
keributan akhirnya terjadi antar mereka di sebabkan adanya perbedaan pendapat, berita itu sampai ke telinga duan ming dan orang-orang penting istana lainnya.
begitu mendapat laporan dari salah satu bawahan, bahwa ada seekor naga hitam berukuran besar sedang melayang di atas bangunan istana Duan ming langsung bergegas menuju tempat naga hitam berada.
"salam yang mulia"
ucap mereka serempak yang sejak awal sudah berada di lokasi ketika duan Ming tiba di hadapan mereka semua.
"bangkitlah"
pria itu menjawab dingin salam tersebut sambil menatap tajam ke atas sanah.
"apa dia nona Aqila"
ucap Mentri yu secara tiba-tiba, kini suasana mendadak hening mereka kembali mengalihkan pandangan ke atas sanah untuk memastikan perkataan Mentri yu barusan.
"benar, tapi bagaimana mungkin gadis itu bisa menaklukkan naga hitam yang terlihat berbahaya ini"
jawab menteri mu membenarkan ucapan pria di sebelahnya setelah ia tersadar dari keterkejutannya.
"saya tidak tau"
"apa dia ingin membuat perhitungan dengan kita"
Kasim yang sempat memberi usulan juga mulai menebak maksud kedatangan Aqila saat ini.
"sepertinya Iya"
"Maka ini buka hal baik, karena yang saya dengar gadis itu tidak akan pernah main-main dalam memberi perhitungan pada orang yang telah berani mengusik ketenangan hidupnya"
Mentri mu kembali mengeluarkan isi pikirannya dengan perasaan tidak karuan.
"saya sudah memperingatkan tapi kalian tidak mau mendengar"
sela Mentri ming yang sejak awal tidak setuju dengan pemikiran mereka tentang Aqila dalang di balik pembakaran gudang persenjataan dan harta kerajaan.
"lalu sekarang kita harus apa"
ucap Mentri yu lagi, kini semua orang terlihat sangat panik tidak terkecuali duan Ming, sedangkan Aqila masih duduk tenang di atas sanah.
"saya tidak tau jangan bertanya pada saya"
menteri mu menjawab ketus sebab dirinya sudah ketakutan setengah mati kini dia sadar bahwa mencari masalah dengan Aqila tidak akan pernah berakhir baik.
"kau"
Mentri yu mulai terbakar emosi saat mendengar jawaban tersebut
"hentikan"
bentak duan Ming yang kini terbakar emosi karena di situasi genting mereka malah bertengkar bukannya mencari jalan keluar.
mendengar suara keras itu keduanya langsung diam sambil menatap tajam satu sama lain.
mereka mengumpat dalam hati menganggap duan Ming tidak becus dalam melindungi mereka semua meski dia seorang raja.
"apa maksud semua ini nona Aqila"
duan Ming berteriak marah sambil menatap tajam ke arah Aqila, terlihat kebencian yang sangat besar dari sorot matanya terhadap gadis itu.
"membuat perhitungan"
dengan tenang Aqila menjawab tidak ada keraguan sama sekali di dalam perkataannya.
"kurang ajar, anda sedang di wilayah orang lain jadi bersikaplah seperti tamu yang baik, jangan berbuat seenaknya"
duan ming pikir dengan mengatakan hal tersebut Aqila akan mundur tapi sayangnya itu tidak akan pernah terjadi.
__ADS_1
"benarkah, lalu apa maksud kalian mengirim pembunuh bayaran"
Aqila bertanya dengan sinis, bukan salahnya jika dia ingin memberi mereka balasan sebab beberapa dari mereka yang lebih dulu menyulut api dalam dirinya.
"jangan menuduh sembarangan nona Aqila musuh anda bukan hanya kami, siapa tau saja itu perbuatan orang lain"
Mentri mu mencoba membantah tuduhan tersebut padahal kenyataannya memanglah demikian.
"kau pikir aku bodoh"
perkataan Aqila saat ini tepat sasaran mereka tidak bisa lagi membantah kenyataan yang ada.
"sial bagaimana cara mengusir gadis ini jika tidak mereka semua pasti akan menyalakan ku"
guma duan ming yang saat ini sedang di Landa kebingungan juga perasaan takut yang berlebihan.
"kau takut"
gadis itu tersenyum mengejek dari atas sanah dia mengunakan kekuatan sihirnya agar mereka yang di bawah bisa mendengar ucapannya dengan jelas tanpa harus dia berteriak.
"cih tentu saja tidak, anda meremehkan saya nona aqila"
sargah duan ming, pria itu mencoba bersikap berani di hadapan semua orang yang sedang menatap penuh harapan padanya.
"oh kalau begitu bersiaplah"
"apa yang ingin anda lakukan hah"
duan ming kembali berteriak marah sambil menarik pedang yang sedang di genggamnya.
"membakar kalian hidup-hidup, sayang sekali jika sudah di tuduh tapi tidak melakukannya, bagaimana bukankah ini ide yang bagus"
Aqila mengatakannya dengan dingin dan tanpa beban sama sekali membuat semua orang semakin gemetar ketakutan.
"kau"
Amarah duan Ming kali ini semakin memuncak wajah pria itu juga sudah menghitam akibat menahan emosi.
Aqila malah menanyakan pertanyaan yang sudah dia tau jawabannya seperti apa.
"dasar gadis iblis"
beberapa dari mereka mulai mengumpat sambil terus menatap tajam ke arah Aqila.
"akan aku kabulkan"
tampa merasa bersalah gadis itu malah membenarkan ucapan mereka barusan
"sialan kau bedah mati aja kau yak"
duan Ming melemparkan pedang yang di genggamnya dengan kekuatan penuh, tapi sayang pedang itu tidak berhasil menyentuh sedikit pun pakaian Aqila, sebab hei long sudah membakar pedang Tersebut lebih dulu.
"itu belum saatnya"
Aqila mulai mengeluarkan sihir api dan melemparkannya ke bawah
duarr
aaaa
terjadi ledakan besar di sisi bangunan istana, semua orang menjerit ketakutan saat menyaksikannya.
beberapa dari mereka tewas akibat terkena reruntuhan bangunan.
"hentikan apa yang kau lakukan pada mereka"
teriak duan Ming frustasi sambil menarik pedang salah satu prajurit yang ada di belakangnya.
__ADS_1
"kau kasihan seharusnya sebelum mengusik ketenangan hidup orang lain, pikirkan dulu apa konsekuensi yang akan kalian tanggung nantinya"
ucap Aqila, memberi nasehat pada mereka semua.
"saya menyesal telah berurusan dengan gadis gila seperti mu"
tanpa sadar duan ming mengatakan hal tersebut karena Merasa frustasi dalam menghadapi kegilaan Aqila saat ini.
"sayangnya kau terlambat"
duarr
aaaa
begitu selesai berucap ledakan kembali terjadi kali ini korban bertambah banyak, mereka yang tewas adalah orang-orang yang berdiri di pihak pria itu.
"cepat hentikan dia kenapa kalian diam saja"
duan Ming berteriak marah sambil menatap tajam beberapa prajurit di belakangnya yang hanya diam mematung.
"bagaimana kami melakukannya yang mulia nona Aqila berada di atas sanah kami tidak bisa melayang di udara"
seolah otak tak lagi berfungsi mereka menjawab dengan asal perkataan barusan.
"gunakan panah kalian bodoh"
"baik yang mulia"
syuttt
mereka mulai memanah dengan cepat berharap bisa mengenai gadis itu.
"ahhhhh mati kau gadis iblis"
ucap duan Ming sambil tersenyum mengejek, tapi sayangnya tidak ada satu panah pun yang berhasil melukai tubuh Aqila.
setelah berhasil menghindar Aqila mulai memberi serangan balasan yang membuat keadaan semakin kacau balau.
srakk
ahh
bruk
"Hanya segini kemampuan mu"
ucap Aqila, baru setelahnya dia melemparkan ratusan jarum perak ke arah dua Ming dan beberapa pengawalnya.
"saya tidak akan kalah dari gadis iblis seperti anda"
jawab duan ming sambil menghindari setiap serangan yang Aqila berikan.
"menarik"
melihat hanya sedikit jarum yang mengenai tubuh pria itu Aqila kembali mengeluarkan kekuatan sihirnya dan.
duarr
bruk
uhuk
duan ming terjatuh sambil memuntahkan banyak darah, keadaan pria itu sudah sangat memprihatinkan.
hey ketemu lagi sama author ada yang kangen gak nih hehehehe 😂😂
maaf yh author jarang up karena kesibukan author di dunia nyata yang tidak bisa di cancel dulu 😊
__ADS_1
semoga kalian tidak bosan menunggu up terbarunya 🤭🤭
terimakasih sudah mampir dan see you next time 👋🙏😊