
Aqila juga meminta tuan Han untuk tidak usah hadir pada hari itu karena dia akan sedikit memberi mereka pelajaran.
pagi harinya setelah bersiap Aqila dan Lila langsung berpamitan pada tuan Han untuk pergi ke istana.
gadis itu tidak membawa lin Shan bersamanya karena beberapa hari ini dia menugaskan Lin Shan untuk melatih ke lima ratus lima pasukan miliknya.
"nona kenapa kita ke istana"
tanya Lila di tengah perjalanan dia tidak tau apa pun karena Aqila tidak menceritakan pembicaraannya dengan tuan Han padanya.
"kau akan tau nanti"
ucap aqila begitu misterius, sedangkan Lila hanya membuang nafas kasar begitu mendengar jawaban tersebut.
Aqila terus memacu kuda hitamnya dengan sangat cepat begitu juga Lila, mereka harus segera tiba di istana karena Aqila punya urusan penting lainnya yang tidak boleh terlalu lama di tunda.
setelah dua puluh menit menempuh perjalanan mereka berdua akhirnya sampai di depan gerbang istana.
"tunggu sebentar nona tunjukkan token identitas anda terlebih dulu, dan apa anda sudah membuat janji temu dengan yang mulia raja, jika tidak kami tidak bisa membiarkan Anda masuk ke dalam"
cegah salah satu prajurit yang menjaga pintu gerbang tersebut
"kami tidak membuat janji tapi yang mulia raja sendiri yang meminta kami datang"
ucap Lila dengan ketus dia tidak suka dengan cara penyambutan ini bukankah pihak istana yang mengundang tuannya lalu kenapa setelah mereka datang malah di perlakukan demikian.
"apakah anda nona Han Aqila"
"hm"
"maaf karena kami tidak mengenali anda, silahkan masuk nona aqila yang mulia raja sudah menunggu anda di aula"
ucap prajurit lainnya dengan begitu sopan berbeda dengan prajurit tadi.
"terimakasih"
setelah mengucapkan terimakasih Aqila dan Lila langsung masuk ke dalam.
sebelum pergi ke aula dua gadis itu lebih dulu menitipkan kuda mereka pada penjaga kuda dan tidak lupa memberikannya dua koin emas sebagai tip.
setelah selesai keduanya langsung pergi menuju aula, di sanah semua orang sudah berkumpul termasuk putri Jiang mei.
raja Jiang nan sengaja mengadakan sidang tertutup yang hanya di hadiri oleh orang orang penting mengingat kasus ini berhubungan dengan reputasinya.
mereka berdua melangkah masuk ke dalam aula setelah penjaga memberitahukan kedatangannya.
aula menjadi hening banyak pasangan mata menatap ke arah aqila dengan pandangan yang berbeda beda.
meski di tatap demikian Aqila tidak menghiraukannya dia masih berjalan ke depan dengan begitu anggun.
tidak ada ekspresi apa pun yang Aqila tampilkan gadis itu masih saja berwajah datar.
tapi harus di akui bahwa sikap ini lah yang berhasil menarik perhatian putra mahkota Jiang mo dan pangeran ke empat Jiang yu.
__ADS_1
sejak pertama kali Aqila melangkahkan kakinya ke dalam mereka berdua terus menatap ke arah gadis itu.
"salam yang mulia raja"
Aqila dan Lila memberi salam seperti biasa yaitu Hanya menundukkan kepala sebentar lalu menegakkannya kembali meskipun sang raja belum memberikan perintah.
pemandangan itu bukan hal baru lagi bagi semua orang yang hadir karena ini bukan kali pertama Aqila melakukannya.
"salam kalian saya terima, silahkan duduk nona Aqila"
ucap raja jiang nan meminta Aqila duduk di tempat yang sudah di sediakan.
begitu mendengar, Aqila langsung mendudukkan dirinya di tempat tersebut di ikuti oleh Lila yang kini berdiri di sampingnya.
"berhubung nona aqila sudah tiba maka sidang kali ini resmi di buka"
ucap salah satu Kasim yang sejak tadi berdiri di samping raja Jiang nan.
kini suasana menjadi hening, Kasim kembali mengatakan sesuatu di hadapan mereka semua.
"nona aqila anda tertuduh menjadi dalang sebenarnya dari kasus yang di alami oleh tuan putri Jiang mei, pelapor menduga ini di sebabkan rasa benci anda karena sebelumnya kalian terlibat pertikaian"
kasim itu menjelaskan isi gulungan yang ada di tangannya sambil berseru keras.
"apa ada bukti"
tanya aqila dengan santai ia masih terlihat tenang di tempat duduknya.
semua orang kembali berbisik bisik mereka juga ingin tau bukti apa itu, kenapa nona ketiga dari kediaman Han yang menjadi tersangka.
kini aula kembali hening mereka ingin tau tanggapan seperti apa yang aqila berikan.
"kau yakin itu milik ku"
tanya aqila dengan dingin dia tau betul bahwa ia tidak meninggalkan jejak sedikit pun malam itu kecuali mereka berniat menjebaknya.
"tentu, bisa jadi anda kemari malam diam diam menyelinap ke istana dan menaruh obat perangsang di minuman putri ku Jiang mei karena saat itu terjadi dia mendengar suara seseorang masuk ke dalam kamarnya, begitu dia bangun untuk memastikan orang tersebut sudah pergi dan saat dia meminum minumannya sesuatu terjadi dan dia kehilangan kesadaran"
jelas selir huyoulin dengan panjang lebar membuat suasana kembali bising.
"saya sangat yakin anda pelakunya bukankah anda membenci putri ku karena tempo hari dia berniat menyakiti anda di hadapan kami semua. kenapa anda begitu keji nona aqila, putri ku Jiang mei tidak berniat melakukan itu semua dia hanya marah sesaat saat mendengar ucapan anda"
selir huyoulin kembali menjelaskannya dengan ekspresi sendu dan tubuh bergetar dia juga menangis sesegukan seolah olah Aqila telah menganiayanya.
aktingnya benar benar sempurna semua orang bisa saja tertipu melihat penampilan tidak berdayanya itu tapi Aqila tidak.
Aqila tau dengan jelas selir huyoulin sengaja melakukan itu semua untuk menarik simpati semua orang, agar mereka membenci Aqila dan menganggap gadis itu kejam dan tidak berperasaan.
Aqila memang kejam dan tak berbelas kasih tapi itu hanya berlaku bagi mereka yang berani mengusik ketenangan hidupnya.
"apa anda berpikir bahwa yang membenci putri mu hanya saya, tidakkah anda tau dengan sikap putri anda sendiri ada banyak orang yang telah di lukai hati dan fisiknya oleh Jiang mei, berapa banyak tunangan gadis dari para bangsawan yang pernah menghabiskan malam bersamanya, apa anda sendiri tidak tau perilaku putri anda selama ini, bagaimana anda mendidiknya, apa anda terkejut, tapi saya tau segalanya"
Aqila membeberkan segala yang dia tau dengan sangat gamblang membuat semua orang di buat terkejut sekaligus tidak percaya.
__ADS_1
bagaimana cara aqila mengetahui itu semua karena setiap malam sebelum tidur Aqila menyelinap keluar dari kediaman untuk mengamati keadaan di sekitar.
jika semua orang tau kebiasaan Aqila yang seperti itu mungkin mereka yang membenci gadis tersebut akan bersikap waspada.
"kau jangan menuduh ku sembarangan"
teriak Jiang mei tidak terima meskipun dalam hati dia mengakui kebenaran tersebut.
raja jiang nan yang sejak tadi diam memperhatikan mulai menampakkan emosinya dia bertanya pada Jiang mei dengan begitu dingin.
"apa semua yang di katakan nona Aqila benar putri Jiang mei"
"tidak ayah handa itu semua tidak benar, nona Aqila sedang memfitnah ku"
"benar yang mulia gadis ini pasti sedang memfitnah putri ku Jiang mei tidak mungkin melakukan hal serendah itu"
ibu dan anak terus membantah, mereka mencoba meyakinkan semua orang bahwa yang di katakan Aqila tidaklah benar dan omong kosong belaka.
kini semua orang yang ada di sanah di buat bingung Meraka harus berdiri di kubu mana siapa yang benar dan siapa yang salah itu yang terus semua orang pikirkan
tanpa menunggu reaksi selanjutnya dari mereka semua Aqila mengeluarkan semua barang bukti yang dia punya.
barang bukti itu berupa surat surat yang selama ini di simpan baik oleh Jiang mei Aqila mendapatkannya ketika dia pergi ke kamar gadis itu saat hendak memasukan obat perangsang.
matanya tidak sengaja menatap sebuah kotak kayu berukuran sedang di bawah tempat tidur tanpa menunggu persetujuan aqila langsung membawanya pergi dari sanah.
begitu dia membaca isi setiap surat Aqila merasa cukup terkejut mengingat perilaku Jiang mei yang selama ini terlihat polos.
semua yang hadir kembali di buat syok semua orang tidak menyangka bahwa Jiang mei bisa melakukan itu semua.
banyak hinaan dan cacian yang jiang Mei dengar dari mulut beberapa orang yang hadir di sanah meskipun mereka tidak mengatakannya secara langsung tapi dari sorot mata mereka saat menatapnya Jiang mei tau betul ada makna tersirat di dalamnya.
raja jiang nan kembali di buat murka kini semua ototnya menegang diam diam pria itu mengepalkan tangannya dengan sangat kuat
aura membunuh semakin terasa di aula tersebut semua orang kembali diam mereka tidak berani menyinggung sang raja yang di ketahui berhati dingin.
"karena tuduhan itu tidak benar maka nona aqila dinyatakan tidak bersalah dan di bebaskan dari hukuman, sedangkan untuk Jiang mei melihat dari semua bukti yang ada atas perilaku tercelanya statusnya sebagai putri akan di cabut dia harus menikah dengan pemuda tadi malam dan mereka akan di kirim keluar wilayah kerajaan Cang'an"
raja jiang nan yang sudah terlanjur malu langsung memutuskan hukuman bagi Jiang mei demi menjaga reputasinya selama ini.
"tapi ayah handa saya tidak bersalah itu tidak benar bukti itu palsu"
jiang mei histeris dia masih tidak mau mengakui semua kesalahannya, kini penampilan gadis itu terlihat sangat menyedihkan
"apa maksud anda saya bodoh tuan putri sehingga saya tidak bisa membedakan mana yang asli dan yang tidak"
ucap Kasim tadi sedikit tidak suka dengan bantahan jiang mei
"diam kau anak tidak berbakti"
raja jiang nan mengatakannya dengan penuh amarah sambil memandang jijik ke arah Jiang mei dia juga menatap murka selir huyoulin.
hey temu lgi sama author maaf yh kemungkinan hari ini author cuma bisa up satu bab dikarenakan author harus lembur kerja, jadi gak ada waktu buat nulis bab
__ADS_1
semoga kalian tidak bosan menunggu up selanjutnya
selamat membaca 🙏😊🥰