SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Siapa Pelaku sebenarnya?


__ADS_3

mereka sangat syok menyaksikan kejadian tak terduga itu, apa lagi hal tersebut terjadi hanya dalam kurun waktu singkat.


berita kematian pasukan istana sampai ke telinga duan Ming, pria tersebut sangat murka, bahkan berniat turun tangan sendiri dalam menghabisi Aqila seta teman-temannya.


"kurang ajar, rupanya gadis sialan itu ingin bermain-main dengan saya"


duan ming menggeram marah menatap tajam ke depan setiap orang yang hadir dapat merasakan ke kebenciannya terhadap Aqila.


"tenanglah yang mulia, kita tidak bisa bertindak gegabah, sekarang anda tau sendiri orang seperti apa nona Aqila"


salah satu mentri yang hadir di rapat saat itu mulai mengeluarkan pendapatannya dia adalah orang kepercayaan duan ming.


"Mentri Mu benar yang mulia"


ucap Mentri lainya, suasana rapat terasa membingungkan sebab mereka sibuk mengurusi bagaimana cara menyingkirkan Aqila dari wilayah mereka.


"lalu kita harus apa, saya yakin dia tidak akan berhenti sampai di sanah"


duan ming diliputi rasa gelisah dalam hati kecilnya mulai meragukan tentang siapa pelaku pembakaran yang sebenarnya.


"apa benar nona Aqila dalang dari semua ini jangan sampai kita menyesal hanya karena salah menuduh orang"


seorang menteri lainnya mulai memberi nasehat sebab dia tidak yakin bahwa Aqila yang melakukan itu semua.


"tentu saja dia siapa lagi semenjak kedatangannya ke wilayah ini tidak ada hal baik yang terjadi"


menteri mu kembali membenarkan pemikirannya yang sedari awal mengatakan bahwa Aqila pelakunya sebab tanpa sepengetahuan orang lain dia mengirim mata-mata untuk mengawasi gadis itu.


dan secara kebetulan di malam kejadian Aqila keluar dari penginapan dengan waktu yang cukup lama, sehingga semua tuduhan jatuh kepada gadis itu.


"tapi"


mentri yang memberi nasehat berusaha untuk menyadarkan mereka bahwa ini tidak benar.


"sebaiknya anda diam Mentri Ming, jika tidak memberi masukan anda tidak perlu ikut campur"


ucap Mentri Mu lagi, sejak dulu mereka berdua selalu tidak sejalan hal ini sudah di ketahui oleh banyak orang.


mereka seperti seorang musuh padahal kenyataannya Mentri ming tidak pernah berpikir demikian.


"terserah kalian saja aku hanya mengingatkan"


"diam apa kalian sudah tidak menghargai saya di sinih"

__ADS_1


duan ming yang sejak tadi menyaksikan perdebatan ke dua orang tersebut semakin terbawa emosi.


"maaf yang mulia"


keduanya langsung meminta maaf dengan cara membungkuk untuk meredakan amarah pria itu.


"bagaimana jika kita menjebak-nya"


salah satu Kasim istana yang melayani kebutuhan duan Ming selama ini mulai berani angkat bicara.


"maksud mu"


semua perhatian kini mengarah padanya termasuk duan ming, saat ini Kasim itu berdiri di samping pria tersebut.


"kita culik salah satu orang terdekatnya kemudian minta gadis itu mengaku pada seluruh rakyat bahwa dia yang membakar gudang persenjataan dan harta kerajaan, dengan begitu seluruh warga akan mulai membencinya dan saat itu terjadi kita ambil kesempatan untuk menghabisinya lewat mereka"


papar Kasim secara jelas, beberapa dari yang hadir mulai mengangguk sambil memikirkan beberapa kemungkinan yang akan terjadi nantinya.


"kedengarannya cukup bagus tapi terlalu beresiko"


Mentri Mu secara tegas menolak usulan tersebut sebab dia tau banyak tentang orang-orang yang berada di sisi Aqila.


dia juga merasa iri karena gadis muda sepertinya sudah mampu menaklukkan banyak kerajaan dengan banyak orang hebat di sisinya.


andai hal itu terjadi pada dirinya dia tidak perlu bersusah payah mengabdi pada seorang pria muda yang di anggap tidak layak menjadi raja.


ucap seorang menteri lagi, dia adalah kerabat sang raja suami dari kakak perempuannya.


"apa ada cara lain"


duan ming mengeluh dia mulai merasa frustasi dengan situasi yang tanpa sengaja ia ciptakan sendiri.


"kita sewa organisasi pembunuh bayaran saja, selain terhindar dari kecurigaan rakyat cara itu lebih efektif dalam mengurangi resiko kematian para prajurit"


"anda benar Mentri yu, kalau begitu lakukan seperti yang di usulkannya, saya tidak perduli berapa banyak uang yang harus kita keluarkan asalkan gadis itu lenyap dari dunia ini"


duan ming langsung menyetujuinya usulan saudara iparnya tersebut sedangkan yang lain hanya mengangguk setuju, karena mereka juga tidak punya pendapat lain untuk menolak nya.


"baik yang mulia sesuai dengan keinginan anda"


mereka semua menjawab secara serempak, duan ming tersenyum puas setelah mendapat cara bagaimana menyingkirkan Aqila dari kerajaannya.


....

__ADS_1


kembali ke sisi lain, setelah menghabisi seluruh prajurit istana Aqila, Lila, Lin Shan dan Bai Lu mulai melanjutkan perjalanan mereka sedang menuju gerbang ibu kota untuk keluar dari wilayah tersebut.


Selama melewati jalanan ibu kota mereka menjadi pusat perhatian apalagi Aqila dengan kuda hitamnya yang tampak mempesona.


beberapa penduduk terus menatap kagum ke arah mereka berempat hal itu berlangsung lama hingga mereka sampai di pintu gerbang.


para penjaga langsung membukakan pintu dengan mudah begitu mereka tiba tidak seperti di awal kedatangan.


semua itu terjadi karena mereka sudah mendapat perintah dari duan Ming sebelumnya.


selama melewati pintu gerbang Aqila menatap para prajurit dengan pandangan yang tidak bisa di baca


gadis itu sedang berpikir bahwa tidak mungkin pihak istana membiarkannya pergi begitu saja tanpa adanya hukuman sama sekali.


dan benar saja saat mereka jauh dari ibu kota pembunuh bayaran yang sudah di sewa sebelumnya datang mengepung.


"berhenti"


teriak salah satu dari mereka, Aqila dan yang lain langsung menghentikan laju kudanya.


mereka saling menatap tajam satu sama lain, tanpa sengaja gadis itu melihat ada lambang tato serigala di setiap leher para pembunuh bayaran.


"kalian cari mati rupanya"


Lila mengumpat marah sambil menatap tajam ke arah mereka semua.


"pedas juga mulut mu gadis cantik, sebaiknya bersikaplah lemah lembut dan ikut bersama kami untuk bersenang-senang, kami jamin kau tidak akan menyesal nantinya"


ucap pembunuh bayaran lain sambil menatap penuh nafsu ke arah gadis itu.


"cih, aku tidak sudi ikut bersama kalian Manusia hina"


Lila meludah merasa jijik dengan semua pandangan yang mereka berikan terhadapnya.


"bedebah! dasar tidak tau di untung, masih bagus aku bersikap baik pada mu saat ini, jika tidak sejak tadi kau sudah menjadi seonggok mayat"


pria tersebut murka atas penghinaan yang Lila berikan secara terang-terangan di hadapan mereka semua.


"banyak omong, serang"


begitu mendapat komando para pembunuh bayaran mulai menyerang secara membabi buta mereka tidak memberi kesempatan ke empat-nya untuk mudur dari pertarungan.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo jarang up karena author sibuk kerja terus πŸ™

__ADS_1


terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca😊😊


see you next time di episode berikutnya πŸ‘‹πŸ˜Š


__ADS_2