SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Serbuk Gatal


__ADS_3

karena asik menemani Lin Bao Aqila sampai tidak menyadari waktu berlalu begitu cepat hingga malam tiba.


"ah ternyata sudah malam"


guma gadis itu di sela aksinya menyelinap keluar, namun sebelum benar-benar meninggalkan istana dia ingin memberi Lin Zhang sedikit pelajaran karena telah menghukum Lin Bao untuk waktu yang lama.


Jika saja dirinya tidak datang mungkin Lin bao akan berada di ruang hukuman dari siang sampai malam hari.


Aqila berjalan ke arah kamar yang Lin Zhang tempati lalu menaburkan serbuk gatal, Serbuk gatal miliknya akan berkerja seharian penuh cukup untuk membuat pria itu kesulitan dalam beraktivitas.


begitu selesai Aqila bergegas pergi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, dia menyeringai penuh kepuasan setelah berhasil keluar istana tanpa ketahuan.


Dengan langkah santai Aqila pergi menuju pusat ibu kota untuk mencari penginapan agar dirinya bisa mengistirahatkan tubuh dengan segera.


....


Pagi hari di istana terjadi keributan lebih tepatnya di kamar sang raja, Lin Zhang murka pada para pelayan karena tubuhnya terasa gatal semua.


Pria itu berfikir para pelayan tidak membersihkan kamarnya dengan benar, sedangkan para pelayan yang mendapat amukan bergetar ketakutan.


mereka jelas-jelas sudah melakukan pekerjaan dengan benar bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi.


Lin Zhang yang semalam sudah sangat kelelahan tidak memasang kewaspadaan tinggi hingga dirinya bisa jatuh dalam jebakan aqila.


Sedangkan tersangka utamanya masih asik bergulung selimut di sebuah penginapan ternama di ibu kota.


"apa yang terjadi pada yang mulia raja tabib"


Jun jia yang mendapat kabar tentang keadaan pria itu langsung bergegas menemuinya, dan saat dia datang tabib sedang memeriksa keadaan pria tersebut.

__ADS_1


"yang mulia terkena serbuk gatal"


tabib itu langsung menjelaskan permasalahannya setelah dia selesai melakukan pemeriksaan.


"apa itu berbahaya"


Tanya gadis itu lagi dengan ekspresi khawatir saat melihat keadaan calon suaminya.


berita pernikahan mereka sudah di umumkan beberapa hari lalu sebelum kedatangan Aqila ke kerajaan bingjie.


"tidak terlalu membahayakan hanya saja aktivitas yang mulia pasti akan terganggu, saya sudah meresepkan obat untuk meringankan rasa gatalnya, berikan pada yang mulia tiga kali setiap hari"


jelas tabib istana sambil menyerahkan selembar kertas berisikan bahan-bahan untuk membuat obat penawarnya.


"baik terimakasih tabib"


"sama-sama, kalo begitu saya permisi"


"mari saya antar"


salah satu orang kepercayaannya Lin Zhang mengantarkan tabib itu keluar dari ruangan tersebut meninggalkan tiga orang di dalam sanah.


Yaitu Lin Zhang, Jun Jia dan salah satu pelayan pribadi pria tersebut.


Lin Zhang mengepalkan tangan dengan kuat dia sangat marah karena ada orang yang berani bermain-main dengan-nya.


....


Di tempat lain, Aqila tengah menikmati sarapan pagi dengan tenang namun itu hanya berlaku beberapa saat saja.

__ADS_1


Brak


Meja yang aqila tempati di gebrak dengan keras oleh salah seorang pria bertubuh besar dengan beberapa pria di belakangnya.


Aqila melirik sekilas kemudian melanjutkan kembali acara makannya seolah mereka hanya angin lalu.


Pria yang merasa tidak di anggap kehadiran menggeram marah, ini kali pertama dirinya di permalukan oleh seorang gadis yang di anggapnya lemah.


"ja**ng sialan berani sekali kau mengabaikan kehadiran ku"


Bentak pria itu, wajahnya yang memiliki luka goresan dengan kepala tanpa rambut dan tubuh besar menatap penuh amarah ke arah Aqila.


Aqila yang tadinya tidak ingin perduli kini merasa terusik apalagi dengan kata ja**Ng yang artinya sama seperti pel***r itu langsung melayangkan tatapan tajam.


dia benci di sebut ja**Ng saat kenyataannya tidak demikian.


Ketenangan gadis itu kini berubah penuh emosi tangannya terkepal kuat dan siap melayangkan tinjunya.


Bukannya takut pria itu malah menantang Aqila dengan berani.


"turunkan pandangan mu sialan, apa kau tidak tau siapa aku hah!"


Bentak pria itu lagi yang kembali memancing marah Aqila.


tanpa aba-aba gadis itu langsung memberikan pukulan yang membuat semua orang menjerit histeris.


Brak


tubuh pria itu terpental menabrak meja sebelah kanan yang sedang di tempat oleh pengunjung lain dengan cukup keras hingga hancur berserakan.

__ADS_1


__ADS_2