
setelah itu hei long langsung membangun markas tersebut sesuai dengan keinginan aqila menggunakan kekuatan sihirnya.
begitu dua bangunan tersebut sudah jadi Aqila meminta hei Ling untuk membuat segel pembatas agar markasnya tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang.
hei Ling langsung melakukan hal tersebut sesuai yang di perintahkan oleh Aqila.
setelah semuanya selesai Aqila meminta mereka berdua untuk kembali ke dalam dimensi.
"huh, akhirnya pergi juga"
begitu dua binatang tersebut menghilang Lila akhirnya bisa bernafas dengan lega karena sejak tadi gadis itu berusaha untuk tidak ketakutan.
"nona siapa mereka, kedua binatang itu terlihat sangat menakutkan"
tanya Lila pada Aqila yang melihat gadis itu kembali menaiki kuda hitamnya, dia juga ikut naik ke atas kuda miliknya sambil terus menunggu Aqila menjawab pertanyaan tadi.
tapi sayang meski sudah menunggu lama aqila tidak juga mengatakan apa pun yang ada dia hanya terus menjalankan kudanya dengan sangat cepat.
Lila lagi lagi harus menelan rasa penasarannya sampai Aqila sendiri yang memilih untuk menceritakan hal tersebut.
setelahnya mereka bertiga terus memacu kuda dengan sangat cepat menuju pasar gelap.
Aqila akan mengambil Lima ratus lima Budak itu hari ini, karena dia sudah berjanji pada pemilik pelelangan tersebut.
setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu kini ketiganya sudah sampai di pasar gelap tidak lupa juga sebelum kesana mereka bertiga sudah merubah penampilan.
Aqila dan Lila kembali menyamar sebagai seorang pria dia tidak ingin identitasnya di ketahui oleh banyak orang.
setelah sampai di tempat pelelangan seorang pria menghampiri mereka dengan sangat sopan dan membawa ketiganya ke tempat tuan Li anji
"tuan mereka sudah tiba dan meminta izin untuk masuk"
"baik, persilahkan mereka untuk masuk"
pria tersebut membuka pintu kerja tuan Li anji, terlihat pria paruh baya itu sedang duduk menunggu kedatangan mereka
begitu Aqila dan yang lain masuk tuan Li anji mempersilahkan ketiganya untuk duduk dan meminta pelayannya untuk menyajikan makanan.
tidak butuh waktu lama beberapa pelayan menghantarkan banyak kue kering dan juga satu teko sedang berisikan teh hangat.
"apa semuanya sudah siap"
tanpa menunggu lama Aqila langsung masuk ke tujuan utamanya datang kemari.
"semuanya sudah saya siapkan sesuai dengan keinginan anda tuan"
"baiklah ini bayarannya"
Aqila langsung mengeluarkan semua barang yang dulu dia perlihatkan pada tuan Li anji sebagai bayaran atas ke lima ratus lima budak tersebut.
setelah menerima bayaran dengan Ekspresi bahagia tuan Li anji langsung membawa ketiganya untuk menemui para budak itu.
mereka berempat tiba di samping gedung pelelangan, terlihat semua budak Sudah berkumpul rapih sambil terus menundukkan kepala.
__ADS_1
"perhatian semua mulai saat ini tuan baru kalian adalah tuan ini"
tuan Li anji berbicara pada merek semua sambil memperkenalkan Aqila meskipun tidak dengan menyebutkan nama karena pria paruh baya tersebut tidak di beritahu namanya oleh gadis itu.
setelah transaksi selesai Aqila membawa mereka semua dengan kereta yang sudah di sediakan oleh tuan Li anji sebagai kompensasi.
para budak tersebut hanya menurut mereka tidak berani bersuara atau memberontak mereka hanya berharap dalam hati bahwa tuan baru mereka tidaklah sekejam pemilik mereka yang lama.
Aqila terus memacu kuda hitamnya dengan sangat cepat menuju markas yang sudah dia buat beberapa waktu lalu.
sebelum benar benar sampai Aqila meminta mereka untuk berhenti di pasar ibu kota karena gadis itu ingin membeli sesuatu.
aqila masuk ke toko penggadaian untuk menjual beberapa permata yang dia miliki setelahnya aqila kembali masuk ke toko pakaian yang dulu pernah dia masuki.
"ada yang bisa saya bantu nona"
tanya pemilik toko begitu Aqila sudah sampai di hadapannya dia juga masih mengingat betul wajah gadis itu ketika pertama kali datang ke tokonya.
"saya ingin membeli lima ratus lima set pakaian apa anda bisa menyediakannya hari ini tuan"
pemilik itu terkejut bukan main begitu Aqila mengatakan hal tersebut dia sampai terhuyung kebelakang karena tidak seimbang menahan berat tubuhnya.
"apa bisa"
"tentu nona, tunggu sebentar akan segera saya siapkan"
Aqila mengangguk setuju dan dengan sabar menunggu pesanannya, pemilik toko juga Bergerak begitu cepat di bantu oleh semua pegawai mengemas semua barang yang aqila pesan.
tidak butuh waktu semua pesanan sudah siap, Aqila membayar semua itu menggunakan uang yang tadi dia dapatkan dari toko penggadaian.
setelah dirasa semua yang di butuhkan sudah dia beli aqila kembali menemui mereka yang sejak tadi menunggunya.
kedatangan aqila di sambut beberapa pertanyaan dari Lila namun dia hanya menjawab dengan seadanya.
semua barang yang di beli di masukan ke dalam dimensi agar tidak mengundang banyak perhatian dari beberapa pengunjung yang ada di pasar tersebut.
setelahnya mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju markas, tidak butuh waktu lama mereka kini tiba di depan perbatasan hutan
Aqila meminta kusir untuk menurunkan semua budak di sanah dan menyuruhnya untuk segera pergi, tidak lupa juga Aqila memberinya uang tip tanpa banyak bertanya kusir itu langsung mematuhi perintah Aqila
awalnya para budak itu di buat terkejut dan ketakutan karena mereka di bawa ke sebuah hutan.
namun setelah mereka sampai di dalam markas mereka bisa sedikit bernafas lega dan juga merasa takjub dengan dua bangunan besar yang ada di hadapan mereka tempat itu begitu bersih dan terawat sangat nyaman jika di tempati.
Aqila turun dari atas kuda hitamnya di ikuti oleh Lila dan Lin Shan menghampiri mereka semua.
"mulai hari ini kalian akan tinggal di sinih"
ucap Aqila pada mereka semua begitu dia sampai di hadapan para budak tersebut
"benarkah, anda tidak akan menyiksa kami di sanah kan tuan"
tanya salah satu di antara mereka dengan tubuh bergetar ketakutan
__ADS_1
"tidak"
"lalu apa yang harus kami lakukan di sanah"
ucap yang lain tanpa berani menatap Aqila, mereka juga merasa takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"istirahat"
Aqila menjawab pertanyaan mereka semua dengan santai dia tidak akan menjalankan rencana keduanya hari ini, karena hari sudah menjelang sore.
"anda tidak sedang bercanda kan tuan"
mereka yang mendengar Aqila menyuruh semuanya untuk beristirahat merasa tidak percaya dengan apa yang gadis itu katakan.
"apa aku terlihat seperti sedang bercanda"
sambil mengatakan hal tersebut Aqila menatap lima ratus lima budak itu dengan tajam.
"tidak"
mereka di buat kelabakan saat tidak sengaja menatap mata tajam aqila
"untuk hari ini kalian beristirahatlah dulu besok saya akan datang lagi kemari dan menjelaskan semua tugas kalian"
"baik tuan"
setelah itu Aqila mengeluarkan dua tumpuk barang dari dalam dimensinya, hal itu membuat semua orang terkejut dan bertanya tanya dari mana asal barang barang tersebut.
"ganti pakaian kalian dengan pakaian yang sudah saya siapkan"
"baik nona"
setelahnya mereka semua berjalan bergantian mengambil pakaian itu tanpa membuat kegaduhan
"dan pindahkan semua bahan makanan ke gedung sebelah sana di sanah ada ruang untuk dapur"
tanpa menunggu lama beberapa dari mereka langsung membawa barang barang tersebut ke tempat Yang Aqila tunjukkan setelah semuanya selesai mereka kembali kehadapan gadis itu.
begitu semua orang berkumpul Aqila kembali memberikan mereka sekantong koin emas pada masing masing orang.
"itu untuk kebutuhan kalian selama di sinih dan jangan coba-coba untuk kabur apalagi mengkhianati saya jika kalian tidak ingin merasakan neraka yang saya buat untuk para penghianat"
"terimakasih banyak tuan kami berjanji akan selalu setia pada anda meski nyawa taruhannya"
ucap mereka serempak sambil bersujud di hadapan Aqila karena merasa terharu dengan apa yang gadis itu lakukan saat ini.
"bangkitlah lain kali kalian tidak perlu melakukan hal ini saya tidak menyukainya"
"maaf tuan kami tidak akan melakukannya lagi"
mereka langsung bangkit begitu mendengar suara dingin Aqila, gadis itu terlihat tidak menyukai tindakan mereka barusan.
hehehe ketemu lagi sama author maaf kalo author selalu telat up karena author sibuk kerja jadi harus pintar bagi waktu semoga kalian gak bosen sama cerita yang author sajikan 😊🥰
__ADS_1
selamat membaca 🙏🙏😊