SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Mengungkapkan Identitas Asli


__ADS_3

dua Minggu setelah kejadian hari itu kehidupan Aqila kembali tenang


weilin mengalami depresi hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri hidup, sedangkan Lin Lin di nikahkan ke kediaman Jiang mo karena benar mengandung anaknya.


dia menikah sebagai selir pendamping tapi kehidupannya tidaklah baik setiap hari dia jadi bahan olokan semua orang para pelayan bahkan berani bersikap kurang ajar.


setiap Lin Lin akan melawan, Jiang mo akan memarahi dan memukulnya pemuda itu bersikap tidak perduli sama sekali selama Lin Lin tinggal di sanah meskipun Lin Lin sedang mengandung anaknya sendiri.


....


di kediaman Han, seorang gadis sedang duduk termenung di dekat jendela dia menatap lurus ke depan dengan waktu yang lama.


"ada apa nona"


Lila langsung bertanya Begitu melihat Aqila termenung


"tidak ada"


Aqila menjawab datar tanpa membalikan badan dan masih menatap lurus ke depan.


"anda yakin, jika ada sesuatu nona bisa menceritakannya pada saya"


Lila tau bahwa Aqila sedang menyembunyikan sesuatu darinya dia sudah lama beranda di samping Gadis itu jadi ia paham betul bagaimana karakter Aqila.


"tidak"


Aqila masih menolak mengatakan apa yang sedang di rasakannya, gundah dan gelisah itu yang sedang dia rasakan saat ini meski di luar dia terlihat sangat tenang.


"baiklah jika nona tidak ingin mengatakannya, tuan besar ingin bertemu dengan anda"


Lila pasrah dia juga tidak bisa memaksa Aqila untuk menceritakannya jadi dia mengatakan maksud kedatangannya ke kamar gadis itu.


"hm"


setelah mendengar tuan Han mencarinya Aqila langsung bangkit dan berjalan pergi untuk menemui sang ayah.


"ada apa ayah, kenapa mencari ku"


tanya Aqila Begitu dia sampai di hadapan tuan Han, mereka berdua sedang ada di gajebo taman utama.


"kemarilah ayah ingin bicara"


tuan Han menatap sayang ke arah aqila putrinya terlihat sama cantiknya dengan sang istri hanya sikap mereka yang berbeda.


"kenapa ayah menatap ku seperti itu"


Aqila menatap tuan Han dengan bingung karena sejak tadi pria itu terus saja menatapnya tanpa mengatakan apapun.


"kau cantik sama seperti ibu mu"


tuan Han memuji kecantikan putrinya yang setiap hari semakin bersinar.


"apa hanya ini yang ingin ayah katakan"


Aqila begitu tenang saat mengatakannya dalam hati dia merasa jengah dengan semua pujian yang terus dia dengar dari orang sekitarnya.


"tidak, sebenarnya ayah ingin mengatakan hal penting tapi ayah bingung bagaimana cara mengatakannya"


ekspresi yang tadinya lembut berubah murung tuan Han sedikit menundukkan kepala dengan perasaan tidak karuan.


"katakan saja ayah"


Aqila yang melihat gelagat aneh tersebut langsung menyuruh sang ayah mengatakan yang sebenarnya.


"yang mulia raja jiang nan akan memberi mu dekrit pernikahan dengan salah satu putranya"

__ADS_1


tuan Han mengatakan apa yang menjadi keresahan hatinya.


"siapa"


Aqila ingin tau siapa pangeran yang akan menikah dengannya.


"putra mahkota"


meski sedikit ragu tuan Han menyebutkan nama pria itu, sebenarnya dia sendiri tidak suka jika putrinya menikah dengan Jiang mo hatinya mengatakan pemuda itu bukanlah calon suami yang baik untuk Aqila.


"aku tidak ingin menikah dengannya"


Aqila menolak secara tegas perjodohan tersebut, dia tau betul seperti apa putra mahkota itu.


"kenapa"


tuan Han bingung sekaligus senang dengan jawaban Aqila


"dia tidak pantas menjadi suami ku"


Aqila tidak pernah Sudi menikah dengan Jiang mo pria yang akan menjadi suaminya haruslah orang yang berhati bersih.


"apa kau memiliki orang yang kau cinta"


tuan Han berpikir Aqila menolak pernikahan tersebut karena gadis itu sudah memiliki orang yang di sukainya.


"tidak ada"


Aqila membantah pemikiran sang ayah membuat tuan Han kebingungan.


"Aqila dengar kau tidak bisa menolak pernikahan ini tanpa alasan yang jelas keluarga kita bisa saja di jatuhi hukuman mati karena menghina anggota kerajaan"


tuan Han cemas memikirkan semua ini dia tidak perduli dengan nyawanya sendiri tapi dia perduli dengan nyawa putrinya dan seluruh keluarganya.


"aku yang akan membunuh mereka lebih dulu"


"putri ku kau tidak bisa bertindak gegabah raja Jiang nan bukan orang yang mudah untuk di tangani"


sejauh ini tuan Han selalu menyelidiki orang seperti apa Jiang nan, selama dia menjabat sebagai Menteri


"ayah meragukan ku"


Aqila tau bahwa tuan Han mengkhawatirkan dirinya tapi gadis itu berpikir dia tidak selemah itu, mungkin ini sudah waktunya ia menunjukkan kehebatannya.


"tidak sayang ayah percaya kau adalah gadis yang cerdas dan tangguh"


"kalau begitu serahkan saja semuanya pada ku"


"baiklah tapi Ayah mohon jangan lakukan sesuatu yang bisa membahayakan diri mu


sendiri"


tuan Han pasrah dengan sikap aqila yang keras kepala itu dia hanya berharap semuanya akan baik baik saja.


"hm"


Aqila mengangguk sebagai jawaban, kemudian gadis itu sedikit termenung dia bingung apakah ia harus mengatakan kebenaran yang selama ini di sembunyikannya atau tidak pada sang ayah.


"ada apa putri ku sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu"


tuan Han yang melihat Aqila termenung menanyakan alasan di balik lamunan tersebut.


"aku ingin mengatakan kebenaran pada ayah"


Aqila memutuskan untuk mengungkapkan yang sebenarnya dia tidak perduli akhirnya akan seperti apa, yang jelas kebenaran ini harus segera di bicarakan.

__ADS_1


"kebenaran seperti apa lagi yang kau tutupi dari ayah"


tuan Han terkejut tidak menyangka ada begitu banyak rahasia yang di sembunyikan oleh putrinya selama ini.


"tapi sebelum itu berjanjilah untuk mendengarkan ku hingga selesai"


Aqila Hanya akan menjelaskannya sekali dan tidak ingin mengulanginya lagi, dia begitu malas jika harus menjelaskan secara berulang ulang.


"baiklah"


tuan Han setuju dia juga ingin tau kebenaran apa lagi yang akan Aqila katakan.


"aku bukan Aqila tapi axela aku berasal dari dunia lain aqila sudah lama meninggal dan jiwa ku yang menempati tubuhnya, mungkin ini sedikit mengejutkan tapi itu yang sebenarnya"


Aqilla menjelaskan secara sederhana tentang kepindahannya ke dunia ini.


"lelucon apa yang sedang kau katakan putri ku"


terkejut tentu saja tuan Han merasa nyawanya seperti akan di cabut begitu mendengar kata meninggal.


"aku tau ayah tidak akan percaya tapi itu adalah kebenaran, aku axela putri kandung ayah saudari kembar dari Aqila, ibu melahirkan kami di hari yang sama ketika ayah tidak ada di kediaman"


Aqila menjelaskan kembali apa yang dulu meilin ceritakan padanya.


"ayah masih tidak mengerti dengan apa yang kau katakan"


tuan Han kembali di buat syok dia menatap bingung ke arah gadis itu.


"aku axela alvaria yang hidup di zaman modern abad ke 24 menempati tubuh kembaran ku sendiri Han Aqila aku hidup di dunia asing karena kakak buyut sendiri yang membawa ku ke sanah, ibu berasal dari dunia atas"


jelas aqila lagi Secara singkat dan padat, membuat tuan Han semakin kebingungan.


"dunia atas"


"benar, dunia atas berada di suatu tempat yang sangat jauh satu tingkat dari tempat yang kita tinggali saat ini, dia sanah semua orang memiliki kekuatan sihir, ayah ibu meminta ku pergi ke sanah itulah sebabnya aku tidak bisa menikah"


Aqila menjelaskan lagi keseluruhan kebenaran dan alasan kenapa dia tidak ingin menikah Aqila ingin menjelajahi setiap lapisan dunia.


"dimana kau bertemu dengan meilin"


tuan mah masih sedikit tidak percaya tapi dia juga ingin tau dimana aqila mendapat kebenaran itu.


"di mimpi"


Aqila menjawab dengan jujur apa yang tadi di tanyakan padanya.


"kau yakin dia meilin"


meski tidak percaya tuan Han kembali mengkonfirmasi kebenaran yang ada


"tentu saja dia adalah ibu ku"


jelas aqila dengan mata penuh keyakinan sambil menatap sang ayah.


tuan Han terdiam dia tidak tau harus merespon seperti apa lagi otaknya seolah berhenti berputar dia begitu syok dengan kebenaran yang ada.


tanpa mengatakan apa pun lagi tuan Han bangkit dan melangkah pergi, tubuhnya terlihat lunglai aqila sedikit merasa bersalah namun dia harus mengatakan yang sebenarnya bagaimana pun juga.


Aqila yang sejak tadi melihat kepergian sang ayah langsung bangkit dan mengikuti tuan Han dari kejauhan memastikan tidak ada hal buruk yang akan terjadi nanti.


begitu tuan Han masuk ke dalam kamarnya Aqila pergi dari sanah dia ingin ayahnya menenangkan diri lebih dulu sebelum Aqila berpamitan nantinya.


hey ketemu lagi sama author maaf yh up hari ini cuma sedikit tadinya mau up dua bab tapi ternyata kesibukan author gak ada henti jadi mohon di maklumi, 🙏


semoga kalian tidak bosan menunggu up terbarunya

__ADS_1


terimakasih atas waktunya dan selamat membaca 🙏🥰🥰


__ADS_2