SEMUA TENTANG DENDAM

SEMUA TENTANG DENDAM
Bertarung di Hutan


__ADS_3

Anak remaja itu melompat tepat di belakang Tama dan Khalid. Ia lalu mendorong Tama dan Khalid ke depan dengan kedua tangannya. Seketika, Tama dan Khalid terdorong ke depan dan hampir jatuh ke jurang.


" Kak, darimana dia datang? Kenapa kita tak mengetahuinya?" ucap Tama pada Khalid.


" Aku juga tidak tahu. Dia cepat sekali." ucap Khalid.


" Siapa kalian? Kenapa kalian mengikutiku?" tanya remaja yang ternyata adalah Satria. Anak dari Wira.


" Aku Tama, dan ini kakakku Khalid. Kami mengikutimu karena kamu berlari cepat sekali. Aku merasa kamu bukan orang sembarangan. Dan kami mengikutimu, karena kami ingin tahu siapa dirimu."


"Oh, kalian ingin mengetahui namaku? Tebak saja kalau kalian bisa. Aku tidak akan memberitahu siapa namaku."


" Tama..sepertinya bocah ini ingin menantang kita. Bagaimana kalau aku menjajajal kemampuannya?"


" Boleh saja, Kak. Tapi hati-hati. Kakak belum mengenalnya. Siapa tahu dia sangat kuat."


" Aku akan berhati-hati. Kamu tunggu disini dulu."


Khalid pun berjalan maju mendekati Satria. Ia kembali mencoba bertanya pada Satria dengan cara yang lebih lembut. Namun Satria tak menghiraukannya sedikitpun. Satria malah berniat menyerang Khalid.


Dan tak berapa lama kemudian, terjadilah perkelahian antar dua remaja di hutan sebelah selatan Puncak Bukit Barat. Awalnya mereka hanya menggunakan tangan kosong. Pertarungan mereka terlihat seimbang. Namun lama kelamaan, Satria yang dalam dirinya dipenuhi amarah yang besar, menyerang Khalid dengan tenaga dalamnya.


Namun Khalid juga tak ingin kalah, ia berhasil menghindari serangan-serangan Satria dengan sangat cepat. Berkali-kali serangan Satria hanya mengenai daerah kosong.


Menyadari serangan bertubi-tubinya selalu meleset, amarah Satria semakin meledak-ledak. Ia terus meningkatkan tenaga dalamnya dan memusatkan tenaga dalamnya pada satu titik di tangan kanannya.


Ia bermaksud menggunakan ilmu yang diwariskan Ayahnya untuk menghabisi Khalid.


Sementaa Khalid hanya bisa melihat saja dan tak tahu apa yang ingin Satria lakukan kepadanya.


" Kak Khalid... Menyingkir dari sana...." teriak Tama.


Tama tahu Satria menggunakan jurus yang mematikan. Ia pun segera menghampiri Khalid untuk menyelamatkannya dari serangan Satria.


Mereka berguling-guling ke tanah untuk menghindari serangan Satria. Dan Satria terkejut karena serangannya kembali hanya mengenai pohon. Namun pohon itu seketika hancur terkena serangan Satria.


Melihat serangan yang barusaja dilancarkan Satria, Khalid menjadi seperti orang linglung. Andai saja dia terkena setangannya, pasti akan hancur seperti Pohon yang berada di belakangnya.


" Kakak tidak apa-apa?" tanya Tama sembari membantu Khalid berdiri.


" A..aku apa aku masih hidup?" ucap Khalid dengan gemetar.

__ADS_1


" Kakak masih hidup. Beruntung aku bisa menyelamatkanmu. Orang itu memang berniat ingin membunuhmu, Kak."


" Apa? Kenapa dia mempunyai ambisi yang besar untuk menghilangkan nyawa orang?"


" Aku tidak tahu, Kak. Kakak tunggu disini. Biar aku bicara dengannya. Jika ia ingin menyerangku, biar aku saja yang menghadapinya."


Tama pun maju mendekati Satria. Seperti yang ditanyakan Khalid sebelumnya, kini Tama kembali menanyakan tentang siapa sebenarnya orang di depannya itu.


Dan untuk kedua kalinya, Satria tetap tak mau menjawab pertanyaan Tama. Ia malah berniat untuk membunuh Tama dan Khalid sekaligus.


Tama berusaha menenangkannya agar jangan sampai Mereka berkelahi lagi. Namun Satria tak mau mendengarkan nasehat Tama. Ia pun kembali bersiap unuk menyerang.


Tama tak punya pilihan selain menanggapi tantangan dari Satria. Ia pun bersiap memasang kuda-kudanya untuk menyerang Satria.


Dan pertempuran kembali terjadi. Tama mampu mengimbangi serangan-serangan dari Satria. Meskipun Tama tak membalas menyerang dan hanya menangkis serangan Satria, namun sudah cukup membuat Satria kewalahan.


Tenaga Satria mulai terkuras habis. Ia pun mengeluarkan jurus pamungkasnya seperti yang digunakan untuk menyerang Khalid.


Dan dengan segera, Satria mengarahkan serangan tenaga dalamnya menuju ke arah Tama yang berdiri tegak di depannya sejauh lima meter.


Suara dentuman keras terdengar ketika Serangan dari Satria keluar dari tangannya. Kepulan asap menyelimuti tempat dimana Tama berdiri sebelum serangan dari Satria.


Tubuh Khalid mendadak lemas melihat apa yang terjadi tepat dihadapannya. Tama meledak karena serangan dari Satria. Tubuh Tama terpotong menjadi beberapa bagian.


Kini Khalid tak tahu harus berbuat apa. Dia ingin berlari, namun dia tak mungkin meninggalkan jasad Tama di hutan.


" Tama..maafkan aku. Aku tak bisa menjagamu. Anak itu memang sangat kuat dan bukan anak sembarangan. Aku tak tahu apakah aku bisa membalaskan kematianmu atau tidak." gumam Khalid dalam hati.


" Hei..kamu! Sekarang giliranmu! Kamu juga harus bernasib sama seperti dia!" teriak Satria.


" Siapa sebenarnya kamu itu? Kenapa ingin membunuh kami?"


" Kau akan ku beritahu kalau kau sudah tak bernyawa. Sekarang, hadapi aku!"


" Gawat..kenapa dia tidak bisa diajak bicara baik-baik. Sebenarnya aku ingin mengajaknya berteman. Tetapi dia telah membunuh adikku!" ucap Khalid lirih.


Tak berapa lama kemudian, dari arah samping kanan. Tubuh Tama yang telah terpotong, bergerak-gerak. Potongan-potongan tubuh Tama kembali menjadi satu. Tama pun hidup kembali.


Betapa terkejutnya Satria melihat kejadian itu. Ia tak mengerti, kenapa Tama bisa hidup kembali meskipun tubuhnya sudah terpotong.


" Tama..." teriak Khalid lalu bergegas menghampirinya.

__ADS_1


" Kakak.."


" Ka..kamu punya ilmu yang sangat hebat. Kamu bisa hidup kembali meskipun tubuhmu sudah terpotong. Kamu belajar dari mana ilmu itu?"


" Aku hanya pernah bermimpi ada seorang Kakek Tua yang datang dan memberiku ilmu itu, Kak. Aku tak tahu bagaimana cara menggunakannya. Sebelum Kakek Tua itu menghilang, Aku sempat menanyakan bagaimana caranya mencoba ilmu itu. Tapi Dia hanya tersenyum lalu menghilang. Aku juga tak percaya kalau aku bisa melakukannya."


" Kamu sangat hebat, Tama. Aku yakin dengan kekuatanmu itu, kita bisa membalaskan dendam keluargamu dan juga Ibuku." ucap Khalid.


" Heiii.. Ilmu apa yang kau gunakan? Kenapa kau bisa hidup lagi?" tanya Satria.


" Itu bukan urusanmu! Sekarang ayo kita lanjutkan pertarungan kita." ucap Tama.


" Hahaha.. Kau pikir kau akan menang melawanku hanya dengan kekuatanmu itu? Kau salah... Sebelum kau bangkit kembali, aku hanya perlu membuat tubuhmu hancur berkeping-keping dan tak tersisa."


" Kalau begitu, kita buktikan saja. Apa kau sanggup mengeluarka jurusmu hingga berkali-kali?"


" Kau meremehkanku? Aku bisa membuat serangan lebih dari sepuluh kali. Tapi Aku tak butuh sepuluh kali untuk melumatkan tubuhmu. Mungkin hanya dengan tiga kali saja, aku bisa membuatmu menjadi debu."


" Tama..sebaiknya kita pergi. Kita tak ada waktu untuk meladeni dia. Lebih baik kita pulang saja. Ambil pancing kita, kita kembali memancing lain kali saja." bujuk Khalid.


" Tidak, Kak. Aku harus memberi pelajaran pada bocah sombong ini. Dia pikir, hanya dia saja yang kuat?"


" Tapi dia terlalu berbahaya, Tama. Lain kali saja kita hadapi dia kalau bertemu lagi dengannya. Sebaiknya kita segera tinggalkan tempat ini. Kita bisa menggunakan waktu kita untuk memperdalam ilmu tenaga dalam kita. Setelah kita lebih kuat, kita akan hadai dia bersama-sama."


" Sebaiknya Kakak menepi saja. Aku akan mengalahkannya."


" Tapi, Tama. Aku tak mau kamu terbunuh lagi untuk kedua kalinya."


" Percaya padaku, Kak. Aku tak akan mengulangi kekalahanku untuk kedua kalinya."


" Hei.. Kamu! Menyingkir saja dari sini kalau tak mau bertarung! Dasar pecundang!" teriak Satria pada Khalid.


" Kak, dengarkan apa yang anak itu katakan. Sebaiknya Kakak menepi dulu. Aku akan hadapi Dia seorang diri."


" Baiklah jika itu maumu, Tama. Aku akan mengawasimu. Aku tak ingin dia berbuat curang."


" Baik.. terima kasih, Kak."


Khalid menuruti nasehat Tama untuk menepi. Dia sebenarnya tak ingin membiarkan Tama bertarung seorang diri, namun jika dia tak mampu mengalahkan Satria, percuma saja dia ikut melawan. Khalid hanya akan mempersulit Tama untuk menyerang Satria.


......................

__ADS_1


__ADS_2