SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Membangkitkan Kembali Kerajaan Canghai


__ADS_3

Aqila yang sudah menyelesaikan pertarungan menatap sekeliling, gadis itu berfikir kemana menghilang-nya seluruh penghuni kerajaan Changhai beserta bangunannya.


"apa mereka terkubur di dalam tanah"


Guma gadis itu, sambil berjalan pelan mencari sebuah petunjuk


Tak


Langkah aqila terhenti kala kakinya tidak sengaja menginjak sesuatu.


"apa ini"


Aqila di buat bingung dengan benda yang ada di genggaman-nya, karena penasaran gadis itu terus meneliti benda berbentuk batu dengan ukiran aneh tersebut dengan cara membolak-baliknya.


tak kunjung menemukan jawaban gadis itu memilih menyimpan benda itu ke dalam dimensi miliknya.


"apa yang harus aku lakukan"


Aqila kembali menggunakan pikirannya untuk menemukan cara bagaimana mengembalikan mereka seperti semula.


karena tidak juga menemukan solusi gadis itu memutuskan untuk masuk ke dalam dimensi.


di sanah dia langsung pergi menuju perpustakaan untuk mencari tau apakah ada buku yang bisa mengembalikan kerjaan canghai seperti semula.


Setelah sampai di suatu ruangan yang penuh dengan berbagai macam buku yang tersusun rapi, Aqila mulai bergerak membaca buku satu persatu.


Mulai dari rak pertama Hingga ke rak kelima, total ada tujuh rak di dalam ruangan tersebut.


"tinggal dua rak lagi"


Aqila menghela nafas lelah karena sudah seharian dia membaca buku-buku itu.


Masih ingat perbedaan waktu di ruang dimensi dengan dunia yang Aqila tempati saat ini.


Yaitu satu jam di dunia nyata sama dengan satu hari di ruang dimensi.


bruk


Saat Aqila hendak berbalik pergi dia tidak sengaja menyenggol salah satu buku yang berada di rak ke enam bagian tengah.


"ketemu"


Senyum tipis tersungging di bibir gadis itu, tanpa menyia-nyiakan waktu Aqila langsung membaca buku tersebut hingga selesai.


setelah mendapat jawaban Aqila memejamkan mata dan kembali ke tempat semula.


"seharusnya disini titik tengah istana kerajaan Canghai"


gadis itu mencoba mengingat kembali posisi kerjaan canghai sebelum dirinya pergi ke dunia atas.


Setelah yakin baru dia membaca sebuah mantra dengan mengeluarkan kekuatan sihir jenis elemen tanah.


Duarrrrr


Ledakan dari dalam tanah terdengar begitu nyaring, dan juga terjadi sebuah getaran yang cukup besar hingga hampir membuat Aqila terjatuh jika dia kurang cepat membuat pertahanan.


Perlahan bangunan istana dan bangunan-bangunan lain mulai menampakkan perwujudan-nya.


Tidak hanya di situ patung-patung manusia juga kembali ke bentuk aslinya.


"aku masih hidup"


"kita kembali seperti semula"


"aku benar-benar sudah bebas"


masih banyak lagi ucapan-ucapan senang yang keluar dari mulut para penghuni istana juga para penduduk ibu kota.


setelah semuanya selesai Aqila menghilangkan dinding pelindung yang menyelimuti tubuhnya.


Jangan lupa bahwa Aqila menyukai kebersihan itulah sebabnya dia membuat Diding pelindung.

__ADS_1


"terimakasih telah menyelamatkan kami semua nona"


Ucap salah prajurit yang lebih dulu menyadari keberadaan gadis itu di tengah-tengah mereka.


"sama-sama"


senyum tipis kembali tersungging di bibir cantik gadis itu, dia cukup senang karena telah berhasil menyelamatkan nyawa banyak orang.


Ucapan terimakasih belum selesai sampai di situ para penghuni lain berhamburan keluar untuk melihat siapa yang telah menyelamatkan mereka semua.


Ketika melihat seseorang gadis cantik asing berdiri tenang dengan beberapa prajurit menunduk hormat padanya, mereka langsung berasumsi bahwa dialah yang menyelamatkan mereka semua.


"Terimakasih karena telah mengembalikan kerajaan ini seperti semula"


Ucap semua orang setelah mereka berkumpul di hadapan gadis itu.


"bangunlah"


Mereka langsung bangkit dengan ekspresi bahagia.


Beberapa jam setengah-nya semua orang kembali ke kesibukan masing-masing.


Sedangkan Aqila kini tengah berada di aula utama bersama beberapa petinggi kerajaan.


"siapa raja yang memimpin kerajaan ini sekarang"


tanya aqila to the point tanpa berbasa-basi terlebih dulu.


"sebelum itu boleh saya tau siapa nama anda nona"


salah satu jendral kerjaan canghai menatap penasaran ke arah Aqila dia ingin tau siapa nama penyelamatnya.


"Aqila"


"nona besar apakah itu anda"


Tanya seorang Mentri yang dulu bekerja di bawah pimpinan raja Duan Ming, dia masih mengingat betul siapa sosok Aqila kala itu.


"hm"


Kali ini seorang pria muda yang berbicara, dari penampilannya dia terlihat seperti seorang anggota kerajaan.


"kalian belum menjawab pertanyaan ku"


Aqila menatap mereka semua dengan tajam, ada begitu banyak perubahan yang tidak dirinya ketahui selama ini.


dia juga tidak sempat bertanya pada Lila karena lebih dulu mengurus kekacauan yang terjadi.


"ahh, maaf nona"


Mentri yang tadi bertanya pada Aqila langsung meminta maaf sambil menundukkan kepala sebentar.


"saya yang menggantikan posisi pemimpin sebelum-nya nona"


"kau"


Aqila sedikit terkejut karena tebaknya benar, dia adalah To mu pemuda yang berbicara padanya barusan.


"senang bertemu dengan mu lagi"


To mu menatap Aqila dengan senyum mengembang, senyum yang jarang sekali dia tunjukkan pada siapapun kecuali pada adik perempuannya Annchi.


Orang-orang yang ada di sana jelas terkejut sebab To Mu mengenal sosok gadis cantik yang menyelamatkan mereka.


Beberapa dari petinggi kerajaan yang hadir adalah para pejabat baru, Hanya ada dua Mentri lama yang Aqila lihat.


"hm"


"maaf"


"untuk apa"

__ADS_1


kening gadis itu mengerut kali To Mu meminta maaf padanya.


"karena tidak bisa melindungi kerajaan ini dengan baik"


To Mu menundukkan kepala merasa bersalah pada gadis itu.


"bodoh"


Maki Aqila, sebenarnya aqila tidak keberatan jika pemuda itu menjadi raja tetapi yang membuatnya kesal adalah pemuda itu belum cukup pantas jika harus memimpin sebuah kerajaan besar tanpa di bina terlebih dulu.


"nona jaga ucapan anda dia adalah raja kami"


Salah satu Mentri baru berteriak marah pada gadis itu, semua orang jelas syok mendengar-nya terutama To Mu dan dua Mentri bekas bawahan raja Duan Ming.


"tutup mulut mu"


"tapi raja dia telah menghina anda, saya tidak bisa diam saja"


"apa kau tidak tau terimakasih"


"tentu saja saya berterimakasih tetapi jika orang asing bertindak sesuka mereka bagaimana dengan harga diri kita"


"harga diri yah"


Aqila menaikan sebelah alis kala seseorang mempertahankan harga diri di hadapannya.


Jika bertanya tentang harga diri maka dialah yang tidak tau diri sudah di tolong malah meneriakinya.


dan pria itu mengatakan bahwa dia adalah orang asing, sejak kapan Aqila butuh ijin untuk berbicara di tanah kekuasaannya sendiri.


Jangan lupakan bahwa gadis itu telah menaklukkan kerajaan canghai sebelumya.


"nona tolong maafkan saya karena tidak becus mengajari bawahan saya"


To Mu kembali mengucapkan kata maaf dia menatap tajam Mentri baru tersebut tangannya sudah terkepal kuat ingin segera menghajarnya.


To Mu tau betul sepak terjang Aqila dia lebih memilih kehilangan satu orang di banding harus bermusuhan dengan gadis itu.


Gadis pembawa kehancuran bagi mereka yang berani mencari masalah padanya.


"jika kau tidak mampu kenapa kau mau menjadi raja"


Aqila yang memiliki kesadaran setipis tisu berusaha menahan gejolak amarah-nya agar tidak ada lagi keributan yang terjadi.


"mereka memaksa, saya tidak punya alasan lagi untuk menolak-nya"


To Mu dengan segala keresahan hati mencoba meyakinkan Aqila bahwa dirinya tidak bersalah dan tidak berdaya kala itu.


"raja kenapa anda meminta maaf pada gadis asing itu"


Mentri baru tersebut terus saja mendebat To mu karena dia tidak suka terhadap sosok Aqila yang menurutnya angkuh, sombong dan terlalu ikut campur urusan orang lain.


"diam kau tidak tau apapun"


To mu sudah sangat geram dengan sikap lancang Mentri tersebut dia hendak memberinya pelajaran, namun seseorang sudah bergerak lebih dulu.


Srakkkk


Semua orang membulatkan mata kala Aqila memenggal kepala pria itu tanpa di duga, Ada rasa ngilu sekaligus takut melihat jasad yang sudah tidak utuh lagi dengan banyak darah tersebut.


"aku benci manusia yang tidak tau diri"


Mereka yang menyaksikan jelas merasa merinding dengan kekejaman yang Aqila tampilkan.


sudah lama mereka tidak mendengar kabar tentang gadis itu, berfikir bahwa dia sudah mati tapi nyatanya dia kembali dengan versi lebih mengerikan dari sebelumnya.


"apa yang terjadi"


Aqila bertanya dengan wajah datar seolah dia tidak melakukan hal apapun.


Mereka yang masih sayang nyawa berusaha untuk tidak memancing emosi gadis itu, karena perubahan suasana hati Aqila tidak bisa di prediksi.

__ADS_1


__ADS_2