
mereka begitu terkejut dengan gerakan cepat yang Aqila lakukan, semua orang bahkan di buat terpana oleh pesona pedang hitam yang sedang gadis itu pegang.
tidak ada yang tau kapan Aqila mengambilnya beberapa dari mereka di buat kebingungan dengan kemunculan pedang hitam itu.
Jiang Li menatap tajam ke arah Aqila dia ingin membuat gadis itu ketakutan tapi malah dia sendiri yang di buat kelabakan.
bola mata yang semulanya berwarna hazel kini berubah menjadi merah darah tidak ada yang menyadari hal tersebut kecuali Jiang Li.
"kau siluman"
ucap Jiang Li keras membuat semua yang hadir menatap ke arah pemuda itu
Jiang Li berpikir Aqila adalah jelmaan siluman karena mata gadis itu bisa berubah warna hanya seorang siluman yang bisa melakukannya.
saat semua orang menatap heran ke arah pangeran ke dua di saat bersamaan bola mata aqila kembali ke warna sebelumnya.
"siapa yang kau sebut siluman pangeran"
jawab aqila sambil melihat ke arah semua orang kini mereka meragukan ucapan pemuda tersebut setelah melihat Aqila masih sama seperti sebelumnya.
"sepertinya anda sedang berhalusinasi pangeran"
ucap salah satu Mentri yang hadir pada saat itu, dia tidak sadar ucapannya kembali memprovokasi kemarahan raja Jiang nan.
begitu menyadari tatapan tidak suka sang raja, menteri itu langsung terburu buru meminta maaf sambil bersujud.
"jendral Ling cepat tangkap mereka semua saya sendiri yang akan mengeksekusinya hari ini juga"
"tapi yang mulia"
"apa kau juga ingin membangkang"
"baik yang mulia"
jendral Ling melangkah mendekati Aqila begitu pun dengan Lin shan dua pemuda itu saling menatap satu sama lain memancarkan aura ketidak sukaan.
disaat semua orang hanya berfokus pada mereka berdua tindak ada yang menyadari salah satu pangeran menembakkan belatinya ke arah tuan Han.
bless
belati itu mengenai bagian dada tuan Han membuat pria paruh baya itu tumbang ke lantai.
"ayah"
Aqila menangkap tubuh sang ayah mata gadis itu kembali berwarna merah darah aura gelap yang begitu pekat Keluar dari tubuh gadis itu Aqila menatap satu persatu dari mereka untuk mencari siapa pelakunya.
begitu menatap ke arah pangeran ke tiga Aqila secara cepat melemparkan jarum beracunnya.
"ahhh sakit"
__ADS_1
pemuda itu mengerang kesakitan tubuhnya langsung ambruk kemudian tidak sadarkan diri.
Jiang yu yang berada di sampingnya langsung menghampiri jiang jun dia tidak percaya gadis polos yang di kenalnya bisa sekejam itu.
"apa yang anda lakukan pada adik Jiang Jun nona Aqila"
"orang yang berani melukai ayah tidak akan bisa selamat dari hukuman ku"
"tidak, tidak putra ku tidak boleh mati nona tolong ampuni nyawanya"
selir huyoulin menangis keras dia memohon pada Aqila agar gadis itu memaafkan putranya dan mau menyembuhkannya kembali.
"beraninya kau menyakiti putra ku gadis sialan"
raja jiang nan marah dia melompat turun dari kursi kebesarannya menodongkan pedang ke leher aqila.
"putra mu yang memulainya lebih dulu"
jawab Aqila dingin, gadis itu mengeluarkan sebuah pil dari saku bajunya untuk menghentikan pendarahan sang ayah.
untung saja Aqila melakukannya dengan cepat jika tidak mungkin tuan Han sudah kehilangan nyawa karena belati itu menanjab tepat di jantung pria paruh baya tersebut.
"Lin Shan, Lila bawa ayah ke ke gedung Baihe dan minta mereka untuk mengobatinya"
Aqila sengaja meminta keduanya membawa tuan Han ke gedung Baihe dari pada pulang ke kediaman, karena gedung Baihe jaraknya lebih dekat dari istana.
"tapi nona, bagaimana kami bisa meninggalkan anda sendirian di sinih"
"cepat pergi"
Aqila tidak suka jika perintahnya di bantah, dia menatap tajam ke arah keduanya, Aqila berpikir ia bisa menjaga keselamatan nyawanya sendiri.
"baik nona"
mereka yang tidak bisa membantah lagi langsung pergi dari tempat tersebut.
Aqila yakin bahwa keduanya mampu membawa sang ayah hingga ke tujuan, kini gadis itu bangkit dari posisinya dan menghadap ke arah raja jiang nan.
"apa sekarang kau ingin memohon pengampunan dari ku nona Han"
raja jiang nan menatap remeh Aqila, gadis itu belum menunjukkan kekuatannya sama sekali.
"keluarlah"
ucap Aqila yang tidak menggubris perkataan sang raja barusan.
begitu mendapat perintah seluruh penghuni dimensi keluar dan memenuhi aula utama.
raja jiang nan tidak menyangka bisa melihat dua sosok binatang buas yang begitu menyeramkan dia juga di buat terkejut dengan banyaknya pasukan beramor hitam yang berjajar rapih di belakang Aqila.
__ADS_1
"salam nona besar"
kelima ratus lima pasukan membungkuk hormat pada gadis itu.
mereka sudah tinggal di dalam dimensi beberapa bulan lalu, setiap hari Aqila melatih mereka di sanah hingga menjadi pasukan yang begitu kuat dan tidak mudah di tumbangkan.
"hm"
Aqila hanya menjawab dengan deheman kecil dia masih menatap lurus ke depan.
semua orang yang hadir bergetar ketakutan kening mereka di penuhi keringat siapa yang akan menyangka bahwa Aqila bisa memiliki pasukan semenakutkan itu.
"apa ada perintah untuk kami nona besar"
ucap salah satu jendral yang berada di barisan paling depan pasukan tersebut.
"ratakan istana ini"
ucap Aqila santai membuat raja jiang nan semakin murka dia ingin membunuh Aqila saat itu juga.
"beraninya kau ingin menghancurkan istana peninggalan leluhur ku, pasukan habisi mereka semua"
meskipun takut dengan hewan buas yang ada di hadapannya raja jiang nan memberanikan diri untuk mengecam gadis tersebut.
para prajurit, kesatria dan jendral kerajaan masuk kedalam aula mereka langsung menyerang pasukan Aqila.
orang-orang sejak tadi berada di ruangan tersebut berlari ketakutan mereka mencoba mencari tempat yang aman untuk bersembunyi sedangkan Aqila melangkah keluar dengan selamat tanpa luka sedikitpun.
saat itu pasukan Aqila begitu mendominasi tidak ada yang terluka parah di antara mereka, tapi sebaliknya banyak para prajurit yang tumbang dari kubu sang raja.
melihat situasi yang tidak kondusif Jiang yu mengajak ibu serta kakaknya untuk pergi dari sanah, hal yang sama juga di lakukan oleh pangeran ke lima.
raja Jiang nan hendak kabur dari kekacauan itu tapi sayangnya hei ling berhasil menghalangi jalan pria tersebut.
"menyingkirlah dari jalan ku binatang menjijikan"
raja jiang nan meludah tepat di bawah kaki serigala tersebut dia juga mengacungkan pedang ke arah hewan buas itu.
grarrrr
hei Ling menatap tajam ke arah raja jiang nan detik berikutnya serigala tersebut menyerang dengan secepat kilat.
kini pria itu terluka sangat parah Kasim yang membawanya juga ikut terluka Serangan yang hei Ling berikan sangat berimbas fatal.
kini dia menyesal telah menyinggung orang yang salah, namun apa di akta semuanya sudah terlambat.
Hay ketemu lagi sama author maaf yh kalo author belum bisa crezy up karena author sibuk kerja 🙏😊
semoga kalian tidak bosan menunggu up terbarunya 🥰
__ADS_1
terimakasih waktunya dan selamat membaca 🙏🥰😊