itu"


"Lila aku sangat malas mengurusi hal seperti ini ada banyak hal yang lebih penting yang harus aku urus"


Aqila mengatakan hal itu dengan acuh pada Lila dia benar benar sangat malas membuang waktu berharganya hanya untuk hal sepele.


mendengar jawaban seperti itu dari Aqila, kini Lila tidak lagi berbicara dia juga tidak ingin memaksa gadis itu melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan.


setelah tidak ada lagi hal penting yang perlu di bicarakan Aqila menyuruh Lila pergi dari kamarnya karena dia ingin beristirahat.


waktu terus bergulir dengan cepat malam itu suasana begitu damai bintang dan bulan terus bersinar di kegelapan malam angin berhembus membawa kesejukan membuat setiap orang tertidur dengan lelap menuju ke alam mimpinya masing masing.


tidak terasa pagi menjelang dengan trik matahari yang menyongsong tinggi di atas langit membangunkan seorang gadis dari tidur lelapnya.


Aqila bangkit dari posisi tidurnya kemudian dia berjalan ke arah pemandian, gadis itu sudah terbiasa membersihkan tubuhnya sendiri tanpa bantuan dari siapapun.


setelah siap dengan penampilannya Aqila memanggil Lila dan Lin Shan untuk sarapan bersama, dia lebih suka sarapan bersama mereka bertiga dari pada dengan keluarganya sendiri.


bukan dia tidak senang makan bersama dengan sang ayah hanya saja Aqila malas bertemu dengan selir huranran dan kedua putrinya.

__ADS_1


tuan Han juga tidak merasa keberatan dengan keinginan Aqila Karena itu bukanlah suatu perkara besar yang harus di permasalahkan.


setelah sarapan Aqila pergi ke belakang kediaman lavender sesuai dengan janjinya kemarin dia akan datang lagi menemui mereka semua di markas.


Lila dan Lin Shan juga ikut mereka berdua selalu mengekor kemanapun gadis itu pergi.


Aqila sengaja memilih jalan itu dia sedang malas meminta izin pada tuan Han karena akan selalu ada banyak pertanyaan yang sang ayah ajukan dia juga tidak berencana memberitahukan semua rencananya pada tuan Han, itulah sebabnya dia memilih pergi secara diam diam.


setelah menempuh perjalanan yang sedikit memakan waktu Aqila dan yang lain tiba di dalam markas.


setelahnya aqila meminta Lin Shan untuk mengumpulkan mereka semua di hadapannya.


tanpa menunggu lama Lin Shan langsung melakukan perintah tersebut pemuda itu masuk ke gedung sebelah kanan untuk membangunkan mereka semua.


setelah menunggu hampir dua puluh menit semua orang berbondong-bondong pergi ke arah Aqila dan berbaris rapi di hadapan gadis itu.


awalnya mereka semua merasa heran dengan keberadaan aqila yang mengenakan pakaian perempuan tapi setelah Lila menjelaskan semuanya pada mereka siapa Aqila lima ratus lima orang itu menunduk memberi salam.


"salam nona Aqila"


"salam juga untuk kalian semua, saya akan menjelaskan kenapa alasan kalian di bawa kemari, tapi sebelum itu kalian telan pil ini lebih dulu"


Aqila menyerahkan satu botol kaca berukuran sedang yang di dalamnya terdapat banyak pil buatannya sendiri kepada Lin Shan untuk di bagikan.


setelah semua orang menelan pil tersebut Aqila kembali berbicara pada mereka semua


"alasan saya membeli kalian karena saya ingin menjadikan kalian pasukan khusus yang berada di bawah naungan saya kalian tidak di ijinkan mematuhi perintah siapapun tanpa seizin saya, dan pil yang telah kalian telan adalah racun pelumpuh saraf tingkat tinggi jika kalian berani mengkhianati saya maka kalian akan mati detik itu juga dengan tubuh yang mengenaskan, selama kalian setia pada saya maka hidup kalian menjadi tanggung jawab saya, apa kalian mengerti"


"kami mengerti nona dan berjanji tidak akan pernah mengkhianati anda"


ucap mereka serempak dengan penuh keyakinan mereka semua sudah memutuskan untuk mengikuti gadis itu.


setelah pidato tersebut selesai Aqila langsung memulai pelatihannya, dia mengajarkan mereka latihan fisik terlebih dulu baru kemudian melatih kemampuan mereka dalam menggunakan senjata.


awalnya mereka kesulitan menangkap semua penjelasan Aqila namun setelah gadis itu menyuruh Lila dan Lin Shan mempraktekkan semuanya kini menjadi paham.


hari itu penuh dengan segala macam kegiatan yang Aqila berikan sesekali mereka juga di beri istirahat setelahnya kembali berlatih hingga petang.


alasan mengapa mereka mudah mempelajari setiap gerakan yang Aqila tunjukkan lewat kedua orang kepercayaannya adalah karena mereka semua terbiasa berkerja keras dan tidak pantang menyerang.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata-kata yang salah author masih belajar dan maaf untuk saat ini author cuma bisa up sedikit karena author gak nabung bab

__ADS_1


semoga kalian masih suka dengan alur ceritanya


selamat membaca 🙏🥰🥰


__ADS_2