SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Pulang Ke Kerajaan Cang'an


__ADS_3

Dengan mudah Aqila melewati danau beku itu tanpa rasa takut sedikitpun, membuat jiazchen dan bawahnya terkejut bukan main.


karena ini kali pertama mereka menyaksikan sendiri kekuatan sihir yang sudah lama tidak pernah muncul di dunia bawah.


setelah sampai di tepi danau Aqila bergegas menaiki kuda hitam miliknya kemudian memacu dengan sangat cepat meninggalkan tempat tersebut.


"tuan itu"


ucap bawahan jiazchen setelah dirinya tersadar lebih dulu dari keterkejutannya.


"jangan katakan pada siapa pun atau aku sendiri yang akan membunuh mu"


ujar jiazchen dingin, pemuda itu tak mau berita ini menyebar ke seluruh penjuru dunia karena bisa membahayakan keselamatan gadis yang di cintainya.


meski gadis itu bukan teman masa kecilnya tapi perasaan cinta dalam hatinya hanya tertuju pada Aqila yang ia kenal saat ini.


"baik tuan"


setelahnya mereka bangkit dan pergi dari tempat tersebut


sedangkan di sisi lain Aqila sudah tiba di penginapan, kedatangan gadis itu di sambut baik oleh teman-temannya.


"nona and..."


belum sempat Lila bertanya Aqila sudah lebih dulu memotong perkataannya


"kita kembali saat ini juga"


ucap gadis itu tanpa mau di bantah, dia langsung melangkah keluar begitu saja tanpa menunggu respon yang lain.


"baik nona"


tanpa berlama lagi keempatnya langsung pergi dari penginapan setelah membayar uang sewa.


mereka melaju dengan kecepatan tinggi melewati gerbang ibu kota, para prajurit menatap heran saat rombongan tersebut melintas.


ketika melewati pandang rumput Aqila menghentikan kudanya secara mendadak, membuat yang lain menatap heran sekaligus kebingungan dengan apa yang ingin gadis itu lakukan di sanah.


Aqila turun dari atas kudanya kemudian berjalan sebentar di ikuti yang lain, mereka ingin bertanya tapi di urungkannya kembali, saat melihat wajah serius gadis itu.


"hei long keluar lah"


begitu kata selesai di ucapkan hei long muncul dengan wujud aslinya membuat yang lain terkejut.


apalagi Bai lu, gadis jelmaan ular itu menatap intens naga hitam yang ada di hadapannya.


"dia hewan legenda"


ucap-nya bermonolog sendiri, setelah dia yakin bahwa dugaannya benar tentang identitas binatang itu.


"salam nona besar Aqila"


hei long memberi salam seperti yang biasa ia lakukan saat dirinya di panggil.


"hm, bisa kau antar kami menuju kerajaan Cang'an dengan cepat"


tanpa basa-basi lagi Aqila langsung meminta naga itu mengantarkannya pulang ke kerajaan Cang'an.


"tentu, silahkan naik nona"


dengan patuh hei long menjawab membuat aqila senang karena dia dapat di andalkan.


"terimakasih"


ucap Aqila sebagai balasannya sambil mengelus lembut kepala naga tersebut.

__ADS_1


"itu kewajiban saya nona anda tidak perlu berterima kasih"


jawab hei long dengan nada bahagia sebab ia mendapat perlakuan hangat dari gadis itu


sebelum naik Aqila lebih dulu memasukkan helma dan kuda lainnya ke dalam dimensi baru setelahnya dia duduk manis di tubuh besar hei long.


sedangkan yang lain malah membeku di tempat dengan beragam ekspresi.


mereka tidak tau harus melakukan apa antara takut tapi juga penasaran dengan kemana hilangnya kuda-kuda itu.


"kalian ingin tetap disini"


tegur Aqila pada mereka bertiga membuat ketiganya tersadar kembali.


"tidak, tapi"


Lila dan Lin Shan menjawab secara bersamaan, mereka saling tatap satu sama lain hingga Aqila jengah melihatnya.


"kalau begitu cepat naik"


"apa naga itu tidak akan menjatuhkan kami"


Lila bertanya seperti itu sebab dia takut dengan wajah sangar yang hei long tunjukkan padahal menurut naga itu sendiri dirinya terlihat biasa saja.


"tidak"


bantah Aqila, gadis itu terlihat meyakinkan saat mengatakannya membuat Lila menghela nafas lega.


"sialan, jika bukan karena nona saya tidak sudi tubuh suci ini di sentuh oleh mereka"


mendengar percakapan itu membuat hei long kesal apalagi perkataan Lila tentang dirinya, meski benar bahwa dia tidak suka ada yang menyentuh tubuhnya sembarangan, tapi bukan berarti ia akan bertindak gegabah saat bersama dengan sang tuan.


"hei long"


"iya nona"


Jawab hei Long saat namanya di panggil, mereka berbicara melalui batin.


"kau tidak suka"


dengan bodoh Aqila bertanya meskipun dia sudah tau jawabannya akan seperti apa.


"tentu saja, tubuh ini hanya boleh di sentuh oleh anda seorang"


dan benar saja apa yang gadis itu pikirkan, terlihat dari nada ke tidak sukaan yang naga itu tunjukkan lewat ucapannya.


"maaf tapi ini mendesak"


ucap gadis itu, Aqila terpaksa melakukannya sebab sedari tadi perasaannya tidak menentu tentang orang-orang yang tinggal di istana kerajaan Cang'an apalagi pada sang ayah.


"baiklah tidak masalah"


meski tidak tau apa yang sedang gadis itu pikirkan tapi hei long dapat merasakan bahwa akan terjadi sesuatu nantinya.


"kenapa masih diam"


sekali lagi Aqila menegur Lila, Bai Lu dan Lin Shan yang sejak awal masih saja diam di tempatnya.


"ah iya nona"


Lila dan Lin Shan mulai melompat naik sebab binatang itu tidak mau merendahkan tubuhnya ke tanah terkecuali pada Aqila.


saat di giliran Bai lu hei long tiba-tiba menggeram keras, seolah dia menolak jika gadis itu juga ikut menaiki tubuhnya.


"nona saya masih bisa mentoleri dua teman Anda tapi tidak dengan gadis itu"

__ADS_1


ucap hei long tiba-tiba saat Bai lu hampir dekat dengan tubuhnya.


"mengapa"


tanya aqila bingung sekaligus penasaran dengan perubahan sikap hei long saat ini.


"dia jelmaan ular berkepala tiga, hewan spirit bist dari dunia atas"


jelas hei long membuat Aqila sedikit terkejut, sedangkan Bai lu sudah menggerutu di dalam hati.


"kau tau rupanya"


ucap aqila sambil menghela nafas panjang, dia masih penasaran dengan apa yang terjadi pada keduanya di masa lalu.


"nona saya mohon jangan biarkan gadis itu ikut naik ke tubuh saya"


pinta naga itu dengan nada memelas berharap Aqila mau mau memenuhi permintaannya.


"baiklah"


"terimakasih"


"hm"


"Bai lu kau bisa berubah menjadi bentuk asli mu, hei long tidak ingin kau ikut naik ke tubuhnya"


mau tidak mau Aqila harus menyampaikan keberatan hei long pada gadis itu.


"baik nona"


"dasar naga jelek siapa juga yang ingin naik ke tubuh bau mu itu huh"


ejek Bai Lu sambil memutar bola mata malas, dan itu berhasil membuat hei long menggeram kesal.


"kau"


"apah hah"


"dasar siluman menjengkelkan Kenapa kau bisa bersama nona"


"tidak perlu tau"


"awas saja Jika kau berani menyakiti nona saya akan membunuh dan menyobek jasad mu hingga tak tersisa"


Bai lu hanya membuang muka malas menghadapi ocehan naga hitam tersebut


entah ada masalah apa dengan keduanya hingga di pertemuan pertama mereka malah bertengkar pikir gadis itu.


"apa kalian akan terus berdebat aku tidak punya waktu"


"maaf nona"


setelahnya hei long mulai terbang tinggi begitupun Bai lu, mereka melaju dengan kecepatan di atas rata-rata hingga hanya dalam waktu dua jam rombongan tersebut tiba di perbatasan hutan kerajaan Cang'an.


hari berganti malam saat mereka tiba, perjalanan kali tidak memakan banyak waktu karena kecepatan hei long memang patut di acungi jempol.


perjalanan yang seharusnya memakan waktu dua hari kini bisa di tempuh hanya dalam waktu singkat berkat naga hitam itu.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya 🙏


semoga kalian masih suka dengan ceritanya 😊 sehat selalu untuk kalian semua 😊


terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 😀


see you next time di episode berikutnya 👋🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2