SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Kebenaran


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit Lin Shan tiba di depan rumah nyonya zaiwu.


tok tok tok


Lin Shan mengetuk kencana pintu rumah sampai membuat penghuninya terbangun.


"siapa orang gila yang berani mengetuk pintu sekencang itu apa dia tidak sadar kalau ini sudah malam"


seorang wanita paruh baya Keluar dari dalam kamarnya sambil mengomel berjalan ke arah pintu depan.


krett


suara pintu di buka belum sempat dia mengomel lagi Lin Shan sudah lebih dulu membuatnya pingsan.


Lin Shan sengaja melakukan hal itu agar tidak terlalu banyak memakan waktu, dia langsung menangkap tubuh wanita itu kemudian membawanya pergi secepat kilat.


hanya dalam waktu satu jam dia sudah tiba di kediaman lavender menggunakan jalan pintas yang sengaja di bangun olehnya dan pasukan khusus beberapa bulan lalu.


Lin Shan masuk ke dalam kamar Aqila tanpa mengetuk lagi karena pintunya memang tidak di kunci.


dia menaruh nyonya zaiwu ke salah satu kursi yang ada di sanah lalu berjalan ke arah Aqila.


"nona dia orang yang anda inginkan"


pemuda itu melaporkan hasil pekerjaannya, dan Aqila langsung membuka mata begitu dia mendengar hal tersebut.


"ikat dia"


tanpa menunggu lama Lin Shan langsung menuruti keinginan gadis itu.


dua puluh menit berlalu akhirnya nyonya zaiwu tersadar dia menatap bingung ke arah sekeliling yang tampak familiar.


"kau sudah sadar"


Aqila mengatakannya dengan dingin tidak ada sambutan ramah sama sekali padahal ini kali pertama mereka bertemu.


"siapa, kenapa kau menculik ku, aku tidak pernah melakukan kesalahan pada mu"


nyonya zaiwu berbicara dengan keras dia cukup terkejut dengan keadaannya saat ini.


"tidak pada ku tapi pada ibu ku"


Aqila menjawab dengan ketus pertanyaan wanita paruh baya itu


"siapa"


nyonya zaiwu bingung dengan siapa yang aqila maksud


"kau melupakannya ibu pengasuh Zai"


"kau aqila putri dari meilin"


begitu panggilan akrabnya di ucapkan dia akhirnya mengingat siapa orang yang ada di hadapannya.


"ingatan mu tidak buruk juga"


ucap aqila dingin, wajah cantiknya begitu datar tidak ada ekspresi sama sekali saat mengatakan hal demikian.


"kenapa kau menculik ku apa ini bentuk terimakasih mu pada ku"


nyonya zaiwu berteriak marah dengan apa yang aqila lakukan padanya saat ini.


"tenanglah, aku hanya ingin bermain main"


"apa yang akan kau lakukan"


wanita paruh baya itu merasa gelisah dengan gelagat aneh aqila yang terus berjalan mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"menguliti mu hidup hidup"


aqila berbisik tepat di telinga wanita itu kemudian kembali memundurkan tubuhnya lagi.


"kau gadis kejam"


takut itulah yang saat ini nyonya zaiwu rasakan dia bisa melihat aqila tidak sedang berpura-pura saat mengatakannya.


"itu karena mu, apa kau lupa apa yang telah kau lakukan pada ibu dan kakak ku"


Aqila kembali mengingatkan kesalahan apa saja yang telah wanita itu lakukan pada keluarganya.


"memangnya apa yang telah saya lakukan"


nyonya zaiwu merasa cemas jantungnya terus saja berdetak cepat.


"kau bersekongkol dengan selir huranran untuk membunuh ibu dan kakak ku kalian memberinya racun berbahaya yang tidak bisa dideteksi oleh tabib"


papar Aqila secara jelas dan terperinci, sehingga membuat Lin shan terkejut begitu mendengarnya, jadi ini alasan Kenapa Aqila mintanya membawa wanita itu pikir pemuda tersebut.


"kau jangan menuduh ku sembarangan"


nyonya zaiwu membantah dengan keras dia tidak ingin mengakui kesalahannya pada aqila.


"kalian juga memberi ku racun ketika aku berusia tiga tahun sehingga aku menjadi bodoh"


aqila kembali menjelaskan satu persatu kesalahan apa saja yang nyonya zaiwu lakukan pada keluarganya.


"tidak tidak itu tidak benar aku tidak melakukannya"


nyonya zaiwu masih saja menolak untuk mengakui kejahatannya dan itu membuat aqila semakin marah.


"setelah ibu dan kakak ku meninggal mau mengundurkan diri karena takut ketahuan, kau pikir tidak ada yang tau akan hal itu, apa perlu aku membeberkan semua kesalahan mu"


"jangan nona, tolong maafkan saya, saya terpaksa melakukannya"


"maaf, apa dengan kata maaf ibu dan kakak ku akan kembali"


aqila menatap benci ke arah wanita itu karena dialah alasan Aqila harus kehilangan ibunya.


"nona ampuni saya tolong jangan bunuh saya, saya mengaku bersalah"


"bagaimana jika aku melakukan hal yang sama pada kedua anak mu"


"tidak tolong jangan lakukan hal itu, anda boleh menghukum saya tapi jangan sakiti kedua anak saya mereka tidak bersalah"


"apa aku, ibu dan kakak ku bersalah pada mu"


"tidak"


"lalu kenapa kau tega melakukannya"


"saat itu, salah satu putri ku sakit keras tabib bilang untuk menyembuhkannya membutuhkan biaya yang sangat mahal aku tidak punya uang sebanyak itu dan secara kebetulan selir huranran menawari ku sebuah pekerjaan dengan bayaran yang tinggi karena aku tidak punya pilihan lain jadi aku menerimanya, nona saya sungguh menyesal bahkan sampai hari ini perasaan bersalah terus menghantui saya, tolong maafkan saya nona"


ibu zai menangis sambil mengatakannya begitu mengingat kembali kejahatan yang sudah dia lakukan pada keluarga Han.


Aqila tidak perduli dengan permohonan maaf itu hatinya sudah cukup terluka dia tidak akan memberinya pengampunan dengan mudah.


"baiklah aku tidak akan melakukannya jika kau bersedia menjadi saksi kejahatan Selir huranran nanti"


nyonya zaiwu terdiam dia bingung harus menjawab apa dia takut pada keduanya mereka sama sama mengerikan.


"jika tidak aku akan menghabisi seluruh keluarga mu"


"tidak nona jangan saya akan melakukannya"


"bagus, Lin Shan bawa wanita ini pergi"

__ADS_1


"baik nona"


sesuai dengan perintah Lin Shan langsung membawanya pergi.


....


sedangkan di kediaman kenanga Lin Lin sedang mengamuk gadis itu terus memecahkan barang yang ada di kamarnya.


para pelayan tidak berani mendekat takut menjadi sasaran empuk kemarahan gadis tersebut.


Selir huranran yang di beritahu oleh pelayan pribadinya langsung pergi ke kamar Lin Lin


"apa yang sedang kau lakukan hentikan sekarang juga"


ucap selir huranran begitu dia tiba di kamar gadis itu.


suasana kamar begitu kacau banyak barang pecah berserakan di mana mana.


"ibu kenapa begini, kenapa dia tidak mati saja"


Lin Lin berteriak frustasi dia tidak bisa mengendalikan dirinya saat ini.


"ibu juga tidak tau, sekarang tenangkan diri mu kita pikirkan solusinya nanti"


ucap selir huranran berusaha menenangkan amarah putrinya itu.


"aku ingin dia mati bu aku membencinya"


Lin Lin yang tidak bisa tenang terus saja marah marah sambil mondar-mandir tidak jelas.


"tenanglah Lin Lin"


"bagaimana aku bisa tenang Bu"


"apa maksud mu"


Lin Lin diam tidak menjawab pertanyaan ibunya gadis itu terus saja gelisah sejak tadi


"katakan yang sebenarnya Lin Lin apa yang terjadi"


"aku menghabiskan malam dengan putra mahkota kemarin malam tapi dia malah menganggap ku sebagai aqila aku membencinya ibu"


Lin Lin yang terus di desak akhirnya mengatakan yang sebenarnya.


"gadis bodoh kenapa kau melakukannya"


selir huranran marah tidak habis pikir dengan kelakuan sembrono putri pertamanya itu


"ibu aku mencintainya"


"bagaimana jika kau hamil hah"


"dia berjanji akan menikahi ku secepatnya, aku yakin jiang mo tidak akan menipu ku ibu"


"baguslah jika begitu setidaknya kau bisa menjadi putri mahkota bila benar kau mengandung anaknya"


perlahan Lin Lin kembali tenang, mereka berdua tersenyum cerah dengan pemikiran itu


mereka tidak tau saja akan ada badai besar yang akan terjadi sebentar lagi.


hey ketemu lagi sama author, yang terus nanya kapan Aqila balas dendam akan segera di up di bab selanjutnya yah


maaf kalo masih ada kekurangan author masih belajar.


mohon kritik dan sarannya jangan di hujat yah hehehe๐Ÿคญ


terimakasih atas kunjungannya selamat membaca ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2