
setelahnya Aqila dan Lin Shan di bawa masuk ke dalam kediaman untuk menceritakan perjalanan bagaimana mereka bisa sampai ke tempat ini.
Aqila yang notabene-nya tidak suka banyak bicara hanya menjelaskan hal yang menurutnya penting.
mereka awalnya terkejut dengan sikap gadis itu yang terlalu dingin dan datar tidak cocok dengan wajahnya yang cantik, namun apa boleh buat Aqila tetaplah Aqila.
belum ada lagi yang mampu meluluhkan hatinya selain Lin Bao putra angkat dari kerajaan bingjie.
"siapa nama mu sayang"
tanya wanita paruh baya, setelah Aqila selesai bercerita
"axela, tapi sekarang nenek bisa memanggil ku Aqila"
jawab gadis itu yang juga memberitahukan nama aslinya sebelum menggunakan nama sang adik.
"Nama yang cantik sesuai dengan orang-nya, aku shen gufei dia bibi mu Shen Ling kakak dari meilin juga gadis yang sempat bertarung dengan mu adalah shen xiaoli"
"apa hanya kalian bertiga yang tinggal di tempat ini"
tanya aqila karena merasa penasaran sambil melihat ke sekeliling.
"tidak masih ada paman dan dua saudara laki-laki mu, mereka sedang keluar"
jawab Shen Ling, tatapan wanita itu begitu dalam seperti sedang menyimpan kerinduan terhadap seseorang, yang kemungkinan besar adalah meilin sang adik.
"dimana kakek"
tanya aqila karena sejak awal dia hanya melihat mereka bertiga dan wanita paruh baya itu juga tidak menyebutkan tentang kakeknya.
"kakek mu sudah meninggal sejak lama"
wanita paruh baya kembali membuka suara setelah terdiam beberapa saat, mengenang kebersamaanya dengan sang suami.
"senang bertemu dengan mu Aqila"
Shen Lin memeluk Aqila dari samping sambil mengusap kepala gadis itu dengan lembut.
"terimakasih sudah menerima ku bibi"
Aqila yang merasakan niat tulus dari sang bibi membalas pelukan itu dia jadi rindu sosok sang ibu.
"kau tidak perlu sungkan nak kita adalah keluarga"
Lin Shan tersenyum haru karena pada akhirnya Aqila dapat menemukan keluarga dari sang ibu.
pemuda itu sempat berkhayal andai dia memiliki keluarga yang harmonis pasti akan sangat membahagiakan.
"siapa nama mu anak muda"
tanya Shen gufei pada Lin Shan saat melihat pemuda itu terus berada di belakang Aqila.
"saya Lin Shan pengawal pribadi nona Aqila"
jawab Lin Shan sambil membungkuk memberi hormat.
"dia teman ku"
sela Aqila karena dia tidak menganggap pemuda itu sebagai bawahan.
__ADS_1
mereka terus berbincang-bincang hingga hari menjelang sore, aqila berniat untuk pergi dari sanah namun keluarga barunya terus saja menahan dengan alasan masih rindu.
dengan terpaksa Aqila dan Lin Shan ikut bermalam di tempat itu.
malam hari seluruh anggota keluarga sudah berkumpul kecuali Aqila yang masih bermeditasi di dalam ruang dimensi miliknya.
tidak ada hari tanpa berlatih bagi gadis itu dia bertekad untuk menjadi kuat sesuai dengan keinginan sang ibu.
tok tok tok
Aqila membuka mata karena pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
"ada apa"
tanya gadis itu setelah membuka pintu kamar tersebut.
"nona semua orang sudah menunggu anda di ruang utama"
jawab seorang pelayan wanita dengan tubuh sedikit membungkuk.
"hm"
Aqila menutup pintu kemudian berjalan ke depan di ikuti oleh pelayan tadi.
sesampainya di ruang utama semua orang menatap ke arahnya dengan pandangan yang berbeda-beda.
"kemari-lah"
Shen gufei meminta gadis itu untuk bergabung bersama mereka, perlahan Aqila mendekat dengan santai kemudian duduk di dekat wanita paruh baya itu.
"siapa dia nenek"
"dia adik sepupu kalian putri dari bibi meilin"
Shen gufei memperkenalkan Aqila pada putra bungsu dari Shen Ling.
"benarkah"
tanya pemuda tersebut dia tidak percaya bahwa putri dari bibi yang tidak di ketahui keberadaannya bisa sampai ke dunia atas.
"tentu saja"
jawab Shen Ling antusias yang mengerti maksud tatapan anak-nya itu.
"siapa nama mu"
tanya pemuda itu sambil menatap lekat Wajah Aqila, dia sedikit tertarik dengan kecantikan sepupunya tersebut.
"Aqila"
jawab-nya masih dengan ekspresi seperti biasa yaitu datar.
"perkenalkan nama ku shen duyi, ini kakak pertama Shen xiaojian dan itu ayah shen huan kalau Gadis itu kau pasti sudah tau siapa namanya"
jelas Shen duyi memperkenalkan kakak sulung dan ayah-nya.
"hm, salam untuk kalian semua"
Aqila yang masih belum terbiasa dengan kehadiran mereka hanya bersikap formal dia juga tidak akan percaya begitu saja pada mereka semua Sebelum menyelidiki kebenarannya.
__ADS_1
bisa saja itu adalah sebuah jebakan dari musuh tersembunyi mengingat tidak ada lagi pergerakan setelah kejadian membuka gerbang dunia.
meski begitu Aqila akan tetep mencoba beradaptasi dengan keluarga tersebut.
"hahaha tidak perlu terlalu formal sayang kita adalah keluarga"
tawa Shen gufei yang menyadari kecanggungan Aqila saat ini dan apa yang gadis itu pikirkan tentang mereka.
Aqila hanya mengangguk sebagai jawaban, sikap dingin dan datar-nya itu berhasil menarik perhatian Shen xiaojian yang juga tipe orang tidak suka banyak bicara.
"hei apa kau tidak bisa tersenyum"
tanya Shen duyi setelah dari awal terus memperhatikan Aqila, di antara ketiga anak Shen Ling pemuda tampan itu-lah yang paling banyak bicara.
bukan-nya menjawab Aqila memilih diam karena malas meladeni pertanyaan tidak bermutu itu, sedangkan Shen duyi menghela nafas berat karena kesal dengan sikap yang di tunjukkan Aqila saat ini.
diam-diam Shen xiaojian memperhatikan gadis itu, Aqila yang menyadari seseorang sedang memperhatikannya menoleh ke arah orang tersebut.
kini tatapan mereka saling terkunci satu sama lain namun mulut keduanya masih tetap membisu.
"Hei berhentilah saling menatap kalian membuat ku jengah"
mendengar hal itu Aqila dan Shen xiaojian menoleh ke arah shen duyi dengan tatapan mengintimidasi.
melihat raut tidak suka Keduanya Shen duyi tidak bisa lagi berkata-kata, sedangkan yang lain hanya geleng kepala.
"Aqila"
ucap seseorang yang tidak lain adalah shen xiaoli
"hm"
"hei aku sedang berbicara dengan mu kenapa kau malah menatap kak Shen xiaojian terus"
Shen xiaoli kesal saat Aqila menjawab singkat tanpa menoleh ke arahnya
"jangan bilang kau jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap kakak sepupu mu sendiri"
ucap Shen duyi tiba-tiba membuat semua orang terkejut termasuk Aqila.
"aku masih waras"
jawab gadis itu sedikit ketus sambil menatap tajam pemuda tersebut.
"lalu kenapa kau terus menatap ku"
ucap Shen xiaojian tiba-tiba menyela pembicara mereka bertiga setelah dari awal hanya diam.
"karena ingin"
jawab Aqila spontan dia berbicara apa yang otaknya pikiran saat ini sambil kembali melihat ke arah shen xiaojian.
"gadis aneh"
pemuda itu memalingkan muka sebab wajahnya bersemu merah karena di tatap intens oleh adik sepupunya yang sangat cantik.
"aku tau"
Jawab Aqila tanpa mengalihkan pandangannya dan tidak perduli apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya.
__ADS_1