
pertarungan berlangsung sengit antar Aqila dan Jiang yu, sedangkan yang lain hanya diam menonton seolah otak mereka tak lagi berfungsi Karena menyaksikan kehebatan keduanya.
meski memakan banyak waktu akhirnya gadis itu berhasil melukai salah satu anggota tubuh pemuda tersebut.
Jiang yu yang mendapat luka sayatan di bahu kirinya merasakan sakit yang luar biasa seperti terbakar hidup-hidup.
"apa yang kau lakukan pada tubuh ku gadis iblis"
teriak pemuda itu dengan sangat keras sambil menatap tajam sosok Aqila.
"sedikit memberi hiasan"
Aqila menjawab santai seolah itu bukanlah hal besar yang harus di ributkan.
"Kenapa ini terasa sangat panas"
ucap Jiang yu pelan, dia mencoba menahan rasa sakit yang sedang menggerogoti tubuhnya saat ini.
"itu karena racun baru ku sudah mulai bekerja"
Aqila kembali memberikan fakta membuat Jiang yu tak terima dan semakin membenci gadis itu.
"kurang aja, berikan aku penawarnya"
begitu selesai mengatakannya Jiang yu kembali memuntahkan banyak darah, membuat pasukan lawan mengangkat senjata dan langsung mengambil inisiatif untuk melindungi sang tuan.
"tidak ada"
ucap Aqila, lagi dan lagi Jiang yu harus di hadapan dengan fakta yang tak menguntungkan dirinya
"apa maksud mu tidak ada, cepat berikan atau kau akan menyesal"
merasa frustasi dengan apa yang Aqila katakan Jiang yu berusaha kembali bangkit demi membalaskan rasa sakitnya.
"aku tidak takut"
"rasakan ini"
pemuda itu kembali mengangkat senjatanya dan langsung mengayunkan pedang ke arah Aqila dengan gerakan cepat tapi dengan mudah gadis itu dapat menghalau setiap serangan yang di tujukan padanya.
saat mendapat kesempatan ia menendang perut pemuda itu dengan sangat kuat membuat Jian yu tersungkur hingga kembali memuntahkan banyak darah pekat.
Jiang yu hendak bangkit tapi seluruh tubuhnya tidak bisa di gerakkan meski dia mencoba berulang kali hasilnya masih tetap sama.
"kenapa tubuh ku tidak bisa di gerakkan"
"oh aku lupa memberitahu mu bahwa racun itu bisa melumpuhkan anggota tubuh jika tidak sengaja terkonsumsi"
"dasar iblis, kenapa kalian diam saja bunuh gadis itu"
"Baik tuan"
pasukan lawan mulai menyerang secara bersamaan tianzhi dan pasukan istana juga tidak lagi tinggal diam mereka membabat habis musuh yang tersisa.
__ADS_1
melihat seluruh bawahannya mati Jian yu ke hilangan akal, dia tidak menyangka seluruh rencananya akan gagal total di detik terakhir.
andai Aqila tidak datang mungkin saat ini dia sudah berhasil mengambil alih kerajaan dan menjadi seorang raja.
"aku membenci mu Aqila lihat saja kau tidak akan pernah hidup tenang dimanapun kau tinggal"
secara tidak langsung pemuda itu mengutuk Aqila berhasil atau tidaknya belum bisa di pastikan untuk saat ini.
sedangkan orang yang di maksud hanya diam sambil menatap datar seonggok tubuh yang tidak lagi berguna seolah itu bukanlah hal yang besar untuk di pikirkan.
perlahan kelopak mata Jiang yu tertutup dengan tubuh terbujur kaku di tanah, semua orang menatap ngeri saat jasad pemuda itu mulai melepuh karena racun api milik Aqila sudah menyebar hingga ke jantung.
"hei lang keluarlah"
"salam nona besar Aqila"
"habisi seluruh keluarga Jiang nan yang tersisa, jangan ada satupun yang terlewat"
"baik, sesuai dengan keinginan anda nona"
hei Lang melesat secepat kilat dari hadapan semua orang, mereka yang menyaksikan di buat tercengang.
di tengah kengerian semua orang Han Zain perlahan berjalan menghampiri Aqila dengan tatapan penuh kerinduan.
wajar jika hal itu terjadi sebab mereka terpisah untuk waktu yang cukup lama, depan bulan bukanlah waktu yang sebentar bagi seorang ayah untuk melepaskan putri tersayangnya pergi jauh ke negeri orang.
"putri ku"
ucap Han Zain langsung menyapa putrinya saat dia tiba di belakang gadis itu.
Aqila berbalik untuk menjawab sang ayah, meski mereka terpisah untuk waktu yang cukup lama tapi ia masih bisa mengenali siapa pemilik suara tersebut.
"bagaimana kabar mu nak, ayah sangat merindukan mu akhirnya kau kembali juga"
tanpa aba-aba Han Zain menarik tubuh Aqila ke dalam pelukannya, ia mencium lembut pucuk kepala gadis itu dengan penuh kasih sayang, menyalurkan kerinduan yang sudah lama dia tahan.
"baik, tentu saja aku kembali ini rumah ku"
Aqila tidak menolak pelukan itu sebab dia juga sangat merindukan sosok Han Zain selama ini.
"benar ayo ayah akan membuat persiapan untuk menyambut kedatangan mu"
dengan penuh antusias Han Zain ingin membuat perayaan dalam menyambut kedatangan gadis itu.
"tidak perlu ayah, aku lelah"
Aqila buru-buru menolak pemikiran tersebut baginya itu tidak penting dia hanya butuh beristirahat untuk melepas lelahnya.
"baiklah"
meski sedikit kecewa Han Zain tetap menuruti keinginan Aqila sebab baginya kebahagiaan gadis itu adalah yang paling utama.
setelahnya mereka mulai melangkah pergi menuju istana menggunakan kendaraan masing-masing.
__ADS_1
tidak butuh waktu lama rombongan tersebut sampai di depan gerbang istana, kedatangan mereka di sambut penuh hormat dan antusias oleh para penjaga.
"salam nona besar Aqila"
begitu Aqila dan yang lain melangkah masuk para prajurit penjaga pintu gerbang membungkuk hormat sambil mengucapkan salam.
"hm, bagaimana kabar kalian"
jawab gadis itu, bukannya menjawab mereka malah saling menatap satu sama lain.
terkejut sudah pasti karena ini pertama kalinya Aqila berbicara banyak pada mereka semua.
sedangkan Han Zain, Lila, Lin Shan dan Bai lu yang sudah berubah wujud kembali hanya diam menyaksikan mereka telah terbiasa dengan kepribadian aneh gadis itu.
"kami baik nona"
setelah saling menatap satu sama lain mereka baru menjawab pertanyaan tersebut.
tanpa mendengar jawaban para prajurit Aqila masih terus melangkah begitupun yang lain, melihat hal itu mereka menghela nafas kasar berfikir Aqila sudah kembali seperti biasa.
padahal mereka baru saja merasa senang jika benar gadis itu lebih banyak bicara dari biasanya.
"selamat datang kembali nona besar Aqila"
di sepanjang koridor istana Aqila terus mendengar ucapan itu dari mereka yang berpapasan dengannya.
"terimakasih"
seperti biasa dia akan menjawab singkat, sambil terus berjalan ke depan menuju kamar miliknya, dia ingin segera mengistirahatkan tubuh yang sejak tadi terasa lelah.
saking cepatnya ia berjalan yang lain hampir tertinggal cukup jauh di belakang Han Zain yang melihat tingkah putrinya saat ini menggelengkan kepala tidak habis pikir.
"apa dia selalu seperti itu"
ucap Han Zain tanpa mengalihkan pandangannya.
"yah jika sudah sangat kelelahan"
jawab Lila santai seolah berbicara pada temannya sendiri.
"apa sesuatu terjadi hingga putri ku menjadi seperti ini"
"terlalu rumit untuk di ceritakan yang mulia raja"
kali ini Lin Shan yang menjawab setelah sejak tadi diam memperhatikan interaksi semua orang.
"baiklah aku tidak akan memaksa, kalian bisa beristirahat sekarang"
"terimakasih yang mulia raja"
setelah mengatakan hal itu Han Zain pergi meningkatkan mereka bertiga karena masih banyak urusan yang belum di selesaikan.
hehehe ketemu lagi sama author terimakasih sudah berkunjung maaf klo masih ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya.
__ADS_1
semoga kalian masih suka dengan ceritanya, see you next time di episode berikutnya 👋😊