
dua bulan setelahnya Aqila berhasil mendirikan seribu pasukan secara sembunyi-sembunyi di wilayah yang pernah raja Bingwen berikan pada-nya.
wilayah tersebut adalah sebuah desa terpencil tidak jauh dari perbatasan kerajaan, dulu desa itu terbengkalai karena di tinggal oleh penghuninya.
alasan mereka meninggalkan tempat itu karena di sanah sering terjadi kekeringan dalam jangka panjang hingga sulit untuk bertahan hidup.
tapi itu tidak berlaku untuk saat ini karena Aqila berhasil menyulap tanah tandus menjadi tanah yang subur menggunakan kekuatan sihir dan air suci tentunya.
mereka yang menjadi bawahan Aqila adalah orang yang bersedia bergabung tanpa adanya paksaan, sebab selama menjadi tuan mereka Aqila menjamin kesejahteraan setiap orang tanpa memandang kasta dan kekayaan.
setiap hari Aqila menempa seribu prajurit dengan latihan yang cukup keras hingga mereka menjadi pasukan yang tidak mudah terkalahkan.
sedangkan raja Bingwen sendiri setiap harinya selalu berusaha menarik perhatian Aqila dengan mengirimkan berbagai hadiah mahal ke kediamannya.
meski begitu tak satupun dari hadiah tersebut yang berhasil menarik perhatian Aqila gadis itu malah mengembalikan setiap barang yang di antar ke rumahnya hari itu juga.
berkali-kali mendapat penolakan membuat obsesi raja Bingwen semakin menjadi, pria yang sudah tidak lagi muda itu benar mendambakan Aqila sebagai miliknya.
tapi itu tidak mudah selain harus meluluhkan hati Aqila yang sekeras batu dia juga harus berhadapan dengan orang-orang yang menyayangi gadis itu.
"mohon ampun yang mulia nona Aqila kembali menolak hadiah yang anda kirimkan pagi ini"
ucap salah satu bawahan pria itu yang di tugaskan untuk menghantar hadiah.
pagi ini raja Bingwen mengirimkan mutiara murni dari laut samudera, itu adalah barang bagus yang harganya tidaklah main-main.
tapi apakah Aqila perduli tentu saja tidak bagi dia itu tidak ada apa-apanya, sebab gadis itu sudah banyak memiliki barang langka di ruang dimensi.
"sulit sekali mendapatkan gadis itu"
__ADS_1
keluh raja Bingwen dia mengepalkan tangan dengan sangat kuat menahan amarah atas penghinaan yang Aqila lakukan selama dua bulan ini.
di ruangan yang lain ratu jinjin kembali merusak barang-barang di dalam kamar, wanita itu sangat murka karena semenjak dua bulan terakhir raja Bingwen tidak lagi memperhatikannya apa lagi sekedar berkunjung ke kamar-nya.
"awas saja kau ja**ng aku akan memberi mu pelajaran yang tidak pernah bisa kau lupakan ja**Ng sialan ahhh"
ratu jinjin terus berteriak mengeluarkan kata-kata kasarnya, para pelayan yang ada di ruangan tersebut hanya bisa menundukkan kepala.
mereka tidak berani mengeluarkan sepatah katapun takut menjadi sasaran kemarahan wanita itu.
berbanding terbalik dengan keadaan di istana di desa Wuhan Aqila, Shen xiaojian, Lin Shan, xiaoli, Shen duyi dan Shen huan tengah mengatur strategi untuk menyerang istana dan mengambil alih kerajaan tanpa melibatkan banyak korban yang tidak bersalah.
Shen huan, xiaoli, Shen duyi dan keluarga yang lain sudah di beri tahu sejak satu bulan terakhir, awalnya mereka terkejut dengan rencana Aqila tidak menyangka bahwa gadis itu bisa berpikir demikian.
mengingat hubungan mereka yang masih terkesan baru, namun dalam hati semua orang merasa senang sebab gadis dingin yang tidak pernah menunjukkan perhatian ternyata memiliki hati yang begitu penyayang.
hanya saja cara yang di tunjukkan Aqila berbeda dari yang lain.
terang Aqila, gadis itu sudah menyusun siasat dengan sangat matang dia ingin menyerang dari segala arah tanpa memberi celah lawan-nya untuk melarikan diri.
"bagaimana dengan mu"
tanya Shen huan, pria paruh baya itu ingin tau siapa yang akan memimpin penyerangan di garda terdepan.
"aku yang akan memimpin"
jawab Aqila, gadis itu terlihat sangat tegas dan berwibawa saat mengatakan hal tersebut seolah dia sudah mengalami banyak peperangan meski memang begitu kenyataannya.
beberapa dari mereka belum mengetahui tentang aqila sepenuhnya mereka hanya tau Aqila adalah putri meilin dan seorang pria dari dunia bawah.
__ADS_1
"tidak itu sangat berbahaya Aqila paman tidak ingin kau kenapa-napa"
tolak Shen huan mentah-mentah pria itu terlihat sangat khawatir dengan keinginan Aqila barusan.
pria yang pernah menduduki tahta kerajaan Emerald itu banyak mengetahui tentang raja yang sekarang bagaimana kekuatan-nya dan siapa pendukung misterius yang selalu membantu pria itu selama ini.
"paman meragukan kemampuan ku"
tanya aqila, meski hanya menampilkan ekspresi datar tapi sorot mata gadis itu menunjukkan ucapannya bukanlah omong kosong belaka.
"bukan seperti itu paman hanya tidak ingin kau terluka bagaimana paman menghadapi ibu mu nanti jika kau terluka"
Shen huan menjelaskan alasan kenapa dia tidak ingin Aqila terlibat, pria paruh baya itu sangat khawatir dia mengira Aqila hanyalah master tabib dan orang yang ahli dalam mengatur strategi, sebab selama ini tidak banyak orang yang tau tentang kemampuan sebenarnya yang Aqila miliki.
karena selama melatih pasukan Aqila tidak pernah ikut terlibat pertarungan gadis itu hanya mengawasi dan memberi arahan.
Shen huan juga belum mengetahui tentang perkelahian Aqila dan putri xiaoli sebelumnya. itu sebabnya pria itu bisa berfikir demikian.
"yang di katakan ayah benar adik"
"nona mereka benar"
semua orang sepakat untuk tidak mengijinkan Aqila terlibat dalam penyerangan kali ini mereka berfikir masih mampu menghadapinya.
"aku tidak akan merubah keputusan ku"
setelah mengatakan hal tersebut Aqila bangkit dan pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban mereka.
semua orang hanya bisa menghela nafas kasar sebab gadis itu terlalu keras kepala untuk di bujuk dengan cara apapun.
__ADS_1
melihat tidak ada lagi yang perlu di bicarakan mereka membubarkan diri ke tempat masing-masing karena hari sebentar lagi akan menjelang malam.
mereka harus membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menikmati makanan malam bersama.