SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Mimpi Yang sama dan Pasar Malam


__ADS_3

Dua Minggu setelah nya...


Semua tampak berjalan baik-baik saja seperti biasa, setiap hari di waktu senggang Aqila akan mengunjungi ruang dimensi untuk melatih kekuatan sihirnya dan berlatih teknik-teknik pedang.


Meskipun sekarang keadaan dunia baik-baik saja siapa yang tau kedepannya akan seperti apa, dia harus tetap mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk nya.


saat ini Aqila tengah duduk santai di taman istana bersama Shen xiaojian, meskipun pemuda itu sudah menjadi raja dia tetap menyempatkan waktu untuk mengobrol bersama adik sepupunya tersebut.


"adik apa yang kau pikirkan"


Shen xiaojian bertanya seperti itu karena melihat gelagat Aqila yang tidak terlihat tenang.


"bukan masalah serius"


Aqila yang tidak terbiasa berbagi beban memilih tidak menceritakan mimpinya semalam.


"kau yakin"


Shen xiaojian tidak percaya begitu saja dia tau bahwa adik sepupunya itu tengah berbohong.


"hm"


mendengar jawaban singkat Aqila Shen xiaojian tidak lagi bertanya dia tidak bisa memaksa gadis itu untuk menceritakan apa yang sedang di rasakan nya mengingat Aqila begitu tertutup dan tidak mudah di bujuk.


"bagaimana perkembangan kerajaan"


Aqila bertanya seperti itu untuk mengalihkan topik pembicaraan


"semuanya berjalan dengan baik, apa kau ingin berjalan-jalan bersama ku"


meski tidak tau masalah apa yang sedang di hadapi oleh Aqila pemuda itu berniat meringankan sedikit beban nya dengan mengajak Aqila berkeliling pasar.


"tentu, tapi kau harus menyamar aku tidak ingin terjadi keributan karena seorang raja berkeliaran di pasar, itu sangat menyebalkan"


Aqila harus mengantisipasi keadaan dia tidak ingin terjadi keributan.


meskipun mereka sudah tinggal lama tetap saja Shen xiaojian akan selalu merasa terkejut ketika Aqila berbicara banyak, karena biasanya gadis itu hanya akan menjawab singkat setiap pertanyaan yang di ajukan pada nya.


"malam nanti aku akan mengunjungi mu lagi"


pemuda itu terpaksa harus berpamitan karena pekerjaannya masih menanti dia sudah satu jam menemani Aqila.


Semenjak menjadi raja kesibukannya semakin bertambah.


"hm" jawab Aqila di sertai anggukkan kepala.


Selepas pergi nya pemuda itu Aqila kembali termenung dia mengingat mimpi semalam, mimpi yang dulu pernah hadir dalam tidurnya.


Mimpi itu memperlihatkan keadaan dunia yang kacau, Aqila tidak tau apa maksud semua ini, apakah bencana sebentar lagi akan tiba?.


Jika itu orang lain mungkin mereka menganggap mimpi tersebut sebagai mimpi buruk saja, yaitu bunga tidur ketika tubuh dan pikiran kita bekerja terlalu keras.


Tapi sayangnya berbeda dengan dirinya dimana setiap kali dia miliki perasaan aneh dan bermimpi buruk itu akan selalu menjadi kenyataan.


Dan yang membuat Aqila bingung sekaligus penasaran adalah kenapa dia selalu memimpikan hal yang sama ketika pertama kali dia memasuki dunia ini hingga sekarang.

__ADS_1


Aqila sudah tinggal di tempat ini hampir tiga tahun dan mimpi nya masih tetap sama.


....


Malam hari,,,


Sesuai yang di janjikan Shen xiaojian mendatangi Aqila sebelum makan malam tiba.


Pemuda itu berniat datang sendiri ke tempat Aqila dia sudah rapih dengan penyamarannya, tapi saya dua pengganggu terus membuntutinya kemanapun dia pergi.


Mereka adalah Shen duyi dan xiaoli keduanya meminta ikut karena merasa bosan di istana apalagi ini adalah kesempatan langka mereka bisa pergi bersama.


Karena biasanya baik Aqila maupun Shen xiaojian sibuk dengan urusannya masing-masing.


Tok tok tok


Shen xiaojian mengetuk pintu kamar Aqila yang terlihat sepi dan tenang.


"adik apa kau di dalam"


Kini xiaoli yang berbicara dia sudah tidak sabar ingin cepat-cepat sampai ke pasar, ada banyak hal yang ingin dia lakukan.


Krrttt


Pintu kamar terbuka dan tampaklah seorang gadis cantik berpakaian seperti lelaki dengan ekspresi datar menatap ke arah mereka bertiga.


"kau siap"


Shen Xiaojian bertanya demikian karena siapa tau Aqila melupakan sesuatu yang ingin dia bawa nanti.


"hm"


Akhirnya mereka berempat mulai meninggalkan istana.


....


Setelah lima belas menit menempuh perjalanan mereka berempat akhirnya sampai di pasar ibu kota.


Karak pasar dan istana tidak terlalu jauh hingga mereka tidak perlu menghabiskan banyak waktu.


"wah keren"


Xiaoli terpekik senang saat melihat keindahan pasar meskipun Langit gelap tapi sinar bulan dan cahaya dari lampion-lampion yang tergantung di Setiap bangunan menciptakan keindahan tersendiri.


sebelum memasuki kedalaman pasar mereka menitipkan tunggangan mereka ke tempat penitipan kendaraan terlebih dulu.


Suasana pasar tampak ramai baik anak muda wanita dewasa pria tua bahkan anak kecil terlihat berlalu lalang di sanah.


Aqila tersenyum tipis dia jadi merindukan pasar-pasar yang ada di dunia bawah termasuk ayah nya juga.


tidak banyak perbedaan antara pasar dunia bawah dan dunia atas hanya saja di sini jauh lebih ramai dan lebih lengkap.


"tanghulu, aku ingin memakan nya"


Xiaoli merengek pada ketiganya untuk di belikan tanghulu, permen manis yang selalu di makan oleh anak kecil.

__ADS_1


Terlihat sungguh kekanak-kanakan di usianya yang sudah menginjak 18 tahun.


Shen xiaojian dan Shen duyi menggelengkan kepala tidak habis pikir sedangkan Aqila masih bersikap tenang seperti biasanya.


"adik apa kau menginginkan nya juga"


Shen xiaojian bertanya pada Aqila karena melihat gadis itu hanya diam saja.


"tidak, aku tidak terlalu suka makan manis" tolak Aqila.


"ayolah aku sudah tidak sabar mencicipinya" paksa xiaoli sambil menarik tangan Aqila


Terpaksa mereka bertiga mengikuti kemauan gadis itu.


"tolong berikan aku tiga tusuk bibi"


pinta xiaoli setelah mereka sampai dan dengan cepat tanghulu itu berpindah tangan.


selesai membayar mereka berempat kembali berjalan-jalan melihat kesana-kemari siapa tau ada yang menarik perhatian.


"silahkan dilihat-lihat nona tuan ini barang baru saja di ambil dari pengrajin"


seorang wanita berusia lima puluh tahun menawarkan dagangannya pada mereka ketika ke empatnya hampir mendekati dagangan wanita tersebut.


Aqila menghentikan langkah di ikuti yang lain ada satu benda yang berhasil menarik perhatian nya.


Benda tersebut berbentuk gelang giok berwarna Hijau berhiaskan batu permata yang tampak sangat berkilau.


Sederhana tapi cantik dan elegan jika di kenakan oleh orang yang tepat.


"aku ingin tiga buah apa bibi memilikinya" tanya aqila sedangkan yang lain hanya diam memperhatikan.


"sepertinya ada nona tapi hanya bentuk nya yang sama sedangkan warna nya berbeda, apa anda ingin melihatnya"


wanita itu tampak senang karena ada yang mau membeli barang dagangannya, kios nya tidak seramai yang lain karena barang yang di jualnya seperti barang antik terlihat tidak menarik.


Aqila mengangguk kan kepala sebagai jawaban, wanita itu kembali tersenyum dan langsung mengeluarkan dua buah kota.


Tampak gelang dengan ukiran yang sama tetapi berbeda warna, jika yang di pegang Aqila berwarna hijau maka gelang yang Baru saja di keluarkan berwarna merah muda dan ungu.


Sudut bibir Aqila tertarik sedikit dan hal itu di sadari oleh Shen xiaojian.


Dia sangat senang karena secara tidak langsung Aqila mulai menunjukkan ekspresi yang berbeda dari biasanya.


"kami ingin ketiga nya bibi" ucap Aqila


wanita itu terlihat sangat senang dia berniat membungkus ke tiga gelang giok tersebut setelah Shen xiaojian membayarnya, tapi Aqila hanya meminta satu buah saja yang di bungkus.


Masih di tempat yang sama aqila memutar tubuh menghadap xiaoli kemudian meraih tangan gadis itu dia memasangkan gelang giok berwarna hijau.


senyum merekah terbit di bibir xiaoli dia tidak menyangka bahwa Aqila begitu perhatian padanya.


"terimakasih aku sangat menyukainya" ucap xiaoli tulus


"sama-sama" jawab Aqila

__ADS_1


Shen xiaojian dan Shen duyi yang sejak tadi memperhatikan Aqila mengulas senyum bahagia.


adik sepupunya itu tidak banyak bicara tapi dua cukup perhatian setiap tindakan yang di lakukannya selalu membuat orang lain betah berada di dekatnya.


__ADS_2