
puas menguping pembicaraan orang lain Aqila memutuskan untuk kembali ke kediamannya karena hari sudah semakin sore.
sedangkan Lin Shan masih senantiasa mengikuti kemana gadis itu pergi.
bruk
Aqila dan Lin Shan mendarat dengan selamat, saat hendak melangkah pergi suara seseorang berhasil menghentikan langkah tersebut.
"siapa kalian"
Keduanya membalik tubuh untuk melihat siapa yang berbicara pada mereka.
seorang gadis cantik berpakaian biru muda dengan postur tubuh ideal menatap tajam ke arah mereka berdua salah satu tangannya memegang sebilah pedang.
ketiga pasangan mata saling menatap satu sama lain, namun pandangan gadis itu kini hanya tertuju pada Aqila samar-samar dia merasa familiar dengan bola mata yang di miliki gadis tersebut.
tidak semua orang dapat memiliki bola mata berwarna hazel kecuali adik dari sang ibu.
perlahan gadis itu menghampiri keduanya Aqila dan Lin Shan sendiri hanya berdiam diri sambil menunggu apa yang akan di lakukan oleh gadis itu selanjutnya.
"apa kalian memiliki masalah pendengaran"
ucap gadis itu lagi, yang kini malah tertarik dengan identitas Keduanya.
"anda tidak perlu tau"
jawab Aqila dingin, sambil menatap datar gadis di hadapannya.
"kalian tidak sopan sekali memasuki wilayah orang lain tanpa ijin dari pemiliknya"
balas gadis itu tidak kalah dingin, dia berniat untuk tidak akan membiarkan keduanya pergi begitu saja setelah mereka berhasil menguping pembicaraan orang lain.
awalnya gadis itu berfikir mereka berdua adalah seorang mata-mata namun keyakinannya sedikit goyah saat bertatapan langsung dengan mata Aqila.
dia ingin bertanya namun terlalu gengsi untuk melakukannya apa lagi saat mengetahui karakter gadis di depannya saat ini.
"kalau begitu kami akan pergi"
setelah mengatakan hal tersebut Lin Shan hendak menarik tangan Aqila untuk membawanya pergi dari sanah, namun tangan pemuda itu lebih dulu di tahan oleh gadis itu.
"jangan berfikir bisa pergi dari sini begitu saja"
seulas senyuman licik terbit di bibir indah gadis itu apalagi ekspresinya yang terlihat tidak bersahabat sama sekali membuat Lin shan dilema.
dia tidak menyangka mereka akan ketahuan dengan mudah padahal dirinya adalah mata-mata terbaik selama ini.
"lepas"
ucap Aqila sedikit meninggi, dia tidak suka jika seseorang berani memaksakan kehendaknya pada dia dan Lin Shan.
"tidak"
jawab gadis itu, bagaimana mungkin dia akan membiarkan mereka pergi dengan mudah pikir-nya.
"Jangan menyesal"
Aqila memberi peringatan sekali lagi agar gadis itu mengubah keputusannya namun sayang sepertinya itu tidaklah mudah.
"tidak akan"
bukannya melepaskan gadis itu malah semakin mengeratkan cengkraman-nya, membuat Aqila kesal.
tanpa aba-aba Aqila menghempaskan tangan gadis itu begitu saja membuat Lin shan terkejut dengan tindakan Aqila saat ini.
pemuda itu jadi salah faham berfikir bahwa Aqila cemburu karena ada gadis lain yang berani memegang lengannya.
(benar-benar tidak lihat kondisi sempat-sempatnya berfikir demikian kau Lin Shan)batin author 😂
tidak terima di perlakukan demikian gadis itu mengeluarkan kekuatan sihirnya dan mengarahkannya pada Aqila.
melihat serangan tertuju pada-nya aqila tidak tinggal diam dia juga ikut membalas serangan tersebut.
__ADS_1
pertarungan sengit akhirnya terjadi antara Keduanya Lin Shan menyingkir ke tepi Karena perannya sedang tidak di butuhkan.
suara ledakan yang di timbulkan akibat tabrakan dari dua elemen sihir membuat penghuni di dalam berhamburan keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.
mereka semua di buat terkejut dengan keadaan luar kediaman yang sudah berantakan akibat ulah kedua gadis tersebut.
di lihat dari pengamatan semua orang kedua gadis itu memiliki kekuatan yang seimbang namun Aqila jauh lebih unggul soal kecepatan.
"menarik"
gadis itu kembali menampilkan senyuman khasnya, dia terlihat begitu bersemangat saat bertarung dengan Aqila.
begitupun dengan Aqila, Mereka sama-sama tidak ingin mengalah dan kembali menyerang satu sama lain.
Aqila mengerahkan kekuatan sihir es sedangkan gadis itu menggunakan elemen api, dua kekuatan yang berbeda membuat situasi kembali menegangkan.
"siapa mereka kenapa putri ku menyerangnya"
ucap salah satu dari orang yang menyaksikan pertarungan sengit tersebut.
"kita akan tau setelah mereka selesai bertarung"
jawab wanita paruh baya, pandangannya tidak lepas dari sosok Aqila saat ini.
pertarungan yang awalnya menggunakan kekuatan sihir kini berpindah menggunakan pedang.
Suara adu pedang mulai memekik di hutan bambu yang sunyi itu, mereka yang menyaksikan di buat terkejut saat melihat Aqila begitu lihai mengayunkan pedang birunya.
Aqila sengaja menggunakan pedang biru ketimbang pedang hitam miliknya karena aura yang di keluarkan pedang hitam begitu kuat biasa saja itu menarik perhatian orang-orang yang mengincarnya.
Trank
trank
bruk
sesaat salah satu dari mereka terjatuh akibat kehabisan tenaga dan satu inci lagi pedang biru milik Aqila berhasil menyentuh leher gadis itu namun tidak di teruskan-nya.
cibir Aqila tanpa melepaskan pedangnya sama sekali, sedikit saja gadis itu bergerak maka nyawa-nya akan dalam bahaya.
"cih aku hanya mengalah saja"
elak gadis itu, dalam hati dia kesal karena telah kalah dari gadis asing.
"oh"
Aqila memicingkan mata tanda bahwa dirinya tidak percaya sama sekali dengan ucapan gadis itu.
"singkirkan pedang mu jika kau masih ingin hidup"
ancam gadis itu, dia menatap tajam Aqila seolah ingin memakannya hidup-hidup.
"kau sudah hampir mati tapi masih berani mengancam orang lain"
ucap Aqila sinis apalagi ekspresinya yang datar semakin menambah kekesalan lawan bicaranya.
"ini wilayah ku tentu saja aku berani"
mendengar hal tersebut Aqila membalik tubuh karena sudah malas meladeni gadis itu.
"tunggu"
ucap seseorang, Aqila kembali memutar posisi menghadap orang yang sedang menuju ke arahnya.
"ada apa"
jawab Aqila datar, meski dia termasuk lebih tua darinya Aqila tidak akan mengendorkan kewaspadaannya.
"siapa kau"
tanya wanita paruh baya itu pada Aqila dengan ekspresi tidak terbaca.
__ADS_1
"itu tidak penting"
"apa gelang giok itu milik mu"
"apa aku terlihat seperti mencurinya dari orang lain"
"hei beraninya kau berbicara seperti itu pada nenek ku"
gadis yang sempat bertarung dengan Aqila berteriak marah saat mendengar perkataan tersebut.
"tenanglah sayang"
ucap seorang wanita yang bisa di pastikan bahwa dia adalah ibu dari gadis itu.
"nona kami sungguh ingin tau, dari mana anda mendapatkan-nya"
ucap wanita itu lagi dengan lembut dia menatap wajah Aqila dengan lekat seseorang sedang memastikan sesuatu.
"ini pemberian ibu ku"
"ibu apa dia"
mendengar hal tersebut wanita itu berbisik pada wanita paruh baya di sebelahnya.
"siapa ibu mu dan dari mana asal mu"
tanya wanita paruh baya itu pada Aqila, dia sudah menduga banyak hal dalam pikirannya setelah mendengar perkataan wanita di sampingnya.
"kalian tidak perlu tau"
jawab Aqila datar, Lin Shan dan yang lain selain mereka bertiga menatap bingung ketiga wanita tersebut.
"tentu saja kami perlu tau karena ini sangat penting"
ibu dari gadis tadi mulai mendesak Aqila untuk mengatakan kebenarannya.
"apa ibu mu bernama meilin dan kau berasal dari dunia bawah"
tebak wanita paruh baya, dia sangat berharap bahwa pemikiran-nya itu benar.
"bagaimana kau tau"
tanya aqila yang kini mulai curiga pada mereka semua dan bagaimana mereka tau tentang identitas aslinya.
"benarkah apa yang aku dengar ini"
wanita paruh baya itu kembali mengeluarkan pertanyaan pada wanita di samping yang tidak lain adalah putri sulungnya sendiri.
"ibu tidak salah dengar dia benar-benar putrinya meilin lihatlah warna bola matanya"
"akhirnya sekian lama aku bisa bertemu dengan mu cucu ku"
"aku tidak mengerti apa maksud kalian"
terkejut tentu saja kenyataan ini membuat pikiran Aqila sedikit kacau termasuk putri wanita itu yaitu gadis tadi.
"kami adalah keluarga ibu mu apa dia tidak pernah menceritakan"
dengan perasaan haru wanita itu mulai mengungkapkan sedikit demi sedikit kebenaran tentang jati diri mereka.
"jadi kalian orang yang di maksud ibu"
tanya aqila dengan pikiran sedikit jernih untuk menerima kenyataan mendadak tersebut.
"tentu"
tanpa aba-aba wanita paruh baya langsung memeluk Aqila dengan sangat erat membuat gadis itu sedikit terkejut dan menatap tidak percaya ke arah mereka semua.
...haiii gimana kabar kalian semoga sehat selalu selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan....
...maaf belum bisa crezy up 🙏 semoga kalian mengerti, see you next time di episode berikutnya 👋😊...
__ADS_1