
tanpa menunggu lama Aqila menghampiri wanita itu.
"aku merindukan mu"
ucap Aqila lembut, gadis itu terlihat manja pada sang ibu, bagaimana reaksi yang lain jika sampai mereka tau perubahan sikap Aqila saat ini
"ibu selalu bersama mu axela"
Jawabnya dengan penuh kasih sayang sambil membelai lembut kepala gadis itu, meilin tidak pernah berubah dia akan selalu memanggil putri sulungnya dengan nama aslinya agar Aqila tidak kehilangan jati diri yang sebenarnya.
hidup dengan identitas orang lain bukanlah hal yang mudah meskipun itu milik orang terdekat kita sendiri.
"ibu aku sudah mendapatkan bunga anggrek hitam seribu kelopak"
Aqila mendongakkan kepala menatap wajah cantik ibunya yang tidak pernah berubah sedikitpun meski sudah termakan usia.
"itu adalah kabar baik, sayang kau tidak boleh terlalu lama menundanya"
ucap meilin sambil menatap serius ke arah putrinya itu.
"caranya"
seolah otak cerdas miliknya tidak berfungsi Aqila bertanya dengan polos pada sang ibu
"masuklah ke dalam dimensi karena hanya itu tempat teraman untuk membuka segel dantian mu"
meilin memberi nasehat setelah memikirkan situasi kedepannya akan seperti apa, dia sudah memperkirakan apa yang akan terjadi saat Aqila melepaskan segelnya di tempat yang tidak tepat.
akan ada banyak bahaya yang mengincar nyawa gadis itu mereka tidak akan membiarkan Aqila membuka segel jika tau kekuatan seperti apa yang gadis itu miliki.
"bagaimana melakukannya"
Aqila bertanya dengan rasa penasaran tinggi karena ini adalah hal pertama yang akan dia rasakan selama menjalani kehidupan keduanya.
tanpa sengaja Aqila melihat raut cemas dari wajah sang ibu.
"kau bisa melakukan meditasi, di balik air terjun ada sebuah goa dengan mata air surgawi yang bersumber langsung dari dunia para dewa, putri ku kau bisa mengekstrak bunga anggrek hitam seribu kelopak dengan air suci secara bersamaan setelahnya bermeditasi-lah di bawah mata air tersebut"
sebelum menjawab meilin menarik nafas dalam terlebih dulu sebelum akhirnya dia menjelaskan apa yang harus Aqila lakukan selanjutnya.
"baik Bu"
jawab Aqila patuh, gadis tersebut masih memeluk erat tubuh meilin karena merasa nyaman.
"sekarang ibu harus pergi selamat tinggal sayang ibu menyayangi mu"
sebelum benar-benar menghilang meilin mencium pucuk kepala Aqila sebagai ungkapan kasih sayangnya yang selama hidup tidak bisa dia berikan pada sang putri.
"aku juga menyayangi ibu"
guma Aqila pelan, dia mulai menatap kosong bayangan sang ibu yang perlahan menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
semua yang di jelaskan meilin juga masih terekam jelas dalam ingatan gadis itu.
dirasa sudah mendapat petunjuk tentang bagaimana membuka segel dantiannya.
Aqila terdiam untuk beberapa saat setelahnya dia mulai menutup mata untuk kembali ke dunia yang dia tempati saat ini.
langit sepertinya masih nampak gelap ketika Aqila terbangun dari mimpi, dia sudah tidak bisa lagi memejamkan mata alhasil Aqila terjaga sampai pagi tiba.
saat matahari mulai menampakkan cahayanya Lila dan Lin Shan serta Bai Lu perlahan membuka mata saat persatu.
hal pertama yang mereka lihat adalah pemandangan goa yang sedikit terang karena sesosok gadis cantik sedang menyalakan api yang sempat padam.
"nona apa anda tidak tidur"
Lin Shan bertanya dengan nada parau sambil menyesuaikan pandangannya yang masih sedikit kabur.
"hm"
jawab Aqila dengan deheman kecil, gadis itu terlihat santai menikmati kegiatannya.
Bai Lu dan Lila diam-diam memperhatikan perubahan sikap Lin Shan pada Aqila yang terlihat lebih memberi perhatian.
"Bai Lu"
Aqila mengalihkan pandangannya ke arah gadis cantik Jelmaan Ular itu.
"ada apa"
"sepertinya dia mencari mati"
ucap Lila yang mencibir sikap berani Bai Lu barusan di dalam hati.
tanpa di duga Aqila Hanya bersikap biasa saja, Lila sampai terkejut saking tidak percaya dengan pemandangan yang dia saksikan saat ini.
"apa kau ingin ikut dengan kami atau tetep berada di sinih"
tanya Aqila dengan perkataan yang terbilang banyak setelah lama terdiam, Lin Shan dan Lila tanpa sadar menatap cengo ke arah gadis itu saking terkejutnya.
"tidak ada alasan lagi bagi ku untuk tinggal di tempat ini"
Bai Lu memutar bola mata malas saat menjawabnya, dia adalah orang kedua setelah Lin zhang yang berani bersikap demikian terhadap aqila
Aqila terdiam kembali dan tidak ada tanda ingin membuka percakapan lagi.
"kalau begitu kau ikut dengan kami saja"
Lila bertanya pada bai Lu tapi pandangannya menatap ke arah Aqila meminta persetujuan.
Bai Lu mengangguk setuju sedangkan Aqila terlihat tidak menolak juga tidak mengiyakan dan pada akhirnya Lila menyimpulkan sendiri maksud diamnya Aqila sebagai tanda persetujuan dari gadis itu.
dan waktu terus berlalu setelah pembicaraan tersebut selesai, kini mereka berempat sedang mempersiapkan diri untuk kembali pulang ke kerajaan Cang'an.
__ADS_1
begitu siap mereka berempat mulai meninggalkan goa dengan Lin shan yang memimpin jalan di depan.
....
di kerajaan bingjie beberapa orang sibuk mencari keberadaan Aqila mereka sampai menyusuri setiap tempat untuk menemukan gadis itu atas perintah tuan mereka.
orang itu adalah Jun gong fai sepertinya dia tidak juga paham dengan peringatan yang Aqila berikan tempo lalu, buktinya pria paruh baya itu tidak ada habisnya menyuruh orang untuk menangkap Aqila dan lain.
mereka sampai menahan keluarga Lin untuk memancing gadis itu keluar dari tempat persembunyiannya.
sayang sekali orang yang mereka cari sedang berada jauh dari kerajaan bingjie.
"sudah kalian temukan"
ucap Jun gong fai pada sosok pria yang ada di hadapannya yang dia tugaskan untuk mencari keberadaan Aqila .
"belum yang mulia keberadaannya sangat sulit untuk di temukan seolah gadis tersebut hilang di telan bumi"
orang itu menjawab dengan tubuh gemetaran dia benar benar ketakutan
"saya tidak perduli yang jelas kalian harus membawanya kemari entah dalam keadaan hidup atau mati"
dengan egois Jun Gong fai menjatuhkan titahnya yang terdengar tak masuk akal, dia tidak tau saja bahwa selama ini belum ada yang mampu membawa gadis itu secara paksa.
"baik tuan"
tidak ingin terkena imbas orang tersebut hanya bisa menuruti setiap keinginan pria paruh baya itu.
"pergilah"
setelahnya pria berpakaian hitam langsung bergegas pergi dari sanah sebelum menjadi sasaran kemarahan Jun gong fai.
sepeninggalan prajurit, Jun gong fai mengepalkan tangannya dengan kuat menahan amarah yang sudah menumpuk dan siap meledak kapan saja.
....
kembali ke rombongan aqila dan yang lain, kini mereka sedang melewati perbatasan hutan menuju ibu kota.
sesuai janji Aqila akan lebih dulu mengunjungi Lin Bao karena entah kenapa gadis itu merasakan sesuatu terjadi pada bocah laki-laki menggemaskan itu.
"heima apa bisa melaju lebih cepat"
Aqila mengajak bicara kuda hitam kesayangannya kerena perasaan cemas terhadap Lin Bao semakin tak karuan.
"baik nona pegangan yang erat"
heima merespon ucapan Aqila setelahnya hewan itu melesat secepat kilat meninggalkan yang lain di belakang.
hey ketemu lagi sama author maaf yh akhir-akhir ini author jarang up karena waktu author terbagi² mohon di maklumi 🙏😊
sehat selalu untuk kalian yang pantengin terus karya author 🤲
__ADS_1
selamat membaca dan see you next time 🥰🥰