
Beberapa jam setelah menyelesaikan urusan di kerajaan canghai Aqila memutuskan untuk mengunjungi kerajaan bingjie.
gadis itu ingin memastikan sesuatu di kerajaan tersebut, dan dia cukup penasaran apakan terjadi masalah juga di sanah.
Aqila memacu kuda dengan sangat cepat tujuannya agar tidak terlalu menguras banyak waktu.
Gadis itu berpergian ke sanah kemari seolah tidak memiliki rasa lelah, bagaimana tidak seharian ini dia gunakan untuk mengunjungi dua kerajaan yaitu canghai dan sekarang bingjie.
Kerjaan bingjie terletak di bagian Utara bumi selain jauh suhu di sanah juga sangat dingin karena salju turun hampir setiap bulan.
setelah memakan waktu hampir empat jam Aqila tiba di hutan dekat perbatasan ketika malam tiba.
Dengan amat terpaksa gadis itu mengistirahatkan sejenak perjalanannya hingga pagi menyongsong.
Waktu berlalu dengan sangat cepat, matahari kini sudah menampakkan wujudnya.
Di pagi buta Aqila sudah kembali melanjutkan perjalanan, udara musim dingin tidak menyurutkan tekad gadis itu untuk membatalkan niat awalnya.
tidak butuh waktu lama Aqila sudah sampai di depan pintu masuk ibu kota Kerajaan bingjie.
gadis itu datang tanpa pemberitahuan, tahun ini kerjaan bingjie sedang mengalami musim gugur.
hal pertama yang Aqila lihat di sepanjang jalan menuju ibu kota adalah hamparan bunga dan daun-daun yang berguguran.
musim gugur terjadi 2 bulan sekali setiap tahunnya dan secara kebetulan gadis itu datang di waktu yang tepat hingga dia bisa menikmati keindahan-nya untuk beberapa saat.
gadis itu turun dari atas kudanya kemudian meminta helma untuk kembali masuk ke dalam dimensi.
__ADS_1
Tanpa bantahan helma langsung menuruti keinginan tuannya.
Gadis itu ingin berjalan-jalan sendiri menikmati suasana pasar ibu kota yang masih ramai meskipun hari sudah hampir siang.
Aqila memasuki gerbang masuk dengan mudah karena dia memiliki token khusus kerajaan.
Para prajurit yang berjaga juga nampak-nya tidak mengenali sosok Aqila, karena gadis itu sudah satu tahun tidak berkunjung.
Setelah berjalan-jalan sebentar gadis itu mampir ke sebuah restoran untuk sekedar mengisi perut.
"apa kau mendengar rumor pagi ini"
ucap salah seorang pengunjung pada temannya yang kebetulan duduk di belakang meja yang aqila tempati saat ini.
"tentu saja, beritanya sudah menyebar dengan sangat cepat"
Mereka asik berbincang sambil menikmati makanan yang sudah terjadi di atas meja.
Aqila yang niat awalnya hanya ingin makan dengan tenang malah di buat penasaran atas apa yang dia dengar barusan.
Tidak ingin mati penasaran Aqila memutuskan untuk bertanya langsung pada mereka.
"permisi, boleh saya tau siapa yang akan menikah"
Kedatangan gadis itu tentu saja mengejutkan mereka berdua, apalagi kecantikan yang Aqila miliki membuat mereka hilang fokus, sampai tidak menjawab pertanyaannya.
"ekhmm"
__ADS_1
Aqila berdehem untuk menyadarkan ke dua pria tersebut, karena sejak tadi mereka hanya diam menatap ke arahnya tanpa berkedip.
"ah, maaf"
Mereka jadi salah tingkah karena ketahuan mengagumi kecantikan Aqila.
"apa yang tadi nona tanyakan, maaf kami tidak mendengarnya"
Ucap salah satu di antara mereka sedangkan yang satunya hanya mengangguk membenarkan.
"saya tanya siapa yang akan menikah"
Ucap ulang gadis itu, meski sebenarnya Aqila tidak suka mengulang perkataan yang dia ucapkan.
"yang mulia raja Lin Zhang dengan salah satu putri dari perdana Mentri Jun"
Jawab pria tadi, dia secara terang-terangan menatap kagum wajah cantik Aqila, membuat gadis itu risih dan ingin memukulnya.
"apa kau pendatang baru"
pria di sebelah bertanya seperti itu karena wajah Aqila tampak asing dari kebanyakan penduduk ibu kota.
"benar, terimakasih atas informasi-nya"
"sama-sama"
karena sudah tidak ada lagi urusan Aqila memutuskan untuk segera kembali ke meja yang semula ia duduki karena makanan hampir sampai.
__ADS_1