SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
akhir pertandingan


__ADS_3

Aksi Aqila barusan menuai banyak tanggapan ada yang terkagum-kagum ada pula yang mencibir, meski mendengar beberapa umpat tentang dirinya gadis itu masih bersikap acuh tak acuh.


kini tersisa tiga peserta dari tiga kerajaan besar, istirahat kembali di berikan agar mereka bisa memulihkan tenaga sebelum melanjutkan lagi pertandingan.


lima menit telah berlalu akhirnya acara kembali di lanjutkan.


Saat ini pangeran ke dua dari kerajaan bulan yaitu Zhuang Lan dan pangeran pertama dari kerajaan xingxing xiao Yun saling berhadapan di arena pertandingan.


bagi mereka yang menang akan melawan Aqila sebagai babak akhir dari pertandingan kali ini.


"bersiaplah saya tidak akan sungkan" ucap pangeran xiao Yun.


(sedikit penjelasan: xiao Yun adalah pangeran pertama dari pernikahan raja dan ratu kerajaan xingxing dia memiliki dua elemen sihir yaitu angin dan air, pria tampan yang di agung-agung kan oleh banyak gadis, memiliki warna rambut putih keperakan dan bola mata berwarna biru gelap, dia juga memiliki sifat tempramental menganggap tidak ada yang bisa mengalahkan dirinya).


"saya juga" jawab Zhuang yang dengan senyum devil nya.


(sedikit penjelasan: Zhuang yang pangeran ke-dua dari kerajaan bulan putra permaisuri dan raja, memiliki elemen petir dan cahaya, pria tampan dengan rambut hitam legam dengan bola mata berwarna silver, memiliki sifat dingin dan tajam saat berbicara)


Perlahan bola sihir Keluar dari tangan pangeran xiao Yun kemudian dia arahkan pada pangeran Zhuang Lan.


Tidak tinggal diam pangeran Zhuang Lan langsung membentuk pertahanan diri.


Syrrrrt


Duarr


Duarr


Duarr


Duarr


Mereka saling adu kekuatan untuk waktu yang cukup lama, para guru akademik menilai mereka mereka memiliki kekuatan dan kecepatan yang seimbang.


"menurut mu siapa yang akan menang" tanya guru besar chaoxiang pada guru besar baihu


"kita liat saja nanti" jawab guru besar baihu.


Pertandingan terus berlanjut mereka berdua sama-sama terluka, teriakan para penonton menggema di sanah.


Hanya Aqila, Shen duyi dan xiaoli yang tampak tenang di tempat.


"kak menurut mu siapa di antara mereka yang paling hebat" tanya Shen duyi ingin tau pendapat xiaoli karena hanya gadis itu yang bisa di ajak bicara, menurut dia percuma saja berbicara dengan Aqila tidak akan ada respon sama sekali.


"entah lah mereka sama-sama kuat" jawab xiaoli sambil terus menganalisa pertarungan tersebut.


"kau benar" ucap Shen duyi lagi.

__ADS_1


Setelah nya mereka kembali diam dan fokus pada pertarungan dua orang di depan.


bugg


Brak


Xiao Yun terpental cukup jauh, mulutnya mengeluarkan darah akibat pukulan yang di berikan Zhuang yan.


xiao Yun mengepal kan tangan tidak terima jika harus kalah dari rivalnya apa lagi dia selaku tuan rumah akan sangat memalukan bila hal itu terjadi.


pemuda itu mati-matian bangkit kembali kemudian mengerahkan seluruh kekuatannya menjadi bola sihir yang begitu besar dan langsung di arahkan pada Zhuang Lan.


Sedangkan Zhuang Lan sendiri mengumandangkan sebuah mantra hingga terbentuk tuju lapis dinding pelindung yang menyelimuti seluruh tubuh nya


Duarrrr


Krak


Dinding pelindung tersebut retak dan hampir pecah, tapi dengan cepat Zhuang Lan langsung mengerahkan sisa tenaganya untuk memperkuat dinding pelindung itu.


Duar


Brak


Ketika tangan satu di gunakan untuk membentengi diri tangan lain bekerja untuk memberikan pukulan mematikan pada lawan dan pada akhirnya xiao Yun kalah dari Zhuang Lan.


"PEMENANG NYA ADALAH PANGERAN ZHUANG LAN" ucap Bai Lin di sertai bunyi lonceng besar.


para pelayan tabib langsung membawa tubuh lemah xiao Yun untuk segera di lakukan perawatan.


"KITA JEDA SEPULUH MENIT UNTUK BERISTIRAHAT" ucap Bai Lin lagi.


....


Sepuluh menit telah berlalu aula pertandingan kembali ramai, mereka ingin menyaksikan pertarungan berikutnya antara Aqila dan pangeran Zhuang Lan.


Sedangkan Aqila masih seperti sebelumnya dia tidak beranjak sedikit pun ketika waktu istirahat di berikan.


tampak dari luar gadis itu seperti tertidur tetapi yang sebenarnya terjadi Aqila tengah berlatih di ruang dimensi milik nya.


Xiaoli dan Shen duyi juga ikut menemani mereka tidak enak hati meninggalkan gadis itu sendiri jadi selama istirahat berlangsung ketiganya hanya duduk santai di tribun tanpa melakukan apa-apa.


Bai Lin dan para dewan juri juga sudah berada di posisi masing-masing.


Acara akhirnya di mulai dengan sedikit pidato dari ketujuh guru baru setelah itu kedua peserta di persilahkan untuk maju ke aula pertandingan.


Zhuang Lan maju terlebih dulu dan langsung memberi salam pada para guru akademik sebagai bentuk penghormatan.

__ADS_1


"NONA AQILA ANDA SUDAH BISA MASUK KE AREA PERTANDINGAN " ucap Bai Lin sedikit keras


rasa penasaran para penonton akhirnya terjawab tentang nama gadis itu.


Mereka dengan setia menunggu respon Aqila tapi sepertinya itu akan mengecewakan karena gadis tidak juga membuka mata.


"adik bangun lah pertandingan sudah di mulai" ucap xiaoli mencoba membangunkan Aqila karena sekarang menjadi pusat perhatian banyak orang.


"aku tidak minat untuk bertanding" jawab Aqila menggunakan tenaga dalam hingga terdengar Oleh semua orang tanpa membuka mata nya.


"jika anda tidak berniat melawan pangeran kerajan bulan untuk apa anda ikut pertandingan" ucap salah seorang murid akademik yang tidak terima idolanya di permalukan.


"sejak awal aku tidak tertarik dengan pertandingan ini, tanyakan saja pada guru Mu mengapa membuat keputusan tanpa meminta persetujuan terlebih dulu" jawab Aqila dingin dan menusuk jangan lupakan tatapan matanya yang tajam.


Semua orang merasakan kembali tekanan dari aura intimidasi yang Aqila keluarkan banyak dari mereka menelan ludah dengan susah payah.


"apa anda sengaja ingin mempermalukan saya nona Aqila" ucap Zhuang Lan yang akhirnya membuka mulut.


"apa aku perlu mengulang ucapan ku barusan pangeran" tekan Aqila.


mendengar suara dingin Aqila bukan nya takut justru pemuda itu semakin tertantang, dia ingin tau seberapa hebat wanita yang menjadi lawan tandingnya itu.


"menarik" guma Zhuang Lan dalam hati.


Sedangkan semua orang menunggu tanggap selanjutnya dari pemuda tersebut.


"tidak perlu, aku juga tidak ingin melawan seorang wanita" ucap Zhuang Lan sedikit keras juga sedikit terselip nada ejekan di dalam nya.


"dia meremehkan ku" ucap Aqila dalam hati.


Para penonton di buat kecewa dengan keputusan ini mereka sudah berharap besar dapat menyaksikan pertarungan hebat Keduanya tapi sayang itu tidak terjadi.


"nona Aqila ini tidak baik jika anda tidak bertanding maka sama hal nya anda mempermalukan dan menghina pangeran kami" ucap panglima kerajaan bulan sekaligus tangan kanan pria itu.


"benar nona! jangan sampai ada peperangan besar lagi hanya karena anda menghina pangeran kami" ucap panglima itu lagi.


"diam apa aku memberi mu hak untuk berbicara" tekan Zhuang Lan marah karena merasa bawahan nya sudah lancang.


"ampun pangeran saya pantas di hukum tapi saya tidak menyesal karena disini saya membela kehormatan kerajaan" pria itu langsung berlutut dengan satu kaki dan menyatukan tangan dari tribun.


Tak


Aqila turun dari tribun setelah mendengar ucapan pria itu, harus dia akui bahwa panglima tersebut memiliki kesetiaan dan keberanian yang begitu tinggi hingga dia tidak takut mati demi membela kehormatan kerajaan nya.


"aku akan bertarung dengan mu" ucap Aqila


Aksinya tersebut mengejutkan semua orang mereka tidak habis pikir bagaimana Aqila langsung setuju hanya karena seorang bawahan berbicara untuk tuan nya sedangkan ucapan tujuan nya tersebut tidak di gubris sama sekali.

__ADS_1


"aku tidak ingin bertarung hanya karena rasa kasihan" ucap Zhuang Lan sambil menggerakkan Gigi.


__ADS_2