
Setelah puas berkeliling dan mendapat beberapa orang yang siap bekerja di kediaman-nya, Aqila dan Lin Shan menyempatkan diri mampir ke toko mie milik tuan Dau Ming.
kedatangan mereka di sambut langsung oleh pemilik toko, keadaan di sanah cukup ramai dari sebelumnya, hal itu terjadi sesuai dengan perkiraan gadis itu.
"silahkan masuk nona Aqila dan tuan Lin Shan"
Dau ming menyambut keduanya dengan sangat ramah.
Aqila dan Lin Shan mengikuti kemana pria itu membawanya pergi.
setelah berjalan beberapa menit mereka tiba di satu ruangan khusus yang sengaja di buat oleh Dau ming untuk Aqila dan Lin Shan selama mereka berkunjung di toko tersebut.
ruangan itu tidak terlalu besar namun tertata dengan rapi dan bersih nyaman untuk di tempati.
"pelayan siapkan hidangan untuk tamu spesial kita"
Dau ming sedikit berteriak memanggil salah satu pelayanan-nya karena suasana toko semakin ramai.
"baik tuan"
sahut salah satu dari mereka, pelayan itu langsung berlari menunju dapur untuk mengambil hidangan spesial itu.
"sepertinya kami datang di waktu yang salah"
Lin Shan berbicara dengan datar sambil melihat bagaimana para pelayan sibuk melayani para pengunjung yang terus berdatangan, lewat celah penutup pintu yang hanya tertutup menggunakan selembar kain.
"tidak tuan, itu tidak benar saya senang karena kalian datang berkunjung"
Dau ming sedikit merasa bersalah saat menjawab pertanyaan pemuda itu, sedangkan Lin Shan tidak sadar bahwa pertanyaannya membuat lawan bicaranya salah faham.
"kami hanya ingin menikmati mie buatan mu"
sambung Aqila yang menyadari sikap Dau ming dan ke tidak tahuan Lin Shan.
"akan segera saya siapkan tunggu sebentar"
Dau ming sedikit tersenyum senang sebab sekelas Aqila masih mau menyukai mie buatannya.
"hm"
Aqila mengangguk sebagai jawaban dan tidak membuang waktu Dau ming melangkah keluar untuk membuat mie yang dulu pernah di pesan gadis itu sebelumnya.
dia tidak ingin membuat mitra kerjanya kecewa karena tidak mendapat sambutan baik apalagi orang itu berkontribusi besar terhadap usahanya saat ini.
tidak berselang lama dua mangkuk mie kuah panas dan beberapa hidangan lain sudah tersaji di depan mata.
"terimakasih"
setelah mengatakan hal itu aqila langsung menikmati mie kuah pedas tersebut tanpa memperdulikan hal lain lagi.
sedangkan Dau ming sedikit tidak menyangka gadis yang terlihat datar, dingin dan acuh itu juga bisa mengatakan terimakasih hanya karena hal sepele, untuk Lin Shan sendiri dia sudah terbiasa dengan sikap Aqila yang seperti itu.
setelah selesai menikmati makanan dan membayar pesanan keduanya berpamitan pergi dari sanah.
__ADS_1
Dau ming sempat menolak uang tersebut namun Aqila tetep memaksa pria itu untuk menerima-nya, menurut gadis itu bisnis adalah bisnis dimana setiap pedagang berhak mendapatkan keuntungan dari barang dagangan-nya.
hari sudah menjelang siang saat mereka keluar dari toko mie, namun suasa pasar tidak berubah sama sekali masih saja ramai seperti sebelumnya.
mereka berdua melihat ke segala arah untuk memanjakan mata hingga pandangan Keduanya terkunci pada dua pedang di depan sanah.
Aqila menghampiri toko manisan sedangkan Lin Shan pergi ke toko aksesoris wanita dia ingin memberikan Aqila hadiah untuk pertama kalinya.
Pandangan Lin Shan jatuh pada sebuah jepit rambut sederhana berbentuk burung pionik yang menurut-nya akan sangat indah bila Aqila yang mengenakannya.
disisi lain gadis itu sudah selesai membeli beberapa manisan saat dia hendak berbalik seseorang menabraknya.
bruk
Membuat semua makanan itu jatuh ke tanah yang membuat Aqila kesal adalah orang itu tidak meminta maaf sama sekali malah pergi begitu saja.
orang itu terlihat tergesa-gesa dia menggunakan hanfu hijau daun dengan berbalut jubah hitam menutup seluruh bagian belakang-nya.
namun dari bau harum yang tercium Aqila dapat memastikan bahwa dia adalah seorang gadis muda.
entah penasaran atau apa dia mengikuti gadis tersebut, Lin Shan yang melihat kepergian Aqila buru-buru mengikutinya setelah membayar jepit rambut itu.
mereka terlihat saling mengikuti satu sama lain dan sikap itu tidak jarang menarik perhatian para pengunjung yang juga melintas di jalan tersebut.
"hei hati-hatilah saat berjalan"
salah satu dari pejalan kaki meneriaki Lin Shan saat pemuda itu tidak sengaja menabraknya.
mereka berjalan hampir satu jam lebih sampai di mana gadis yang di ikuti Aqila memasuki sebuah rumah yang berada di tengah-tengah hutan bambu.
krrt
"siapa di sanah"
gadis itu menoleh ke sumber suara namun tidak melihat apapun, sedang si pelaku sedang bersembunyi di atas salah satu bambu yang cukup tinggi.
Aqila menghela nafas lega saat keberadaannya tidak di ketahui oleh gadis itu dia juga merutuki kecerobohan yang di lakukan-nya barusan.
Lin Shan yang melihat Aqila bersembunyi juga mengikuti-nya meski tidak tau untuk apa gadis itu melakukan hal tersebut.
"salam yang mulia"
gadis tadi membungkuk hormat pada seorang wanita paruh baya yang terlihat begitu berwibawa dari aura yang di pancarkan-nya setelah dia membuka penutup kepala.
"bagaimana apa kau mendapatkan sesuatu"
wanita paruh baya yang hampir menua itu berbicara dengan nada tegas.
"mohon ampun yang mulia saya tidak berhasil mendapatkan-nya karena mereka memperketat penjagaan di istana, namun saya mendapat informasi bahwa putra mahkota kerajaan bulan datang berkunjung"
gadis tadi berlutut lalu menempelkan kepala-nya ke lantai karena telah gagal menjalankan misi yang di berikan oleh wanita paruh baya itu.
"apa lagi yang ingin di lakukan oleh wanita ja**Ng dan anak-nya itu"
__ADS_1
wanita paruh baya tersebut memukul meja dengan sangat keras, wajahnya terlihat memerah karena menahan amarah.
"saya kurang tau yang mulia mungkinkah mereka ingin melakukan pernikahan politik"
gadis itu berkata dengan ragu-ragu saat pemikiran tersebut melintas di kepalanya.
"bedebah, mereka harus di beri pelajaran agar tidak bertindak melebihi batas"
mendengar hal tersebut wanita paruh baya itu semakin di buat murka, sampai tidak menyadari kedatangan seseorang.
"ada apa nenek"
seorang pemuda berusia empat belas tahun menatap bingung sekaligus penasaran ke arah mereka berdua.
"kau sudah kembali sejak kapan kau datang"
wanita paruh baya itu terkejut saat melihat cucu laki-lakinya sudah ada di ambang pintu.
"saya baru saja tiba nenek"
jawab bocah berusia empat belas tahun itu pada wanita di depan-nya.
"kemari dan duduk-lah bersama nenek"
wanita paruh baya itu meminta sang cucu tersebut untuk duduk di sampingnya, dengan ekspresi bahagia.
perubahan ekspresi yang begitu singkat membuat dirinya terlihat semakin berkarisma di usianya yang tidak lagi muda.
"hm"
bocah tersebut langsung menghampiri wanita itu dengan tersenyum manis.
"pergilah dan terus awasi setiap gerak geriknya"
wanita itu kembali memerintahkan gadis tadi untuk terus melakukan pengamatan.
"baik yang mulia"
"ada apa nenek"
bocah laki-laki itu kembali di buat penasaran dengan perubahan sikap sang nenek.
"tidak ada sayang dimana kakak mu"
"sebentar lagi dia akan datang"
mereka terus mengobrol dan semua pembicaraan itu di dengar oleh Aqila dan Lin Shan yang saat ini sedang duduk santai di atas atap kediaman tersebut.
sadar atau tidak sajak saat itu takdir akan menyatukan mereka dalam setiap hal yang terjadi nantinya.
...maaf yh teman² cuma bisa up satu bab dulu karena author lagi sibuk🙏...
...terimakasih sudah berkunjung selamat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan 🙏😊...
__ADS_1