SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Balai Pengobatan Yi Yuan Han


__ADS_3

setelah selesai menikmati makan malam mereka kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh.


pagi hari seperti biasa Aqila dan Lin Shan akan menyempatkan diri untuk berlatih sebentar sebelum memulai aktivitas selanjutnya.


semakin hari kekuatan mereka semakin bertambah itu cukup untuk menghancurkan satu kerajaan.


"adik kau dimana"


teriak seseorang dari dalam kediaman, sedangkan Aqila dan Lin Shan masih berada di halaman belakang rumah.


"nona sepertinya mereka datang"


ucap Lin Shan di tengah latihan mereka, pemuda itu dapat mengetahui siapa yang datang dari suara orang tersebut.


Aqila langsung menghentikan latihannya dia tidak ingin kekuatannya terekspos oleh banyak orang termasuk keluarga-nya sendiri karena ini bukan waktu yang tepat untuk pamer kemampuan.


"ada apa kalian mencari ku"


tanya aqila dengan ekspresi datar sambil menyeka keringat di dahinya menggunakan sapu tangan.


"hey ekspresi apa itu"


ucap Shen duyi sambil menatap intens Aqila karena aksinya tersebut.


"nona memang seperti ini tolong jangan di ambil hati"


jawab Lin Shan yang tidak ingin Aqila di salah fahami oleh mereka.


"aku tau dan aku hanya bercanda"


Shen duyi memutar bola mata malas saat Lin Shan ikut menyela, entah kenapa dia tidak menyukai keberadaan pemuda tersebut.


"kami kemari ingin mengunjungi mu adik"


Shen xiaojian memberitahukan alasan mereka datang ke sanah.


"darimana kalian tau tempat ini"


tanya aqila penasaran karena gadis itu tidak pernah memberitahukan tempat tinggalnya pada siapa pun.


"dari pemilik toko penggadaian"


jawab Shen duyi, pria itu mendapat informasi dari orang suruhannya.


"baiklah silahkan duduk, Lin Shan minta para pelayan menyajikan beberapa hidangan manis"


titah gadis itu dan Lin Shan langsung menurutnya.


siang itu mereka berbincang baru setelahnya pergi menuju pasar ibu kota untuk membuka toko pengobatan.


Shen xiaojian, Shen xiaoli dan Shen duyi menyamar sebagai pegawai toko agar tidak ketahuan oleh pihak kerajaan karena mereka masih dalam masa buronan.

__ADS_1


"adik apa ini toko milik mu"


tanya Shen xiaoli sambil memandangi keadaan bangunan tersebut.


"hm"


Aqila mengangguk kemudian melangkah pergi menuju tempat penyimpanan obat.


"aku penasaran bagaimana identitas asli mu tidak ketahuan oleh pihak istana"


tanya Shen duyi, sejak awal dia ingin menanyakan hal itu tapi baru hari dapat di katakan.


"bukan hal yang sulit"


Jawab Aqila santai, gadis itu telah selesai menaruh semua peralatan medis dan obat-obatan tanpa di ketahui yang lain karena ruangan penyimpanan obat terhalang skat dinding pembatas.


semua obat-obatan tersebut di buat sendiri oleh Aqila, selain pandai beladiri dan sihir gadis itu juga seorang alkemis tingkat master hanya saja tidak banyak yang tau, karena memang sengaja di sembunyikan.


"bagaimana caranya"


Shen duyi semakin di buat penasaran dengan kemampuan adik sepupunya itu, sedangkan Shen xiaojian sejak tadi hanya diam dan memperhatikan setiap gerak gerik Aqila.


"aku datang bersama rombongan kerajaan bulan"


jawab Aqila dengan jujur meski ada beberapa hal yang tidak dia ceritakan kebenarannya pada mereka semua.


"apa kau serius"


tanya Shen xiaoli, menatap tidak percaya Aqila saat ini.


tanya balik aqila dengan acuh, saat ini gadis itu sedang sibuk membereskan tempat tersebut begitu pula yang lain ikut membantu sambil terus berbicara.


"cukup meyakinkan"


Shen xiaoli mengangguk-anggukan kepala sambil memandang ke arah Aqila sebentar.


"apa rencana mu"


Taya Shen xiaojian yang akhirnya membuka suara, membuat semua orang menatap ke arahnya.


"tentu saja menjalankan balai pengobatan ini dengan baik, benar bukan adik"


jawab Shen duyi dan langsung di anggukkan oleh Aqila.


"Jagan bilang kau ingin"


Shen xiaoli mencoba menebak rencana Aqila selanjutnya, dia berpikir tidak mungkin Aqila jauh-jauh dari dunia bawah datang ke tempat mereka hanya untuk membuka usaha.


"hm"


angguk Aqila membenarkan tembakan Shen xiaoli.

__ADS_1


"baiklah kami akan membantu mu"


sambung Shen duyi dengan antusias tinggi, sedangkan Lin Shan hanya menyimak pembicaraan mereka berempat.


"terimakasih"


ucap Aqila, gadis itu cukup senang karena keluarga barunya bisa menerima kehadiran dia dengan baik.


"tidak perlu berterimakasih kita adalah keluarga"


jawab Shen xiaojian dengan tegas, Aqila tersenyum tipis mendengar ucapan pemuda tampan itu.


setelah selesai membersihkan tempat tersebut, mereka kemudian meresmikan pembukaan balai pengobatan itu.


lambat jam balai pengobatan itu di penuhi banyak orang saat mengetahui Aqila tidak memungut biaya haya untuk hari itu saja.


saking banyaknya orang yang datang membuat mereka berlima kewalahan tapi meski begitu semua pasien di tangani dengan baik.


berita tentang balai pengobatan yang di buka oleh Aqila menyebar luas hingga terdengar ke istana.


beberapa tabib istana penasaran dengan pemilik balai pengobatan tersebut, karena mendengar orang itu sangat misterius.


wajahnya tertutup selembar kain yang hanya menampilkan kedua bola matanya yang indah, namun beberapa orang dapat mengkonfirmasi bahwa tabib misterius tersebut adalah seorang wanita.


....


beberapa hari setelahnya balai pengobatan Yi Yuan Han semakin terkenal baik di kalangan bawah, menengah atau atas.


kebanyakan orang lebih memilih berobat ke sanah dari pada memanggil tabib istana, selain biaya pengobatan yang murah mereka juga mendapat penanganan yang sangat baik.


tidak jarang orang akan sembuh setelah berobat ke tempat tersebut.


identitas Aqila sebagai tabib misterius sangat di hormati oleh banyak orang, kabar itu kembali menyebar luas ke wilayah kerajaan lain.


semakin banyak orang yang ingin bertemu dengan tabib misterius semakin sulit mereka mendapat akses bertatap langsung dengan Aqila.


meski niat awal gadis itu ingin membuat balai pengobatan Yi Yuan Han terkenal tapi hal itu juga membuatnya tidak nyaman.


dia adalah tipe orang yang menyukai ketenangan namun akibat ketenaran ini banyak orang yang ingin bertemu dengannya.


mereka bahkan rela membayar mahal hanya untuk bertatap muka dan berbincang bersama.


di balik orang yang menyukai pasti ada juga yang membenci, sudah satu bulan ini Aqila kerap kali mendapat ancaman dari pihak yang merasa dirinya di rugikan atas suksesnya balai pengobatan Yi Yuan Han.


meski begitu Aqila tidak akan gentar tujuan awal dirinya mendirikan tempat tersebut belum terpenuhi, jadi tidak ada alasan untuk menyerah hanya karena mereka memintanya.


secara kebetulan berkat ketenaran sebagai tabib misterius Aqila di panggil ke istana untuk mengobati salah satu kerajaan yang terluka parah akibat perang beberapa tahun lalu.


melihat ada kesempatan tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakannya, Aqila akan pergi ke istana bersama Lin Shan dan Shen xiaojian.


mengajak pemuda itu jauh lebih baik ketimbang ke dua saudaranya karena mereka memiliki temperamen yang ceroboh dan tidak sabaran.

__ADS_1


...up segini dulu yah gays author belum mampu untuk crezy up, terimakasih sudah mampir 😊...


...see you next time di episode berikutnya 👋😊...


__ADS_2