
Puas menikmati keindahan taman Aqila mengajak Lin Bao untuk menjalankan rencana mereka.
Sedangkan di sini lain, Jun jia tengah berjalan menuju kediamannya selepas menemani Lin Zhang, kini kondisi lelaki tampan itu sudah lebih baik dari sebelumnya.
Bruk
saat di persimpangan koridor istana seseorang menabrak tubuh Jun Jia dengan keras hingga wanita itu terhuyung kebelakang.
Jun Jia mengernyit kala indra penciumannya menghirup aroma tak sedap, dia membelakan mata kala melihat penampilannya yang berantakan.
pakaian indah yang dia kenakan kini terkena kotoran hewan, sedangkan si pelaku diam-diam tertawa cekikikan.
Jun Jia sangat marah dan hendak memaki orang yang menabraknya tetapi saat melihat wajah orang tersebut dia hanya bisa memaki dalam hati.
"apa yang kau lakukan pangeran Lin"
wanita itu bertanya dengan nada lembut sebisa mungkin dia mencoba mengontrol amarah-nya.
"aku tidak sengaja"
bukannya meminta maaf Lin Bao malah menatap malas wanita yang akan menjadi ibu sambung-nya itu.
"kau tidak ingin meminta maaf"
Jun Jia kembali bertanya dengan emosi yang tertahan apalagi melihat ekspresi mengejek yang Lin Bao perlihatkan padanya.
"bukankah sudah ku katakan aku tidak sengaja"
__ADS_1
tekan Lin Bao tak mau di salahkan, sontak saja perkataan tersebut semakin menyulut amarah wanita cantik itu.
Jun Jia mengepalkan tangan dengan kuat bahkan kuku jarinya sudah menembus telapak tangan.
dia ingin sekali memberikan Lin Bao pelajaran yang setimpal karena telah membuat dirinya berantakan jika saja bocah tersebut bukan putra dari sang raja.
tak ingin emosinya kembali memuncak Jun Jia pergi meninggalkan Lin Bao dengan mulut terus memaki bocah tersebut.
sepanjang jalan Jun Jia menjadi pusat perhatian banyak orang, para pelayan yang berpapasan dengan wanita itu menutup hidung karena bau tak sedap dari tubuhnya.
Jun Jia di buat malu bukan main, tidak hanya sampai di situ saat sebentar lagi mencapai tangga masuk aula utama gadis itu terjatuh dengan tidak elegan.
"KURANG AJAR AKAN KU BUNUH KAU DENGAN TANGAN KU SENDIRI"
Jun Jia berteriak frustasi sambil memukul lantai, sorot mata gadis itu menampilkan kebencian yang begitu mendalam.
Bagaimana tidak murka Jun Jia yang sudah sangat malau dan dan kesal karena tubuhnya penuh dengan kotoran harus di kejutkan lagi dengan terjatuh di lantai yang licin penuh minyak.
jelas-jelas dari jauh dia melihat tidak ada apapun bagaimana mungkin tiba-tiba ada genangan minyak di hadapannya, jika tidak ada orang lain yang dengan sengaja menaruh minyak tersebut.
tak cukup dengan dua kejutan Jun Jia kembali di hadapkan dengan segerombolan angsa yang tiba-tiba saja mengejarnya, ketika dirinya hampir mencapai gerbang istana.
Jun Jia yang memang takut dengan angsa berlari sekuat tenaga menghindari kejaran angsa tersebut.
para penjaga dan pelayan yang tak sengaja melihat adegan tersebut tertawa bukannya segera menolong.
melihat dirinya menjadi bahan olokan gadis itu langsung melayangkan tatapan tajam, yang membuat mereka semua mendadak takut.
__ADS_1
"SINGKIRKAN BINATANG MENJIJIKAN ITU DARI HADAPAN KU SIALAN"
Jun Jia berteriak meluapkan emosi dengan dada yang naik turun karena kehabisan stok kesabaran.
Para prajurit yang menjadi sasaran kemarahan wanita cantik itu langsung bergegas menolong.
tak jauh dari tempat Jun Jia berdiri, dua orang berbeda usia tengah tersenyum bahagia bahkan salah satu di antara mereka sudah tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.
kabar memalukan ini pun sampai ke telinga Lin Zhang dan perdana Mentri jun, Keduanya langsung pergi ke tempat kejadian.
Saat perdana Mentri Jun sampai lebih dulu dia langsung mendekat ke arah putri sulungnya.
"hiks ayah hiks"
Tangis wanita cantik itu pecah, Mentri Jun menatap sengit pada mereka yang menyaksikan kejadian.
dia ingin mendekat ke arah putrinya tapi bau tak sedap dari tubuh Jun Jia membuat pria paruh baya itu mengurungkan niatnya.
"SIAPA YANG TELAH MEMBUAT PUTRI KU MENJADI SEPERTI INI, KATAKAN!"
mereka yang tidak tau apa-apa haya menusuk takut, Mentri Jun menjadi murka karena tidak ada seorang pun yang menjawab pertanyaannya.
saat dia hendak kembali membuka suara, derap langkah kaki mengejutkan mereka semua.
Lin Zhang datang bersama beberapa orang kepercayaannya, atensi pemuda itu seketika Langsung mengarah ke penampilan Jun Jia yang sudah berantakan.
"cari tau siapa pelakunya"
__ADS_1
satu titah dari Lin Zhang membuat Jun jia sedikit bahagia karena pria itu menaruh perhatian padanya.