
Aqila tidak habis pikir dana sebanyak itu malah di salah gunakan, jika untuk membangun perekonomian kerajaan mungkin sejak dulu kerajaan Cang'an sudah menjadi kerajaan termakmur di lapisan dunia bawah.
"berapa upah para pekerja"
ucap Aqila yang membuat semua orang kembali di buat heran.
"izin menjawab nona upah para pelayan setiap bulan dua ratus koin perak, juru masak Lima ratus koin perak, para prajurit seratus koin emas, panglima lima ratus koin emas, jendral seribu koin emas, dan para mentri di beri upah seribu Lima ratus koin emas perbulannya"
ucap salah seorang Mentri yang mengawasi keluar masuknya anggaran kerajaan.
"apa ada keluhan"
ucap Aqila sambil menatap ke arah mereka semua ia merasa mereka sedang menyembunyikan sesuatu.
mereka diam tidak berani mengemukakan pendapat, pasalnya dulu mereka pernah melakukan hal itu dan berakhir buruk.
"kenapa diam"
"maaf nona, sebenarnya upah yang kami dapatkah tidak sesuai dengan apa yang tadi di jelaskan oleh Mentri wu"
salah satu pelayan mulai memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi.
"apa maksud mu pelayan"
tanya menteri wu keheranan dia tidak percaya dengan apa yang pelayan tadi katakan.
"upah yang kami dapatkan hanya seratus lima puluh koin perak setiap bulan, itu pun kalau kami tidak melakukan kesalahan saat bekerja jika tidak upah kami akan di potong oleh kepala pelayan"
jawab pelayan lain yang ikut menyuarakan isi hatinya pada Aqila.
Aqila menatap mereka satu persatu tidak ada kebohongan sama sekali membuat gadis itu merasa sedikit iba.
"kau dengar itu Mentri wu"
Aqila menatap tajam Mentri wu yang bertugas di bagian pengawas anggaran.
"maafkan saya nona, karena telah lalai dalam menjalankan tugas saya berjanji akan memperbaikinya"
jawab Mentri wu, dia takut saat Aqila menatapnya dengan tajam seolah nyawanya bisa melayang kapan saja.
"hm, naikan upah para pelayan menjadi lima ratus koin emas, seribu koin emas untuk para prajurit, seribu Lima ratus koin emas untuk para panglima, tiga ribu koin emas untuk para jendral dan dua ribu koin emas untuk para menteri setiap bulannya, saya tidak ingin mendengar ada penggelapan dana lagi apa anda mengerti"
jelas Aqila menginginkan semua orang mendapatkan hak yang seharusnya mereka peroleh.
"saya mengerti nona besar, tapi untuk saat ini uang kas kerajaan sedang kritis karena sumber pendapatan dari pajak mulai mengurang hasil panen para penduduk juga tidak stabil"
ucap Mentri wu menjelaskan situasi yang ada di kerajaan saat ini.
"saya akan memikirkan caranya"
meskipun Aqila tidak ingin menjadi raja tapi dia punya tanggung jawab besar untuk memakmurkan kerajaannya sendiri.
Aqila ingin kerajaan Cang'an menjadi kerajaan terbesar dan terkuat yang ada di dunia bawah.
"baik nona besar"
ucap mentri wu sedikit lega dengan apa yang aqila janjikan dia percaya gadis itu mampu melakukannya.
"kalau begitu besok siapkan jamuan, kita akan mengadakan perayaan untuk menyambut pemimpin yang baru"
__ADS_1
Aqila sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi raja selanjutnya dia yakin orang tersebut bisa di percaya dalam mengurus semua kepentingan kerajaan.
"baik nona besar"
setelah selesai semua orang membubarkan diri termasuk aqila gadis itu pergi menuju gedung Baihe untuk melihat kondisi sang ayah.
....
di gedung Baihe tuan Han sudah sadarkan diri berkat pengobatan yang para gadis lakukan.
mereka benar benar mampu melakukannya, aqila berhasil mengajari mereka ilmu pengobatan tingkat tinggi.
"dimana putri ku"
Tanya tuan Han sambil mencoba untuk bangkit, meskipun tubuhnya masih lemas dia memaksakan diri untuk segera pergi dari ruangan tersebut.
tuan Han begitu khawatir mengingat Aqila yang masih berada di istana tanpa ada siapa pun yang mendampinginya, dia juga ingin marah pada Lin Shan karena meninggalkan putrinya sendirian di sanah.
"aku disini ayah"
ucap aqila yang masuk secara tiba tiba, semua orang di buat terkejut dengan kehadiran gadis itu.
suara langkah kakinya saja tidak terdengar bagaimana bisa gadis itu sudah ada bersama mereka berempat pikir semua orang.
"kau baik baik saja-kan putri ku, apa ada yang terluka, apa yang terjadi di istana, aqila katakan sesuatu jangan buat ayah khawatir"
tanya tuan Han secara beruntun membuat semua orang terbengong kecuali Aqila, wajah gadis itu masih saja datar.
"mereka sudah mati"
ucap Aqila datar sambil menatap ke arah sang Ayah.
"apah, apa yang kau katakan barusan putri ku"
"mereka sudah mati"
Aqila mengulangi apa yang tadi ia katakan membuat tuan Han terhuyung ke belakang saking terkejutnya.
"maksud mu raja jiang nan sudah meninggal"
tanya tuan Han memastikan apa yang dia pikirkan itu benar.
"bukan hanya dia tapi juga keluarga dan pengikut setianya"
ucap Aqila yang kembali membuat tuan Han melongo tidak percaya.
"siapa yang membunuh mereka"
tanya tuan Han yang kini mulai memahami situasi yang ada.
"menurut ayah"
bukannya menjawab Aqila malah balik bertanya membuat pria paruh baya itu kebingungan.
"apa itu kau"
tebak tuan Han, setelah ia memikirkan kembali apa yang aqila katakan sebelumnya ternyata gadis itu benar benar melakukannya
"benar"
__ADS_1
Aqila menjawab dengan tenang membuat tuan Han dan gadis yang mengobatinya menatap tidak percaya.
"bagaimana bisa"
tuan Han tidak habis pikir dengan kepribadian putri sulungnya yang berbeda jauh dari kembarannya.
"tentu saja nona bisa melakukannya tuan besar"
ucap Lila yang berhasil menarik perhatian tuan Han ke arahnya.
"apa maksud mu Lila"
ucap tuan Han menatap bingung ke arah pelayan pribadi putrinya.
"tuan, nona itu sangat kuat dia hanya sedikit malas untuk memamerkan kehebatannya"
jelas Lila secara terus terang membuat Aqila menghela nafas kasar.
"Lila"
Aqila menegur gadis itu, tapi malah di balas dengan jawaban tak terduga olehnya.
"ayolah nona sampai kapan anda akan menyembunyikannya dari tuan beliau berhak tau"
Lila mengatakannya dengan nada merengek gadis itu sudah kembali ke kepribadian sebelumnya.
"jadi selama ini kalian menyembunyikan sesuatu dari ku"
tanya tuan Han menatap tajam ke arah tiga orang tersebut
"tidak juga, ayah tidak pernah bertanya sebelumnya jadi aku diam saja"
karena sudah ketahuan Aqila hanya bisa membenarkan pertanyaan tersebut dengan tenang.
tuan Han menghela nafas panjang mendengar jawaban yang aqila berikan.
....
pagi hari, istana sudah sangat ramai dengan berbagai kesibukan beberapa orang menyambut perayaan tersebut dengan penuh antusias.
mereka merasa penasaran siapa yang akan menjadi raja selanjutnya menggantikan Aqila.
para penduduk juga mulai berbondong-bondong pergi ke istana merdeka juga ingin tau siapa yang akan memimpin kerajaan Cang'an berikutnya.
aula benar benar sangat ramai dan penuh dengan berbagai jenis makanan tidak lupa para penari dan pemain musik untuk meramaikan acara.
sedangkan si tokoh utama masih bermalas malasan di kamar barunya Aqila menempati paviliun utama yang dulu di huni oleh raja Jiang nan.
kediaman itu sudah di rubah sesuai dengan keinginan Aqila, gadis itu sengaja mengajak yang lain untuk kembali ke istana.
dia juga sudah menjelaskan semuanya pada sang ayah, Lila dan juga Lin Shan.
awalnya tuan Han menolak tapi karena aqila terus memaksanya terpaksa pria paruh baya itu mengangguk setuju.
ia hanya bisa pasrah jika harus berurusan dengan putri semata wayangnya tersebut, kerena gadis itu sangat keras kepala dan sulit untuk bujuk.
hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang kurang tepat author masih belajar untuk selalu memperbaikinya🙏😊
jangan pernah bosan untuk mampir ke karya author hehehe😅😅😅
__ADS_1
sehat selalu untuk kalian semua terimakasih untuk waktunya
selamat membaca 🙏🥰🥰