SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Ulang Tahun Raja Kerajaan bulan


__ADS_3

Tidak terasa kini rombongan kerajaan emerald sudah memasuki daerah kekuasaan kerajaan bulan.


Karena saat itu Langit sudah berubah gelap terpaksa mereka harus menghentikan perjalanan meskipun sedang berada di area hutan.


beberapa pelayan dan prajurit di bagi tugas ada yang mencari kayu bakar dan menyiapkan tempat untuk beristirahat.


Setengah jam berlalu semuanya telah siap, kini Aqila xiaoli dan Shen duyi duduk di dekat pembakaran untuk menghangatkan tubuh.


"adik apa aku boleh bertanya" tanya Shen duyi meminta persetujuan terlebih dulu.


"hm" jawab Aqila singkat dan padat


"adik kenapa kau menolak datang ke istana kerajaan xingxing bagaimana jika raja itu menyimpan dendam pada mu" ucap Shen duyi khawatir tentang keselamatan adik sepupunya tersebut.


"dia akan berfikir dua kali untuk bermusuhan dengan ku" jawab aqila terlampau santai


"tapi bagaimana jika mereka memilih untuk membunuh mu, kau tau raja kai Ming sangat menjunjung tinggi harga diri nya" terang Shen duyi dengan ekspresi cemas.


"apa kakak Shen pikir mudah membunuh ku" tanya Aqila menatap serius pemuda itu.


"tidak" jawab Shen duyi sedikit terintimidasi oleh tatapan Aqila.


"maka tidak perlu memikirkan nya aku bisa mengatasinya sendiri" ucap Aqila


"aku hanya mengkhawatirkan mu adik aqila bukan ingin meremehkan kemampuan mu" jelas Shen duyi takut jika adik sepupunya salah faham.


"aku tau, dan terimakasih karena telah memperdulikan ku" jawab Aqila kemudian terdiam kembali.


Melihat itu Shen duyi tidak lagi berucap terjadi keheningan untuk waktu yang cukup lama sampai akhirnya mereka semua tertidur.


Untung lah tidak ada binatang buas yang mendekati sehingga mereka bisa tertidur dengan lelap.


Waktu berlalu dan akhirnya pagi tiba mereka langsung bersiap-siap melanjutkan kembali perjalanan.


....


Setelah melalui serangkaian halangan di perjalanan rombongan kerajaan emerald akhirnya tiba di depan gerbang ibu kota.


hal pertama yang menjadi pemandangan adalah sambutan yang begitu meriah untuk keberhasilan mereka.


Berita kemenangan Aqila pastinya sudah sampai ke pihak istana sehingga mereka melakukan persiapan penyambutan.


Bahkan kini seluruh prajurit kerajaan Emerald berbaris rapih di sepanjang jalan menyambut kedatangan mereka bertiga.

__ADS_1


Para prajurit serempak menunduk ketika rombongan tersebut melewati mereka, bahkan para penduduk ibu kota juga terlihat antusias.


Beberapa waktu setelah nya Aqila xiaoli dan Shen duyi tiba di istana, ketiganya langsung pergi menuju aula utama.


Sedangkan kendaraan mereka sudah di urus oleh para pelayan.


Beberapa langkah kaki menggema di sepanjang lorong para pelayan yang berpapasan dengan mereka bertiga langsung menunduk hormat.


"NONA BESAR AQILA, TUAN PUTRI XIAOLI DAN PANGERAN KE SHEN DUYI TELAH TIBA". teriak salah satu prajurit mengumumkan kedatangan mereka.


Pintu besar di depan ketiganya langsung terbuka lebar, itu karena kekuatan sihir yang di terapkan secara otomatis sehingga tidak perlu di buka menggunakan tenaga manusia lagi.


Perlahan Shen duyi xiaoli dan Aqila masuk secara bersamaan, langkah mereka santai namun terkesan berwibawa apa lagi aura kepemimpinan Aqila jelas terlihat.


Sehingga mereka langsung menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di ruangan tersebut.


"Salam yang mulia raja semoga anda berumur panjang" ucap ketiganya sambil menundukkan kepala sebentar.


"aku terima salam kalian" jawab Shen xiaojian.


Setelah nya berbagai ucapan selamat Aqila dapatkan, bukan hanya itu ketiganya juga mendapat hadiah dari pihak istana atas kemenangan yang di raih.


saat ini pesta perjamuan sedang berlangsung untuk merayakan keberhasilan Aqila.


....


1 bulan kemudian..


Semuanya berjalan dengan baik, raja kerajaan xingxing juga tidak membuat ulah mungkin pria itu tidak ingin berurusan dengan Aqila setelah mengetahui beberapa fakta tentang nya.


Saat anggota keluarga kerajaan tengah berkumpul seorang prajurit datang menghadap.


"salam yang mulia maaf mengganggu waktu anda" ucap prajurit itu sambil memberi hormat.


"hm, ada apa?" tanya Shen xiaojian


"ada surat dari kerajaan bulan yang mulia" jawab nya dengan menyerahkan gulungan kertas berisikan pesan.


Shen xiaojian langsung meraih gulungan tersebut kemudian menyuruh prajurit itu pergi.


"ada apa kak, apa ada masalah?" tanya xiaoli tanpa embel-embel yang mulia.


Mereka akan bersikap seperti biasa saat sedang kumpul keluarga sesuai dengan permintaan Shen xiaojian sendiri.

__ADS_1


"tidak ada adik, ini hanya surat undangan pesta dari kerajaan bulan" jawab Shen xiaojian yang sudah membaca isi surat tersebut.


"pesta dalam rangka apa?" ucap Aqila yang entah kenapa tertarik dengan pembahasan kali ini.


Karena biasanya setiap kumpul keluarga gadis itu hanya diam menyimak obrolan mereka dan akan mengeluarkan suara jika ada yang bertanya selebihnya diam bak kulkas dua pintu.


"3 hari lagi raja kerajaan bulan berulang tahun mereka mengundang kita untuk ikut merayakannya" jelas shen xiaojian


"aku akan pergi" ucap Aqila.


Sontak semua orang terkejut mereka menatap tidak percaya dengan apa yang aqila katakan barusan.


mereka sempat berfikir sejak kapan Aqila tertarik dengan yang namanya pesta, selama ini gadis itu selalu menolak jika di ajak pergi ke sanah.


"apa adik aqila baik-baik saja" bisik shen duyi di telinga xiaoli


"sepertinya tidak" jawab xiaoli setengah berbisik yang mana masih bisa di dengar oleh aqila.


"apa ada yang aneh?" tanya gadis itu menatap ke semua orang dengan ekspresi polos.


"tentu, karena tidak biasanya kau berinisiatif sendiri untuk pergi ke sebuah acara apalagi pesta ulang tahun yang menurut mu itu tidak terlalu penting, benar bukan" jawab xiaoli sekaligus mencari pembenaran.


"ada sesuatu yang harus aku pastikan di sanah" sahut Aqila terkesan ambigu dan misterius.


"ternyata benar tebakan ku adik Aqila tidak mungkin pergi ke sebuah pesta tanpa ada alasan lain di balik nya" ucap xiaoli yang akhirnya menyuarakan isi hati.


semua orang mengangguk dengan serempak mereka setuju atas apa yang di ucapkan oleh gadis itu barusan.


Mereka terdiri dari Shen gufei, Shen Ling, Shen huan, Shen duyi, xiaoli, Shen xiaojian dan terakhir adalah Aqila.


"siapa lagi yang akan pergi tidak mungkin adik Aqila pergi sendiri bukan" ucap Shen xiaojian menatap ke dua adik kandung nya.


"jika adik aqila pergi maka aku tidak punya alasan lain untuk menolak" jawab xiaoli


"aku juga akan ikut" sahut Shen Duyi


"baiklah kalian bisa melakukan perjalanan besok" akhirnya Shen xiaojian mengambil keputusan mengingat jarak tempuh yang harus ketiganya lakukan nanti.


mereka bertiga mengangguk setuju kemudian kembali menikmati cemilan.


Untuk yang bertanya-tanya kemana pergi nya Lin Shan selama ini, pemuda itu beri tugas menjaga keamanan desa-desa perbatasan karena mendadak beberapa bintang buas menyerang para penduduk desa.


Dan baru kemarin pemuda itu tiba di istana setelah berhasil mengamankan desa tersebut bersama para kesatria lain nya.

__ADS_1


__ADS_2