
dua hari setelahnya kehidupan berjalan tentram seperti semula, aqila menyibukkan diri melatih kekuatan sihirnya di dalam dimensi,
sesekali juga dia akan berlatih pedang bersama Lila, Lin Shan Bai Lu dan para kesatria istana lainya.
juga menghabisi waktu bersama sang ayah Aqila ingin sebelum dia pergi lagi, semuanya berjalan dengan baik.
"Lila"
ucap Aqila di sela waktu santai mereka setelah tadi menyelesaikan latihan para prajurit.
"saya disini nona apa anda membutuhkan sesuatu"
jawab gadis itu yang sejak awal sudah berada di dekatnya.
"apa kau memiliki akar sihir"
Aqila mengatakan hal itu untuk memastikan sesuatu yang terus mengganjal di pikirannya sejak kemarin.
"saya tidak tau nona"
meski bingung dengan maksud pertanyaan tersebut Lila tetep menjawab jujur perkataan barusan.
"nanti malam ikut dengan ku"
tanpa ingin di bantah gadis itu langsung membuat keputusan secara sepihak.
"kemana"
kebingungan yang Lila rasakan semakin bertambah dia merasa bahwa Aqila sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"kau akan tau nanti"
seperti biasa Lila harus menelan dulu rasa penasarannya sampai gadis itu sendiri bersedia memberitahu.
"baiklah"
ucap Lila pasrah tanpa ingin bertanya lagi karena hasilnya akan tetap sama.
setelah selesai menikmati keindahan taman istana, Aqila melangkah pergi begitupun dengan Lila yang ikut mengekor di belakang.
ada begitu banyak pertanyaan yang terus berputar di otaknya, ingin bertanya namun ia urungkan niat tersebut ketika melihat punggung Aqila semakin menjauh.
"nona kenapa aku merasa kau semakin berbeda"
guma Lila pelan sambil terus melangkah menyusul kepergiannya.
sedangkan Aqila yang sudah tiba di kamarnya langsung membaringkan tubuh sambil memejamkan mata, mencoba untuk merilekskan otot-ototnya yang terasa kaku.
"Lila ku harap kau tidak akan pernah mengkhianati ku"
guma Aqila pelan baru setelahnya ia mulai tertidur pulas.
sore hari Aqila terbangun saat mendengar aktivitas seseorang di dalam kamarnya, siapa lagi jika bukan Lila.
"apa saya mengganggu waktu tidur anda nona"
ucap gadis itu menyadari pergerakan seseorang dari atas ranjang, posisi Lila saat ini sedang membelakangi orang tersebut.
"tidak, aku memang berniat untuk bangun"
sargah Aqila, karena memang itu kenyataannya.
"apa anda ingin membersihkan diri"
"hm"
"silahkan semuanya sudah siap nona"
"terimakasih"
"anda tidak perlu berterima kasih nona ini sudah menjadi kewajiban saya"
tanpa berlama lagi Aqila turun dari atas ranjang kemudian berjalan menuju pemandian.
sedangkan Lila melangkah keluar kediaman untuk membawakan gadis itu beberapa cemilan.
__ADS_1
tidak berselang lama ia datang kembali sambil membawa beberapa makanan dan minuman kesukaan gadis itu bertepatan dengan selesainya Aqila membersihkan diri.
"perlu saya bantu"
"hm"
setelah meletakkan makanan di atas meja Lila berjalan mendekati Aqila yang sedang duduk manis di depan meja riasnya.
tanpa di suruh dua kali gadis itu langsung mendandani Aqila seperti biasa.
"anda semakin terlihat cantik nona"
puji Lila yang tidak ada habisnya mengagumi kecantikan gadis itu.
"berhenti memuji ku Lila"
ucap aqila, yang sudah merasa jengah dengan kata-kata tersebut.
"baiklah-baiklah"
setelah selesai mereka mulai menikmati hidangan yang sudah tersaji hingga tak terasa waktu hampir menjelang malam.
di pertengahan malam Aqila meminta Lila untuk tetap tinggal di kamarnya dan langsung di turuti oleh gadis itu.
"Lila aku akan membawa mu ke suatu tempat berjanjilah bahwa kau tidak akan pernah mengatakannya kepada orang lain meski itu orang terdekat mu sendiri"
sebelum membawa gadis itu pergi menuju tempat rahasia yang selama ini di sembunyikan-nya, Aqila ingin memastikan bahwa orang tersebut dapat di percaya terlihat dulu.
"memangnya kita akan pergi kemana nona"
jawab Lila yang sudah sangat penasaran dengan kemisteriusan Aqila saat ini.
"berjanjilah terlebih dulu jika kau melanggar aku berhak untuk membunuh mu"
ancam Aqila yang terlihat tidak main-main saat mengatakannya.
"saya berjanji nona tidak akan mengkhianati anda apa selama ini anda tidak pernah percaya terhadap saya"
Lila kecewa saat mengetahui bahwa aqila tidak benar-benar mempercayainya padahal selama ini dia selalu mengabdikan diri dengan tulus tanpa ada maksud lain di dalamnya.
"aku percaya hanya saja, aku terlalu takut untuk di khianati kembali apa lagi oleh orang terdekat ku sendiri"
"siapa dia nona"
tanya Lila penasaran dengan sosok yang di maksud oleh Aqila saat ini.
"kau tidak perlu tau"
tolak Aqila yang tidak ingin memberitahukan siapa orang tersebut, karena itu akan terlihat rumit untuk di ceritakan.
"yakinlah nona saya tidak akan pernah mengkhianati anda"
Lila berusaha untuk meyakinkan Aqila bahwa dirinya tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan gadis itu.
"aku pegang kata-kata mu ini Lila"
sambil mengatakan hal tersebut Aqila menatap lekat wajah gadis tersebut.
"saya bersumpah atas bumi dan langit jika saya mengkhianati anda makan langit sendiri yang akan memberikan hukumannya"
ucap Lila dengan penuh ketulusan dan ketegasan, Aqila yang mendengarnya sedikit merasa terharu.
"bangkitlah aku tidak suka melihat mu seperti ini"
tidak ingin ada kecanggungan Aqila berusaha bersikap seperti biasa.
"terimakasih nona"
setelah mendapat perintah Lila kembali bangkit dari posisi sebelumnya yaitu berlutut di hadapan gadis itu.
"untuk apa"
"sudah mau mempercayai saya"
"hm, tutup mata mu"
__ADS_1
Aqila sengaja meminta gadis itu untuk menutupi mata agar dia tidak tau bagaimana caranya mereka berpindah.
meskipun sudah mempercayainya ia hanya ingin berjaga-jaga jika suatu saat sesuatu yang tidak di inginkan terjadi karena hati manusia tidak ada yang tau.
Aqila menggenggam tangan Lila setelahnya mereka menghilang dalam sekejap memasuki ruang dimensi miliknya yang belum di ketahui oleh gadis itu selama ini.
hal pertama yang Lila lihat saat membuka mata adalah hal-hal menakjubkan yang tidak pernah ada di manapun selama ia berpergian bersama gadis itu
"nona tempat apa ini indah sekali"
ucap Lila sambil menelisik ke segala arah yang terlihat begitu indah di mata.
hal pertama yang dia lihat adalah Padang rumput hijau yang terlihat sangat luas juga terdapat bangun besar berdiri kokoh jauh di depan sanah.
"ruang dimensi"
jawab Aqila memberikan satu fakta yang berhasil mengejutkan perasaan gadis itu
"hah, ternya tempat itu ada saya pikir hanya sebuah dongeng yang sengaja di Karang oleh beberapa orang"
syok sudah pasti, ingin tidak percaya juga tidak mungkin karena semua yang di lihat tampak asli di mata.
"ikuti aku"
tanpa ingin membuang waktu Aqila mengajak gadis itu mendekati bangunan di depan sanah.
"wah nona tempat ini sangat luas dan indah, siapa pemiliknya nona"
tidak berhenti merasa takjub Lila terus mengajak Aqila berbicara.
"tentu saja milik ku"
"hah sungguh"
"kau meragukan ku"
"ah tidak-tidak"
mereka terus berjalan ke depan, aqila akan membawakan gadis itu ke sebuah bangunan yang biasa ia gunakan bersama hei lang dan hei long,
bukan tanpa alasan dia membawanya kesana ia ingin menguji apakah gadis itu memiliki akar sihir atau tidak.
karena di dalam bangunan tersebut terdapat sebuah ruangan yang berisi alat pendeteksi apakah seseorang memiliki akar sihir atau sebaliknya.
akar sihir bisa di artikan sama halnya dengan dantian jika Lila memiliki keduanya maka itu adalah hal yang bagus Jika tidak maka terpaksa Aqila tidak akan mengajak gadis itu dalam perjalanan kali ini.
"Lila letakan tangan mu di sanah"
tanpa membantah Lila langsung menuruti perintah itu, setelah menunggu hampir setengah jam tidak ada yang terjadi.
bisa di pastikan bahwa Lila tidak memilikinya karena jika iya maka batu sihir akan bereaksi seperti dulu saat dirinya menguji coba keaslian batu tersebut.
"ternya tidak"
ucap Aqila pelan sambil menghela nafas kasar.
"ada apa nona"
"tidak ada ayo ikut aku"
mereka pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan segudang pertanyaan yang saat ini mendera di otak keduanya.
setelah keluar dari bangunan besar itu Aqila mengajak Lila menemui yang lain.
"salam nona besar Aqila"
"hm"
saat ini mereka sedang berkumpul di dekat air terjun yang tidak lain adalah sumber mata air suci yang selalu menjadi incaran setiap orang di berbagai belahan dunia.
hey ketemu lagi sama author gimana ada yang kangen gak nih hehehehe.😂😂
terimakasih buat yang selalu stay di karya author sehat selalu untuk kalian semua
maaf yh kalo masih ada kata yang salah author masih belajar untuk memperbaikinya dan maaf juga kalo author belum bisa crezy up sesuai dengan keinginan kalian.
__ADS_1
jangan bosan untuk tetap mampir ke karya author yh hehehe
selamat membaca dan see you next time di episode berikutnya 👋ðŸ¤ðŸ¤