SEMUA TENTANG DENDAM

SEMUA TENTANG DENDAM
KISAH TRAGIS KELUARGA NOVI, SI MANAJER


__ADS_3

" Ya sudah, cepat kamu kembali bekerja." Perintah Wira pada manjernya.


" Dengan senang hati Pak. Terima kasih karena Bapak tidak jadi memecat saya." Ucap Novi senang.


" Nov, sebenarnya aku hanya menggertakmu. Agar kamu tidak melakukan hal gila itu. Jika kamu sungguh akan melawannya, maka ku pastikan tamatlah riwayat kita."


"Jadi, Pak Wira hanya menggertak saya?" Ucap Novi kaget.


" Iya." Jawab Wira singkat.


Novi tertegun sejenak. Sebenarnya dia ingin sekali mencoba kemampuannya. Bisa mengalahkan orang yang hebat, pasti rasanya memuaskan.


Tetapi Wira melarangnya. Dia pun hanya pasrah. Walau bagaimanapun, Wira adalah orang yang sangat berjasa padanya.


Dia bisa hidup sampai sekarang juga karena Wira. Berkali-kali Wira menyelamatkan hidupnya. Dan Wira juga telah mengajarinya berbagai macam hal.


Belajar memasak, belajar marketing, belajar mengatur keuangan, dan yang paling disukai Novi, adalah bela diri.


Awalnya, Novi hanya perempuan biasa. Tidak memiliki bakat sama sekali. Dia bukan dari keluarga kaya. Orang tuanya meninggal saat dia masih SD.


Di usia yang ke sebelas tahun, Novi sudah menjadi anak Yatim piatu.


Ayahnya seorang buruh Pabrik, meninggal karena kecelakaan.


Konon katanya, ada seorang teman yang tidak menyukainya.


Lalu menyabotasenya. Seseorang karyawan, memotong rem belakang motor Ayah Novi.


Sekitar pukul 10.00 malam Ayah Novi keluar dari pabrik. Pulang, dan melajukan motornya dengan kencang.


Tanpa di sadari, rem belakang motor Ayah Novi, tak berfungsi. Saat di tikungan, dia berusaha mendahului sebuah Truk yang melaju pelan.


Namun setelah berhasil mendahului truk, dari arah berlawanan melaju sebuah mobil pickup. Hal itu membuat Ayah Novi terkejut dan hilang kendali.


Saat akan bertabrakan dengan mobil pickup, Ayah Novi berhasil membelokkan motornya ke arah kanan. Dan akhirnya dia selamat dari tabrakan itu.


Namun dia tak bisa menghentikan laju motornya yang saat itu mengarah ke jurang. Dia pun jatuh ke jurang sedalam dua puluh meter.Tubuhnya membentur bebatuan. Tulang- tulangnya enam puluh persen remuk.


Beruntung kepalanya masih terlindungi oleh helm. Dan dia masih hidup. Banyak orang berdatangan menolongnya. Turun ke jurang dan membawa Ayah Novi naik ke atas.


Sampai di rumah sakit, dia masih tertolong. Namun banyak tulang yang remuk membuat dia tidak bisa melakukan banyak aktifitas. Dan Dokter mengatakan umur Ayah Novi tidak lebih dari tiga jam.


Saat Novi datang menjenguknya, Ayahnya menceritakan apa yang terjadi. Hingga dia bisa sampai kecelakaan. Mengetahui kalau Ayahnya di sabotase, Novi menangis dan marah besar. Apalagi ketika Ayahnya sudah menghembuskan nafas terakhirnya.


Dia tak tahu harus bagaimana membalas kekejaman teman Ayahnya. Namun Ayahnya berpesan sebelum dia meninggal, agar menjaga Ibunya.


Selang beberapa hari kepergian Ayahnya. Kejadian tak terduga menghampiri Novi.


Saat dirinya pulang dari sekolah, dia menemukan Ibunya dalam keadaan sudah meninggal di kamarnya.

__ADS_1


Tubuhnya tersayat-sayat oleh benda tajam. Pakaian yang dikenakan saat itu, daster berwarna merah muda. Ikut terkoyak.


Dan lebih kejamnya lagi, Ibu Novi di temukan tanpa memakai Pakaian dalam. Sementara, pakaian dalamya di temukan di samping dia terkapar, penuh dengan noda putih seperti gel.


Hal ini membuat Novi menjerit histeris. Dia tak tahu apa dan siapa yang membuat kedua orang tuanya meninggal dengan cara seperti itu.


Namun, Novi hanyalah anak kecil. Dia tidak tahu bagaimana caranya membalaskan dendam, tidak tahu kemana harus meminta pertolongan.


Polisi sudah mengamankan bukti-bukti, namun karena mengalami kebuntuan, Polisi menghentikan penyelidikan.


Setelah sebulan lamanya, Novi bertemu dengan Wira. Dia adalah mantan preman yang disegani. Namun dia sudah meninggalkan statusnya dan lebih memilih menjadi pengusaha setelah menikah.


Saat berkenalan dengan Wira, banyak pertanyaan yang diajukan oleh Wira. Hingga menyinggung tentang orang tuanya. ketika Novi menceritakan kisah tragis orang tuanya, Wira menjadi naik pitam.


Api amarahnya membara. Semakin Novi menceritakan kisah tragis orang tuanya, api amarah Wira semakin membara. Dia mengutuk orang yang telah membuat orang tua Novi meninggal dengan cara mengenaskan.


Pada akhirnya, Wira dibantu teman-temannya menyelidiki sendiri kasus pembunuhan orang tua Novi. Tanpa meminta izin kepolisian, Wira memimpin penyelidikan.


Sesudah semua bukti dikumpulkan. Dan mengetahui kronologi kejadiannya, Wira mempelajarinya. Hingga dia bisa menemukan siapa dalang di balik kematian orang tua Novi.


Semua barang bukti yang terkumpul, menyimpulkan bahwa pembunuhan yang terjadi, dilakukan oleh beberapa orang. Dan semuanya dilakukan oleh orang yang sama.


Setelah itu Wira dan temannya pergi ke pabrik tempat Ayah Novi bekerja.


Saat bertemu dengan tujuh orang dalam satu kelompok, Wira menanyai satu persatu orang itu. Mereka semua ketakutan. Sepertinya Wira sudah menemukan pembunuh orang tua Novi.


Tetapi, belum selesai Wira bertanya, empat orang pelaku yang paling banyak berkontribusi dalam pembunuhan orang tua Novi,mencoba melarikan diri.


Karena nekad menyeberang jalan ramai, dua orang pelaku tertabrak bus dan terlindas hingga keduanya tewas mengenaskan.


Sementara dua lainnya, berlari menuju sebuah gedung kosong yang sudah tak berpenghuni. Mereka menuju ke lantai paling atas. tetapi Teman-teman Wira berhasil menemukan mereka.


Karena gugup, salah satu pelaku terpeleset, dan terjatuh dari gedung setinggi dua puluh meter. Dia pun seketika tewas.


Melihat temannya mati, Seorang pelaku yang tersisa mencoba melawan teman-teman Wira. Akan tetapi, dia tak mampu menyerang sedikitpun. Menyadari lawan bukan tandingannya, Pelaku yang tersisa, memilih untuk melompat mengikuti temannya. Dia pun ikut tewas seketika.


Ketiga pelaku lain yang masih hidup, di interogasi. Mereka bertiga tak lebih hanya sebagai saksi kekejaman empat temannya.


Mereka mengetahui niat jahat ke empat temannya, namun karena di ancam, ketiga tersangka yang masih hidup tidak bisa melakukan apa-apa untuk mencegahnya.


Wira menyerahkan ketiga tersangka yang tersisa ke polisi. Tetapi karena mereka tidak terlibat dalam pembunuhan itu, Polisi membebaskannya.


" Kenapa Pak Wira berkata singkat seperti itu?" Tanya Novi pada Majikannya.


" Pastinya kamu sudah tahu maksudku, aku tak akan menjawab pertanyaanmu." Ucap Wira ketus.


" Baiklah Pak, saya mengerti. Saya mohon diri mau ke ruangan saya Pak."


" Iya Nov, selamat bekerja kembali. Oh iya Nov, setelah resto tutup, maukah kamu menemaniku untuk tetap di Resto ini?"

__ADS_1


" Ehm.. Memangnya ada apa Pak? Apa ada masalah penting yang harus dibicarakan malam ini?" Tanya Novi penasaran.


" Tidak apa-apa, aku hanya ingin mengobrol denganmu. Sudah lama kita tak pernah mengobrol bersama."


" Baik Pak, saya akan temani Bapak walaupun sampai pagi nanti." Ucap Novi.


" Terima kasih Novi, ya sudah sekarang kamu kembalilah bekerja."


" Iya Pak." Ucap Novi patuh.


Ketika mata Novi dan Wira bertemu, di dalam diri Wira, seperti tumbuh perasaan yang tulus.


Hati kecilnya ingin mengatakan kalau Wira cinta padanya.


Saat Novi pergi menuju ruangannya, Wira menatapnya tanpa berkedip.


Mengetahui Wira menatapnya terus, Novi mulai tak nyaman. Dia berdehem dan bertanya pada Wira.


" Kenapa Pak Wira menatap saya seperti itu?" Tanya Novi.


" Ehm tidak, tidak apa-apa. Aku hanya teringat sesuatu." Wira tiba-tiba kaget, ketika terpana melihat Novi, namun Novi mengetahuinya.


" Oh begitu. Baiklah, saya permisi Pak."


" Silahkan Nov."


Novi pun meninggalkan Wira lalu masuk ke ruangannya.


Entah apa yang merasuki Wira, setelah Novi menghilang dari hadapannya, Wira merenung. Dia merasa sepertinya Novi pantas untuk menjadi istrinya.


Hingga lebih dari lima belas menit berlalu, Wira masih berdiri dan merenung menatap ke ruangan Novi.


Hal ini membuat beberapa pelayan bertanya-tanya.


" Pak Wira kenapa ya? kenapa dia terus berdiam diri di situ." Ucap pelayan wanita.


" Mungkin dia sedang memikirkan sesuatu." jawab pelayan laki-laki.


" Mungkin ada yang sedang mengganggu pikirannya." Ucap karyawan yang lain.


" Sttttsss.. jangan suka membicarakan orang lain. Apalagi itu bos kita." Ucap pelayan wanita yang paling senior.


" Kami tidak membicarakan hal yang negatif tentang Pak Wira. Kami hanya menduga apa yang sedang di pikirkannya." Ucap Pelayan wanita.


" Itu benar, kami tidak membicarakan keburukannya. Kami hanya penasaran dengan Bos saja."


" Kalau begitu kalian bubar, jangan berkumpul. Aku khawatir kalian kena teguran."


" Baik kak, kami akan bekerja lagi."

__ADS_1


" Oke, hati-hati ya. Jangan sampai ada masalah." Pesan Pelayan senior kepada juniornya.


......................


__ADS_2