
Pintu menara sihir terbuka lebar tampaklah seorang gadis cantik berjalan santai tapi terkesan elegan mendekati mereka semua.
dapat Aqila lihat raut bahagia di wajah semua orang mereka berkumpul seakan menunggu kepulangan nya dari Medan perang dengan penuh antusias.
Dan entah kenapa dia senang melihat itu semua padahal Aqila tidak begitu dekat dengan mereka kecuali kedua saudara sepupunya.
"waw adik kau jenius, selamat atas keberhasilan mu" ucap xiaoli
"selamat untuk mu adik Aqila" Shen duyi
"selamat atas keberhasilan anda master" ucap hampir semua murid akademik
" selamat nona Aqila" guru besar baihu
"selamat, aku tau kau mampu melakukannya" imbuh guru agung.
setelah semua orang mengucapkan selamat baru lah Aqila membuka suara.
"terimakasih" jawab gadis itu.
....
Di istana kerajaan xingxing tepatnya di aula utama para menteri dan anggota kerajaan di kumpulkan atas perintah raja mereka yaitu bernama kai Ming.
"salam yang mulia semoga anda panjang umur" ucap seorang prajurit yang tiba-tiba saja masuk ketika rapat masih berlangsung.
"ada apa? jika kabar yang kau bawa tidak membuat ku puas maka bersiaplah menerima hukuman atas tindakan mu ini" ucap raja kai Ming dengan wajah garang.
"saya ingin menyampaikan kabar bahwa nona Aqila tidak bersedia datang ke istana dan.." ucap prajurit itu terhenti karena ada yang menyela nya.
"apa! berani sekali gadis rendahan itu menolak undangan dari ayah" ucap pangeran xia Yun penuh kemarahan
"diam lah pangeran!" ucap raja kai Ming menggelegar.
"maaf ayahanda saya terbawa emosi mendengar nya" jawab Xia Yun sambil menundukkan kepala sebentar.
raja kai Ming memberi tanda agar pemuda itu kembali diam.
"apa ada yang ingin kau sampaikan lagi" ucap raja kai saat melihat raut khawatir dari wajah prajurit itu.
"nona Aqila bukan gadis sembarangan yang mulia dia adalah adik sepupu dari raja kerajaan Emerald sekaligus pemilik resmi kerajaan itu sendiri dan saya juga mendapat kabar bahwa nona Aqila telah berhasil menyelesaikan seratus ujian menara Sihir dan mendapat gelar master dari guru agung" jelas prajurit itu.
"tidak mungkin, Ini pasti hanya rumor" ucap raja kai Ming mencoba menolak kenyataan.
__ADS_1
"itu benar adanya yang mulia raja bahkan saya sudah memastikan nya sendiri" jawab prajurit itu takut-takut.
"kau boleh pergi" usir raja kai Ming
prajurit itu langsung berpamitan dia benar-benar merasa lega karena telah terbebas dari hukuman.
Pintu aula kembali di tutup pembahasan rapat kini berubah.
"yang mulia jika benar nona Aqila berhasil melewati seratus ujian menara sihir, maka kita tidak boleh menyinggung nya" ucap salah satu penasehat kerjaan
"benar yang mulia, gadis itu tidak boleh di singgung atau akibat nya akan fatal" sahut Mentri lain.
"lalu bagaimana dengan kehormatan yang mulia raja, orang bisa saja menyebarkan rumor yang tidak baik ke para penduduk"
"apa harga diri lebih penting dari pada keselamatan dan kesejahteraan semua orang?" tanya menteri lain.
"benar lagi pula itu hanya undangan dan tidak semua orang mengetahuinya" ucap penasehat kiri
"siang tadi saya mendapat kabar bahwa utusan kerajaan Emerald akan kembali ke kerajaannya sepertinya nona Aqila juga akan ikut dengan mereka" ucap Mentri tadi yang mengajukan pertanyaan.
"baiklah akan aku pikirkan nanti, kalian bisa kembali" jawab untuk raja kai Ming
perlahan semua orang mulai membubarkan diri kecuali anggota kerajaan karena mereka ingin mendistribusikan sesuatu.
Pagi hari, sesuai rencana rombongan kerajaan emerald sudah siap untuk melakukan perjalanan.
Sebelum meninggalkan akademik Aqila xiaoli dan Shen duyi berpamitan terlihat dulu pada guru agung serta ke tujuh guru besar lainnya.
Rombongan Aqila di antara oleh banyak orang mereka begitu antusias mengantar kepergian gadis bergelar master itu.
"selamat jalan master hati-hati di jalan, semoga kalian selamat sampai tujuan" ucap para murid akademik.
"semoga perjalanan na NU lancar" ucap guru agung mewakili guru-guru yang lain.
Aqila mengangguk sebagai jawaban, kemudian ketiganya Menaiki kendaraan masing-masing dan bergegas pergi dari sanah.
Perjalanan kali ini membutuhkan waktu 5 hari karena harus melewati daerah kerajaan bulan, sepanjang perjalanan hanya ada keheningan mereka cukup kelelahan hingga malas hanya untuk sekedar bercanda.
"berhenti" ucap Aqila tiba-tiba
"ada apa adik" tanya xiaoli
Kereta pada akhirnya berhenti setelah baru saja melewati gerbang ibu kota Kerajaan xingxing, begitu juga dengan yang lain.
__ADS_1
"aku akan menunggang kuda" ucap Aqila langsung keluar dari dalam kereta tanpa menunggu jawaban xiaoli terlebih dulu
"hufftt.. gadis itu selalu saja bertindak sesuka hati" keluh xiaoli tidak berniat menghentikan Aqila karena itu akan percuma.
tuk
Aqila menapakkan kaki nya ke tanah semua orang masih memandang bingung ke arah nya.
"ada apa adik?" tanya Shen duyi
"aku ingin menunggang kuda, di dalam kereta sangat membosankan" jawab Aqila dengan ekspresi datar.
"bagaimana jika kau terluka" terlihat guratan kekhawatiran di wajah pemuda itu.
"tenanglah aku bisa menjaga diri" kekeh Aqila
"ya sudah terserah kau saja" She duyi akhirnya pasrah karena melarang gadis itu akan percuma.
dia tau betul sikap keras kepala gadis itu karena selama ini Aqila bertindak sesuka hati tidak ada yang berani mengatur nya.
"helma keluar lah" ucap Aqila
Detik berikutnya seekor kuda hitam legendaris bertubuh tegap dan besar berdiri dengan gagah di samping Aqila.
"salam nona besar" ucap Helma
"hmm, bagaimana keadaan mu" tanya Aqila melalui telepati
"saya jauh lebih baik dan kuat berkata anda nona besar" jawab helma
Kuda hitam itu terlihat sangat senang ketika Aqila membelai lembut kepala dan bulu halus nya.
"bagus jiga begitu, bisa kau membantuku melakukan perjalanan" tanya Aqila
Meskipun dirinya adalah tuan dari bintang tersebut Aqila tetap memperlakukan mereka dengan baik layaknya manusia dia akan selalu mengucapkan tolong dan terimakasih jika menggunakan bantuan mereka.
"tentu silahkan naik nona" jawab helma.
Kuda hitam itu sangat bahagia karena pada akhirnya dia di butuhkan, selama satu tahun lebih Aqila keseringan menggunakan teleportasi jika ingin pergi ke mana-mana.
Mereka akhirnya kembali melanjutkan perjalanan.
Waktu terus berjalan dan Hari berganti hari mereka mereka sesekali akan berhenti untuk beristirahat di desa-desa terdekat.
__ADS_1
beberapa tempat yang mereka singgahi menyambut kedatangan ketiganya dengan sangat baik, mungkin mereka sudah mendengar kabar tentang kemenangan Aqila.