SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Kemarahan Aqila


__ADS_3

Setelah tiba Aqila melangkah masuk melewati gerbang istana begitu saja, bahkan gadis itu tidak sungkan membunuh siapapun yang berani menghadang jalannya.


wajah datar dan mata hazel milik Aqila yang saat ini memancarkan kekejaman mampu membuat siapa pun ketakutan saat menatap ke arahnya.


keadaan istana yang sebelumnya tenang kini menjadi kacau balau setelah kedatangan gadis itu dan ke tiga temannya.


kabar tentang aksi mereka saat ini tersebar hampir keseluruhan penjuru wilayah kerajaan Bingjie entah siapa yang menyebarkannya Aqila tidak perduli sama sekali yang ada dalam pikirannya sekarang adalah menyelamatkan keluarga Lin dan memberi pelajaran pada Jun gong fai juga seluruh orang-orangnya.


sepertinya kali ini Aqila akan kembali menaklukkan sebuah kerajaan dengan tangannya sendiri.


itu adalah resiko yang harus mereka tanggung karena sudah berani mencari masalah dengannya.


kemarahan gadis itu belum mereda hingga saat ini, para pelayan yang berpapasan dengannya bergetar ketakutan mereka tidak berani mengangkat kepala.


jangankan menatap ke arah Aqila untuk sekedar bernafas saja tenggorokan mereka terasa tercekik saking tak sanggup merasakan tekanan yang gadis itu keluarkan.


Aqila terus berjalan menyusuri koridor istana dengan aura mematikan, meski ini pertama kalinya ia menginjakan kaki di sinih gadis itu seolah tidak merasa kesulitan sama sekali dalam mencari targetnya.


sedangkan ketiga orang lainnya sibuk mencari keberadaan keluarga Lin atas perintah dari gadis tersebut.


setelah menempuh perjalanan yang sedikit memakan waktu Aqila tiba di pintu aula utama istana kerajaan bingjie.


istana ini cukup luas dan mewah dengan banyaknya bangunan-bangunan besar berlapis baja murni, jadi wajar jika itu memakan banyak waktu hanya untuk sampai ke tempat dimana Jun gong fai beranda.


tanpa menunggu persetujuan aqila mendobrak pintu secara paksa dengan cara menendangnya ketika dia sudah sampai.


brak


semua orang yang ada di dalam hampir di buat jantungan saat mendengar dentuman keras yang di timbulkan oleh pintu besar tersebut.


mereka langsung menengok ke arah sumber suara untuk mengetahui siapa pelakunya.


kebetulan hari ini raja Jun Gong fai sedang mengadakan rapat dengan beberapa menteri dan orang penting lainnya, tapi sepertinya itu akan jadi momen terakhir bagi beberapa dari mereka.


perlahan namun pasti Aqila melangkah masuk dengan aura kegelapan yang terus menyeruak dari dalam dirinya.


tajam dan datar serta mendominasi itu yang kini semua orang rasakan saat Aqila semakin mendekat.


pintu kembali tertutup rapat secara tiba-tiba dan menimbulkan suara kencang pelakunya tentu saja gadis itu.


beberapa orang menatap tajam ke arah aqila salah satunya adalah Jun gong fai.


"lancang, berani sekali kau berbuat onar di istana ku"


Jun gong fai berteriak marah atas tindakan yang Aqila lakukan saat ini di istananya.


"malaikat kematian mu"


dengan dingin Aqila menjawab, semua orang kembali di buat terkejut bahkan bola mata mereka hampir keluar dari tempatnya.


"katakan siapa kau sebenarnya"


Jun gong fai menggeram marah wajahnya menggelap karena darah dalam tubuh pria paruh baya itu sedang mendidih.


"sudah ku katakan bahwa aku adalah malaikat kematian mu bodoh"


Aqila mendengus kesal saat harus mengulang perkataannya lagi

__ADS_1


"kau"


pria itu bangkit dari kursi kebesarannya sambil melemparkan senjata berbentuk belati ke arah Aqila.


"kenapa apa kau takut melihat ku, bukankah sebelumnya kau menyuruh orang-orang mu untuk menangkap ku hidup atau mati, sekarang aku sudah ada di sinih, apa yang bisa kau lakukan"


setelah berhasil menghindar Aqila berjalan mendekat dengan kemarahan yang begitu kuat dia menatap benci pria yang ada di hadapannya.


"kurang ajar jadi kau Aqila"


Jun gong fai menatap tidak percaya dia kira gadis yang menolak putranya adalah gadis biasa nyatanya itu jauh dari perkiraan.


Aqila menarik sudut bibirnya membentuk senyuman licik meskipun itu terlihat samar tetap saja pria itu menyadarinya.


"prajurit tangkap dia"


beberapa prajurit yang ada di dalam ruangan tersebut mulai menyerang tapi sayang tidak ada satupun serangan yang berhasil mengenai tubuh gadis itu.


semua orang lagi-lagi dia buat syok dengan apa yang mereka saksikan saat ini, beberapa dari mereka ingin membantu tapi langsung di urungkan saat aqila menatap tajam ke arah mereka semua.


"kurang ajar, dimana yang lain cepat tangkap gadis itu"


Jun gong fai menatap tidak percaya saat tak ada satupun prajurit yang berjaga di luar datang untuk membantunya.


"mereka tidak akan datang"


Aqila berucap dingin sambil terus menatap tajam ke arah Jun gong fai juga yang lain.


"apa yang kau lakukan pada mereka"


ucap Jun gong fai, pria itu menatap was-was takut Aqila melakukan hal tak terduga lainya lagi.


Aqila kembali mengikis jarak Jun Gong fai diam membeku untuk beberapa saat.


"kau"


kemudian pria itu mulai menatap benci sambil mengacungkan salah satu jarinya ke arah Aqila.


"tenang saja sebentar lagi adalah giliran mu"


Aqila di bakar emosi dia sangat membenci orang yang berani menunjuk wajahnya


"berani sekali kau berbicara seperti itu pada ku, aku adalah raja dari kerajaan bingjie apa kau ingin mengibarkan perang antar kerajaan aku bisa saja mengirim pasukan tempur ku untuk menyerang kerajaan xingsheng"


entah apa yang ada dalam otak pria paruh baya itu dia malah sempat-sempatnya memamerkan kekuasaannya di saat seperti ini.


"oh aku lupa memberi tau mu, aku bukan berasal dari kerajaan xingsheng melainkan dari kerajaan Cang'an"


ucap gadis itu, Yang mengungkap kebenaran dengan begitu mudah


"jadi anda adalah nona Han Aqila gadis yang menghabisi raja Jiang na dan seluruh keluarganya serta orang yang mengambil alih kerajaan tersebut"


salah satu dari mereka yang menyaksikan tanpa sadar membuka suara mengalihkan perhatian Aqila saat ini.


"menurut mu"


bukannya langsung menjawab Aqila malah lebih dulu mengutarakan pertanyaan yang di rasa sudah pasti tau jawabannya.

__ADS_1


"jadi betul itu anda, apa hubungan anda dengan kerajaan xingsheng"


seolah ketakutan dalam diri si penanya hilang dia kembali bertanya dengan rasa penasaran tinggi


"diam atau kau akan jadi orang pertama yang aku habisi"


Aqila menjawab dingin perkataan tersebut kali ini dia tidak ingin bermain-main dalam menghabisi musuhnya


"nona Kenapa anda ingin membunuh kami, kami tidak melakukan apa pun yang menyinggung perasaan anda"


ucap yang lain, sambil menunduk takut tidak berani menatap mata tajam gadis itu.


"kau memang tidak, tapi raja mu telah berani menyentuh orang ku maka kalian semua harus menanggung konsekuensinya"


"bedebah, jangan lupa bocah laki-laki itu masih berada di tangan ku jika kau berani melakukan sesuatu maka dia akan mati begitupun dengan yang lainnya"


Jun gong fai menyela pembicaraan tersebut takut jika kebusukannya tercium oleh khalayak umum.


"kau pikir aku bodoh seperti diri mu"


Aqila kembali tersenyum mengejek yang hanya bisa di lihat oleh pria paruh baya itu sedangkan yang lain tidak.


tuk


salah satu dari banyaknya para menteri yang hadir tiba-tiba menjatuhkan diri berlutut di lantai sambil memohon belas kasih pada Aqila atas nyawanya.


"nona tolong ampuni saya, saya tidak melakukan apapun sungguh"


"oh ya tapi sayangnya tidak ada kata ampun dalam kamus ku"


"pergilah selagi aku masih berbaik hati"


Jun gong fai yang tidak ingin citranya memburuk masih bersikap begitu angkuh dan itu berhasil menambah bahan bakar di dalam kobaran api hingga membuatnya semakin membesar.


"kenapa kau takut Jun gong fai"


Aqila menjawab dingin nadanya terdengar penuh penekanan dan misterius secara bersamaan


"cuh tidak akan pernah"


bukannya mengakui kebenaran Jun gong fai malah meludah membuat darah gadis itu semakin mendidih


"kau yang memintanya sialan"


setelah mengatakan hal tersebut Aqila melesat secepat kilat menghabisi salah satu dari mereka yang hadir di sanah.


sytttt


gludk


sebuah kepala menggelinding ke depan memuncratkan banyak darah keman-mana.


mereka yang ada di dalam ruangan menatap linu seonggok tubuh yang tidak lagi bernyawa


gerakan yang Aqila lakukan terbilang sangat cepat hingga sulit di prediksi beberapa dari mereka merinding ketakutan hingga tak sanggup berdiri lagi.


sedangkan gadis itu menatap datar mayat Yang ada di hadapannya.

__ADS_1


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo author kemarin GK up karena author sibuk mohon di maklumi 🙏


terimakasih sudah berkunjung dan selamat membaca 😊


__ADS_2