SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Lokasi Pasti Bunga Anggrek Hitam


__ADS_3

karena terus di patik kemarahan tersebut semakin membesar.


dan pada akhirnya siluman rubah menampakkan wujud aslinya bertepatan dengan banyaknya pasukan yang tewas di tangan Lila dan Lin Shan.


hanya tinggal beberapa orang yang masih tersisa mereka membeku di tempat saat melihat perubahan wujud pemimpin mereka menjadi setengah manusia dan setengah rubah berekor tiga.


"siluman"


ucap mereka tergagap, di barengi dengan rasa takut berlebih.


mereka hendak kabur tapi belum sempat melangkah jauh sesuatu sudah menghantam tubuh mereka dengan sangat kuat.


Trak


bruk


siluman Rubah itu menggerakan ekornya untuk membunuh sisa pasukan karena tidak ingin identitas aslinya menyebar keseluruhan wilayah kerajaan Bingjie.


Aqila menatap datar aksi tersebut detik berikutnya dia menyerang dengan sangat cepat menggunakan pedang hitam kesayangannya yang jarang sekali ia gunakan.


aura mematikan yang keluar dari pedagang hitam itu mampu membuat lawan gemetar ketakutan seperti yang di rasakan oleh siluman rubah saat ini.


Aqila yang bisa menunggu lawan menyerang lebih dulu kini malah melakukan sebaliknya, gerakan gadis itu semakin cepat siluman rubah kewalahan mengimbangi kecepatan tersebut alhasil dirinya terluka parah.


anehnya setiap luka yang di dapat tidak kunjung sembuh seperti biasanya, golongan siluman rubah memiliki kekuatan menyembuhkan dirinya sendiri tapi itu tidak mempan kali ini.


"sialan kenapa ini bisa terjadi, kekuatan ku tidak sebanding dengannya, siapa dia sebenarnya dan pedagang itu bukankah milik mantan dewa perang kenapa ada di sini di tangan gadis itu"


guma siluman rubah dalam hati, masih asik dalam pikirannya sendiri, sampai tidak sadar bahaya sedang mendekat ke arahnya.


crassss


tanpa belas kasih gadis itu memotong dua ekor milik siluman rubah Hanya dalam waktu beberapa detik.


aaaaaa


siluman rubah berteriak kesakitan saat pusat inti kekuatannya di lepas, dia menatap benci Aqila si pelaku.


selang beberapa menit siluman rubah mengeluarkan sisa kekuatannya sorot mata merah itu tak sedikit pun berpindah tempat.


bayangan kobaran api muncul menyelimuti tubuh siluman rubah tersebut dengan kekuatan penuh dia kembali menyerang Aqila menggunakan ekornya yang tersisa berharap gadis itu tewas dengan serangannya kali ini.


sayangnya itu hanya angan semata sebab Aqila dapat menghindar dengan mudah.


pertarungan tak seimbang terus berlanjut sempai salah satu dari mereka kehilangan nyawa.

__ADS_1


tentu saja bukan Aqila karena selama pertarungan di Mulai gadis itu tidak terluka sema sekali hanya pakaiannya yang kotor terkena debu.


Lila dan Lin Shan yang sudah selesai dengan pergulatan mereka melawan orang suruhan raja Jun Gong fai diam menyaksikan pertarungan tersebut.


merasa cukup bermain-main Aqila akhirnya menyudahi pertarungan itu dengan memukul kuat tubuh siluman rubah membuatnya tewas di tempat.


Aqila berjalan mendekat menghampiri seonggok tubuh tak bernyawa itu memastikan satu hal yang sejak awal menarik perhatiannya.


yaitu sebuah kristal bening yang memancarkan Kilauan cahaya hijau dari bawah perut sang rubah.


gadis itu langsung mengambil Kristal tersebut dengan cara mencongkelnya menggunakan belati emas yang ada di dalam dimensi.


Lila menatap penasaran dengan apa yang sedang Aqila lakukan saat ini, sedangkan Lin Shan bertindak seolah tidak tertarik untuk mengetahui alasan Gadis itu melakukannya.


setelah selesai Aqila membalikan badan berjalan mendekat ke arah keduanya tidak lupa dia langsung menyimpan kristal itu ke dalam dimensi agar tidak mengundang banyak perhatian.


....


flashback,,,


beberapa jam sebelumnya, sekelompok orang suruhan raja Jun Gong fai mendatangi kediaman Lin karena berpikir Aqila masih berada di tempat itu.


setelah membuat kekacauan yang cukup parah dan tidak menemukan keberadaannya, mereka mulai berpikir licik yaitu dengan menyandra seluruh keluarga Lin untuk memaksa aqila menyetujui lamaran tersebut.


flashback off,,,


di istana, raja Jun Gong fai dan pangeran Jun hui menggeram marah ketika mendapat laporan kegagalan orang suruhannya.


untung mata-mata yang di kirim berhasil menyelamatkan diri sehingga orang tersebut dapat menceritakan kembali apa yang terjadi sebenarnya pada mereka semua di sanah.


"rupan mereka bertiga bukan penduduk kerajaan xingsheng"


ucap Jun gong fai sedikit terkejut juga marah saat mendengar laporan identitas aslinya Aqila, Lila dan Lin Shan dari mata-mata tadi.


detik berikutnya pria itu tersenyum miris merasa di bodohi oleh seorang gadis muda berusia enam belas tahun, baginya ini adalah suatu penghinaan yang tak termaafkan.


"kirim lebih banyak pasukan lagi, aku ingin dia di bawa kemari dalam keadaan hidup ataupun mati"


Jun gong fai langsung menjatuhkan titah setelah dia melirik sebentar ke arah putranya.


"baik yang mulia"


beberapa panglima melangkah keluar dari ruangan tersebut setelah perintah itu di berikan.


Jun Hui mantap tajam ke arah sang ayah berniat protes, dia tidak terima jika Aqila terbunuh sebelum menjadi miliknya.

__ADS_1


Jun gong fai menyadari tatapan menusuk itu dia hanya berpura-pura tidak mengetahui sambil bersikap acuh.


ruang utama kembali senyap hanya terasa aura mencekam serta dingin yang mendominasi, para menteri dan orang penting lainnya tidak berani bersuara atau sekedar mengemukakan pendapat takut menjadi sasaran kemarahan ayah dan anak tersebut.


beberapa menit berikutnya rapat kembali di bubarkan karena suasana hati raja mereka sedang tidak baik.


ayah dan anak masih saling menatap tajam seolah sedang berbicara melalui telepati tentang ketika sukaan mereka masing- masing.


....


di sisi lain rombongan Aqila sudah memasuki hutan Selatan mereka di buat takjub dengan apa saja yang ada di sana.


untuk beberapa waktu ini tidak ada hambatan dari berbagai bidang, jadi ketiganya masih bersikap tenang saat menjelajahi hutan.


Aqila mengambil beberapa tanaman langka untuk di budidayakan di dalam ruang dimensi miliknya.


setelah dirasa cukup ketiganya kembali melanjutkan perjalanan menuju tebing Utara.


tanpa terasa matahari sudah hampir tenggelam dan siap di gantikan oleh sang rembulan juga taburan bintang.


"hei long kau mendengar ku"


ucap Aqila berusaha memanggil naga hitamnya melalui telepati yang sudah sering di lakukannya.


"ya nona"


hei long yang sedang santai di dalam dimensi langsung menjawab panggilan tersebut dengan cepat.


"aku sudah hampir sampai di tebing Utara kau yakin ini tempatnya"


tanya aqila mengkonfirmasi kembali lokasi bunga anggrek hitam seribu kelopak pada jelmaan naga itu


"tentu nona, saya sudah mengkonfirmasinya berulang kali tapi saya tidak tau letak pasti bunga itu dimana"


jawab hei long jujur dia juga menjelaskan ketidak tahuannya tentang lokasi pasti bunga anggrek hitam tersebut karena tidak ada seorang pun yang tau dimana bunga itu tumbuh.


"tidak masalah aku akan menemukannya sendiri"


setelah mengatakan hal demikian Aqila langsung menutup panggilan telepati-nya, tanpa mengatakan hal apa pun lagi.


membuat hei long membuang nafas kasar karena merasa kesal dengan tindakan Aqila barusan.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya 🙏🙏


terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2