SEMUA TENTANG DENDAM

SEMUA TENTANG DENDAM
Berkumpul Di Pendopo


__ADS_3

Suasana berubah menjadi panik ketika Harjo tak sadarkan diri. Reza tak menyangka, apa yang telah dia katakan membuat Harjo tak bisa menahan beban di pikirannya.


Ia mengangkat tubuh kakeknya yang kurus dan membaringkannya di atas dipan.


" Kek, seberat apa kau memikirkan kata-kataku tadi. Maafkan aku, Kek. Tapi ini memang harus aku katakan kepadamu. Aku tidak mungkin menyembunyikannya dan membiarkan desa ini hancur begitu saja." ucap Reza sembari memegang tangan Harjo yang sudah mengeriput.


" Reza, kau tak bersalah. Bukankah seharusnya Kakekmu tahu akan masalah ini."


" Iya, Rio..tapi aku khawatir Kakekku tidak kuat menahan beban di pikirannya. Dia sudah terlalu tua untuk memikirkan sesuatu yang berat. Aku senang bisa kembali kesini. Dan Kakekku bisa menerimaku. Aku sangat senang. Padahal sebelumnya, aku sudah berpikir negatif pada Kakekku. Tak kusangka dia berjiwa besar. Mau memaafkan semua kesalahanku, dia tak dendam kepadaku. Andai saja Dia tak menerimaku, lalu apa yang akan kuperjuangkan saat ini."


" Reza, sudahlah. Tak ada gunanya memikirkan masalah itu. Sekarang yang terpenting, menunggu Kakekmu siuman lalu kita atur rencana untuk menghadapi pasukan Bos Wijaya."


" Iya.. Kau benar, sebaiknya kita fokuskan dulu tentang penyerangan Bos Wijaya ke tempat ini. Tetapi kita harus bicarakan masalah ini pada warga desa. Kita tidak mungkin bertindak sendiri."


" Reza, musuh kita bukan manusia sembarangan. Untuk apa mereka membantu kita. Yang ada, malah akan menambah korban jiwa. Sebaiknya kita tidak perlu melibatkan mereka. Ke tiga orang pilihan Bos Wijaya terkenal sangat kejam. Terkadang mereka menyerang bukan atas perintah Bos, tetapi atas kemauan mereka sendiri. Aku tahu, mereka melakukan kejahatan bukan karena uang. Tetapi karena suka berkelahi dan membunuh."


" Mungkin warga sini bukan para petarung, tetapi persatuan mereka kuat. Disaat salah satu temannya terdesak, teman yang lain membantu secara keroyokan. Makanya jika aku melawan mereka sendirian, aku tak akan pernah menang."


" Bagaimana kalau mereka semua dibantai tanpa tersisa? Sementara kita sendiri kewalahan menghadapi salah satu diantara mereka?"


" Kau benar juga. Lalu apa kau punya pilihan?"


" Menurutku, kita tak perlu melibatkan mereka. Kasihan mereka jika mengalami nasib sial dan tewas di tangan para pembunuh sadis itu."


" Kalian sedang bicara apa? Kenapa serius sekali." tanya Harjo yang tiba-tiba tersadar dari pingsan.


" Eh, Kakek sudah sadar. Maaf.. lebih baik Kakek jangan memikirkan macam-macam dulu. Aku tidak mau membuat pikiran Kakek semakin berat."

__ADS_1


" Aku sudah tahu dan mendengar ceritamu, Za. Rasanya memang sangat berat. Kenapa ada sekelompok orang yang ingin menghancurkan desa kita. Apa mereka tidak takut dengan hukum."


" Kakek..saat kami masih bergabung dengan Bos kami, memang jika melakukan tindakan kejahatan, tak akan mendapatkan hukuman. Jika tertangkap, itu hanya untuk mengalihkan pandangan saja. Paling tiga hari menjadi tahanan langsung di bebaskan. Itu lah keuntungan kami bergabung dengan Bos kami. Jadi, jangan heran jika meskipun berkali-kali melakukan kejahatan, kami masih bisa berkeliaran dan melakukan kejahatan lagi."


" Hemm.. Kenapa bisa begitu, apa negeri ini sudah kekurangan orang baik? Kenapa ada banyak kejahatan, tetapi tak ada tindakan."


" Bagaimana tidak, Kek.. Siapapun yang ingin menghentikan kejahatan kami, setelah itu orangnya tewas. Tak ada siapapun yang tahu siapa yang membunuhnya kecuali kami."


" Lalu bagaimana dengan kita? Apa benar Bos kamu akan datang kemari dan mengusir warga sini?"


" Kek, aku sudah jujur pada Kakek. Bosku memang benar-benar akan menguasai wilayah ini. Bisa saja ia membakar rumah-rumah dan membunuh siapapun yang menghalangi niatnya. Ini juga terjadi pada Bukit Timur. Kami telah membantai seluruh penghuni rumah pemilik Bukit itu, Kek."


" Reza, aku tahu kabar itu dari warga sini. Kalian memang kejam. Setan apa yang merasuki kalian sehingga bisa setega itu."


" Kakek, kami sudah bertobat dan tak akan mengulangi perbuatan kami lagi. Untuk itu, kami datang kemari untuk membantu melawan teman-teman kami yang kejam. Itu juga untuk menebus segala dosa-dosa yang pernah kami perbuat."


" Kakek tenang saja. Kami tak akan melibatkan Kakek dan warga lainnya. Sebaiknya sebelum mereka datang, kalian semua sudah mengungsi."


" Baik, Reza.. Kalau begitu sebaiknya kita pergi ke pendopo desa dan kumpulkan semua warga sini, agar mereka tahu apa yang akan terjadi esok hari."


Harjo lalu mengajak Reza dan teman-temannya untuk pergi ke pendopo. Ia lalu menyuruh semua warga untuk berkumpul di pendopo.


Selang beberapa menit, sebagian warga mulai berdatangan. Mereka saling bertanya-tanya kenapa mereka dikumpulkan secara tiba-tiba.


" Pak Harjo, ada apa ini kenapa kami semua dikumpulkan disini? Dan kenapa, ada Reza disini. Apa mau bikin keributan lagi disini?" ucap salah satu warga yang diikuti dengan sorakan dari warga yang lain.


" Tenang semuanya..biarkan Pak Harjo angkat bicara dahulu. Lebih baik kita mendengarkan penjelasan Beliau. Jangan ada yang memprovokasi, meskipun kita kedatangan pemuda yang telah bikin ulah dimasa lalu." ucap Bary menenangkan warga yang gaduh.

__ADS_1


" Terima kasih, Bary.. Baiklah semuanya. Saya disini mengumpulkan kalian semua untuk membahas sesuatu yang sangat penting. Dan mungkin akan membuat hati kalian berdebar-debar."


" Pak Harjo, apa maksud Anda? Tolong jangan membuat kami penasaran. Katakan saja langsung jangan bertele-tele. Kami masih punya tanggungan di sawah. Ternak kami juga belum kami kasih makan." ucap salah satu warga yang lain.


" Mohon tenang dan jangan memotong pembicaraan pada Pak Harjo. Saya mohon, kita dengarkan penjelasan dari Pak Harjo. Biarkan beliau menyelesaikan apa yang ingin disampaikan." kembali Bary menenangkan.


" Begini..desa kita akan diambil oleh mantan Bosnya Reza. Mereka akan mengambil paksa. Jika kita semua tak memberikannya, kita akan dibantai seperti peristiwa di Bukit Timur."


" Apa?! Jadi kita mau tinggal dimana jika mereka rampas? Jika ini benar, kita harus melaporkannya pada Polisi." ucap Bary.


" Itu tak akan mempan. Mereka sudah kebal hukum. Para penegak hukum takut pada mereka. Tak ada pilihan lain selain menyerang dan mempertahankan desa kita atau menghindar dan merelakan desa kita menjadi milik penjahat." jawab Harjo dengan tubuh gemetar.


" Jadi, Reza kemari karena disuruh Bosnya? Kalau begitu kita beri dia pelajaran saja. Ayo, serang pengkhianat ini!" teriak salah satu warga yang sejak tadi tak senang dengan kehadiran Reza di desanya.


Beberapa warga mulai terprovokasi dan hampir menggenggam lengan Reza, namun Bary mencoba menengahi. Sebagai ketua pemuda pengganti Bara, ia lebih tegas dan lebih sabar dalam menghadapi warganya. Ia pun menyuruh mereka untuk mundur dan menanyakan kebenaran kata-kata Harjo pada Reza.


" Reza,apa benar yang Kakekmu katakan? Aku mohon jawab dengan jujur. Katakan apa tujuanmu dan kenapa kamu tiba-tiba datang kemari setelah menghilang beberapa lama. Dan kau kemari tidak sendiri. Jawab, Reza."


" Bary.. kedatanganku kemari, aku ingin meminta maaf pada kalian semua atas sikapku yang tidak baik, pada kalian di waktu lalu. Aku sangat menyesali perbuatanku. Dan aku sudah tidak bergabung dengan Bosku lagi. Aku sudah keluar dan memilih jalan untuk kembali. Mereka semua teman-temanku mengikuti jalanku. Mereka juga ingin kebebasan sepertiku.


Dan satu lagi yang ingin ku sampaikan pada kalian semua yang hadir disini. Bahwa, apa yang dikatakan Kakekku benar. Akan ada tiga orang yang datang kemari dan bermaksud merampas tanah kita ini. Awalnya tugas ini diberikan padaku, tapi aku menolak dan akhirnya Bosku memecatku dan tugasku diserahkan pada orang lain.


Mereka bertiga sangat kejam dan sadis. Mereka bertindak brutal dan semena-mena pada siapapun. Untuk itu, aku harap kalian bisa mengerti dan lakukan langkah apa yang ingin kalian lakukan.


Aku bersama teman-temanku sudah berniat akan melindungi desa ini. Hidup dan matiku untuk desa ini. Ini semua aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku. Aku sadar, aku telah banyak berbuat dosa. Semoga dengan cara ini, bisa menghapus semua kesalahanku dan mengembalikan nama baikku."


Mendengar kata-kata Reza, semua orang yang hadir di tempat itu terdiam. Mereka setengah tak percaya dengan kata-kata Reza. Namun pada akhirnya, mereka bisa memaafkan kesalahan Reza di masa lalu.

__ADS_1


......................


__ADS_2