
seperti rencana Aqila meminta untuk bertemu dengan pemilik toko yang kebetulan sedang menyaksikan interaksi ketiganya dari meja pembayaran.
tidak ingin membuat sang pelanggan kecewa pelayan itu langsung pergi menghampiri tuannya.
"tuan"
"ada apa"
"mereka ingin bertemu dengan anda"
mendengar itu pemilik toko bergegas melangkah pergi menghampiri Aqila dan Lin shan masih dengan pelayan tadi.
"ada yang bisa saya bantu nona"
"aku sudah mendengar toko kalian dalam masalah dari pekerja anda, saya ingin menawarkan kerjasama apa anda berminat"
pemilik toko terkejut sekaligus penasaran dia melirik ke arah bawahannya namun pelayan itu hanya menggelengkan kepala tanda bahwa dia tidak mengetahui apa pun.
"boleh saya tau apa itu"
ucap pemilik toko, dia berfikir jika ada cara untuk menyelamatkan usahanya kenapa tidak
"bisa kita tutup dulu toko ini sebentar saya takut musuh anda akan mencuri dengar obrolan kita"
jawab Aqila sebelum memulai pembahasan, karena dia merasa seseorang sedang mengawasi mereka.
dan benar saja dari atas atap bangunan ada satu orang berpakaian serba hitam tengah duduk santai sambil menikmati biji kuaci sesekali.
"ah baiklah"
ada sedikit keraguan di diri pemilik toko tapi pria itu masih mengikuti saran yang Aqila berikan dan menyuruh pelayannya untuk menutup pintu dan semua jendela.
begitu selesai Aqila diam-diam membuat sihir pelindung yang membuat tempat itu kedap suara.
"sekarang anda sudah bisa menjelaskan-nya"
"aku akan membuat tempat ini kembali ramai seperti sebelumnya"
"saya rasa itu sedikit sulit nona mengingat rumor sudah beredar sejak lama"
"tidak ada yang tidak mungkin bagi nona ku"
Lin Shan seketika menyela pembicaraan mereka berdua karena dia tidak suka kemampuan tuan-nya di remehkan.
"saya belum mengerti"
pemilik toko menatap Aqila dan Lin Shan dengan ekspresi bingung.
"aku menawarkan kerjasama berupa resep makanan baru yang pastinya akan kembali menarik perhatian para pengunjung selain itu kau bisa memperkenalkan mie buatan mu lagi"
Aqila menjelaskan satu persatu tawaran kerjasama yang ingin dia ajukan pada pemilik toko tersebut.
__ADS_1
"kedengarannya bagus tapi saya rasa koki kami mungkin akan kesulitan dalam melakukannya"
saat mendengar penjelasan Aqila pemilik toko merasa tertarik namun dia masih menimang segala kemungkinan yang ada.
"kalau begitu biar aku tunjukkan"
tidak ingin terlalu banyak bicara Aqila ingin langsung menunjukkan salah satu hidangan dari resep miliknya.
"mari saya perkenalkan pada koki kami"
Aqila dan Lin Shan mengikuti pemilik toko mereka pergi ke arah dapur.
begitu sampai terlihat seorang pria berperut buncit tengah membereskan sisa-sisa bahan sambil bersenandung.
ekhm
suara deheman dari pemilik toko berhasil menyita perhatian pria itu.
"ada apa, tuan perlu sesuatu"
koki terkejut saat melihat pemilik toko dan satu orang gadis juga satu pria asing di belakangnya yang sedang menatap ke arah-nya.
"kenalkan dia nona Aqila dan ini tuan Lin Shan "
sebelum melepas Aqila untuk memasak pemilik toko terlebih dulu memperkenalkan mereka berdua pada pria itu.
"salam nona Aqila dan tuan Lin Shan"
sang koki dengan ramah mengucapkan salam pertemuan pada keduanya.
Lin Shan yang pertama kali menjawab sedangkan Aqila hanya menganggukkan kepala sebentar.
"bisa saya pinjam dapurnya sebentar"
tidak ingin membuang waktu Aqila langsung berbicara langsung pada intinya.
"tentu silahkan nona"
dengan ramah Koki tersebut mempersilahkan Aqila untuk memasuki kawasan.
Aqila melangkah mendekati bahan-bahan dan segala alat memasak sebelum memulai dia mengenakan celemek terlebih dulu kemudian menggulung lengan bajunya, itu bertujuan agar pakaian yang ia kenakan tidak kotor saat dirinya memasak.
bahan pertama yang Aqila ambil berupa wortel di susul oleh bawang bombai, kacang, daging sapi, bawang putih.
wortel dan daging sapi di buat seperti dadu berukuran sangat kecil sedangkan bawang putih dan bawang bombai di rajang hingga halus.
setelah selesai Aqila mengambil semangkuk nasi kemudian memanaskan penggorengan yang sudah di beri sedikit minyak.
setelah minyak di rasa panas Aqila mulai memasukan bawang yang sudah di rajang sebelumnya baru kemudian di susul dengan wortel, kacang dan daging sapi.
Aqila mengaduk semua bahan dengan hati-hati, sebelum memasukkan nasi gadis itu memasukkan satu butir telur ayam kemudian kembali mengaduknya.
__ADS_1
setelah nasi dan semua bahan menyatu baru Aqila menambahkan kecap manis, sedikit cabai cincang kemudian di susul oleh garam.
karena di zaman itu belum ada penyedap rasa Aqila terpaksa menggunakan bahan seadanya kali ini gadis itu membuat nasi goreng dengan satu toping telur mata sapi di atasnya.
tidak hanya di situ Aqila juga membuat minuman dingin berupa campuran teh dan jeruk nipis atau lemon yang biasa di panggil lemon tea di dunia moderen.
ketiga orang yang menyaksikan cara Aqila memasak di buat terkagum-kagum bahkan air liur mereka hampir menetes saat mencium bau masakan tersebut.
setelah selesai memasak Aqila membawa hidangan itu ke depan untuk di cicipi bersama.
dengan antusias Lin Shan, koki dan pemilik toko langsung mengikuti Aqila.
"cobalah"
setelah semuanya duduk Aqila mempersilahkan ketiganya untuk mencicipi nasi goreng tersebut.
"enak, bagaimana hidangan ini bisa sangat lezat nona"
"akan ku beri tahu jika kau setuju bekerja sama dengan ku"
puji pemilik toko dengan mulut penuh nasi ekspresi wajah pria itu terlihat sangat bahagia saat menikmatinya.
"saya setuju nona, dengan hidangan satu ini saja saya rasa toko kami akan kembali ramai pengunjung, jujur saja saya tidak pernah tau bahwa ada makanan seenak ini"
kali ini bukan hanya pemilik toko tapi sang koki juga memuji masakan gadis itu, dia tidak malu untuk mengakui ketidak mampua nya sendiri.
"aku akan memberi mu lima resep masakan tapi dengan syarat kau tidak boleh menjualnya ke orang lain atau membocorkannya kepada siapapun"
ucap Aqila dia tidak ingin hasil karyanya di tiru oleh orang lain.
"tenang saja saya tidak akan melakukannya nona"
jawab pemilik toko, dia tidak sebodoh itu untuk membuang kesempatan bagus ini.
"tuan apa kami juga boleh mencicipi makanan itu kelihatannya sangat enak"
ucap pelayan laki-laki yang tadi sempat melayani Aqila dan Lin Shan.
"silahkan"
dengan spontan Aqila langsung menyetujuinya tanpa meminta pendapat yang lain terlebih dulu.
gadis itu berfikir bahwa itu hak nya untuk mengambil keputusan karena dia yang memasaknya sendiri.
"terimakasih nona"
begitu mendapat persetujuan pelayan itu tersenyum senang, orang di sampingnya juga terlihat bahagia.
setelahnya pelayan laki-laki tadi dan satu temannya langsung buru-buru mendekat untuk menyicipi nasi goreng tersebut karena mereka di buat tidak tahan oleh bau-nya.
tidak ada perbedaan kasta di sanah Aqila dan Lin Shan jadi mengerti bahwa tidak semua penduduk di dunia atas bersifat sombong dan angkuh.
__ADS_1
...please jangan minta crazy up karena author belum mampu untuk melakukannya, moho di maklumi yh semua😊...
...terimakasih yh sudah berkunjung see you next time, jangan lupa tinggalkan jejak 👋😁...