
namun anehnya sikap diam aqila malah semakin menarik perhatian dua pria tampan yang sejak tadi menatapnya.
dua pria tampan itu adalah pangeran ke empat Jiang yu dan putra mahkota Jiang mo mereka berdua tertarik dengan Aqila.
"nona Aqila apa anda tidak berniat menunjukkan bakat anda pada kami semua"
ucap seorang gadis cantik yang dulu pernah menatap Lin Shan dengan penuh minat.
Aqila menatap balik gadis itu dia merasa kesal karena lagi lagi kenyamanannya terus di ganggu.
"tidak"
setelah mengatakan hal itu Aqila kembali memejamkan mata, namun sangat di sayangkan gadis itu begitu keras kepala dan terus memaksa Aqila untuk melakukan hal yang tidak dia sukai.
"ayolah nona Aqila tunjukkan sekali saja, atau jangan jangan anda tidak memiliki bakat apa pun, sayang sekali gadis cantik seperti anda tidak mempunyai kelebihan, mereka yang tidak memiliki bakat hanya akan di anggap sebagai sampah masyarakat".
gadis itu terus berbicara mencemooh aqila, Lila yang mendengarnya merasa kesal dan berniat memberi wanita itu pelajaran namun Aqila langsung menahannya.
"anda suka sekali berbicara omong kosong, apa perlu saya membuat anda bisu sehingga suara anda tidak lagi mengganggu kenyamanan saya"
Aqila mengatakan semua itu dengan nada yang cukup dingin dan dia menatap tajam wanita tersebut.
semua orang terkejut tidak percaya dengan apa yang baru saja aqila katakan mereka berpikir apakah Aqila tidak tau bahwa gadis yang dia ancam adalah putri ke dua Jiang Mei dari raja Jiang nan dan selir kehormatan huyoulin.
jiang Mei yang tidak terima dengan ucapan aqila langsung menyerang gadis itu dengan pedangnya tapi sayang pedagang tersebut tidak berhasil menggores sedikit pun baju yang Aqila kenakan karena serangan tersebut berhasil di tepis oleh Lin Shan yang bergerak begitu cepat saat menyadari Aqila dalam bahaya.
"putri Jiang Mei hentikan apa yang kau lakukan berani sekali kau melakukan hal itu di hadapan ku"
raja Jiang nan marah dengan tindakan gegabah putri keduanya itu meskipun dia juga tidak menyukai kata kata aqila barusan tapi bukan berarti gadis itu harus bertindak ceroboh dan mempermalukan dirinya sendiri.
Jiang mei langsung diam begitu suara raja Jiang nan menggema di ruangan tersebut.
"karena putri Jiang mei bertindak tidak sopa saya menghukum anda menyalin kitab etika seribu lembar dalam waktu lima hari dan anda tidak di izinkan untuk keluar kemampuan"
ucap raja jiang nan menurunkan titahnya dengan terpaksa demi menjaga reputasi yang selama ini dia jaga di hadapan semua orang.
selir kehormatan yaitu selir huyoulin ibu dari Jiang mei menatap raja jiang nan dengan pandangan tidak suka atas keputusan pria itu terhadap putrinya.
meski demikian dia tidak berani mengungkapkan penolakan secara terang terangan di hadapan semua orang karena dia tau betul apa posisinya di kerajaan itu.
__ADS_1
"baik ayah handa"
Jiang mei mengatakan hal itu sambil mendengus kesal dan sebelum kembali ke tempat duduk dia terlebih dulu menatap tajam Aqila.
pesta kali ini juga tidak berjalan dengan baik terpaksa raja jiang nan menurunkan perintah untuk mengakhiri pesta tersebut.
sebelum pergi dari ruangan itu raja jiang nan sempat memberitahu mereka semua yang hadir untuk mengikuti acara makan malam sebelum kembali ke tempat masing masing sebagai penutup acara pesta.
permaisuri juga tidak keberatan dengan hal itu dia setuju menghentikan pesta tersebut karena sejak tadi dia juga merasa tidak nyaman dengan situasi yang ada.
setelah raja jiang nan keluar dari aula satu persatu dari mereka juga membubarkan diri termasuk aqila.
"ibu lihatlah gadis sialan itu dia selalu saja membuat masalah, apa ibu tau semua orang sedang membicarakan keluarga kita karena perbuatannya"
weilin merasa kesal saat tidak sengaja mendengar pembicaraan para putri bangsawan yang membicarakan kejelekan keluarga Han atas sikap kurang ajar Aqila hari ini.
"yah ibu juga mendengarnya"
selir huranran juga tidak kalah kesal dia merasa malu saat berkumpul dengan teman-temannya.
"apa ibu punya rencana"
pria itu adalah Jiang mo sejak pertama kali bertemu dengannya Lin Lin sudah jatuh hati, dan memutuskan bahwa dia adalah kandidat yang cocok untuk menjadi calon suaminya.
namun sayang harapan itu harus hancur ketika dia tidak sengaja mendengar putra mahkota membicarakan tentang Aqila pada pelayan pribadinya bahwa Jiang mo mencintai gadis itu dan berniat menjadikannya sebagai istri.
"kita lihat saja nanti"
setelahnya mereka bertiga tersenyum puas merasa bahwa rencana selir huranran akan berhasil tapi sangat di sayangkan mereka memilih lawan yang salah.
Aqila bukanlah gadis yang mudah untuk di jatuhkan hanya ada akhir yang buruk bagi mereka yang berani mengusik ketenangan gadis itu.
malam hari, semua orang kembali berkumpul di aula utama untuk makan malam bersama sesuai perintah raja Jiang nan
acara makan malam berjalan dengan baik para penari tidak henti memainkan tarian mereka.
semua orang bersulang dengan meminum arak sebagai tanda perayaan, beberapa dari mereka juga terus mengobrol menambah suasana, kini pesta tersebut benar benar sangat ramai.
di pertengahan acara seorang pelayan menyajikan teh hangat ke atas meja Aqila, gadis itu tidak merasa curiga sama sekali dan langsung meminumnya karena sejak tadi tenggorokannya terasa kering
__ADS_1
di lain sudut seorang gadis tersenyum puas begitu dia melihat aqila meminum teh yang di sajikan oleh pelayan.
gadis itu adalah Lin Lin dia menyuap salah satu pelayan istana untuk memasukan obat yang dia beli ke dalam minuman Aqila, karena dia tau betul aqila tidak suka dengan arak.
setelah menunggu hampir lima belas menit Aqila merasakan tubuhnya bergejolak panas dia bingung untuk beberapa saat sebelum akhirnya menyadari bahwa teh yang dia minum sudah di campur sesuatu.
Aqila terus berusaha menahan diri agar tubuhnya tetap terkontrol, dia yakin bahwa pelakunya ada di ruangan yang sama dengan dia.
gadis itu mencoba mencari siapa dalang tersebut yang sudah berani mengusik ketenangannya, namun rasa panas terus menjalar ke seluruh tubuh membuat dia lemas dan kehausan.
Aqila tidak tahan dengan rasa panas itu dia meraih minuman Lin Shan dan menenggaknya untuk menghilangkan rasa panas, tapi sayang bukannya hilang malah rasa panas tersebut semakin bertambah
tanpa ada yang tau bahwa minuman Lin Shan juga di beri obat oleh seseorang
Aqila hampir kehilangan kesadaran dia menarik tangan Lin Shan yang berada di sisinya kemudian menyuruh pemuda itu untuk membawanya pergi dari sanah.
"Lin Shan bawa aku pergi dari sini secepat mungkin"
"ada apa nona, anda kenapa"
Lin Shan menoleh ke arah Aqila ketika merasakan pergelangan tangannya di sentuh oleh gadis itu
"cepat Lin Shan"
Aqila mengatakan hal itu dengan suara parau dia benar benar sudah tidak tahan lagi gadis itu butuh pelampiasan untuk mengendalikan tubuhnya, sebelum Aqila mempermalukan dirinya sendiri di hadapan semua orang.
Lin Shan di buat panik dengan kondisi tubuh aqila yang terlihat lemas dan terus mengibaskan tangannya.
tanpa menunggu lama Lin Shan langsung memapah Aqila untuk meninggalkan ruangan tersebut dia tidak mungkin menggendong Aqila di hadapan semua orang itu akan membuat nama baik gadis itu tercemar.
setelah berhasil membawa Aqila pergi dari aula perjamuan Lin Shan langsung menggendong Aqila dan membawanya pergi dengan menunggangi kuda.
posisi Aqila berada di depan Lin Shan karena pemuda itu takut Aqila akan jatuh jika dia tidak menahan tubuhnya.
meskipun sedikit canggung Lin Shan terus memacu kuda dengan cepat meninggalkan istana.
hey ketemu lagi sama author maaf up nya agak lama karena author sibuk mohon di maklumi dan terimakasih sudah mampir 😊
selamat membaca 🙏🥰🥰
__ADS_1