
karena sebentar lagi pembukaan Gedung Baihe akan segera di lakukan besok hari.
sepeninggalan Lila, Aqila mulai memusatkan pikirannya dan masuk ke dalam ruang dimensi.
"nona akhirnya anda datang lagi saya sangat merindukan anda"
ucap hei Ling dengan bentuk serigala sambil menatap Aqila penuh kerinduan.
begitu melihat hei Ling Aqila langsung mensejajarkan tubuhnya dan membelai lembut bulu hitam tersebut.
"dimana yang lain"
"di taman dekat air terjun mereka sedang berlatih menari setelah tadi berlatih beladiri"
ucap hei Ling dengan penuh semangat yang kini sudah merubah bentuknya menjadi manusia.
"apa mereka membuat ulah"
"tidak nona, awalnya mereka ketakutan dengan wujud asli kami berdua tapi seiring berjalannya waktu mereka jadi terbiasa"
jawab hei Ling sambil menuntun jalan Aqila menuju tempat para gadis Berlatih.
"baguslah"
Aqila sedikit tenang mendengar cerita hei Ling tentang para gadis itu.
setelah berjalan untuk beberapa saat Aqila dan hei Ling tiba di hadapan mereka semua.
"salam nona Aqila"
jawab mereka serempak dengan menundukkan kepala.
"angkat kepala kalian"
ucapnya sambil menatap perubahan para gadis yang kini terlihat semakin cantik dan penuh energi.
"bagaimana kabar kalian"
"kami semua baik nona"
mereka menjawab secara serempak lagi setelah menegakan kepalanya kembali.
"hei long"
"ya nona"
jawab hei long dengan bentuk manusia dia langsung menghampiri Aqila begitu gadis itu memanggilnya.
"bagaimana perkembangan mereka semua"
"sejauh ini mereka berlatih cukup giat anda tidak perlu khawatir mereka semua sudah siap untuk melaksanakan tugas"
"hm"
setelah mendengar laporan dari hei long Aqila kembali menatap para gadis tersebut.
"besok kalian akan keluar dari sinih, pembukaan Gedung Baihe akan segera di lakukan"
"baik nona kami mengerti"
"istirahatlah jangan terlalu memaksakan diri jika kalian tidak ingin jatuh sakit"
"terimakasih sudah mengkhawatirkan kami nona"
ucap mereka tersenyum senang dengan perhatian kecil yang aqila berikan.
setelah mengatakan semua yang ingin dia katakan Aqila langsung melangkah pergi meninggalkan para gadis, di ikuti oleh hei Ling dan hei long.
begitu sudah jauh Aqila kembali mengayun langkahnya masuk ke dalam gedung yang ada di dimensi tersebut.
dia naik kelantai atas seorang diri setelah menyuruh ke dua pemuda tadi untuk tidak mengikutinya.
krett
Aqila membuka salah satu pintu begitu dia sampai, terlihat sebuah ruangan yang penuh dengan tumpukan buku berjajar rapih di setiap rak.
Aqila berkeliling untuk mencari buku yang bisa menarik perhatiannya.
setelah beberapa kali memilih namun tidak ada yang menarik dia hendak pergi dari sanah.
tapi ketika pandangannya tidak sengaja terjatuh pada satu buku bersampul emas tertumpuk dengan beberapa buku lain yang sudah usang di sudut rak Aqila mengurungkan niatnya.
gadis itu kemudian berjalan mendekat ke arah buku tersebut setelah sampai Aqila langsung meraihnya.
sebelum membaca apa isi di dalamnya dia lebih dulu meniup debu yang menempel di sampul buku tersebut.
__ADS_1
setelah debu berhasil di singkirkan Aqila bisa melihat dengan jelas tulisan yang ada di sanah "kitab sihir tujuh elemen"
begitu dia membaca tulisan itu Aqila tertarik dengan isi yang ada di dalamnya.
tanpa menunggu lama aqila langsung membaca isi buku tersebut.
kitab itu menjelaskan tentang beberapa elemen sihir dan tingkatan ranah kekuatan yang ada di dunia, elemen itu terdiri dari tujuh warna.
1.merah ( elemen api)
2.putih (elemen cahaya)
3.biru (elemen air)
4.hijau (elemen tumbuhan)
5.coklat (elemen tanah)
6.ungu (elemen sihir)
7.hitam (elemen kegelapan)
kekuatan manusia terbagi menjadi sepuluh tingkat ranah yaitu:
pemula
penengah
3.petarung
4.petarung tingkat dua
5.jendral
6.kaisar
7.master
8.dewa
9.kaisar dewa
10.reinkarnasi
"nona apa anda di dalam"
teriak seorang gadis yang tidak lain adalah Lila, dia bingung kenapa Aqila mengunci kamarnya padahal biasanya juga tidak.
Aqila yang mendengar teriakkan Lila langsung menghilang begitu saja dan kembali ke kamarnya.
kreet
suara pintu di buka, Lila langsung melangkah masuk ke dalam tanpa meminta izin terlebih dulu pada si pemilik.
sikap Lila yang seperti itu sudah biasa bagi aqila gadis itu tidak mempermasalahkannya.
"ada apa"
tanya Aqila begitu mereka berdua sudah duduk di meja makan yang ada di kamar tersebut.
"tuan besar ingin bertemu dengan anda"
ucap Lila yang memberitahukan alasan kedatanganya.
"untuk apa"
ucap Aqila sambil menatap bingung lawan bicaranya.
"saya tidak tau, lebih baik anda segera menemuinya"
Jawab Lila sambil meminum teh yang ada di hadapannya, gadis itu merasa kehausan jadi dia tidak perduli milik siapa minuman tersebut yang penting tenggorokannya tidak kering lagi.
Aqila yang melihat tingkah Lila melirik sebentar lalu kemudian bangkit dan keluar dari kamarnya
"nona tunggu saya"
Lila yang melihat kepergian Aqila langsung mengejarnya dia tidak ingin di tinggal sendirian.
begitu keluar dari paviliun lavender mereka berdua langsung menuju kediaman tulip menemui tuan Han yang ada di ruang kerjanya.
tok tok tok
__ADS_1
Lila mengetuk pintu besar tersebut setelah mereka sampai di sanah.
"masuk"
tuan Han yang sejak tadi membaca laporan langsung menghentikan itu semua ketika dia mendengar ruang kerjanya di ketuk oleh seseorang.
sedangkan di luar pintu dua orang gadis yang sudah mendapat izin langsung masuk ke dalam.
Aqila berjalan mendekati tuan Han yang sedang duduk di meja kerjanya.
"salam ayah"
ucap aqila begitu dia sampai di hadapan tuan han
"duduklah putri ku, ayah ingin membicarakan hal penting dengan mu"
sebelum mengatakan maksudnya tuan Han lebih dulu meminta Aqila untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Lila bisa tinggalkan kami sebentar"
pinta Aqila yang menyadari bahwa tuan Han hanya ingin berbicara dengannya tanpa ada orang lain lagi di sanah.
"baik nona"
Lila melangkah pergi dari ruangan tersebut begitu Aqila memintanya
"ada apa ayah kenapa kau memangil ku sepertinya begitu penting"
setelah kepergian Lila Aqila kembali bertanya maksud sebenarnya tuan Han memanggilnya.
"bagaimana cara ayah mengatakannya pada mu"
ucap tuan Han dengan wajah penuh kekhawatiran sambil terus menatap Aqila dengan gelisah.
"katakan saja ayah"
gadis itu masih tenang di tempat duduknya dia tidak terpengaruh sedikitpun dengan kekhawatiran yang tuan Han rasakan saat ini.
"kau pasti sudah mendengar kabar hari ini bukan"
"lalu"
"selir kehormatan huyoulin ibu dari Jiang mei menduga bahwa kau pelaku sebenarnya atas kasus yang di alami putrinya"
setelah sedikit menenangkan diri tuan Han menjelaskan semuanya pada Aqila
"dia menuduh ku"
tanya Aqila dengan santai seolah dia tidak bersalah
"benar, karena selir huyoulin berpikir kau membenci putri Jiang mei, kalian pernah terlibat pertengkaran sebelumnya bukan"
"apa dia punya bukti"
"ayah tidak tau, tapi ayah berharap itu tidak benar"
tuan Han begitu menyayangi aqila dia tindak ingin putrinya mendapat masalah
"tenanglah ayah aku akan baik-baik saja"
"ayah sangat khawatir sayang ayah tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada mu putri ku Aqila"
ucap tuan Han dengan penuh kasih sayang dia sangat mengkhawatirkan putri ke duanya itu.
"apa raja Jiang nan meminta ku datang ke istana"
tanya Aqila lagi dia ingin tau tanggapan sang raja atas tuduhan selirnya tersebut
"benar raja Jiang nan meminta mu datang ke istana besok untuk melakukan pemeriksaan"
"dia mencari masalah dengan orang yang salah"
guma Aqila pelan yang tidak habis pikir dengan pola pikir raja Jiang nan meskipun benar adanya bahwa aqila-lah pelaku sebenarnya.
"apa yang barusan kau katakan putri ku"
tanya tuan Han yang melihat Aqila berbicara pada dirinya sendiri
"tidak ada ayah"
setelah menenangkan sang ayah Aqila berpamitan pergi dari sanah untuk kembali ke kediamannya, sebelum keluar Aqila juga memberitahukan tuan Han bawa besok dia akan datang ke istana.
Hay ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata-kata yang kurang tepat author masih belajarππ
mohon bimbingan dan sarannyaπππ
__ADS_1
terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca ππππ₯°