SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Ajakan Pertemanan


__ADS_3

melihat kondisi Aqila sudah membaik sang tabib sedikit tersenyum puas dia kemudian meminta izin untuk kembali.


"karena nona Aqila sudah baik baik saja saya izin mengundurkan diri, masih ada banyak pasien yang harus saya tangani"


"baiklah kau boleh pergi"


ucap Liu yaoshan kemudian melirik ke arah orang kepercayaannya untuk mengantar tabib itu kembali ke tempatnya.


"terimakasih yang mulia, salam untuk kalian semua"


begitu mendapat izin tabib langsung memberi salam perpisahan sebelum melangkah keluar dari ruangan tersebut.


"salam juga untuk mu tabib"


beberapa orang menjawab salam tersebut, kemudian setelahnya tabib itu berjalan keluar meninggalkan aula dan situasi kembali tenang.


"sepertinya saya tidak bisa lagi tinggal lebih lama di sini yang mulia"


ucap aqila memecah keheningan setelah tadi dia sempat berpikir untuk tidak menunda lagi perjalanannya.


"secepat itu, anda baru saja melewati bahaya nona Aqila tolong tinggal-lah sampai esok hari"


Liu yaoshan menatap tidak percaya ke arah Aqila dia juga merasa penasaran dengan alasan Aqila pergi ke wilayah Utara.


"yang di katakan ayah handa benar nona tolong tinggal sedikit lebih lama lagi"


minghao mencoba membujuk gadis itu sebenarnya ia sendiri masih ingin Aqila tinggal lebih lama di istana.


"baiklah"


jawab Aqila menyetujui saran tersebut membuat minghao tersenyum senang.


"kalau begitu anda bisa kembali beristirahat di istana putri, minghao antar nona Aqila"


Liu yaoshan kembali memberi perintah pada putra keduanya untuk mengantar aqila ke istana putri.


"baik ayah handa"


tanpa membantah lagi minghao langsung menyetujui perintah tersebut.


"boleh saya ikut bergabung"


seorang gadis cantik berjalan ke arah mereka dengan anggun.


"tentu saja adik kau juga tinggal di sanah bukan"


minghao yang tau siapa gadis itu langsung menyetujuinya dia adalah Liu Wei adik perempuannya sendiri.


Liu Wei mengangguk membenarkan ucapan minghao barusan dia juga tersenyum manis ke arah semuanya.


Aqila menatap gadis itu cukup lama setelahnya langsung melangkah keluar, sedangkan Liu Wei tidak sadar bahwa sejak tadi Aqila memperhatikannya.


entah apa maksud Aqila menatap Liu Wei seperti itu tidak ada yang sadar saat Aqila melakukannya.


melihat Aqila sudah berjalan lebih dulu yang lain mulai mengikutinya dari belakang.


"nona apa anda mau berteman dengan saya"

__ADS_1


Liu Wei mengatakannya di tengah perjalanan saat mereka sedang melalui di koridor istana, Aqila langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ke arah gadis itu.


"kenapa anda ingin menjadi teman saya, apa anda tau orang seperti apa saya ini"


Aqila mengatakannya dengan dingin ekspresinya tidak berubah sama sekali masih tetap datar.


"saya tau"


Jawab Liu Wei penuh keyakinan, Aqila melihat ada kejujuran di dalamnya.


"lalu"


meski tau bahwa gadis itu memiliki hati yang baik Aqila masih ingin tau apa maksudnya dia mengatakan hal itu.


Aqila hanya ingin bersikap waspada dia pernah di khianati sebelumnya dan Aqila tidak mau hal itu terulang kembali.


"saya tidak perduli dengan apa yang mereka katakan tentang anda, yang saya tau anda adalah gadis yang baik dan anda juga sudah menyelamatkan nyawa ayah handa saya"


Liu Wei mengatakan semua pikirannya tentang aqila di hadapan gadis itu sendiri.


"jika anda berteman dengan saya karena ingin membalas budi maka lupakan saya tidak membutuhkannya"


Aqila merasa tidak puas dengan jawaban yang Liu Wei berikan hingga dia menolak ajakan pertemanan tersebut.


"itu tidak benar nona Aqila, saya ingin berteman dengan anda karena saya menyukai setiap hal dalam diri anda"


Liu Wei buru buru menjelaskan maksud sebenarnya dia ingin berteman dengan Aqila agar gadis itu tidak salah faham.


"anda tidak menyukai sesama jenis-kan"


Lila mengatakannya dengan spontan membuat Lin shan dan minghao geleng kepala.


Liu Wei tertawa mendengar ucapan spontan gadis itu apalagi ekspresi yang di tampilkan oleh lila terlihat sangat lucu di matanya.


"syukurlah jika iya saya tidak akan membiarkan anda dekat dengan nona saya"


Lila menghela nafas panjang merasa lega bahwa tebakannya itu salah.


"anda"


Liu Wei terkejut tidak menyangka bahwa Lila adalah seorang pelayan awalnya dia sempat berpikir bahwa Lila adalah salah satu anak bangsawan yang berteman dengan Aqila, karena penampilan gadis itu tidak mencerminkan bahwa ia adalah seorang pelayan.


"benar saya pelayan pribadi nona Aqila"


Lila tidak menutupi indentitasnya sama sekali dia terlihat begitu polos saat mengatakannya.


"dia sahabat ku"


Aqila langsung memotong pembicaraan tersebut dia tidak suka jika nanti ada yang memandang rendah Lila, karena gadis itu lebih dari sekedar pelayan baginya.


"wah hebat"


Liu Wei merasa kagum melihat ketegasan aqila saat mengatakan Lila adalah temanya, tidak ada seorangpun nona di seluruh penjuru dunia yang memperlakukan pelayan pribadinya sebaik Aqila.


"maksudnya"


Lila kebingungan dengan respon yang Liu Wei berikan

__ADS_1


"nona Aqila begitu beruntung memiliki orang orang seperti kalian sedangkan saya tidak punya teman sama sekali"


Liu Wei mengatakannya dengan sendu karena selama ini dia memang tidak memiliki teman karena dia adalah tipe orang yang pemilih dalam menjalin pertemanan.


"anda salah tuan putri, saya malah yang merasa beruntung memiliki nona Aqila sebagai tuan saya karena beliau memperlakukan saya sangat baik"


Lila menjelaskannya dengan perasaan senang atas keberuntungannya mendapatkan seorang tuan sebaik Aqila.


"benarkah saya merasa penasaran dan apa nona Aqila selalu berwajah seperti itu"


Liu Wei yang selalu penasaran tentang Aqila langsung mengatakannya di hadapan semua orang.


Liu Wei adalah tipe gadis yang ceria tapi juga bisa menjadi sangat dingin tergantung situasi perasaannya.


"ya, bahkan nona Aqila sangat irit bicara nona hanya akan bicara panjang jika itu di rasa perlu"


Lila malah menimpali pertanyaan tersebut dengan spontan membuat Lin shan membuang nafas kasar sedangkan Aqila tidak perduli sama sekali.


"apa nona Aqila pernah tersenyum"


Liu Wei yang merasa Lila adalah gadis yang asik langsung menanyakan apa saja yang selalu ingin dia tau.


"yah tapi hanya sedikit itu pun satu kali"


jawab Lila, mereka berdua asik sendiri seolah tidak ada orang lain lagi di sanah.


"wah ternyata ada yang lebih dingin dari kakak sulung"


Liu Wei geleng kepala mendengar itu semua dia juga membandingkan sikap Aqila dengan kakak pertamanya.


"benarkah"


Lila jadi penasaran dengan orang yang di maksud Liu Wei karena dia tidak pernah mendengar rumor tentang anak sulung raja Liu yaoshan selama ini.


"tentu saja"


"apa kalian akan terus berbicara"


minghao merasa malu dan jengah dengan sikap adik perempuannya memotong pembicaraan tersebut karena takut Aqila merasa tersinggung.


"kau mengganggu kesenangan ku saja kak"


Liu Wei menjawab sambil mendengus kesal karena kesenangannya di ganggu gadis itu entah sadar atau tidak saat mengatakannya.


"apa kau tidak malu membicarakan orang lain di hadapan orangnya langsung"


minghao mencibir tindakan sang adik yang terkesan terlalu berani dalam memancing emosi aqila, pemuda itu tidak tau saja bahwa ada yang lebih berani dari Liu Wei ia adalah Lila.


"hehehe maafkan kelancangan saya nona Aqila"


Liu Wei merasa kikuk saat menatap ke arah Aqila dia merasa sedikit bersalah karena membicarakan tentang gadis itu.


"hm"


Aqila menjawab acuh dia tidak peduli sama sekali dengan apa yang tadi mereka bicarakan tentangnya.


hey ketemu lagi sama author maaf yh author up-nya lama soalnya author lagi sibuk sama kerjaan author di dunia nyata mohon di maklumi😬

__ADS_1


terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 🙏🥰🥰😊


__ADS_2