SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Aqila Jatuh Pingsan


__ADS_3

setelah mengamankan para penduduk dari Serangan para monster hei long kembali menemui Aqila.


tepat saat hei long tiba Aqila akan jatuh karena kehabisan tenaga.


"Nona"


teriak hei long, jelmaan naga hitam itu berlari secepat mungkin untuk menggapai tubuh aqila agar tidak menyentuh tanah.


bruk


gadis itu pingsan di pelukan pemuda tersebut, bertepatan dengan datang-nya pasukan kerajaan.


letak istana dengan ibu kota hanya menghabiskan waktu hampir setengah jam perjalanan, harus-nya mereka sudah sampai sejak tadi entah alasan apa yang membuat mereka datang terlambat.


para prajurit terkejut karena pertarungan telah selesai mereka tidak tinggal diam dan langsung mengevakuasi para korban.


Lila yang juga ada di rombongan itu menghampiri dua sosok yang membelakangi-nya.


tapi belum juga sampai hei long sudah lebih dulu berbalik arah sambil menggendong tubuh aqila ala bridal style.


jelas saja hal itu membuat Lila terkejut sekaligus senang, karena gadis itu mengira mereka adalah seorang kesatria yang tidak sengaja terlibat pertarungan.


"nona Aqila"


guma Lila parau, suaranya seolah tercekat tidak bisa keluar, tubuh gadis itu juga menegang seketika, hanya air mata yang dapat menjelaskan perasaannya saat ini.


Lila benar-benar bahagia karena bisa bertemu kembali dengan nona muda-nya.


dengan langkah berat gadis itu menghampiri hei long yang juga sedang berjalan ke arah-nya.


"apa yang terjadi pada nona"


Lila bertanya dengan wajah khawatir karena melihat Aqila tidak sadarkan diri.


"nanti ku jelaskan, tolong siapkan Kereta"


hei long tidak punya waktu untuk menjelaskan semua kejadian karena yang terpenting bagi-nya saat ini adalah keadaan Aqila.


"tunggu sebentar"


Lila berlari ke arah para prajurit meminta mereka membawakan kereta secepat mungkin.


beberapa prajurit langsung melaksanakan tugas tersebut.


tidak berselang lama kereta sederhana tiba tanpa berlama lagi hei long membawa Aqila masuk ke dalam dan menyuruh Lila menemani-nya.

__ADS_1


karena dia yang akan menjalankan kereta, hei long tidak bisa sembarang merubah dirinya menjadi bentuk naga di hadapan semua orang karena itu adalah perintah Aqila.


tidak tanggung-tanggung hei long membawa kereta dengan sangat cepat, hanya butuh lima belas menit mereka akhirnya tiba di istana.


Lila turun terlebih dulu untuk memberitahukan kedatangan Aqila pada raja Han Zain, sekaligus meminta tabib istana untuk memeriksa keadaan gadis itu.


sedangkan hei long kembali membawa tubuh Aqila dalam gendongannya menuju kamar gadis tersebut.


para prajurit dan pelayan yang berjaga sekaligus berpapasan dengan mereka menunduk hormat.


mereka senang sekaligus penasaran juga khawatir dengan keadaan Aqila saat ini, karena yang mereka dengar dari mulut ke mulut seorang gadis mengalahkan para monster seorang diri.


di sisi lain, Lila langsung mendobrak pintu kerja Han Zain tanpa permisi setelah mengkonfirmasi bahwa pria itu ada di dalam.


brak


Han Zain dan beberapa petinggi istana tentu saja terkejut dengan tindakan tak terduga itu.


mereka hendak memarahi sikap tidak sopan Lila tapi melihat keadaan Gadis itu yang bernafas tersengal-sengal akhirnya mengurungkan niat.


"apa yang terjadi Lila"


Han Zain bertanya dengan tegas dan perasaan-nya mendadak tidak tenang, karena yang dia tau para monster sedang memporak-porandakan ibu kota


jika para kesatria yang dia kirim tidak mampu mengalahkan mereka terpaksa pria itu harus turun tangan sendiri meskipun dia tidak sehebat Aqila tetapi pria itu juga tidak lemah.


dia tidak ingin di cap sebagai raja yang lemah dan haya bisa mengandalkan bantuan yang Aqila berikan.


"nona besar telah kembali tetapi dia tidak sadarkan diri dan...."


setelah mengatur Irama nafas Lila mulai menjelaskan alasan ke kedatangan-nya yang tidak sopan itu, tetapi belum juga selesai berbicara seseorang sudah memotong perkataan tersebut.


brak


suara gebrakan meja dengan keras menggema di ruangan tersebut pelakunya tentu saja raja mereka.


"Aqila kembali, apa yang terjadi padanya dimana putri ku sekarang"


cecar Han Zain dengan ekspresi khawatir pria paruh baya itu bahkan tanpa sadar menggoncang bahu Lila tidak sabaran.


sedangkan para petinggi kerajaan di buat terkejut dengan kabar yang baru saja mereka dengar.


"hei long sedang membawa nona ke kamar"


ucap Lila, keadaan gadis itu sedikit kacau karena berlari dengan terburu-buru hingga tidak sengaja menabrak beberapa barang di sepanjang jalan.

__ADS_1


"cepat panggil tabib terbaik yang ada di kerajaan ini, bawa dia secepat mungkin"


teriak Han Zain, dia tidak peduli reputasinya sebagai raja di hadapan para penting kerajaan karena yang dia pedulikan saat ini adalah kesembuhan sang putri.


"baik yang mulia raja"


salah satu jendral yang ada di sanah langsung bergegas menjalankan perintah.


dia adalah jendral sekaligus bawahan Aqila yang dulu-nya hanyalah seorang budak yang gadis itu beli, itulah sebab-nya respon yang pria itu berikan lebih cepat dari yang lain.


tap tap tap


suara beberapa langkah kaki menggema di lorong yang panjang mereka adalah Han Zain, Lila, dokter kerajaan, dan beberapa pelayan yang akan pergi menuju kamar Aqila.


sesampainya di sanah mereka melihat Aqila sudah terbaring di atas ranjang dengan hei long yang hendak keluar untuk memanggil tabib.


"tolong cepat periksa keadaan puri ku"


perintah Han Zain dengan aura membunuh, ekspresi-nya begitu dingin tetapi tatap mata pria itu menyimpan banyak kekhawatiran.


tabib terbaik yang di bawa oleh jendral beberapa saat lalu langsung bergegas mengecek keadaan gadis itu.


lima belas menit sudah terlewati mereka masih menunggu hasil pemeriksaan yang belum juga selesai.


"bagaimana keadaan-nya"


tanya Han Zain tidak sabaran, pria itu berharap bahwa Aqila akan baik-baik saja.


"tidak ada luka serius yang mulia raja nona besar hanya kelelahan dan butuh istirahat yang banyak, hamba akan meresepkan obat untuk menjaga daya tahan tubuh-nya, dan tolong pastikan beberapa hari ini nona besar tidak melakukan hal yang berat hingga menguras banyak tenaga"


jelas sang tabib sambil menuliskan beberapa resep di selembaran kertas kemudian menyerahkan-nya dan langsung di ambil oleh Lila.


"baiklah terimakasih"


akhirnya semua orang bisa bernafas lega karena keadaan Aqila tidak terlalu mengkhawatirkan.


"itu sudah menjadi tugas hamba yang mulia, kalau begitu saya permisi"


setelah tugas-nya selesai tabib tersebut langsung berpamitan karena masih memiliki banyak pekerjaan dan Han Zain menyetujui hal itu.


"silahkan, mari saya antar"


hei Long menawarkan diri untuk mengantar tabib itu keluar setelah memastikan tuan-nya baik-baik saja.


"ayah sangat merindukan mu sayang, lekas-lah membaik"

__ADS_1


cup


satu kecupan mendarat di kening gadis itu, begitu selesai menyalurkan kerinduan-nya Han Zain meminta semua orang keluar dan membiarkan Aqila beristirahat dengan tenang tanpa gangguan.


__ADS_2