
setelah urusan di istana selesai Aqila dan Lila pergi menuju pasar ibu kota tempat gedung Baihe berada.
beberapa waktu setelahnya mereka berdua sampai di tempat itu, di sanah juga sudah ada Lin shan karena sebelumnya Aqila sempat memberitahukan kabar pembukaan Gedung Baihe akan di lakukan hari ini pada pemuda tersebut.
"selamat datang nona Aqila"
ucap Lin Shan dengan formal sambil mempersilahkan mereka berdua untuk masuk
"ada apa dengan mu lin Shan"
ejek Lila sambil menaikan sebelah alis ketika melihat pemuda itu bersikap sedikit berbeda dari biasanya.
"tidak ada, saya baik baik saja hanya sedikit merasa canggung beberapa hari ini kita jarang berkumpul bukan"
jawab Lin Shan jujur karena itu yang dia rasakan saat ini, meski mengatakan hal tersebut matanya tidak luput menatap Aqila yang menurutnya semakin cantik.
"kau benar"
ucap Lila dengan sedikit membuang nafas kasar, dalam hati kecilnya dia rindu setiap momen kebersamaan mereka bertiga.
"apa semuanya sudah siap"
tanya Aqila setelah tadi hanya memilih diam mendengar percakapan mereka berdua.
"sudah nona semuanya sudah siap"
Lin Shan juga melaporkan secara rinci setiap perkembangan lima ratus lima pasukan khusus milik Aqila yang berada dalam pengawasannya beberapa hari ini.
"hm"
begitu semua persiapan sudah beres aqila naik ke lantai atas untuk mengganti pakaian dia masih belum mau membeberkan identitas aslinya ke hadapan publik.
Lila yang melihat kepergian aqila langsung mengikuti gadis itu.
setelah keduanya berganti pakaian seperti seorang pria, mereka kembali ketempat Lin Shan berada.
"keluarlah"
begitu Aqila selesai berucap tiga puluh gadis cantik keluar entah dari mana dan itu berhasil mengagetkan Lila dan Lin Shan karena mereka berdua belum tau bahwa aqila memiliki Ruang dimensi.
"salam hormat kami nona aqila"
ucap para gadis serempak sambil menundukkan kepala begitu mereka melihat sosok Aqila ada di hadapan mereka semua.
"hm, apa kalian sudah siap"
"sudah nona, kami siap menjalankan tugas dari anda"
setelah mendengar Jawaban penuh keyakinan dari para gadis, Aqila melangkah keluar di ikuti yang lain untuk menyalakan petasan dan memotong pita sebagai tanda bahwa gedung Baihe resmi di buka.
Trak Trak trak
duar
__ADS_1
suara petasan begitu nyaring setiap orang yang lewat ikut menyaksikan pembukaan Gedung tersebut.
aula gedung Baihe kini menjadi ramai oleh orang orang yang merasa penasaran dengan perubahan tempat tersebut.
setelah selesai melakukan upacara pembukaan Aqila kembali masuk ke dalam dia naik kelantai atas untuk beristirahat.
di sisi lain di kediaman Han, pria paruh baya itu sedang mengharap cemas kedatangan putrinya karena sejak pagi sampai sore hari aqila tidak kunjung kembali.
dia terus mondar mandi di depan pintu gerbang sambil sesekali melihat ke arah jalan.
selir huranran dan ke dua putrinya yang ingin kembali ke paviliun mengurungkan niat begitu mereka melihat tuan Han sibuk mondar mandir di depan pintu gerbang kediaman.
"kau sedang apa suami ku"
selir huranran yang pertama kali bertanya begitu mereka bertiga tiba di hadapan pria paruh baya tersebut.
"aku sedang menunggu Aqila"
jawab tuan Han sambil menatap ke arah mereka bertiga
"memangnya adik kedua tidak berada di paviliun"
Lin Lin bertanya dengan lembut dia juga menampilkan wajah khawatir, meski dalam hati merasa senang dengan ketidak hadiran gadis itu, Lin Lin menganggap Aqila adalah benalu dalam hidupnya.
"tadi pagi dia berangkat ke istana"
tuan Han mengatakan yang sebenarnya kemana Aqila pergi
weilin menatap heran ke arah tuan Han setelah mendengar ucapan ayahnya barusan.
"yang mulia raja memintanya untuk datang ke istana"
"apa ada sesuatu yang tidak kami ketahui ayah"
Lin Lin merasa penasaran kenapa yang mulia raja Jiang nan memanggil Aqila ke istana, ada apa ini sebenarnya pikir gadis itu
"ayah sendiri tidak tau tujuan yang mulia raja meminta adik pertama mu datang ke istana"
tuan Han memilih berbohong entah kenapa dia merasa tidak bisa mempercayakan masalah ini pada ketiganya.
"kalo begitu Ayah istirahat saja, aku akan meminta pengurus kediaman untuk menunggu kepulangan adik"
meskipun merasa penasaran Lin Lin tidak bisa mendesak tuan Han untuk mengatakan yang sebenarnya, dia tau pria paruh baya itu sedang berbohong.
"tidak biar ayah saja yang menunggunya"
tolak tuan Han dia ingin memastikan sendiri keadaan Aqila
"tapi nanti ayah sakit udara malam tidak baik untuk kesehatan ayah"
Lin Lin mengucapkan beberapa kata perhatian untuk menarik hati tuan Han agar semakin menyayanginya.
"tenang saja itu tidak akan terjadi kalian bertiga masuklah dan cepat istirahat hari sudah semakin malam"
__ADS_1
tuan Han menolaknya dia masih kukuh untuk menunggu Aqila pulang.
"bagaimana kami bisa meninggalkan mu sendirian di sinih"
ucap selir huranran dengan begitu perhatian meskipun kenyataannya dia berharap aqila tidak pernah kembali lagi, benar benar pemain sandiwara yang handal dan patut di acungi jempol.
"tidak apa cepat masuklah"
tuan Han tersenyum tipis menyuruh mereka bertiga untuk kembali
"kalo begitu kami pergi ayah, aku akan mengirim pelayan untuk membawakan baju hangat"
meski sedikit kesal Lin Lin masih menampakan senyum manisnya.
"terimakasih sayang, kau memang putri ayah yang paling perhatian"
merasa puas dengan pujian tersebut Lin Lin tersenyum manis, setelah itu mereka bertiga pergi dari sanah.
setelah kepergian ketiganya tuan Han kembali menunggu kedatangan Aqila, sampai dia melihat dua sosok gadis mendekat ke arahnya.
"akhirnya kau pulang juga Aqila, apa sesuatu terjadi kenapa kau kembali selarut ini"
ucap tuan Han secara beruntun sambil terus meneliti penampilan aqila, apakah gadis itu baik baik saja atau tidak.
"tidak ada"
jawab aqila dengan tenang dia menatap tuan Han begitu dalam seolah ada sesuatu yang ingin gadis itu tanyakan.
"syukurlah jika kau baik baik saja ayah sangat cemas menanti kepulangan mu"
"lain kali jangan lakukan lagi, aku akan selalu pulang dengan selamat"
Aqila menenangkan tuan Han dan berjanji bahwa dia akan selalu menjaga dirinya dengan baik.
"tapi aqila"
tuan Han sedikit ragu dengan ucapan aqila karena dia tau betul putrinya tidaklah sekuat itu.
dia tidak tau saja bawah pemikirannya itu salah aqila bahkan lebih kuat dari para kesatria kerajaan hanya saja dia menutupinya dengan baik.
"ayah"
keluh aqila, dia mengatakannya dengan wajah datar membuat orang ingin tertawa.
"baiklah"
tuan Han hanya bisa mengalah menuruti keinginan gadis itu, walaupun hatinya masih saja ragu tentang apa yang sudah Aqila janjikan.
setelah obrolan itu selesai mereka semua masuk ke dalam dan langsung pergi ke paviliunnya masing masing untuk beristirahat karena hari semakin larut malam.
hey ketemu lagi sama author Maaf author telat up karena author sibuk banget harus lembur kerja.
terimakasih sudah mampir selamat membaca 🙏😊
__ADS_1