
Wanita cantik itu masih bungkam Lin Shan melanjutkan kembali perkataannya.
"saya berjanji pada anda permaisuri bahwa putra anda akan tetap menjadi penerus Kerajaan dengan syarat dia memenuhi kualitas menjadi raja yang baik dan bertanggung jawab"
Lin Shan berlutut dengan tangan kanan ke atas pemuda itu bersumpah tas nama bumi dan langit.
permaisuri chunhua tertegun dengan apa yang Lin Shan lakukan pemuda yang sangat dia benci tanpa tau apa kesalahannya masih bisa bersikap baik bahkan Nada bicaranya sangat lembut.
pria itu juga menjamin bahwa putra Zhuang Lan tetep akan menjadi putra mahkota sekalipun dia telah kembali ke kerajaan nya.
"apa aku bisa memegang janji mu itu" tekan permaisuri chunhua, dia belum bisa percaya akan ketulusan yang Lin Shan berikan.
"anda bisa memegang janji saya permaisuri ini adalah janji seorang kesatria saya rela menyerahkan nyawa saya apa bila saya mengingkari nya" jawab Lin Shan penuh ketegasan.
"baiklah" meskipun sedikit ragu permaisuri chunhua tetep mengiyakan nya.
"tapi bolehkah saya meminta sesuatu dari anda permaisuri" tanya Lin Shan
"apa?" permaisuri menatap sinis pikiran nya kembali di penuhi hal-hal buruk
"bisakah saya memanggil anda dengan sebutan ibu, saya sangat merindukan sosok nya dan mau kah anda menganggap saya sebagai putra anda sendiri" ucap Lin Shan.
Sorot mata pemuda itu begitu teduh ada kesedihan yang nampak tak nyata di mata nya, permaisuri chunhua terkejut mendengar permintaan pemuda tersebut.
Padahal dia menduga Lin Shan akan meminta separuh kekayaan atau kekuasaan yang di miliki ayah nya tapi kenyataannya tidak demikian.
__ADS_1
Melihat permaisuri chunhua diam saja Lin Shan merasa kecewa.
"tidak masalah jika anda tidak mau saya tak memaksa" ucap Lin Shan lirih
Pemuda itu hendak bangkit dan pergi dari sanah tapi perkataan permaisuri chunhua membuat sudut bibir Lin Shan tertarik ke atas membentuk senyuman tipis.
"aku akan mencobanya" ucap permaisuri chunhua dengan nada dingin.
"terimakasih" jawab Lin Shan tanpa mempermasalahkan nada bicara permaisuri chunhua yang terkesan tidak ikhlas.
Setelahnya Lin Shan pergi dari sanah, kini pemuda itu bisa bernafas lega karena satu masalah sudah di selesaikan.
Mungkin orang akan berfikir Lin Shan itu bodoh karena telah menyia-nyiakan kesempatan emas di depan mata.
sebelum mengucapkan janji Lin Shan sudah lebih dulu menyelidiki tentang adik Keduanya itu dia adalah seorang mata-mata handal tentu saja akan mudah mendapatkan informasi yang dia inginkan.
dan dari hasil penyelidikan, Zhuang Lan adalah pemuda yang baik dan berintegritas tinggi jadi tidak ada salah nya jika pemuda itu menjadi raja selanjutnya.
Flashback off,,,
masih di hari yang sama setelah pesta penobatan Putra mahkota selesai beberapa utusan kerajaan berpamitan untuk kembali ke kerajaan masing-masing termasuk Aqila, Shen duyi dan xiaoli.
Awalnya Lin Shan hendak mengikuti Aqila pulang ke kerajaan Emerald tapi sayangnya gadis itu tidak mengijinkannya.
Aqila meminta Lin Shan untuk tetap tinggal di kerajaan bulan dan menjalankan kewajibannya sebagai pangeran sekaligus seorang jenderal utama.
__ADS_1
Gadis itu sangat yakin Lin Shan mampu melakukannya.
dengan berat hati Lin Shan terpaksa harus merelakan kepergian Aqila, gadis itu juga memberi kelonggaran jika sewaktu-waktu dia ingin menemuinya.
Mengingat identitas Lin Shan yang sekarang adalah seorang pangeran Aqila tidak ingin pria itu menjalani kehidupan seperti dulu dimana pemuda itu harus mengikuti kemanapun dia pergi.
Kereta berlambang kerajaan emerald sudah tidak lagi terlihat, tapi Lin Shan masih tetap berdiri di pintu gerbang tanpa bergerak sedikitpun.
Zhuang Lan yang kebetulan juga ikut mengantar kepergian rombongan tersebut melihat dengan jelas bagaimana pemuda itu tidak rela berpisah dengan Aqila.
"apa kau tidak ingin masuk kak, mereka sudah pergi" ucap Zhuang Lan.
Pemuda itu sudah tau alasan sebenarnya mengapa Lin Shan menolak menjadi putra mahkota.
Dia mengirim mata-mata untuk mencari informasi yang sebenarnya terjadi, dan alangkah mengejutkan nya ketika ia mengetahui Lin Shan menemui ibu nya secara langsung dan membuat janji pada nya.
Lin Shan dengan wajah datar menoleh pada Zhuang Lan.
"kau tidak tau apa yang aku rasakan, aku sudah mengikuti nona Aqila sejak lama" ucap Lin Shan dingin dengan pandangan terus terarah pada hilangnya Kereta kerajaan emerald.
"ya, aku tidak tau seberapa dalam hubungan kalian, tapi bukan kah kau masih bisa menemuinya" jawab Zhuang di sertai pertanyaan.
Lin Shan tidak lagi menjawab dia kembali diam, karena tidak ingin berselisih faham Zhuang Lan memutuskan untuk tidak lagi berbicara.
Setelah beberapa menit terjadi keheningan mereka berdua memutuskan untuk masuk ke dalam istana.
__ADS_1