
dan benar saja kini raja Bingwen menatap dirinya dengan maksud tertentu.
"aku akan membebaskan anda tabib misterius jika kau bisa menyembuhkan pangeran Jing sheng, jika tidak maka kepala kalian bertiga yang akan jadi korbannya"
dengan angkuh raja Bingwen memaksa Aqila untuk menyembuhkan putra kesayangannya.
"kau mengancam kami"
lagi-lagi Aqila memberi jawaban menohok membuat semua orang terkejut menatap tidak percaya atas keberanian gadis itu.
"apa yang coba kau sombong-kan, kau hanya seorang gadis lemah tabib misterius saja belum tentu mampu menolong mu, disini adalah kekuasaan ku"
raja Bingwen kembali mengancam sambil menyombongkan kekuasaan yang di milikinya.
dia tidak tau bahwa gadis yang sedang dia remehkan adalah tabib misterius itu sendiri bahkan tanpa pertolongan dari siapa pun Aqila mampu melindungi dirinya sendiri.
"maaf kami tidak tertarik biarkan saja dia menemui dewa kematian"
bagai di sambar petir jawaban Aqila tersebut membuat raja Bingwen murka dan hampir meledakkan kekuatan sihirnya.
"kurang ajar tutup mulut busuk mu itu hah"
seorang Mentri berteriak marah dia maju kedepan dengan wajah memerah, untuk alasannya adalah dia kakek dari pangeran Jing sheng secara tidak langsung.
"sayangnya tidak bisa"
kali ini Shen xiaojian yang menjawab, pemuda itu sudah tidak tahan ingin menghajar mereka semua.
"prajurit penggal kepala mereka bertiga"
raja Bingwen kembali mengeluarkan perintah dua puluh orang prajurit dan tiga orang panglima mengepung Aqila, Shen xiaojian dan Juga Lin Shan saat ini.
"yang mulia"
cegah seorang Mentri lain, dia adalah wakil penasehat Shun.
"apa anda membela mereka Mentri"
raja Bingwen menatap tajam penasehat Shun tangannya sudah mengeluarkan bola sihir siap untuk di arahkan pada Aqila.
"ampun yang mulia itu tidak benar, tapi untuk saat ini nyawa mereka masih berguna saya dengar kemampuan tabib misterius sangatlah hebat seperti seorang dewa keadaan pangeran juga sedang kritis raja tolong pikirkan ini dengan baik akan butuh waktu lama untuk menjemput tabib hebat lainnya, kita tidak punya banyak waktu"
__ADS_1
jelas penasehat Shun dengan tergagap takut jika salah berucap nyawanya akan melayang.
"benar yang mulia tolong selamatkan pewaris kerajaan ini "
sahut semua Mentri, mendengar permintaan tersebut raja Bingwen mencoba meredam amarahnya.
"baiklah kali ini akan aku lepaskan"
setelah membuang nafas panjang raja Bingwen memutuskan untuk menuruti saran tersebut.
"dengar bagaimana jika kita membuat kesepakatan, Anda bisa minta apa pun asalkan pangeran Jing sheng bisa sembuh dari sakitnya"
raja Bingwen mencoba membuat kesepakatan, sedangkan Aqila tersenyum puas dalam hatinya.
"apa anda yakin apa pun yang kami minta akan anda penuhi"
dengan angkuh Aqila membuka suara membuat semua orang bertanya-tanya tentang identitas asli gadis itu.
"kurang ajar apa kau berfikir aku orang yang tidak bisa memegang janji"
raja Bingwen Kembali mengeluarkan bola sihir dari telapak tangan kirinya dia juga menatap sengit Aqila saat ini.
"bagaimana jika kami meminta kerajaan ini"
"ketahuilah batasan kalian, yang mulia raja sudah berbaik hati dengan tidak memenggal kepala kalian saat ini juga"
Kasim yang berdiri di dekat raja Bingwen mengeluarkan suaranya dengan tegas, sambil melihat ke arah pria itu yang sudah berada di ambang batas kesabaran-nya.
"baiklah maka jangan harap tabib misterius akan mengobati putra anda raja Bingwen"
setelah mengatakan hal itu Aqila membalik badan begitupun dengan Lin Shan dan Shen xiaojian hendak pergi dari sanah.
"kurang aja berani sekali kau menyebut raja kami dengan namanya saja, memangnya siapa kau.
seorang jendral mengarahkan pedang dari arah belakang tanpa orang lain sadari untungnya Aqila bisa menghindar tepat waktu.
"aku adalah tabib misterius itu sendiri"
dengan santai Aqila memberitahukan identitas asli tabib misterius di hadapan mereka semua.
"hahaha kau terlalu memandang tinggi diri mu sendiri, hati-hati kau bisa saja mendapat kamarnya nona"
__ADS_1
gelak tawa langsung terdengar begitu Aqila menyelesaikan ucapnya mereka berfikir gadis itu hanya membual.
"mereka tidak percaya dengan ucapan ku kak xiaojian"
kesal itu yang Aqila rasakan dia mengaduknya pada Shen xiaojian bagai anak kecil yang teraniaya.
Lin Shan di buat syok melihat Aqila bertingkah seperti itu di situasi berantakan seperti ini.
tapi di sisi lain dia juga merasa cemburu sekaligus iri pada Shen xiaojian karena semenjak kehadiran pemuda itu Aqila seringkali menunjukkan hal tak terduga seperti kejadian tempo lalu.
"kalau begitu kau tidak perlu menyembuhkan-nya"
dengan acuh Shen xiaojian berbicara dia tidak akan membiarkan siapapun menyentuh Aqila apalagi sampai melukai-nya.
hanya ada kematian bagi mereka yang telah berani melakukannya pada gadis itu.
"jadi dia benar tabib misterius kami pikir anda adalah tabib misterius"
secara tak terduga Mentri Shun mengungkapkan pikiran-nya yang sejak tadi terus berputar di kepala.
"kalian terlalu memandang remeh orang lain"
Shen xiaojian tersenyum mengejek ke arah mereka semua membuat semua orang mendelik tajam.
"bisakah anda tidak terlalu angkuh nona"
Kasim kembali berbicara untuk mendamaikan suasana tegang yang terjadi saat ini.
"cih, baiklah aku hanya akan meminta salah satu wilayah milik kerajaan ini atas nama ku sendiri sebagai upah, setelah menjadi milik ku maka wilayah tersebut sudah tidak lagi berada dalam naungan kerajaan Emerald, jika anda tidak setuju tidak masalah tapi bisa ku pastikan putra mu tidak akan selamat"
jawab Aqila dingin, dia memiliki sebuah rencana besar dengan meminta upah berupa sebuah wilayah.
"bagaimana yang mulia"
tanya Kasim, pria itu berfikir tidak ada salahnya dengan permintaan tersebut, tidak dia tau bahwa itu hanya akan menjadi bumerang bagi mereka semua satu hari nanti.
"baik aku setuju, tapi jika kau gagal kepala kalian akan di penggal saat itu juga dan di gantung di alun-alun ibu kota, jasad kalian akan menjadi makanan para binatang buas yang ada di hutan"
raja Bingwen dengan terpaksa menyetujui permintaan tersebut tapi pria itu juga mengajukan syarat pada Aqila.
"baik, siapa takut"
__ADS_1
tidak ambil pusing Aqila menyetujui kesepakatan itu karena dia sangat yakin bahwa dirinya mampu menyembuhkan penyakit pangeran Jing sheng dengan kemampuan yang dimilikinya saat ini.
setelah membuat kesepakatan Aqila di antar ke ruangan pangeran Jing sheng berada sedangkan Lin Shan dan Shen xiaojian di tahan sebagai jaminan.