SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Penolakan Lin Shan


__ADS_3

Sebelum menjawab Lin Shan tersenyum tipis sambil melirik ke arah Aqila yang masih menampakkan ekspresi datar seperti biasanya.


"saya tidak perduli dengan apa yang orang lain katakan tentang saya, bagi seorang kesatria menepati janji adalah harga mati, jadi ayahanda bisa memberikan tahta itu pada putra anda yang lain" pinta Lin Shan


"kau.." jawab raja Zhuang Daiyu penuh emosi yang hampir saja tidak terkontrol.


"sekali lagi saya minta maaf tapi tolong jangan paksa saya yang mulia raja karena bagi saya perintah nona Aqila adalah segalanya dan saya hanya akan menuruti perintah nya itu" ucap Lin Shan


sejak awal Lin Shan memang tidak menginginkan tahta itu dia sudah cukup bahagia masih memiliki keluarga apalagi sang Ayah sangat menyayangi nya.


Tapi jika dengan kehadiran nya bisa merusak keluarga baru ayah nya itu Lin Shan tidak ingin melakukannya.


Dia lebih memilih hidup bebas bersama Aqila tidak ada tekanan ataupun tuntutan yang mengharuskan dirinya terkurung di satu tempat.


"kau tidak bisa mengikuti ku lagi pangeran Lin Shan apa yang di katakan raja ada benarnya" ucap Aqila tiba-tiba.


bagai di sambar petir hati Lin Shan benar-benar terasa sakit, orang yang sangat dia cintai kini tidak menginginkan kehadirannya lagi.


Lin Shan diam membisu untuk waktu yang cukup lama sampai suara Zhuang Daiyu menarik kembali kesadaran pria itu.


"apa kau masih tetap pada pendirian mu pangeran Lin Shan setelah apa yang nona Aqila katakan barusan" tekan Zhuang Daiyu


"ya, ayahanda saya tidak akan merubah keputusan saya sekalipun nona Aqila tidak menginginkan keberadaan saya di sisinya lagi" jawab Lin Shan dengan sangat yakin.


Apapun yang terjadi Lin Shan tidak akan pernah pergi meninggalkan penyelamat hidup nya itu.


Harus Aqila akui kesetiaan Lin Shan padanya patut di acungi jempol pemuda itu bahkan rela melepaskan segala yang dia punya hanya agar bisa tetap di samping nya.


meskipun senang tapi bukan ini yang Aqila mau dia ingin Lin Shan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak nya.


"dasar keras kepala" umpat Zhuang Lan dalam hati.


"bisa saya memberikan pendapat" ucap Mentri pertahanan.


"silahkan mentri" jawab sang raja


"jika pangeran Lin Shan tidak bersedia menjadi putra mahkota maka kita tidak perlu memaksanya, menurut saya pangeran Zhuang Lan Juga pantas menjadi penerus tahta apalagi sosok nya sudah di kenal baik oleh penduduk kerajaan, dan saya sarankan yang mulia raja bisa memberikan jabatan lain pada pangeran pertama sehingga dia tidak perlu mengingkari sumpah nya pada nona Aqila dan masih bisa mengabdikan diri pada kerajaannya" ucap pria itu panjang lebar


"yang di katakan mentri pertahanan benar raja" sahut Mentri keuangan.


Mereka berdua adalah pihak yang bersikap netral tidak memihak ke kubu Zhuang Lan maupun lin Shan.

__ADS_1


semua orang mengangguk setuju termasuk Aqila.


Akhirnya upacara penobatan Putra mahkota tetap berjalan lancar dengan Zhuang Lan yang mendapat anugerah tersebut, sedangkan Lin Shan di berikan anugrah berupa memegang penuh kendali pasukan kerajaan


Yang artinya Lin Shan sekarang menjabat sebagai jendral utama kerajaan bulan.


....


Flashback on,,,


Malam sebelum ucapan penobatan Putra mahkota, Lin Shan berniat berjalan-jalan sebentar karena dia tidak bisa memejamkan mata.


pemuda itu berniat mengunjungi tempat Aqila namun hal tersebut tidak terjadi karena takut menganggu waktu istirahat gadis itu.


sampai langkah nya tidak sengaja membawa dia ke kediaman permaisuri chunhua, Lin Shan hendak berbalik kembali ke kediaman nya.


Namun sayup-sayup telinga nya mendengar sebuah kebisingan juga pertengkaran antara seorang wanita dan pria yang dari nada suara nya terasa familiar.


"aaaah....."


Prang


Brakk


Brakk


"ibu apa yang kau lakukan" teriak Zhuang Lan sambil mendekati wanita itu.


Suara barang-barang pecah tadi terdengar jelas di telinga Lin Shan.


"Zhuang Lan dengarkan ibu kau harus menjadi raja, kau harus membuktikan pada ayah mu bahwa hanya kau yang pantas menjadi penerus Kerajaan ini" ucap permaisuri chunhua dengan wajah yang sudah di banjiri air mata.


"tapi bu aku tidak ingin menjadi raja, dan itu bukan lagi hak ku, kak Lin Shan sudah kembali jadi aku tidak ada alasan untuk berebut tahta dengan nya" jawab Zhuang lan lembut mencoba memberi pengertian pada sang ibu.


"apa kau bodoh hah, jika kau tidak menjadi raja maka posisi mu sebagai pangeran perlahan akan terlupakan, apa ku lupa bahwa ayah mu hanya menyayangi wanita itu dan juga putra nya" teriak permaisuri chunhua


"ibu.." lirih Zhuang Lan


"jangan panggil aku ibu jika kau tidak mau menuruti perintah ku" bentak wanita itu sambil mendorong tubuh putranya tersebut.


Zhuang Lan menatap permaisuri chunhua dia membenci ayah nya sendiri karena tidak bisa menyayangi ibu nya seperti pria itu menyayangi permaisuri Hui Ying.

__ADS_1


"keluarlah dari sini aku tidak punya anak pembangkangan seperti mu" teriak permaisuri chunhua.


Untung lah kediaman permaisuri terpisah dengan kediaman raja Zhuang Daiyu, sehingga kemarahan wanita itu tidak terdengar ke telinga nya.


meskipun mereka adalah suami istri tapi mereka tidak tinggal di atap yang sama karena Zhuang Daiyu tidak memperbolehkan istri keduanya tersebut menempati kediaman permaisuri pertama.


itu lah yang menjadi sumber kebencian permaisuri chunhua pada permaisuri Hui Ying meski wanita yang dia benci telah lama meninggal.


Zhuang Lan akhirnya melangkah keluar dari kamar ibu nya tersebut dia memberi waktu wanita itu untuk menenangkan dirinya sendiri.


selepas Zhuang Lan pergi Lin Shan memberanikan diri masuk ke dalam kamar permaisuri chunhua.


Dapat lin Shan lihat keadaan kamar yang cukup berantakan akibat barang-barang pecah yang berserakan dimana-mana.


Lin Shan mendekati permaisuri chunhua yang sedang terduduk di lantai dengan kepala tertunduk.


Wanita itu tidak menyadari kedatangan Lin Shan karena pria itu melangkah tanpa menimbulkan suara.


"permaisuri" ucap Lin Shan dengan suara lembut.


mendengar suara asing di samping nya permaisuri chunhua menegakkan kepala untuk melihat siapa yang berani berbicara pada nya.


Karena dia sudah meminta para pelayan untuk pergi meninggalkan dirinya sendirian.


"kau" permaisuri chunhua terkejut akan keberadaan Lin Shan dia tidak bisa berkata-kata kala pria itu menatapnya begitu dalam.


"aku ingin berbicara, boleh aku meminta waktu anda sebentar" ucap Lin Shan penuh kehati-hatian dia tidak ingin membuat emosi wanita tersebut tersulut kembali.


Permaisuri chunhua diam Namun dari sorot mata wanita itu menjelaskan bahwa dia tidak menyukai keberadaan Lin Shan dan terdapat kebencian yang begitu besar padanya.


"kau membenci ku karena takut jika aku mengambil milik putra mu" tanya Lin Shan


"yah, karena kau dan ibu mu adalah benalu dalam kehidupan ku" jawab permaisuri chunhua


"saya tidak tau apa yang ibu saya lakukan pada anda hingga anda begitu membenci nya, saya meminta maaf atas nama ibu saya, jika kehadiran saya mengganggu kebahagiaan anda maka saya akan pergi meninggalkan istana ini"


"tapi sebelum itu bisakah anda memberi saya waktu, saya baru saja merasakan kasih sayang seorang ayah apakah anda tega memisahkan seorang putra dari ayah nya anda adalah seorang ibu anda pasti mengerti bagaimana sakitnya kehilangan orang yang paling kita sayangi"


"kehadiran saya bukan untuk berebut tahta dengan putra anda saya tidak tertarik akan kekuasaan" jelas Lin Shan dengan Nada selembut mungkin.


Permaisuri chunhua tertegun ada desiran aneh dalam dirinya, wanita itu melihat jelas bahwa pemuda di depan nya berbicara jujur dan terdapat ketulusan di dalam sorot mata nya.

__ADS_1


__ADS_2