SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Hukuman Untuk Bangsawan Wu


__ADS_3

ketika Aqila dan yang lain melewati sebuah hutan sekelompok orang berpakaian hitam datang entah darimana dan langsung mengepung mereka berlima.


Annchi yang tidak bisa beladiri merasa takut dia menatap sang kakak untuk meminta perlindungan.


"tenanglah adik kakak akan menjaga mu"


ucap To Mu berusaha menenangkan gadis itu yang saat ini masih gelisah ketakutan.


Aqila menatap datar ke arah sekelompok orang yang sedang mengepungnya, sedangkan Lin Shan dan Lila langsung memasang sikap waspada.


"apa dia yang menyuruh kalian"


Aqila bertanya dengan nada dingin, gadis itu sudah tau siapa dalang di balik penyerangan kali ini.


"kau tidak perlu tau siapa yang menyuruh kami"


jawab salah satu dari mereka yang bisa di tebak bahwa dia adalah ketua dari sekelompok orang tersebut.


"cih"


ini untuk pertama kalinya Aqila mengatakan hal demikian padahal biasanya dia selalu bersikap tenang dan acuh.


apa mungkin gadis itu sudah merasa terusik dan tidak nyaman karena terus di ganggu perjalanannya.


"serang"


tanpa menunggu respon selanjutnya dari Aqila Ketua kelompok itu langsung memerintahkan seluruh anggotanya untuk segera menyerang.


dan akhirnya pertempuran itu-pun terjadi sekelompok orang tersebut menyerang dengan cara membabi buta, tapi Aqila, lila dan Lin Shan masih mampu mengatasinya.


To Mu yang bisa sedikit beladiri berusaha melindungi dirinya dan sang adik dari serangan itu meski dia merasa kesulitan dalam menanganinya.


ini untuk pertama kalinya To Mu mengangkat senjata karena dia tidak ingin menjadi beban Aqila dan Yang lain.


setelah hampir satu jam pertarungan tersebut akhirnya selesai sekelompok orang berpakaian hitam tewas di tangan Aqila Lila dan Lin Shan sedangkan To Mu hanya sedikit membantu.


pemuda itu sedikit mengalami luka sayatan di bagian lengan kirinya karena melindungi Annchi yang sempat mendapat serangan mendadak dari arah belakang.


Annchi yang melihat tangan To Mu terluka langsung membalut luka tersebut dengan sapu tangan miliknya dia menatap sendu ke arah sang kakak.


"aku baik baik saja tenanglah"


ucap To Mu sambil tersenyum manis ke arah sang adik perempuan yang terlihat begitu mengkhawatirkannya.


"maafkan aku kak"


Annchi berbicara dengan penuh penyesalan tanpa di pinta air mata jatuh menetes di sela ucapannya.


"kau tidak perlu meminta maaf adik, ini sudah tugas ku untuk selalu melindungi mu"


To Mu dengan sabar menghibur adik perempuannya agar tidak merasa khawatir lagi.


"terimakasih kak"


"sudah jangan menangis"


Annchi mengangguk dan langsung mengusap air matanya, dia meringis malu saat Menatap ke arah Aqila, Lila dan Lin Shan yang juga sedang melihat ke arahnya.

__ADS_1


"kalian sudah selesai"


ucap Aqila datar setelah naik kembali ke atas kuda hitam kesayangannya.


"sudah nona"


jawab To Mu malu karena sempat melupakan keberadaan mereka bertiga.


"hei Lang"


sebelum melanjutkan kembali perjalanan Aqila memanggil serigala hitamnya melalui telepati.


hei Lang yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi Aqila merasakan sebuah panggilan yang tidak asing lagi.


dia menghentikan laju kecepatannya untuk menjawab panggilan tersebut.


"iya nona"


jawab hei Lang yang kini sudah terhubung dengan aqila Melalui telepati.


"musnahkan seluruh bangsawan Wu yang ada di kerajaan ini"


ucap Aqila memberi perintah pada serigala hitam tersebut.


"baik nona"


tanpa membantah sedikit pun hei Lang langsung menuruti perintah gadis itu


"jangan ada yang tersisa, ini akibatnya karena dia menganggap remeh peringatan ku"


setelah selesai mengatakan apa yang ingin dia katakan Aqila langsung memutuskan panggilan tersebut.


flashback,,,


hongli, Shing dan hei lang yang sebelumnya mendapat perintah dari Aqila untuk mengantar semua jasad orang suruhan tuan Wu shilin sudah tiba di kediaman pria paruh baya tersebut.


mereka melempar jasad itu di halaman utama dari atas atap bangunan.


seluruh kediaman menjadi heboh oleh teriakan para pelayan yang melihat pemandangan mengerikan itu.


tuan Wu shilin yang kebetulan sedang berada di kediaman langsung keluar dari ruang kerjanya untuk memastikan keributan yang terjadi di halaman paviliunnya.


"ada apa ini"


tuan Wu shilin langsung bertanya ketika dia sudah sampai di tempat kerumunan.


"ayah lihatlah"


putra ketiga, pria tersebut menunjukkan apa yang di lihat olehnya dan para pelayan.


"mereka, siapa yang membawa semua jasad itu kemari"


wu shilin begitu terkejut menatap tidak percaya ke arah mayat-mayat itu, dia menggeram marah karena telah mengalami banyak kerugian akibat kematian mereka.


"kami tidak tau tuan besar ketika kami sampai mereka sudah ada"


salah satu pelayan menjawab dengan takut, dia yang pertama kali melihatnya.

__ADS_1


"sialan sepertinya gadis itu ingin bermain main dengan ku"


wu shilin sangat marah bahkan otot syarafnya sampai terlihat, pria itu langsung memikirkan ide licik untuk bisa membunuh Aqila.


"ayah bagaimana ini"


putra ketiga wu shilin menatap cemas ke arah sang ayah dia tau betul apa yang akan terjadi selanjutnya.


"kirim pembunuh bayaran lebih banyak lagi untuk menghabisi mereka kita tunjukkan seberapa kuat bangsawan Wu di kerajaan ini"


ucap wu shilin yang tidak sadar bahwa dia sedang menggali kuburnya sendiri.


"apa ayah yakin"


putra ketiga pria itu menatap ragu, seolah ada sesuatu yang melarangnya untuk tidak melakukan hal tersebut.


"yah"


"tapi ayah bagaimana jika"


belum selesai dia berbicara wu shilin sudah lebih dulu memotong perkataan tersebut.


"turuti saja perintah ku dan jangan banyak membantah"


wu shilin menatap tajam ke arah pemuda itu dia terlihat sangat emosi saat mengatakan kata katanya.


"baik ayah"


pemuda itu hanya bisa pasrah menuruti keinginan ayahnya karena pria paruh baya tersebut terkenal sangat keras kepala dan tidak suka di bantah.


apa lagi kedudukannya yang hanya seorang anak selir tidak berarti apa pun di mata pria itu.


flashback off,,,


setelah mendapat perintah lagi hei Lang dan yang lain menyeringai penuh kepuasan.


"sepertinya kita akan bersenang-senang kembali"


ucap hongli dengan senyuman lebarnya yang hanya bisa di lihat ketika hati pemuda itu sedang bahagia.


"kau benar, mari kita hancurkan sudah lama aku tidak melakukan pertempuran rasanya otot-otot ku teras kaku"


Shing bahkan jauh lebih bahagia dari yang lain pemuda itu tersenyum misterius entah apa yang ada di otaknya saat ini.


"ayo cepat jangan membuat nona Aqila menunggu terlalu lama"


hei lang yang sedang dalam wujud manusia langsung melesat pergi ke arah kediaman bangsawan Wu setelah mengatakan hal barusan.


mereka bertiga akhirnya kembali memutar Arah ke arah kediaman bangsawan Wu untuk melakukan tugas yang aqila berikan.


sedangkan aqila sendiri masih berada dalam perjalanan, dia terus memacu kudanya dengan sangat cepat begitu pun dengan yang lain.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kemaren author GK up karena otak author lagi blank heheheπŸ˜…


semoga kalian tidak bosan menunggu up terbarunya terimakasih sudah berkunjung ke karya author πŸ™


selamat membaca πŸ˜ŠπŸ™πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2