
Meilin tersenyum manis sambil merentangkan kedua tangan agar Aqila biasa masuk ke dalam pelukan nya.
Sedangkan gadis itu sendiri terus melangkah menghampiri wanita tersebut, dia benar-benar tidak sadar dan hanyut dalam rasa rindu nya terhadap sang ibu.
"Aqila sadar lah"
Lima langkah lagi Aqila sampai di tempat meilin berdiri, sebuah suara terdengar begitu keras di telinga nya meminta gadis itu untuk berhenti.
kata-kata itu terus terdengar berulang kali seperti kaset kusut membuat telinga Aqila sakit hingga dia terpaksa menghentikan langkah nya.
"ada Aqila kenapa berhenti, ayo ikut ibu sayang" bujuk meili
"sakit" pekik Aqila sambil menutup kedua telinga nya, kelopak mata gadis itu sudah berembun akibat merasakan sakit yang luar biasa.
"tidak kau bukan ibu ku katakan siapa kau sebenarnya" tekan Aqila dengan sorot mata tajam seperti elang yang siap menerkam mangsanya.
"jangan berhenti nak, kemari lah dan ikut dengan ibu, di sini kau tidak di inginkan jadi untuk apa kau tetap tinggal dengan mereka" hasut meilin.
"tidak kau bukan ibu ku" jawab Aqila tegas.
Karena setelah suara itu menghilang aqila dapat kembali berfikir jernih, setiap kalimat yang di ucapkan meilin bersifat provokatif.
Aqila sangat yakin bahwa ibu nya tidak akan pernah mengatakan hal itu, apa lagi dulu wanita itu sendiri yang memintanya untuk menjadi kuat dan tidak mudah menyerah pada keadaan.
"aku ibu mu sayang, Kenapa kau bersikap seperti itu pada ibu" ucap meilin lirih ekspresi wajah wanita itu berubah menjadi sendu.
melihat wanita itu meneteskan air mata hati Aqila di rundung rasa bersalah, tapi di sisi lain ada keraguan dalam hatinya yang mengatakan wanita yang mirip dengan ibu nya tersebut bukan lah meilin yang asli.
__ADS_1
Dugaan tersebut kembali di perkuat kala Aqila mengingat kembali obrolan pertama mereka, sejak awal wanita itu tidak pernah sekalipun menyebutkan namanya.
Dan seingat Aqila meili selalu memanggil nya dengan sebutan putri ku Aqila di setiap pertemuan mereka.
"tidak kau bukan ibu ku, katakan siapa kau sebenarnya?" tekan Aqila dengan sorot mata setajam pedang.
"aku ini ibu mu Aqila" bentak wanita itu yang kini ekspresi nya berubah marah.
"tidak kau bukan ibu ku" jawab Aqila tidak kalah keras.
Hahaha hahaha
Gelak tawa wanita itu akhirnya terdengar menggema di ruangan tersebut, seketika wujud nya berubah menjadi sosok laki-laki tampan dengan pakaian serba putih dan rambut berwarna coklat.
Tangan nya memainkan sebuah kipas dengan ukiran aneh dan beberapa kata di dalamnya.
"jadi tadi adalah ilusi?" tanya Aqila ingin tau
"benar kau baru saja melewati ujian ilusi hati" jawab pria itu.
"jika kau ingin ke pergi ke ujian selanjutnya kau bisa pergi pintu sanah, kalo ingin tinggal di sini juga tidak masalah" ucap pria itu sambil menunjuk ke sudut ruangan yang terdapat satu pintu di sanah.
Setelah mengatakan hal itu pria tersebut tiba-tiba menghilang begitu saja.
Tanpa pikir panjang lagi Aqila bergegas menuju pintu yang di maksud, dia tidak peduli kemana hilangnya pria itu.
Sebelum benar-benar masuk gadis itu memandang pintu itu sebentar, dia harus mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya.
__ADS_1
....
Krettt
Pintu di buka pelan seketika kilau cahaya yang begitu terang menembus hingga ke retina gadis itu.
Sontak aqila langsung menutup mata tidak berselang lama gadis itu kembali membuka kedua matanya.
dia di kejutkan dengan pemandangan yang ada di depan sanah.
hamparan bunga mawar merah membentang luas di setiap sisi, gadis itu berada di tengah-tengah hamparan bunga tersebut.
Di melihat ke sekeliling untuk mencari keanehan di balik keindahan itu.
"apa maksud nya ini" guma Aqila sambil mencoba mencari jawaban tentang teka+teki yang di peruntukkan untuk nya.
lama Aqila berfikir hingga tiba-tiba saja cuaca berubah drastis yang tadinya terang benderang berubah gelap.
Perlahan gumpalan awan mendung berkumpul dan menjatuhkan hujan, yang membuat Aqila terheran jika biasa hujan berupa air atau salju ini malah darah.
beberapa tetesan darah jatuh mengenai wajah Aqila, dia menyeka darah di wajahnya menggunakan tangan.
Bau anyir menyengat di hidung Aqila, gadis itu semakin di buat penasaran dengan apa yang terjadi.
Duarr
Ledakan guntur terdengar sangat nyaring di telinga gadis itu beruntung guntur tersebut jatuh sangat jauh dari lokasi Aqila berdiri.
__ADS_1
"ada yang tidak beres di sinih" guma Aqila pelan.