
di penginapan yang cukup ramai empat manusia tengah asik menikmati makanan dengan tenang malam itu.
mereka adalah Aqila, Lila, Lin Shan dan Bai lu, namun setelah beberapa menit kemudian dua manusia lainnya menghampiri mereka berempat.
"apa kalian melupakan kami"
ucap salah satu di antaranya, aqila dan yang lain menoleh ke sumber suara untuk melihat siapa yang berbicara pada mereka.
"Annchi"
ucap Lila spontan, sedangkan gadis itu tersenyum manis saat namanya di sebut.
"kalian tidak menepati janji dan meninggalkan kami di sanah tanpa kabar"
jawab Annchi merajuk karena selama di wilayah Utara mereka tidak lagi bertemu setelah kejadian tempo lalu.
"maaf kami lupa akan hal itu"
Lila meminta maaf mewakili yang lain, karena ketiganya selalu saja di sibukkan oleh berbagai hal sampai melupakan janji tersebut.
"yah baiklah-baiklah"
jawab Annchi yang tidak mempermasalahkan hal itu lagi, dia paham betul bahwa orang seperti Aqila tidak memiliki waktu untuk mengurusi hal-hal kecil yang menurutnya tidak berguna.
"nona saya dengar kerajaan bingjie sekarang menjadi milik anda"
kali ini to mu membuka suara menanyakan kabar yang dia dapat selama di perjalanan pulang.
"tentu saja nona hebat bukan"
Lila menjawab dengan rasa bangga memamerkan kehebatan Aqila sedangkan gadis itu sendiri hanya diam memperhatikan.
"hebat bahkan sangat hebat sekali"
Annchi yang sejak dulu mengagumi aqila sebagai idolanya langsung bersemangat dalam memuji gadis tersebut.
"siapa gadis cantik ini"
ucap to mu secara mendadak membuat lima pasangan mata menatap ke arahnya dengan beragam ekspresi.
mendapat tatapan demikian to Mu merasa malu merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menahan rasa penasarannya.
pemuda tampan itu langsung menundukkan kepala untuk menghindari tatapan mereka
"dia teman kami namanya Bai lu"
jawab Lila memperkenalkan gadis yang ada di samping Aqila pada kedua saudara itu.
"salam nona Bai lu"
Annchi dan To Mu memberi salam secara bersamaan sebagaimana aturan yang berlaku di dalam masyarakat.
"hm"
Bai Lu menjawab singkat salam tersebut kemudian kembali menikmati makanannya karena masih merasa lapar.
__ADS_1
sikap acuh gadis itu mengingatkan Annchi dan To Mu pada Aqila karena sikap mereka berdua hampir sama persis.
"boleh kami ikut bergabung"
tanya Annchi karena sejak awal pembicaraan mereka masih berdiri dan belum di persilahkan untuk duduk.
"silahkan"
dan kali ini Lin Shan yang menjawab setelah lama diam memperhatikan interaksi mereka semua.
"bagaimana kabar anda tuan Lin Shan"
to Mu baru menanyakan kabar pemuda itu setelah dia duduk di sampingnya.
"Baik, anda sendiri"
"saya juga baik"
pembicaraan ke duanya berhenti sampai di situ, tapi tidak dengan para gadis khususnya Lila dan Annchi yang memang terlihat akrab sedangkan Aqila dan Bai Lu hanya diam memperhatikan interaksi yang ke duanya.
setelah lama memperhatikan dan merasa bosan tanpa mengeluarkan sepatah katapun Aqila bangkit dari tempat duduknya kemudian melangkah pergi dari sanah.
sikap tersebut membuat yang lain menatap bingung juga penasaran.
"ada apa dengan nona Aqila, apa beliau tidak suka dengan kehadiran kami berdua"
Annchi merasa tidak enak setelah melihat kepergian aqila berpikir bahwa gadis itu merasa terganggu atas kehadirannya.
"jangan di pikirkan nona memang seperti itu sikapnya selalu berubah-ubah tergantung suasana hatinya"
"memang apa yang terjadi saat kalian kembali ke sini"
to mu kembali membuka suara menanyakan alasan perubahan sikap aqila pada mereka bertiga.
"pihak istana melarang kami berempat menginjakkan kaki di wilayah ini"
terang Lin Shan sambil menatap ke arah perginya Aqila.
"pasti karena kematian bangsawan Wu"
ucap Annchi spontan membuat pandangan mereka berempat menatap ke arahnya.
"kau tau"
tanya Lila dengan rasa penasaran tinggi, bai Lu yang tadinya bersikap acuh kini berubah ingin tau.
"tentu, aku mendengarnya saat datang kemari"
"oh"
jawaban Lila kesal sendiri, karena sebelumnya gadis itu berpikir Annchi tau sesuatu yang tidak mereka ketahui tentang berita kematian seluruh keluarga bangsawan Wu, namun kenyataannya tidak sesuai dengan dugaan.
Annchi tersenyum kikuk melihat perubahan ekspresi wajah Lila dan yang lain.
....
__ADS_1
di lain sisi, setelah meninggalkan penginapan Aqila kini tengah duduk manis di salah satu atap rumah warga sambil menatap hamparan bintang yang bersinar indah di gelapnya malam.
pemandangan langka tersebut di saksikan oleh sepasang mata yang separuh wajahnya tertutup topeng.
orang itu terus mengamati setiap gerak gerik Aqila dengan pandangan tajam, posisinya saat ini sedang berbaring santai di atas dahan pohon yang rimbun sehingga keberadaannya tidak akan di ketahui oleh orang lain.
"ternyata dia lagi, apa kau akan terus bersembunyi"
ucap aqila yang berhasil membuatnya terkejut karena jarak mereka saat ini tidaklah dekat.
"dia mengetahui keberadaan ku"
guma orang itu berbicara pada dirinya sendiri dan anehnya Aqila bisa mendengar suara tersebut.
"ya aku tau, kau adalah orang yang sama yang mengendalikan penghuni hutan perbatasan Utara, benar bukan"
ucap Aqila lagi dan itu tepat sasaran, sosok tersebut tersenyum penuh arti sambil menggumakan sesuatu.
"rupanya gadis ingusan ini sudah mengetahuinya"
sosok itu adalah pria bertopeng yang dulu pernah memperhatikan Aqila saat berada di dalam hutan.
"berhenti jadi pengecut dan keluarlah"
Aqila kesal saat pria bertopeng tidak juga menggubris perkataannya.
"tidak untuk saat ini kita akan bertemu lagi nanti Gadis kecil sebelum itu terjadi persiapkan diri mu, dan jangan membuat ku kecewa atau kau akan menanggung akibatnya"
setelah mengatakan hal tersebut pria bertopeng menghilang begitu saja membuat aqila mendengus kesal.
Aqila jadi penasaran tentang siapa dirinya kenapa orang itu hanya muncul di saat-saat tertentu.
dia bahkan tidak mau menampakkan wujudnya, datang dan pergi sesuka hati apalagi tatapan tajam pria itu membuat Aqila memiliki firasat buruk tentang sesuatu yang akan terjadi nantinya.
"apa dia ada hubungannya dengan mimpi ku selama ini"
guma Aqila pelan, sambil berpikir tentang beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi nanti.
"ibu apa lagi ini kenapa pundak ku terasa berat, bisakah aku berhenti saja, aku hanya ingin hidup tenang"
Aqila mengeluh dengan keadaan yang ada, masalah hidupnya seolah tidak ada habisnya baik saat di kehidupan sebelumnya atau-pun sekarang terasa sama saja.
setelah puas mengamati indah-nya jutaan bintang Aqila bangkit dari posisi kemudian melompat turun ke bawah dan kembali ke penginapan.
sedangkan di sanah yang lain masih menunggu kedatangan gadis itu untuk waktu yang cukup lama.
pasalnya Aqila pergi sudah lebih dari dua jam membuat mereka khawatir, juga takut jika sesuatu terjadi pada-nya.
ketika Lin Shan dan To Mu hendak melangkah keluar dari penginapan untuk mencari Aqila gadis itu sudah datang lebih dulu dan menghampiri mereka semua di sanah.
hey ketemu lagi sama author gimana kabar kalian sehat kan?🤭
terimakasih sudah berkunjung ke karya author dan makasih banyak juga udah selalu setia menunggu up terbarunya 😊
maaf yah author blm bisa penuhi keinginan kalian 🙏
__ADS_1
see you next time di episode berikutnya 👋😊😊🥰