SANG DEWI PENAKLUK

SANG DEWI PENAKLUK
Kematian Selir Huranran


__ADS_3

sepeninggalan Aqila dari penjara bawah tanah reaksi obat mulai bekerja.


ahhhh


huranran merasa pandangannya sedikit kabur kepalanya juga terasa pusing, perlahan dia melihat sesosok wanita yang di kenalnya di kejauhan.


"tidak jangan mendekat kau sudah mati"


huranran berteriak pada sosok wanita yang terus berjalan ke arahnya.


"kau pembunuh"


orang yang di lihat huranran adalah meilin ibu dari Aqila, dia mendengar wanita itu mengatainya sebagai pembunuh.


"tidak saya tidak melenyapkan mu"


ucap huranran menolak kebenaran yang ada dia bergetar ketakutan saat mengucapkannya.


"pembunuh"


"tidak saya bukan pembunuh, pergi kau sudah mati jangan ganggu saya"


huranran terpojok dia merasa hidupnya akan segera berakhir.


"kau membunuh ku dan juga putra ku"


"tidak, pergilah sialan kau sudah mati jangan ganggu saya lagi"


huranran menjerit histeris dia terus mundur kebelakang sambil melempari bayangan tersebut dengan jerami.


"pergilah meilin saya mohon maafkan saya tolong ampuni saya jangan bunuh saya"


huranran menangis tersedu dia terus memohon ampun, pada sosok bayangan itu ia mulai menyesali semua perbuatannya selama ini.


padahal yang sebenarnya adalah meilin tidak pernah ada di sanah, bayangan tersebut tercipta dari halusinasinya sendiri.


cairan yang aqila berikan adalah obat halusinasi tingkat tinggi dimana orang yang meminumnya akan merasakan rasa sakit luar biasa akibat penyesalan atas kejadian sebelumnya yang dulu pernah dia perbuat.


obat itu akan terus bekerja sampai merenggut kesadaran orang itu dan memaksanya melakukan tindakan nekat.


dan benar saja pagi harinya huranran di temukan sudah tak bernyawa dengan tubuh yang masih menggantung sebelum menjalani eksekusi.


dia bunuh diri karena tidak kuat dengan siksaan batin yang terus terjadi semalam, Lin Lin Dan weilin yang mendengarnya menjerit pilu.


"ibu"


dua gadis itu menangis di depan jasad huranran yang berada di depan halaman kediaman utama begitu mereka sampai di sanah.


"ibu jangan tinggalkan kami"


ucap weilin di sela tangisnya, dia begitu syok mendengar kematian ibunya tersebut.


"kau pasti yang membunuh ibu, katakan yang sebenarnya gadis iblis"


weilin bangkit mendekati Aqila dia hendak menyerang gadis itu di hadapan semua orang.

__ADS_1


"apa kau punya bukti"


Aqila menjawab pertanyaan itu dengan tenang, orang yang melihatnya juga tidak percaya bahwa aqila yang melakukannya.


weilin diam kemudian menatap tuan Han dengan pandangan sendunya tapi yang di tatap malah terlihat acuh.


sedangkan Lin Lin diam mematung di dekat jasad huranran dia tidak menangis atau mengatakan apa pun dia hanya menatap kosong ke arah depan dengan tangan yang terkepal kuat.


di siang harinya jasad huranran di makamkan ke tempat pemakaman biasa sesuai dengan tradisi apalagi ia adalah seorang pembunuh jadi penatua melarang keras huranran di makamkan di pemakaman keluarga.


weilin yang belum siap menerima kenyataan jatuh pingsan dan langsung di bawa ke paviliunnya.


sedangkan Lin Lin ikut menguburkan jasad ibunya ke bukit, dia seperti mayat hidup yang kehilangan jiwa akibat kenyataan tersebut.


setelah tiga jam, pemakaman akhirnya selesai, mereka langsung kembali ke paviliun masing masing.


"ibu, aku akan membalas dendam ini lebih dari apa yang dia lakukan pada kita, jadi beristirahatlah dengan tenang"


ucap Lin Lin sebelum melangkah pergi dari sanah.


....


malam hari di kediaman lavender Aqila meminta Lila dan Lin Shan untuk menemuinya di kamar.


"ada apa nona memanggil kami"


ucap Lila dengan lembut, kemudian mereka berdua mendudukkan diri di dekat gadis itu.


"nona ada apa"


tanya Lila di selama makanya sedangkan aqila yang mendengar langsung menghentikan gerakan tersebut.


aqila teringat kembali dengan mimpinya beberapa bulan lalu karena semalam dia memimpikannya lagi.


"untuk apa"


Lila dan Lin Shan mengatakannya dengan serempak.


"mencari bunga anggrek hitam seribu tangkai"


"untuk apa anda mencarinya nona"


mereka berdua menatap bingung ke arah Aqila juga penasaran dengan apa yang akan Gadis itu lakukan selanjutnya.


"kalian akan tau nanti"


jawab Aqila dengan misterius membuat Lila memutar bola mata malas.


"baiklah tapi apa tuan besar akan mengijinkan kita pergi"


Lin Shan kembali bertanya sambil memandang wajah gadis tersebut yang semakin cantik setiap harinya.


"aku akan berbicara dengan ayah ketika situasi sudah lebih baik"


"baik terserah nona saja"

__ADS_1


setelahnya mereka kembali menikmati makanan dengan tenang, tapi ketenangan itu tidak berlaku di paviliun mawar dan tulip.


....


di paviliun mawar, setelah sadar dari pingsan weilin langsung mengamuk dia membanting semua barang yang ada di kamarnya.


"kau pasti akan mati di tangan ku jika aku tidak bisa melenyapkan mu maka aku akan membuat hidup mu jauh lebih menderita dari apa yang aku rasakan saat ini"


guma weilin pelan sambil menatap dirinya sendiri di dalam cermin yang terlihat sangat menyedihkan.


sedangkan di kediaman tulip tuan Han mengurung dirinya sendiri di dalam kamar sejak siang hari, dia juga menolak semua makanan yang di antar oleh para pelayan.


mungkin jiwanya masih sedikit terguncang dengan kebenaran yang ada.


....


di sisi lain, setelah pulang dari pemakaman Lin Lin mengirim surat pada putra mahkota lewat salah satu orang kepercayaannya.


Jiang mo yang sudah mendengar kabar tentang kejadian di kediaman Han menatap malas surat tersebut.


namun dia tetap membuka surat itu, sebelah alisnya terangkat Begitu selesai membaca keseluruhan surat.


di dalam surat berisi permohonan untuk membantunya membalas dendam pada Aqila di sana juga terdapat ancaman dengan mengatakan akan menyebarkan aib mereka berdua pada semua orang.


Jiang mo mengepalkan kedua tangannya dia begitu marah sampai membanting gulungan surat tersebut.


"beraninya gadis bodoh itu mengancam ku apa dia ingin cepat mati dan menyusul ibunya ke neraka"


guma Jiang mo, Untung saja tidak ada siapapun di ruangan tersebut selain dirinya jika tidak mungkin orang itu akan terkena nasib sial.


malam terus berlalu hingga kini sang fajar kembali menampakkan wujudnya.


berita tentang kematian huranran menyebar keseluruhan penjuru kota banyak gosip tercipta di mana-mana.


sehingga membuat Lin Lin Dan weilin tidak berani keluar dari kediaman, mereka tidak siap menerima hujatan dari para penduduk.


meski begitu di siang hari mereka berdua diam diam menyelinap keluar untuk melakukan sesuatu.


mereka menemui seseorang di tempat yang berbeda, keduanya berdandan dengan begitu misterius.


"saya ingin kalian bekerja untuk saya malam ini"


ucap weilin pada tiga orang pria yang ada di hadapannya, mereka bertemu di salah satu restoran yang ada di pasar ibu kota.


"ingin menyewa kami, bayarannya sangat mahal nona"


ucap salah satu di antara mereka dan terus menatap tubuh weilin dengan penuh minat


"saya tidak perduli jika kalian berhasil menyingkirkannya"


"baiklah kalau begitu kita sepakat"


begitu selesai bernegosiasi weilin langsung pergi dari sanah setelah membayar pesanan.


hey ketemu lagi sama author maaf yh kalo masih ada kata yang kurang tepat author masih belajar mohon di maklumi 🙏😊

__ADS_1


semoga kalian tidak bosan menunggu up terbarunya 🥰


terimakasih atas waktunya dan selamat membaca 🙏😊🥰


__ADS_2