
Tidak berselang lama mereka tiba di sebuah kediaman sederhana namun di rawat dengan baik, letak kediaman itu berada di area belakang akademik berjarak setengah kilo meter jauhnya.
"selamat datang nona dan tuan, maaf guru agung hanya ingin bertemu dengan nona Aqila saja, jadi yang lain bisa ikut dengan temen saya dulu" ucap salah satu pelayan mereka berkumpul 5 orang.
"baik terimakasih" jawab xiaoli
"mari saya antar ke ruangan guru agung nona Aqila" ucap pelayan wanita itu lagi.
Aqila mengangguk kemudian mengikuti kemana pelayan itu membawa nya pergi, sedang xiaoli Shen duyi dan Bai long di bawa pergi oleh pelayan satu nya.
Tidak butuh waktu lama Aqila dan pelayan yang membawa nya tiba di salah satu ruangan.
"guru agung nona Aqila sudah tiba" ucap pelayan wanita itu setelah mengetuk beberapa kali
"biarkan dia masuk" sahut dari dalam.
Perlahan pintu ruangan tersebut terbuka lebar Aqila melangkah kan kakinya ke dalam seorang diri begitu masuk pintu tersebut kembali tertutup rapat.
Nampak lah seorang kakek tua yang sedang melakukan meditasi, Aqila dapat merasakan aura agung terpancar dari tubuh nya meski dia sudah berusia ratusan tahun tubuh nya masih terlihat kuat.
"salam guru agung, ada apa anda ingin bertemu dengan saya" ucap aqila to the poin.
Guru agung membuka mata pandangan nya langsung tertuju pada sosok gadis cantik di depan sanah, dia tidak langsung menjawab pertanyaan yang Aqila lontarkan.
"jika tidak ada yang ingin di katakan saya pamit undur diri" Aqila menundukkan kepalanya sebentar sebagai bentuk hormat.
Gadis itu hendak berbalik pergi dari sanah tapi suara berat pri itu menghentikan langkah tersebut.
"jadi ini anak yang terpilih" ucap guru agung terdengar ambigu di telinga Aqila
"apa maksud anda saya tidak mengerti" jawab Aqila dengan rasa penasaran tinggi.
"cepat atau lambat anda akan tau segalanya begitu juga tentang identitas asli anda nona" guru agung berucap dengan penuh teka teki yang mana membuat Aqila terkejut sekaligus penasaran dengan fakta baru yang di dengar nya barusan.
__ADS_1
"kenapa anda tidak mengatakannya dengan jelas mengapa harus membuat teka teki seperti ini?" tanya aqila menuntut.
"bisa saja tapi saya tidak mau melawan takdir" jawab guru agung tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"lalu apa yang anda inginkan, saya yakin anda tidak mungkin memanggil saya hanya untuk ini" tanya Aqila ingin tau alasan sebenarnya mengapa kakek tua itu bisa berkata demikian.
"apa anda tidak penasaran dengan menara sihir?" tanya pria itu.
"tidak" elak Aqila
Sebenarnya gadis itu sangat penasaran dengan isi di dalam nya, tapi dia masih curiga pada kakek tua tersebut.
Aqila sangat yakin bahwa kakek tua itu menginginkan dirinya masuk ke dalam menara sihir.
Di dunia ini hanya sedikit orang yang bisa di percaya jadi dia harus tetap waspada pada siapapun yang baru di temuinya.
"katakan saja apa mau anda sebenarnya!" tekan gadis itu.
"ternyata anda cukup pintar juga, saya ingin anda mengikuti ujian menara sihir" jawab guru agung dengan ekspresi serius.
"karena saya yakin anda mampu melakukannya dan itu juga akan menguntungkan anda nantinya" jelas guru agung.
"baiklah" jawab Aqila, gadis itu setuju karena dia juga cukup penasaran dengan isi menara sihir.
....
Beberapa orang sudah berkumpul mereka adalah guru agung, guru besar baihu, xiaoli, Shen duyi, Bai long, dan juga Aqila.
"adik kau yakin akan masuk ke dalam sanah" ucap xiaoli, ekspresi wajahnya terlihat sangat khawatir.
"kenapa" tanya Aqila keheranan
"yang aku tau kebanyakan dari mereka yang masuk ke dalam sanah tidak bisa kembali lagi" jelas Shen duyi yang juga mengkhawatirkan keadaan gadis itu nantinya.
__ADS_1
"aku berjanji akan kembali, jadi tenang lah" ucap aqila mencoba menghibur kegelisahan kedua saudara sepupunya itu.
"baiklah, hati-hati adik kembali lah dengan selamat" ucap xiaoli dengan tatapan sendu.
dengan keyakinan penuh Aqila melangkahkan kakinya menuju pintu masuk menara sihir, sebelum masuk ke dalam sanah gadis itu menyempatkan diri melihat ke belakang.
"aku pergi" ucap Aqila yang masih bisa di dengar meskipun samar-samar.
Setelahnya dia mulai menatap ke depan, secara otomatis pintu menara sihir terbuka, begitu masuk pintu itu kembali tertutup.
Hal pertama yang Aqila lihat adalah ruangan kosong yang cukup luas, tidak ada siapa-siapa di sanah hanya ada dirinya.
dia berdiri di tengah-tengah ruangan tersebut, hal lain yang dirasakan gadis itu adalah keanehan.
Aqila menebak akan terjadi sesuatu karena tidak mungkin ruangan itu kosong begitu saja.
"putri ku akhirnya kau datang nak" ucap sebuah suara dari arah samping kanan.
Aqila menengok ke arah sumber suara dia terkejut melihat sosok wanita cantik yang selama ini dia rindukan berdiri di depan nya.
"ibu" guma aqila.
Ternyata orang yang di lihat Aqila adalah meilin tapi apakah benar itu meilin atau hanya halusinasinya.
"ibu apa itu kau" tanya Aqila dengan perasaan campur aduk.
"ya ini ibu sayang kemari lah ikut dengan ibu, kau pasti Lelah menghadapi dunia yang kejam ini" ucap wanita itu.
Dia terus melambaikan tangan meminta Aqila untuk ikut dengan nya.
"kemari putri ku ibu akan membawa mu ke tempat yang sangat indah, tinggal lah bersama ibu dan lupakan dunia kejam ini" ajak wanita itu lagi.
Aqila mulai terhasut oleh bujukan wanita yang mirip ibu nya itu, dia berjalan menuju ke arahnya dengan tatapan kosong.
__ADS_1
saat ini aqila sedang menghadapi ujian pertama menara sihir yaitu ilusi hati.
Dimana ilus hati bekerja pada mereka yang memiliki beban di hati yang belum terpuaskan.