SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Terbukanya Gerbang Dunia


__ADS_3

pukul sepuluh Aqila dan Lin Shan tiba di jantung hutan suasana malam kala itu terasa lebih menyeramkan dari biasanya mungkin karena hari ini akan terjadi gerhana bulan sabit pikir mereka.


"tetap waspada"


ucap Aqila, gadis itu merasakan ada bahaya yang sedang mendekat ke arah mereka berdua.


"baik nona"


jawab Lin Shan, dia meneliti ke segala arah untuk melihat kejanggalan yang terjadi.


tidak berselang lama sekumpulan hewan buas datang mendekat, jumlah mereka tidak main-main untuk membuat Aqila dan Lin Shan kelelahan.


"sial"


selesai mengumpat Lin shan maju terlebih dulu untuk membabat habis sekumpulan banteng bertanduk hitam itu.


tidak tinggal diam Aqila juga ikut menyerang dia membunuh tanpa ampun semua banteng bertanduk tersebut.


srakk


bugh


srakk


bugh


pertarungan sengit akhirnya terjadi meski kalah jumlah Aqila dan Lin Shan masih mampu menghadapi keganasan mereka.


setelah menghabiskan waktu hampir satu jam akhirnya Aqila dan Lin shan berhasil membabat habis sekumpulan binatang itu tanpa menyisakan satu pun untuk melarikan diri.


sebelum melanjutkan kembali perjalanan Aqila terlebih dulu membakar semua mayat bintang tersebut untuk menghindari kecurigaan.


sebab dirinya yakin bukan hanya dia yang ingin membuka gerbang dunia lain, ada banyak orang hebat yang mungkin sedang menunggu kesempatan ini sama sepertinya.


waktu terus berputar kini hari memasuki pukul sebelas malam Aqila dan Lin Shan hanya memiliki waktu satu jam lagi untuk sampai ke atas bukit sebelum gerhana bulan sabit terjadi.


begitu selesai membakar mayat binatang itu Aqila dan Lin Shan kembali memacu kuda mereka dengan kecepatan penuh.


dari arah lain segerombolan orang juga sedang menuju ke arah bukit dengan gerakan cepat.


mereka berpenampilan misterius dengan menggunakan pakaian serba hitam dan wajah tertutup topeng berbentuk kepala serigala.


entah dari wilayah mana mereka berada Aqila masih bisa merasakan keberadaan mereka semua walau di jarak jauh sekalipun.


kedua rombongan saling adu kecepatan agar bisa sampai lebih dulu ke puncak bukit.


"helma bisa kau membawa ku lebih cepat lagi"


ucap Aqila pada kuda hitam kesayangannya, mendengar perintah tersebut Helma langsung menuruti, kini mereka melaju dengan secepat kilat.


Lin Shan yang mengikuti dari belakang hampir kehilangan jejak gadis itu, jika saja dia tidak mengerahkan seluruh tenaganya.

__ADS_1


setelah melaju dengan kecepatan di luar nalar Aqila sampai di atas bukit dalam waktu lima belas menit saja.


tidak membuang waktu gadis itu langsung mencari sumber air yang di maksud karena sebentar lagi gerhana bulan akan segera muncul.


sedangkan di tempat lain jauh dari jangkauan Manusia biasa, seorang pria yang sebelah wajahnya tertutup topeng perak menarik sudut bibirnya membentuk senyuman yang lebih terkesan mengerikan.


pria itu memantau semua pergerakan Aqila dari bola kristal miliknya.


"sebentar lagi kita akan bertemu Aqila"


setelah mengatakan kata-kata itu pria tersebut membalik badan lalu pergi dari sanah.


kembali ke hutan barat rombongan pria berbaju hitam dengan wajah tertutup topeng kepala serigala hampir sampai ke atas bukit.


"percepat lagi laju kalian gerhana bulan sabit akan segera muncul jangan sampai ada yang mendahului kita"


salah satu dari mereka mulai memberi perintah mungkin dia adalah ketua kelompok tersebut.


hiiiiiyaaaa


kekang kuda terus di tarik kini mereka melaju dengan kecepatan penuh dan tiba di atas bukit dalam waktu dua puluh menit.


"menyebar"


seketika mereka mulai membubarkan diri ke arah yang berbeda-beda untuk mencari hal yang sama.


setelah mengelilingi seluruh bukit akhirnya Aqila dan Lin Shan berhasil menemukan genangan air yang di maksud.


"bersiaplah"


"baik nona"


Aqila mulai membaca mantra untuk membuka formasi gerbang dunia lain.


cahaya gerhana bulan sabit memantul ke arah genangan air melihat hal itu Aqila langsung mengunci formasi.


gabungan cahaya bulan dan mantra yang Aqila bacakan membuat langit berubah warna yang tadinya hitam pekat berubah menjadi kemerahan dengan suara Guntur yang terus bersahutan.


"sepertinya sudah ada yang tiba lebih dulu dari kita tuan"


ucap salah satu pria bertopeng pada pemimpinnya.


"kumpulan yang lain, kemungkinan dia baru saja memulai kita masih punya kesempatan"


tidak perduli apa yang terjadi mereka harus bisa masuk ke dalam gerbang dunia pikir pemimpin kelompok.


"baik tuan"


pria itu langsung menyalakan sinyal, dan tidak butuh waktu lama kelompok tersebut berkumpul kembali, Mereka langsung menuju ke tempat Aqila dan Lin Shan berada.


"jangan biarkan siapa pun mengacau"

__ADS_1


Aqila meminta Lin Shan untuk berjaga karena gerbang dunia akan segera terbuka, ada begitu banyak lapisan dimensi yang tidak boleh di masuki oleh sembarang orang jika tidak akibatnya akan sangat buruk.


"baik nona anda fokus saja membuka gerbang dunia"


Lin Shan pasang badan untuk melindungi aqila yang sedang bermeditasi di samping formasi yang akan segera terbuka.


suara guntur terus terdengar langit masih berwarna merah dengan tambahan warna oranye keunguan, angin tiba-tiba berhembus kencang menyapu hampir sebagian tanaman yang ada di sanah.


fenomena ini membuat semua penghuni wilayah Utara dan sekitarnya berbondong-bondong Keluar dari dalam kediaman untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.


"pertanda apa ini, apa sesuatu yang buruk akan terjadi"


ucap salah satu dari mereka dengan ekspresi gelisah.


"saya tidak tau"


sahut yang lain, mereka terus menatap ke arah langit yang semakin terlihat mencekam.


bisik-bisik para warga semakin menambah kacau suasana, sedangkan di istana Han Zain dan Lila sibuk mengumpulkan pasukan untuk mengevakuasi warga.


meski tidak tau apa yang akan terjadi nanti setidaknya mereka sudah melakukan persiapan untuk mencegah kemungkinan terburuk yang bisa saja melanda.


Kemabli ke bukit hutan barat, Aqila hampir menyelesaikan mantra terakhirnya bertepatan dengan kedatangan kelompok pria bertopeng.


melihat kedatangan mereka Lin Shan mulai meningkatkan kewaspadaan berkali-kali lipat namun aneh-nya kelompok tersebut hanya diam menyaksikan.


uhuk


Aqila memuntahkan seteguk darah begitu gerbang dunia berhasil terbuka.


"nona anda baik-baik saja"


Lin Shan bertanya dengan ekspresi cemas saat melihat wajah pucat Aqila.


itu terjadi karena Aqila menggunakan kekuatan penuh, meskipun dia kuat tapi untuk membuka gerbang dunia bukanlah hal yang mudah untuk di lakukan.


"hm"


jawab Aqila di iringi anggukan kepala, itu membuat Lin shan sedikit merasa lega.


pemimpin kelompok pria bertopeng tersenyum manis saat melihat pusaran pintu masuk gerbang dunia yang selama ini dia tunggu akhirnya terbuka.


tidak ingin kehilangan kesempatan dia mulai memberi kode seluruh bawahannya untuk menyerang Aqila dan Lin Shan.


Aqila yang dalam kondisi lemah terpaksa harus bertarung kembali untuk melindungi pintu masuk gerbang dunia tersebut.


Lin Shan juga tidak tinggal diam dia membalas serangan mereka sambil melindungi aqila.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya 🙏


semoga kalian masih suka dengan ceritanya see you next time di episode berikutnya 👋😊

__ADS_1


__ADS_2