
suasana istana begitu ramai tapi tidak di paviliun utama di sanah terlihat lebih tenang tidak ada suara berisik apa pun karena sebelumnya Aqila sudah memperingatkan semua orang untuk tidak mengganggu waktu istirahatnya.
"nona kenapa anda belum bersiap"
ucap Lila yang masuk secara mendadak, gadis itu membawa satu set pakaian yang akan Aqila kenakan hari ini.
"biarkan aku istirahat lebih lama"
guma Aqila yang masih memejamkan mata di atas ranjangnya.
"apa anda lupa nona"
ledek Lila sambil terkekeh kecil membuat gadis itu membuka matanya.
"tidak"
"kalau begitu ayo cepat bersiap karena semua orang sudah menunggu kehadiran anda"
ucap Lila kemudian mulai mempersiapkan semua keperluan mandi gadis itu.
setelah tiga puluh menit, Kini penampilan Aqila sudah sangat sempurna ia mengenakan hanfu berwarna hitam yang di padukan dengan warna emas dan putih.
Aqila juga memakai sedikit perhiasan yaitu sepasang anting Mutiara dan gelang giok pemberian ibunya, rambut hitam panjangnya di gerai Indah.
orang akan langsung jatuh hati hanya dengan satu kali pandang saat menatap Aqila secara langsung.
....
di aula utama orang-orang penting sudah berkumpul mereka sedang membahas sesuatu sampai suara penjaga menghentikan obrolan tersebut.
"nona besar Han beserta keluarganya sudah tiba dan akan memasuki ruangan"
teriak salah satu penjaga dengan lantang sedangkan yang lain membuka pintu besar itu.
Aqila, tuan Han, Lila dan Lin Shan melangkah masuk aura yang Aqila keluarkan begitu mendominasi dari yang lain.
semua orang menatap kagum ke arah gadis itu sedangkan Aqila masih tenang dan tidak terusik sama sekali.
"karena semuanya sudah berkumpul saya Han Aqila pemilik kerajaan Cang'an menunjuk tuan Han Zain untuk menjadi Raja selanjutnya apa ada yang keberatan"
ucap Aqila dingin dan tajam setelah dia tiba di samping singgasana, awalnya mereka semua ragu tapi jika gadis itu sendiri yang memilihnya semua orang hanya bisa pasrah dan menerima keputusan gadis tersebut.
"salam yang mulia raja Han Zain semoga anda panjang umur dan semoga rakyat Cang'an selalu sejahtera dibawah kepemimpinan anda"
ucap mereka serempak dengan sedikit membungkuk sebagai tanda penghormatan dan pengakuan dari mereka semua.
"salam untuk kalian juga"
jawab tuan Han dengan penuh wibawa meski sebelumnya ia menolak tawaran Aqila tapi tetap saja gadis itu melakukan apa yang sudah di putuskannya.
membuat tuan Han mau tidak mau harus menerima dia juga tidak mungkin menolak keputusan Aqila di hadapan semua orang karena itu akan merusak citra putrinya.
"saya bersumpah akan selalu mengabdikan diri untuk kesejahteraan rakyat Cang'an jika saya melainkan tugas makan dewa sendiri yang akan menghukum saya"
__ADS_1
ucap tuan tuan Han lagi, dia bersumpah demi langit dan bumi bahwa ia akan mengemban tugas ini dengan sebaik baiknya.
"sekarang perayaan sudah bisa di mulai"
ucap Aqila kemudian gadis itu turun kebawah untuk berbaur dengan yang lain.
begitu Aqila selesai bicara para penari dan pemain musik mulai melakukan tugas mereka untuk menghibur semua tamu yang hadir.
aula menjadi sangat ramai banyak para tamu mengucapkan selamat pada tuan Han, sedangkan Aqila yang tidak menyukai keramaian melangkah keluar dari sanah.
semua orang tidak menyadari ketidak hadiran gadis itu kecuali Lin shan pemuda tersebut menyusul Aqila saat pandangannya tidak sengaja melihat gadis itu melangkah keluar dari ruangan.
"nona kenapa Anda di sinih"
tanya Lin Shan yang sudah ada di samping Aqila mereka sedang duduk di taman belakang istana.
"di sanah terlalu ramai"
ucap aqila datar tanpa mengalihkan pandangannya ia sedang menatap hamparan bunga yang terlihat sangat cantik.
setelah mendengar jawaban aqila Lin Shan kembali diam ia menatap ke arah gadis itu sebentar kemudian mengalihkan pandangannya ke arah hamparan bunga.
jantung pria tersebut berdetak sangat kencang Lin Shan tidak tau apa yang sedang terjadi pada dirinya, hal itu selalu saja terulang ketika ia dekat dengan Aqila.
Lin Shan sempat berpikir apakah dia mulai menyukai gadis itu, tapi kemudian Lin Shan langsung menepis pikiran tersebut.
jika benar sekalipun dia merasa tidak pantas bila di sandingkan dengan Aqila mereka bagaikan bumi dan langit, sangat jauh perbedaannya.
ia hanya seorang pengawal yang tidak punya orang tua dia miskin sedangkan Aqila gadis itu punya segalanya.
"apa yang sedang kau lamunkan"
"eh tidak, tidak ada nona"
jawab Lin Shan tergagap dia begitu terkejut saat Aqila tepat berada di hadapannya.
jarak mereka begitu dekat Lin Shan hampir saja kehilangan kontrol saat menatap bibir ranum aqila yang terlihat sangat menggoda di matanya itu.
"ada apa"
tanya Aqila dia masih menatap pemuda itu dengan datar
"tidak ada nona"
Lin Shan menjawab sambil mundur kebelakang ia mengalihkan pandangannya ke arah lain tidak berani lagi menatap mata gadis itu.
mata Aqila begitu cantik hingga membuat semua orang yang melihat ke arahnya akan langsung terpesona.
"apa yang sedang kalian lakukan di sinih"
ucap seseorang dari arah Belakang membuat Aqila dan Lin Shan menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"tidak ada, saya Hanya sedang menemani nona menikmati pemandangan bunga"
__ADS_1
ucap Lin Shan sedikit berbohong ia tidak ingin Lila mencurigainya.
sedangkan Aqila hanya diam tidak mengatakan apa pun, membuat Lila percaya begitu saja dengan ucapan Lin Shan.
"kenapa kemari"
Aqila bertanya ketika Lila menatap ke arahnya.
"tuan besar mencari anda nona, karena acara sudah akan selesai"
jawab Lila jujur karena itulah kenyataannya, tuan Han sempat menyuruh gadis itu untuk mencari keberadaan Aqila.
"hm"
setelahnya aqila Langsung melangkah pergi kembali ke tempat pesta, Lila dan Lin Shan langsung ikut menyusul.
"kau darimana saja Putri ku ayah sejak tadi mencari keberadaan mu tapi kau tidak ada di sinih"
ucap raja Han Zain panjang lebar setelah menemukan keberadaan Aqila dan yang lain.
"aku sedang di taman belakang istana"
jawab Aqila jujur setelah ketiganya sampai di hadapan raja Han Zain.
"ayah pikir kau pergi kemana, tiba tiba saja menghilang"
ucap tuan Han merasa cemas ketika Aqila tidak berada di dalam aula.
"aku hanya ingin menghirup udara segar pesta ini sangat membosankan"
jawab Aqila acuh untung saja ucapannya barusan tidak terdengar oleh orang lain.
"apa kau lelah"
"hm"
"kalau begitu kembalilah ke paviliun mu dan beristirahat ayah yang akan menjelaskan pada para tamu undangan"
tuan Han bisa melihat kondisi aqila yang terlihat sangat kelelahan itu.
"terimakasih ayah"
"sama-sama sayang"
setelahnya aqila melangkah keluar dari aula tersebut di ikuti oleh Lila dan Lin Shan yang selalu mengekor kemanapun gadis itu pergi.
begitu sampai Aqila langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang Lila dan Lin shan pergi meninggalkan gadis itu sendiri karena Aqila ingin beristirahat.
hari semakin sore, pesta juga sudah di bubarkan istana kembali tenang seperti sebelumnya.
waktu berputar dengan sangat cepat kini hari menjadi malam semua orang sudah tertidur dan memasuki alam mimpinya masing masing.
Hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo author blm bisa crezy up 🙏😊
__ADS_1
semoga kalian tidak bosan menunggu up terbarunya 🥰🥰
terimakasih sudah mampir dan selamat membaca 😊😊😊🥰