SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
penampilan baru Lin Shan


__ADS_3

Setelah Aqila masuk ke dalam kamar nya Lin Shan langsung menutup kembali jendela itu dengan rapat agar tidak ada yang mengintip pembicaraan mereka.


"nona silahkan duduk" Lin Shan mengarahkan aqila ke tempat duduk yang memang sudah tertera sejak awal di tengah ruangan.


Setelah mereka duduk Lin Shan langsung menuangkan teh untuk mereka berdua, tidak ada kecanggungan sama sekali, sepertinya mereka sudah terbiasa melakukannya.


"apa ada hal penting nona Hingga tengah malam begini anda berkunjung ke kamar seorang pria, bagaimana jika ada yang melihat itu akan merusak reputasi anda"


Lin Shan bertanya panjang lebar karena mengkhawatirkan gadis itu tapi orang yang di khawatirkan bersikap biasa saja.


"aku akan membantu membuka segel yang ada dalam tubuh mu Lin Shan" jawab Aqila sambil menatap lekat wajah tampan pemuda itu.


"anda tau tentang ini nona" tanya Lin Shan terkejut karena gadis itu mengetahui banyak hal tentang dirinya tanpa pemuda itu bercerita panjang lebar.


"Persiapkan diri mu aku tidak punya banyak waktu" ucap Aqila lagi.


Lin Shan mengangguk dengan patuh kemudian mereka berjalan ke atas kasur, kini keduanya duduk saling berhadapan Aqila.


"tutup mata mu"


Setelah Lin Shan menutup mata aqila memusatkan pikirannya ke suatu tempat yang ingin dia tuju.


dalam hitungan detik cahaya putih menyelimuti mereka dan kini keduanya telah sampai di tempat yang di tuju tidak lain adalah ruang dimensi.


Melihat kedatangan mereka berdua seluruh penghuni dimensi memberi salam penghormatan.


Setelah menyapa sebentar Aqila membawa Lin Shan ke pusat air terjun di sanah lah dia akan membantu Lin Shan memecahkan segel nya.


begitu sampai tanpa membuang waktu gadis itu meminta pemuda tersebut untuk menanggalkan pakaian atas nya dan duduk bersila di atas batu besar di tengah-tengah air terjun itu.


Ketika di rasa posisi Lin Shan sudah pas Aqila mulai menggumakan sebuah mantra dan secara ajaib cahaya berwarna putih keemasan merembes keluar dari tangan gadis itu.


Aqila buru-buru mengarahkan cahaya itu ke tubuh Lin Shan, secara alami tubuh pemuda itu memberikan respon.


Dapat Lin Shan rasakan rasa panas dan dingin menjalar ke seluruh tubuh nya, beberapa menit setelahnya rasa sakit itu semakin menjadi Lin Shan merasa seluruh persendian nya remuk seperti di hantam oleh batu besar.


Meski tubuh nya terasa remuk redam dia tidak berteriak sama sekali, pemuda itu terlihat kesakitan namun memilih tetap bungkam, patut di acungi jempol.

__ADS_1


Dua hari Lin Shan merasakan sakit yang menggerogoti tubuhnya itu dia merasa nyawanya sudah berada di ujung tanduk.


Saat Lin Shan hampir menyerah perlahan rasa sakit itu berangsur membaik, tulang-tulang yang semula terasa remuk kini seperti di perbaiki kembali, rasa hangat mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.


Dapat Lin Shan rasakan dia akan mengalami kenaikan tingkat karena merdian dalam tubuhnya menyerap setiap mana yang ada di sekitarnya.


Duarr


Terdengar bunyi ledakan dalam tubuh Lin Shan pemuda itu naik tingkat hingga ke ranah jendral setara dengan pangeran Zhuang Lan.


Aqila tersenyum puas karena telah berhasil memecahkan segel pria itu, hanya saja kini tenaganya terkuras habis membuat tubuh nya lemas.


Setelah menetralkan kekuatan sihir dalam dirinya Lin Shan perlahan membuka mata kini penampilan fisik pemuda itu berubah 180°


Rambut hitam nya kini bercampur dengan warna biru laut terlihat sangat indah di pandang bola mata pria itu juga berubah menjadi biru pekat seperti milik Zhuang Daiyu.


Tubuh atletis nya terlihat sangat menggoda saat terkena cipratan air terjun Aqila tertegun melihat penampilan Lin Shan sekarang.


sejak awal pertemuan mereka Lin Shan memang tampan tapi Aqila tidak menyangka bahwa penampilan sebenarnya dari pemuda itu jauh lebih tampan.


Bisa Aqila pastikan para gadis-gadis di luaran sanah akan menjerit histeris melihat penampilan Lin Shan saat ini.


"terimakasih nona" ucap Lin Shan dengan tulus


"hm" Aqila mengangguk dan bersikap acuh tak acuh


mendadak ada desiran aneh dalam tubuhnya Aqila tidak terlalu ambil pusing, tapi harus dia akui ketampanan yang Lin Shan miliki nyaris sempurna mengalahkan para pria tampan yang pernah dia temui sebelum nya.


Lin mengernyit bingung dengan sikap Aqila yang tidak seperti biasanya pemuda itu jadi berfikir apa ada yang salah dengan dirinya, disini pemuda itu belum menyadari perubahan fisik nya.


"nona" ucap Lin Shan mencoba menyadarkan gadis itu dari lamunannya.


"kita kembali" jawab Aqila dingin padahal dia sedang mati Matia menahan rasa malu nya.


Tanpa menunggu jawaban Lin Shan Aqila mulai memusatkan pikiran nya dan kini mereka sudah kembali ke kamar pemuda tersebut.


Bruk

__ADS_1


Aqila jatuh pingsan karena kehabisan tenaga waktu kini menunjukkan pukul 3 dini hari yang artinya mereka menghabiskan waktu 2 hari di dalam dimensi dan dua jam di dunia nyata.


Lin Shan terkejut mendapati Aqila jatuh pingsan, pemuda itu langsung membenarkan letak posi tidur Aqila agar terasa lebih nyaman.


Pemuda itu menjaga Aqila dengan baik selama gadis itu pingsan, Lin Shan bahkan duduk di bawah kasur dengan kepala menyandar ke sisi ranjang.


Tanpa terasa dirinya ikut terlelap hingga pagi tiba dan saat pemuda itu bangun dia tidak mendapati Aqila di atas ranjang.


Awalnya pemuda itu panik tapi setelah kesadaran nya terkumpul semua, dia menghela nafas panjang karena menyadari Aqila pasti kembali ke kamar nya.


Gadis itu selalu pergi dan datang sesuka hati terkadang Lin Shan harus bekerja ekstra untuk mengimbangi sikap nya.


...----------------...


di tempat pelatihan segala macam tantangan dan persenjataan telah di siapkan, sesuai perkataan raja Zhuang Daiyu hari ini Lin Shan akan membuktikan kemampuannya.


Semua orang sudah berkumpul kecuali Aqila dan tokoh utama nya.


Tidak berselang lama orang yang mereka tunggu akhirnya tiba, betapa terkejutnya semua orang melihat penampilan baru Lin Shan.


Zhuang Daiyu tersenyum puas mengetahui segel dalam tubuh Lin Shan telah hilang.


"salam ayahanda"


"salam raja"


begitu tiba mereka berdua memberi salam hormat Lin Shan sedikit tidak nyaman melihat tatapan semua orang yang di tujukan pada nya.


reaksi itu sama seperti dirinya saat mengetahui perubahan fisik tubuh nya sendiri, tapi sangat tidak nyaman jika orang lain yang memberikan tatapan demikian.


"salam kalian saya terima, silahkan duduk duduk nona Aqila"


"terimakasih"


"tidak perlu sungkan nona"


Aqila mendudukkan diri di samping xiaoli dan Shen duyi posisinya berada di tengah.

__ADS_1


Sedangkan Lin masih berdiri menunggu perintah selanjutnya dari sang raja.


lima menit setelahnya, ujian kelayakan resmi di mulai Lin Shan di perintahkan untuk menghabisi para monster menggunakan berbagai jenis senjata yang sudah di siapkan.


__ADS_2